<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794</id><updated>2012-01-12T18:51:05.330-08:00</updated><title type='text'>Keperawatan Komunitas</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>214</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3056682707867909714</id><published>2012-01-12T18:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:51:05.362-08:00</updated><title type='text'>OTONOMI BIDAN DALM PELAYANAN KEBIDANAN</title><content type='html'>Akuntabilitas bidan dalam pratik kebidanan merupkan suatu hal yang penting dan dituntut dari suatu profesi, terutama profesi yang berhubungan dengan keselamatan jiwa manusia, adalah pertanggungjawaban dan tanggung gugat ( accuuntability) atas semua tindakan yang dilakukannya. Sehingga semua tindakan yang dilakukan oleh bidan harus berbasis kompetensi dan didasari suatu evidence based. Accountability diperkuat dengan suatu landasan hukum yang mengatur batas-batas wewenang profesi yang bersangkutan. Dengan adayna legitimasi kewenangan bidan yang lebih luas, memiliki hak otonomi dan mandiri untuk bertindak secara profesional yang dilandasi kemampuan berfikir logis dan sistematis serta bertindak sesuai standar profesi dan etika profesi. Pratik kebidanan merupakan inti dari berbagai kegiatan bidan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui :• Pendidikan dan Pelatihan berkelanjutan• Pengembangan ilmu dan tekhnologi dalam kebidanan• Akredetasi• Sertifikasi• Registrasi• Uji Kompentensi• Lisensi&lt;span class="fullpost"&gt;Peraturan perundang undangan yang melandasi pelayanan kesehatan  UU kesehatan no 23 tahun 1992 tentang tugas dan tanggung jawab tenaga kesehatanUU no 23/92Mengatur:- Azas dan tujuan sebagai landasan dan pemberi arahpembangunan kesehatan.- Hak dan kewajiban setiap orang untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal, wajib ikut serta dalammemelihara dan meningkatkan derajat kesehatan- Tugas dan tanggungjawab pemerintah- Upaya kesehatan-  Ketentuan pidana.Pasal 1 UU 23/92Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan &amp;memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yg untuk jenis tertentumemerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatanPasal 54(1) Thd tenaga kesehatan yang melakukan keselahan atau kelalaian dlm melaksanakan profesi dapat dikenakan tind disiplinPasal 50(1) Tenagakesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatankesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan(2) Ketentuan mengenai kategori, jenis, dan kualifikasi tenaga kesehatan ditetapkan dengan peraturan pemerintah.Pasal 51(1) Pengadaan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan diselenggarakan antara lain melalui pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah atau masyarakat(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.Pasal 52(1) Pemerintah mengatur penempatan tenaga kesehatan dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan.(2) Ketentuan mengenai penempatan tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)  ditetapkan dengan peraturan pemerintahPasal 53(1) Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.(2) Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.(3) Tenaga kesehatan, untuk kepentingan pembuktian, dapat melakukan tindakan medis terhadap seseorang dgn memperhatikan kesehatan dan keselamatan yang bersangkutan.(4) Ketentuan mengenai standar profesi dan hak hak pasien sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintah.Pasal 54(1) Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin.(2) Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) oleh majelis disiplin tenaga kesehatan.(3) Ketentuan mengenai pembentukan, tugas, fungsi, dan tata kerja majelis disiplin tenaga kesehatan ditetapkan dengan keputusan presiden.Pasal 55(1) Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan.(2) Gant rugi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.  Peraturan pemerintah nomer 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatanPasal 1 (1) : tentang tenaga kesehatan dikenal 7 jenis tenaga kesehatan yaitu :1) Tenaga medis2) Tenaga keperawatan3) Tenaga kefarmasian4) Tenaga kesehatan masyarakat5) Tenaga gizi6) Tenaga keterapian fisik7) Tenaga keteknisan medikPada saat ini belum semua ketenagaan ini memiliki organisasi profesi yang mantapPasal 2 (3) tenaga keperawatan adalah perawat dan bidanPasal 3 : tenaga kesehatan wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang kesehatan yang dinyatakan dengan ijazah dari lembaga pendidikanPasal 4 (1) melakukan upaya kesehatan setelah mendapat izin dari mentriPasal4 (2) dikecualikan dari kepemilikan izin sebagai (1) bagi tenaga kesehatan masyarakatPasal 21 (1) setiap tenaga kesehatan dalam melakukan tugas diwajibkan untuk mematuhi standar profesi tenaga kesehatan.Pasal 21 (2) : standar profesi ditetapkan oleh mentriPasal 22 (1) : bagi tenaga kesehatan jenis tertentu dalam melaksanakan tugas profesinya wajib :a. Menghormati hak pasienb. Menjaga kerahasiaan identitas dan data kesehatan pribadi pasienc. Memberi informasi yang berkaitan dengan kondisi dan tindakand. Meminta persetujuan atas tindakan membuat dan memelihara rekam medik(3) Pelaksanaan lebih lanjut diatur oleh mentriPasal 241. Perlindungan hukum diberikan kepada tenaga kesehatan yang melakukan tugasnya sesuai dengan standar profesi tenaga kesehatan2. Pelaksanaan lebih lanjut diatur oleh mentri  Undang undang no 13  tentang ketenaga kerjaanBidan termasuk tenaga kerja. Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah bekerja. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri ataupun masyarakat. Sehingga bidan memenuhi kaidah unsur sebagai tenaga kerja.a. Pasal 81 ayat 1 pekerja atau buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari 1 dan2 haid.b. Pasal 81 ayat 2 pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersamac. Pasal 82 ayat 1 pekerja atau buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidand. Pasal 82 ayat 2 pekerja atau buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.e. Pasal 83 pekerja atau buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untukmenyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerjaf. Pasal 84 setiap pekerja atau buruh yang menggunakan hak waktu istirahatnya, mendapat upah atau gaji penuh.  PP/UU tentang aborsi, bayi tabung dan adopsiPeraturan perundang undangan tentang abortus• Pasal 299 KUHPSengaja mengobati seseorang perempuan atau mengerjakan suatu perbuatan terhadap seseorang perempuan dgn memberitahukan atau menimbulkan pengharapan bahwa oleh karena itu dapat gugur kandungannya dihukum penjara selama2nya 4 tahun atau denda sebanyak2nya 45 ribu rupiah.• Pasal 346Perempuan yang dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu dihukum penjara selama2nya 4 tahun.• Pasal 347 (1)Barang siapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya seseorang perempuan tanpa ijin perempuan itu,dihukum penjara selama2nya 12 tahun.• Pasal 347 (2)Jika perbuatan itu berakibat kematian,dihukum penjara selama2nya 15 tahun.• Pasal 348 (1) Barang siapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan dengan ijin perempuan itu, dihukum penjara selama2nya 5 tahun 6 bulan• Pasal 348 (2)Jika karena perbuatan itu perempuan itu mati, dihukum penjara selama2nya 7 tahun.• Pasal 349Jika seorang dokter, bidan atau apoteker membantu kejahatan tersebut dalam pasal 346 atau bersalah melakukan atau membantu salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka hukuman yg ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya yg digunakan utk melakukan kejahatan itu.• Pasal 534Barang siapa dgn terang terangan melakukan suatu ikhtiar utk mencegah hamil atau dgn terang2an atau tidak diminta menawarkan ikhtiar demikian ataupertolongan ( pekerjaan ) utk mencegah hamil itu, atau dengan terang2an menyiarkan sesuatu, tulisan, tdk dengan diminta menunjukan, bahwa ikhtiar itu atau pertolongan itu boleh didapat dihukum kurungan selama2nya 2 bulan atau denda 2000 rb rp.• Pasal 535Barang siapa dengan terang2an mempertunjukan ikhtiar utk menggugurkan hamil, atau dgn terang2an atau dengan tidak diminta menawarkan ikhtiar demikian atau pertolongan ( pekerjaan ) utk menggugurkan hamil, atau menunjukan bahwa ikhtiar itu atau pertolongan itu boleh didapat, dihukum kurungan selama2nya 3 bulan, atau denda 4500 rb rp.Undang undang tentang bayi tabungFertilisasi invitro ( FIV )Teknologi reproduksi berbantu (TRB) : sel telur diambil dari indung telur lalu dibuahkan dgn sel sperma di laboratoriumlalu dikembamgkan dlm inkubator untuk waktu tertentu kemudian dipindahkan kedalam rahimIndikasi- Kerusakan kedua tuba- Paktor suami ( oligospermia )- Serviks abnormal- Infertilitasyang tidak diketahui sebabnya- Infertilitas karena endometriosisSyarat :- Telah dilakukan pengelolaan infertilitas selengkapnya- Indikasi sangat jelas- Memahami seluk beluk prosedur konsepsi buatan secara umum- Mampu memberi ijin atas dasar pengertian ( informed consent )Tingkat keberhasilan • Umumnya 20 % pasutri memperoleh kehamilan setelah pemindahan embrio• Tergantung banyaknya sel telur yang berhasil diaspirasi dan embrio yang dipindahkan• Satu embrio yang dipindahkan 10 %, 3 embrio 35 % angka keberhasilanDukungan hukum : UU no 23 th 1992 tentang kesehatan pasal 16 dan Kepmenkes no. 27 / Menkes / Per / 11 / 1999 tentang penyelenggaraan teknologi reproduksi buatan.Pandangan agama :- Fertilisasi invitro hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami isteri yang sah, sel telur dan sperma harus dari pasangan tersebut.- Fertilisasi invitro mengunakan donor secara hukum, etika dan agama tidak bisa diterima.- Menurut Kaum feminis fertilisasi invitro sama dengan memperlakukan wanita secara tidak wajar dan hanya menjadi objekreproduksi karena prosesnya lebih menyakitkan pihak wanita.Inseminasi artificialProsedur untuk menimbulkan kehamilan dgn cara mengumpulkan sperma dari seorang pria yang kemudian dimasukan kedalam vagina, serviks,atauuterus wanita saat terjadi ovulasi. Inseminasi artificial juga menimbulkan pertanyaan2 etis tentang kemurnian perkawinan yang menghasilkan keturunan artificial, karena proses melalui campur tangan manusia.Undang undang tentang adopsiAdopsi adalah suatu proses penerimaan seorang anak dari seseorang atau lembaga organisasi ketangan orang lain secara sah diatur dalam peraturan perundang undangan.Hukum perdata tentang adopsi, meliputi :1. Anak yang diadopsi hanya anak laki laki terjadi nilai deskriminatif dan patriakal.2. Bahwa yang dapat mengadopsi anak adalah pasangan suami isteri, janda atau duda.3. Kebolehan mengadopsi, baru boleh mengadopsi bila tidak melahirkan keturunan laki laki.4. Anak yang boleh diadopsi; anak laki laki belum kawin, belum diadopsi orang lain, umur lebih muda minimal 10 tahun dari ayah angkatnya, jika janda lebih muda 15 tahun dari ibu angkatnya.5. Syarat persetujuan adalah meliputi :• Dari suami isteri yang melakukan adopsi• Dari orang tua alami anak yang diadopsi• Dari ibu anak apabila ayah meninggal• Daria anak yang diadopsi sendiri ( tidak mutlak )6. Adopsi berbentuk akta notaris, yaitu para fihak datng , jiuka dikuasakan harus dengan surat kuasanotariel, pernyataan persetujuan bersama orang tua alami dengan calon orang tua angkat, dengan akta adopsi. Adopsi yang tidak berbentuk  notaris batal secara hukum.7. Akibat hukum adopsi adalah sebagai berikut :• Anak mendapat nama keturunan orang tua angkat• Anak yang diadopsi dianggap dilahirkan atau dianggap sah• Gugur hubungan perdata dengan orang tua alami• Adopsi tidak dapat dicabut atas persetujuan bersama8. Pada hukum perdata adat tidak ada ketentuan jelas, tergantung daerah masing masing dan garis kekeluargaan yang dianut.  Kepmenkes RI NO 900/ Menkes/ SK/V11 /2002 tentang registrasi dan praktik bidanBidan adalah seorang wanita yangtelah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus sesuai dengan persyaratan yang berlaku.Pelaporan dan registrasiPasal 2(1) Pimpinan penyelenggaraan pendidikan bidan wajib menyampaikan laporan secara tertulis kepada kepala dinas kesehatan propinsi mengenai peserta didik yang baru lulus, selambat lambatnya 1 bln setelah dinyatakan lulus(2) Bentuk dan isi laporan ebagaimana dimaksud pada ayat 1 tercantum dalamformulir 1 terlampirPasal 3 (1) Bidan yang barululusmengajukan permohonandan mengirimkankelengkapan registrasi kepada kepala dinas kesehatan propinsi dimana institusi pendidikan berada guna memperoleh SIB selambat2nya 1 bulan setelah menerima ijasah bidan(2) Kelengkapan registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 antaralain meliputi:a. Fotocopi ijasah bidanb. Fotocopi transkrip nilai akademikc. Surst keterangan sehat dari dokterd. Pas fotoe. Ukuran 4x6 cm sebanyak 2 lembar(3) Bentuk permohonan SIB sebagaimanadimaksudpada ayat 1 tercantum dlm formulir 11 terlampirPasal 4 (1) Kepala dinas kesehatan prop atas nama mentri kesehatan melakukan registrasi berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 untuk menerbitkan SIB(2) SIB sebagaimana dimaksud ayat 1 dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan propinsi atas nama mentri kesehatan,dalam  waktu selambat2nya 1 bulansejak permohonan diterimadan berlaku secara nasional.(3) Bentuk dan isi SIB sebagaimana tercantum dalam formulir 111 terlampirPasal 5 (1) Kepala dinas kesehatan propinsi harus membuat pembukuan registrasi mengenai SIB yang telah diterbitkan(2) Kadinkes prop menyampaikan laporan secara berkala kepada mentri kesehatanmelalui sekjen c.q. kepala biro kepegawaian departemen kesehatan dengan tembusan kepada organisasi profesi mengenai SIB yang telah diterbitkan untuk kemudian secara berkala akan diterbitkan dalam buku registerasi nasional.Pasal 6(1) Bidan lulusan luar negeri wajib melakukan adaptasi utk melengkapi persyaratan mendapatkan SIB.(2) Adaptasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan pada sarana pendidikan yang terakriditasiyg ditunjuk pemerintah(3) Bidan yang telah menyelesaikan adaptasi diberikan surat keterangan selesai adaptasi oleh pimpinansarana pendidikan(4) Utk melakukan adaptasi bidan mengajukan permohonan kepada kepala dinas kesehatan propinsi(5) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 dgn melampirkan:a. Fotocopi ijasah yg telahdilegalisiroleh direktur jenderal pendidikan tinggib. Fotocopi transkrip nilai akademik yang bersangkutan(6) Kadinkes prop berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 menerbitkan rekomendasi untuk melaksanakan adaptasi.(7) Bidan yang telah melaksanakanadaptasi, berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 dan pasal 4(8) Bentuk permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 sebagaimana tercantum dalam formulir 1V terlampirPasal  7(1) SIB berlaku selama 5 tahun dan dapat diperbaharui serta merupakan dasar untuk menerbitkan SIPB(2) Pembaharuan SIB sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diajukan kepada kepala dinas kesehatan propinsi dimana bidan praktik dengan melampirkan a.l :a. SIB yang telah habis masa berlakunya b. Surat keterangan sehat dari dokterc. Pasfoto ukuran 4x6 cm sebanyak 2 lembarMasa baktiPasal 8 : masa bakti bidan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlakuPerizinanPasal 9 (1) Bidan yang menjalankan praktik harus memiliki SIPB(2) Bidan dapat menjalankan praktikpada sarana kesehatan dan atau peroranganPasal 10 (1) SIPB sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat 1 diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada  kadinkes kabupaten/ kota setempat(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diajukan dengan melampirkan persyaratan antara lain:a. Fotocopi SIB yg masih berlakub. Fotocopi ijasah bidanc. Surst persetujuan atasan bila dalam pelaksanan masa bakti atau sebagai pegawai negeri atau pegawai pada sarana kesehatand. Surat keterangan sehat dari doktere. Rekomendasi dari organisasi profesif. Pasfoto ukuran 4x6 cm sebanyak 2 lembar(3) Rekomendasi yang diberikan orgnisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf e, setelah terlebih dahulu dilakukan penilaian kemampuan keilmuan dan keterampilan, terhadap kode etik profesi serta kesanggupan melakukan prakti bidan(4) Bentuk permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 seperti tercantum dalam formulir V terlampirPasal 11(1) SIPB berlaku sepanjang SIB belum habis masa berlakunya dan dapat diperbaharui kembali(2) Pembaharuan SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diajukan kepada kadinkes kabupaten/kota setempat dgn melampirkan:a. Fotocopi SIByang masih berlakub. Fotocopi SIPB yg lamac. Surat keterangansehat dari dokterd. Pasfoto 4x6 cm sebanyak 2 lbre. Rekomendasi dari organisasi profesiPasal 12Bidan PTT dalam rangka pelaksanan masa bakti tidak memerlukan SIPBPasal 13Setiap bidan yang menjalankan praktik berkewajiban meningkatkan kemampuan keilmuan dan / atau keterampilannya melalui pendidikan dan atau pelatihan PRAKTEK BIDANBidan dalam menjalankan praktiknya berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi :A. : Pelayanan kebidananB. : Pelayanan Keluarga Berencanac. : Pelayanan Kesehatan MasyarakatPasal 15(1) Pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 huruf a ditunjukan kepada ibu dana anak.(2) Pelayanan kepada ibu diberikan pada masa pranikah, prahamil, masa kehamilan, masa nifas, menyusui dan masa antara ( periode interval ).(3) Pelayanan kebidanan kepada anak diberikan pada masa bayi baru lahir, masa bayi, masa anak balita dan masa pra sekolah.Pasal 16(1) Pelayanan kebidanan kepada ib meliputi :a. Penyuluhan dan konseling b. Pemeriksaan fisikc. Pelayanan anternatal pada kehamilan normald. Pertolongan pada kehamilan abnormal yang mencakup ibu hamil dengan abortus iminens, hperemesis gravidarum tingkat I, preklamasi ringan dan anemi ringan.e. Pertolongan persalinan normal f. Pertolongan persalinan abnormal yang mencakup letak sungsang, partus macet kepala di dasar panggul, ketuban pecah dini (KPD) tanpa infeksi, pendarahan post partum,laserasi jalan lahir, distosia karena inersia uteri primer, post termasuk dan pretermasuk.g. Pelayanan ibu nifas normalh. Pelayanan ibu nifas abnormal yang mencakup retinsio plasenta, renjatan dan infeksi ringan.i. Pelayanan dan pengobatan pada kelainan ginekologi yang meliputi keputihan, pendarahan tidak teratur dan penundaan haid.(2) Pelayanan kebidanan kepada anak meliputi :a. Pemeriksaan bayi baru lahir b. Perawatan tali pusatc. Perawatan bayid. Resusitasi pada bayi baru lahire. Pemanytauan tumbuh kembang anak f. Pemberian imunisasig. Pemberian penyuluhanPasal 17Dalam keadaan tidak terdapat dokter yang tidak terdapat dokter yang berwenang pada wilayah tersebut bidan dapat memberikan pelayanan pengobatan pada penyakit ringan bagi ibu dan anak sesuai dengan kemampuanya. Pasal 18Bidan dalam memberikan pelayanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 berwenang untuk :a. Memberikan imunisasib. Memberikan suntikan pada penyulit kehamilan, persalinan dan nifas.c. Mengeluarkan plasenta secara normald. Bimbingan senam hamile. Pengeluaran sisa jaringan konsepsif. Episitonomig. Penjahitan luka episitonomi dan luka jalan lahir sampai tingkat IIh. Amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cmi. Pemberian infusj. Pemberian suntikan intramuskuler uterotonika, antibiotika, dan sedativak. Kompresi bimanuall. Versi ekstrasi gemelli pada kelahiran bayi kedua dan seterusnyam. Vacum ekstrasi dengan kepala bayi didasar pangguln. Pengendalian enemi o. Meningkatkan pemeliharaan an penggunaan air susu ibup. Resusitasi padabayi baru lahir dengan anfiksiaq. Penanganan hipotermir. Pemberian minum dengan sonde / pipets. Pemberian obat-obat terbatas terbatas melalui lembaran permintaan obat sesuai dengan formulir VI terlampirt. Pemberian surat keterangan Pasal 19Bidan dalam memberikan pelayanan kelurga berencana sebagaiamana di maksud dalam pasal 14 huruf b berwenang untuk :a. Memberikan obat dan alat dan kontrasepsi oral, suntikan dan alat kontrasepsi, bawah kulit dan kondomb. Memberikan penyuluhan/konseling pemakaian kontrasepsic. Melakukan pencabutan alat kontrasepsi dalam rahimd. Melakukan pencabutan alat kontrasepsi bawah kulit tanpa penyulitMemberikan konseling untuk pe;ayanan kebidanan, keluarga berencana dan kesehatan masyarakatPasal 20Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 huruf c, berwenang untuk :a. Pembinaan peran serta masyarakat dibidang kesehatan ibu dua anakb. Memantau tumbuh kembang anakc. Melaksanakan pelayanan kebidanan komunitasd. Melaksanakan diteksi dini, melaksanakan pertolongan pertama, merujuk dan memberikan penyuluhan infeksi menular seksual (IMS), penyalahgunaan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainya (NAPZA) serta penyakit lainya.Pasal 21(1) Dalam keadaan darurat bidan berwenang melakukan pelayanan kebidanan selain kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14(2) Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditunjukan untuk penyelamat jiwaPasal 22Bidan dalam menjalankan praktik perorangan harus memenuhi persyaratan yang meliputi tempat dan ruangan praktik, tempat tidur, peralatan, oabat-obatan dan kelengkapan administrasi.Pasal 23(1) Bidan dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya harus memiliki peralatan dan kelengkapan administratif sebagaimana tercantum dalamlampiran lampiran I keputusan ini.(2) Obat-obat yang dapat digunakan dalam melakukan praktik sebagaimana tercantum dalam lampiran II keputusan ini.Pasal 24Bidan dalam menjalankan praktik harus membantu program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana.Pasal 25(1) Bidan dalam menjalankan praktik harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan, berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta dalam memberikan pelayanan berdasarkan standar profesi.(2) Disamping ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bidan dalam melaksanakan praktik sesuai kewenanganya yang harus:a. Menghormati hak pasienb. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani c. Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku d. Memberikan informasi tentang pelayanan yang akan diberikane. Meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukanf. Melakukan catatan medik ( medical record ) dengan baikPasal 26Petunjuk pelaksanaan praktik bidan sebagaimana tercantum dalam lampiran III keputusan ini.BAB VIIPENCATATAN DAN PELAPORANPasal 27Dalam melakukan praktiknya bidan wajib melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai pelayanan yang diberikan(1) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepuskemas dan tembusan kepada dinas kesehatan kabupaten/ kota setempat(2) Pencatatan dan pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada lampiran IV keputusan iniBAB VIIIPEMBINAAN DAN PENGAWASANPasal 31(1) Bidan dan wajib mengumpulkan sejumlah angka kredit yang besarnya ditetapkan oleh organisasi profesi(2) Angka kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikumpulkan dari angka kegiatan pendidikan dan kegiatan ilmiah dan pengabdian masyarakat (3) Jenis dan besarnya angka kredit dan masing-masing unsur sebagaimana dimaksud pada ayat ( 2 ) ditetapkan oleh organisasi profesi(4) Organisasi profesi mempunyai kewajiban membimbing dan mendorong pada anggotanya untuk dapat mencapai angka kredit yang ditentukanPasal 32Pimpinan sarana kesehatan wajib melaporkan bidan melakukan praktik dan yang berhenti melakukan praktik pada sarana kesehatanya kepada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dengan tembusan kepada organisasi profesi.Pasal 33(1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota dan atau organisasi profesi terkait melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap bidan yang melakukan praktik diwilayahnya(2) Kegiatan pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dapat dilakukan melalui pemantuan yang hasilnya dibahas secara periodik sekurang-kurangya 1 (satu) kali dalam 1 (Satu) tahunPasal 34Selama menjalankan praktik seorang bidan wajib mentaati semua perundang-undang yang berlaku.Pasal 35(1) Bidan dalam melakukan praktik dilarang :a. Menjalankan praktik apbila tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam izin praktik bidanb. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan standar profesi(2) Bagi bidan yang memberikan pertolongan dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas didaerah terpencil yang tidak ada tenaga kesehatan lain, dikecualikan dari larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) butir a.Pasal 36(1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dapat memberikan peringatan lisan atau tertulis kepada bidan yang melakukan pelanggaran terhadap keputusan ini.(2) Peringatan lisan atau tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan paling banyak 3 (tiga) kali dan apabila peringatan tersebut tidak dipindahkan kepala dinas kesehatan kabupaten /kota dapat mencabut SIPB bidan yang bersangkutan.Pasal 37Sebelum keputusan pencabutan SIPB ditetapkan, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota terlebih dahulu mendengar pertimbangan dari Mejelis Disiplin Tenaga Kesehatan (MDTK) atau Mejelis Pembinaan dan Pengawasan Etika Pelayanan Medis (MP2EPM) sesuai perundang-undangan yang berlaku.Pasal 38(1) Keputusan pencabutan SIPB disampaikan kepada bidan yang bersangkutan dalam waktu selambat-lambatnya 4 (empat belas ) hari terhitung sejak keputusan ditetapkan.(2) Dalam keputusan sebagaimana dimaksud pad ayat (1) disebut pencabutan SIPB.(3) Terhadap pencabutan SIPB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan keberatan kepada Kepala dinas Kesehatan Provinsi dalam waktu 14 (empat belas ) hari tidak diajukan keberatan,maka Keputusan tersebut dinyatakan mempunyai kekuatan hukum tetap.(4) Kepala Dinas Kesehatan provinsi memutuskan ditingkat pertama dan terakhir semua keberatan mengenai pencabutan SIPB.(5) Sebelum prosedur keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat pada ayat 3 (tiga) ditempuh,pengadilan tata usaha negara tidakberwenang mengadili sangketa tersebut sesuai dengan maksud Pasal 48 undang-undang Nomor 5 tahun 1986 tentang pengadilan Tata Usaha Negara.Pasal 39Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melaporkan setiap pencabutan SIPB kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat dengan tembusan kepada organisasi profesi setempat.Pasal 40(1) Dalam keadaan luar biasa untuk kepentingan nasional Manteri Kesehatan dan atau atas rekomendasi organisasi profesi dapat mencabut untuk sementara SIPB bidan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(2) Pencabutan izin sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan Keputusan ini.Pasal 41(1) Dalam rang ka pembinaan dan pengawasan,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dapat membentuk Tim /  panitia yang bertugas melakukan pemantauan pelaksanakan praktik bidan di wiliyahnya.(2) Tim / panitia sebagaimanadimaksud pada ayat (1) terdiri dari unsur pemerintah Ikatan Bidan Indonesia dan profesi kesehatan terkait lainya.BAB IXSANKSIPasal 42Bidan yang dengan sengaja :a. Melakukan praktik kebidana tanpa mendapat pengakuan/ adpatasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 dan atau.b. Melakukan praktik kebidanan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam sebagaimana dimaksud dalam pasal 9.c. Melakukan praktik kebidan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat (1) ayat (2).dipidana sesuai ketentuan pasal 35 Peraturan Pemerintah nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.Pasal 43Pimpinan sarana pelayanan kesehatan yang tidak melaporkan bidan sebagaimana dimaksud dalam pasa 32 dan atau memperkerjakan bidan yang tidak mempunyai izin praiktik dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan Pasal 35 Peraturan Pemerintahan Nomor 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan.Pasal 44(1) Dengan tidak mengurangi sanksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 bidan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yangdiatu dalam Keputusan ini dapat dikenakan disiplin berupa teguran lisan, teguran tertulis sampai dengan pencabutan izin.(2) Pengambilan tindakan disiplin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanaka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang belaku.BAB XKETENTUAN PERALIHANPasal 45(1) Bidan yang tidak mempunyai surat pengusan dan SIPB berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 572?Menkes? Per/VI/1996 tentang Registrasi dan Praktek Bidan dianggap telah memiliki SIB dan SIPB berdasarkan ketentuan.(2) SIB dan SIPB sebagaimana dimaksud pad ayat (1) berlaku selama 5(lima) tahun dan apabila habis maka masa berlakunya dapat diperbahurui sesuai ketentuan keputusan ini.Sumber :- Kepmenkes RI no 900/menker/SK/V11/2002 tentang registrasi dan praktik bidan - Standar Pelayanan Kebidanan- UU Kesehatan No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan- PP No.32/Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan- Kepmemnkes 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan Tata kerja Depkes- UU No.22/1999 tentang Otonomi Daerah- Undang undang tentang aborsi- Undang undang tentang bayi tabung - Undang undang tentang adopsi- Undang undang no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3056682707867909714?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3056682707867909714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/otonomi-bidan-dalm-pelayanan-kebidanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3056682707867909714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3056682707867909714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/otonomi-bidan-dalm-pelayanan-kebidanan.html' title='OTONOMI BIDAN DALM PELAYANAN KEBIDANAN'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5082626622502184688</id><published>2012-01-12T18:47:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:47:15.647-08:00</updated><title type='text'>HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DAN BIDAN</title><content type='html'>Hak berkaitan dengan manusia yang bebas, terlepas dari segala ikatan dengan hukum obyektif. Hak merupakan pengakuan yang dibuat oleh orang atau sekelompok orang terhadap orang atau sekelompok orang lain. Ada beberapa macam hak, contohnya hak legal dan hak moral. Hak legal merupakan hak yang didasarkan atas hukum. Hak moral adalah didasarkan pada prinsip atau etis. Setiap kewajiban seseorang berkaitan dengan hak orang lain dan setiap hak seseorang berkaitan dengan kewajiban orang lain untuk memenuhi hak tersebut. Menurut Jonh Stuart Mill bahwa kewajiban meliputi kewajiban sempurna dan kewajiban tidak sempurna. Kewajiban sempurna artinya kewajiban didasarkan atas keadilan, selalu terkait dengan hak orang lain. Sedangkan kewajiban tidak sempurna, tidak terkait dengan hak orang lain tetapi bisa didasarkan atas kemurahan hati atau niat berbuat baik.&lt;span class="fullpost"&gt; Bidan memandang care atau asuhan sebagai dasar dan kewajiban moral. Hubungan bidan dan pasien merupakan pusat pendekatan berdasarkan asuhan, dimana memberikan perhatian khusus kepada pasien. Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana bidan dapat duduk bersama dengan pasien atau sejawat, merupakan suatu kebahagiaan bila didasari oleh etika. Komitmen utama pada asuhan kebidanan adalah bagaimana advokasi terhadap pasien dalam memberikan asuhan.Advokasi adalah memberikan saran dalam upaya melindungi dan mendukung hak-hak pasien. Hala tersebut merupakan suatu kewajiban moral bidan. Bidan dalam memberikan asuhan kebidanan dalam praktik kebidanan perlu mengingat hal-hal sebagai berikut :1. Loyalitas staf atau kolega adalah memegang teguh komitmen terutama kepada pasien2. Prioritas utama terhadap pasien dan keluarganya3. Bidan peduli terhadap otonomi pasien, bidan harus memberikan informasi yang akurat, menghormati dan mendukung hak pasien dalam mengambil keputusanAgar profesi kebidanan dapat dihargai oleh pasien, masyarakat, dan profesi lain, maka bidan harus menggunakan nilai-nilai kebidanan yang kuat dalam menjalankan peran profesionalnya. Bidan bertanggungjawab dapat melaksanakan asuhan kebidanan secara etis profesional. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar, melakukan advokasi, menjamin keselamatan pasien , menghormati terhadap hak-hak pasien.HAK DAN KEWAJIBAN PASIENHak PasienHak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien :a. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan Peraturan yang berlaku di Rumah Sakit atau institusi pelayanan kesehatan.b. Paien berhak atas pelayanan yang manusiawi adil dan makmurc. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi.d. Pasien berhak memperoleh asuhan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasie. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya.f. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi kehamilan, persalinan, nifas, dan bayinya yang baru dilahirkan.g. Pasien berhak mendapat pendampingan suami selama proses persalinan berlangsung.h. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.i. Pasien berhak dirawat oleh doktervyang secara bebas menentukan pendapat kritis dan mendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar.j. Pasien berhak nmenerima konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di Rumah Sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya, sepengetahuan dokter yang merawat.k. Pasien berhak meminta atas “privacy”dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.l. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi :• Penyakit yang dideritanya• Tindakan kebidanan yang akan dilakukan• Alternatif terapi lainnya• Prognosanya• Perkiraan biaya pengobatanm. Pasien berhak menyetujui/ memberikan ijin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.n. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan  mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggungjawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tantang penyakitnya.o. Pasien berhak didampingi keluarganyab dalammkeadaan kritis.p. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/ kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak menggangu pasien lainnya.q. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit.r. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan morilmaupun spiritual.s. Pasien berhak mendapat perlindungan hukum atas terjadinya kasus mal praktik.Kewajiban Pasiena. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib Rumah Sakit atau institusi pelayana kesehatan.b. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter , bidan ,perawat yang merawatnya.c. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan Rumah Sakit atau institusi pelayanan kesehatan, dokter, bidan , dan perawat.d. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/ perjanjian yang telah dibuatnya.Hak Bidan1. Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.2. Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap jenjang/tingkat pelayanan kesehatan.3. Bidan berhak menolak keinginan pasien / klien dan keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundangan , dan kode etik profesi.4. Bidan berhak atas privasi/ kedirian dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien, keluarga maupun profesi lainnya.5. Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan.6. Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai.7. Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai.Kewajiban Bidan1. Bidan wajib memenuhi peraturan Rumah Sakit sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan Rumah Sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja.2. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien.3. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien.4. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi oleh suami atau keluarga.5. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.6. Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien.7. Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkin dapat timbul.8. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis ( informed Consent)atas tindakan yang akan dilakukan.9. Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan.10. bidan wajib mengikuti perkembangan iptek dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal.11. Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dan pihak yang terkait secara timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan.Kode etik bidan a. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat1) Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya.2) Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan.3) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran, tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat.4) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien, menghormati hak klien dan nilai-nilai yang dianut oleh klien.5) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien, keluaraga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.6) Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajart kesehatannya secara optimal.b. Kewajiban bidan terhadap tugasnya1) Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada klien, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat2) Setiap bidan berkewajiaban memberikan pertolongan sesuai dengan kewenangan dalam mengambil keputusan termasuk mengadakan konsultasi dan/atau rujukan3) Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang didapat dan/atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klienc. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya1) Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi.2) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya.d. Kewajiban bidan terhadap profesinya1) Setiap bidan wajib menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesi dengan menampilkan kepribadian yang bermartabat dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat2) Setiap bidan wajib senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.3) Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesinya.e. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri1) Setiap bidan wajib memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik2) Setiap bidan wajib meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi3) Setiap bidan wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri.f. Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa, bangsa dan tanah air1) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pelayananan Kesehatan Reproduksi, Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga.2) Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikiran kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluargaDaftar Pustaka1. http://www.sehatgroup.web.id 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 369/MENKES/SK/III/2007       tentang Standar Profesi Bidan4. Heni Puji Wahyuningsih. Etika Profesi Kebidanan &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5082626622502184688?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5082626622502184688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/hak-dan-kewajiban-pasien-dan-bidan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5082626622502184688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5082626622502184688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/hak-dan-kewajiban-pasien-dan-bidan.html' title='HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DAN BIDAN'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4488035426857833728</id><published>2012-01-12T18:44:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:44:42.352-08:00</updated><title type='text'>NON  STRESS  TEST ( NST )</title><content type='html'>Non Stres Test (NST) adalah pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai hubungan gambaran DJJ dan aktivitas janin.  Cara pemeriksaan ini dikenal juga dengan nama aktokardiografi, atau fetal activity acceleration determination (FAD; FAAD). Penilaian dilakukan terhadap frekuensi dasar DJJ, variabilitas, dan timbulnya akselerasi yang menyertai gerakan janin.&lt;span class="fullpost"&gt;A. Tehnik pemeriksaan NST1. Pasien berbaring dalam posisi semi-Fowler, atau sedikit miring ke kiri. Hal ini berguna untuk memperbaiki sirkulasi darah ke janin dan mencegah terjadinya hipotensi.2. Sebelum pemeriksaan dimulai, dilakukan pengukuran tensi, suhu, nadi, dan frekuensi pernafasan ibu. Kemudian selama pemeriksaan dilakukan, tensi diukur setiap 10-15 menit (hasilnya dicatat pada kertas KTG).3. Aktivitas gerakan janin diperhatikan dengan cara:  Menanyakan kepada pasien. Melakukan palpasi abdomen.  Melihat gerakan tajam pada rekaman tokogram (kertas KTG).4. Bila dalam beberapa menit pemeriksaan tidak terdapat gerakan janin, dilakukan perangsangan janin, misalnya dengan menggoyang kepala atau bagian janin lainnya, atau dengan memberi rangsang vibro-akustik (dengan membunyikan bel, atau dengan menggunakan alat khusus untuk keperluan tersebut).5. Perhatikan frekuensi dasar DJJ (normal antara 120 – 160 dpm).6. Setiap terjadi gerakan janin diberikan tanda pada kertas KTG. Perhatikan apakah terjadi akselerasi DJJ (sediktinya 15 dpm).7. Perhatikan variabilitas DJJ (normal antara 5 - 25 dpm).8. Lama pemeriksaan sedikitnya 20 menit.B.  Interpretasi NST1.  Reaktif:• Terdapat gerakan janin sedikitnya 2 kali dalam 20 menit, disertai dengan akselerasi • Sedikitnya 15 dpm.• Frekuensi dasar denyut jantung janin (djj)  diluar gerakan janin antara 120 – 160 dpm.• Variabilitas denyut jantung janin (djj) antara 5 – 25 dpm.2.  Non-reaktif:• Tidak terdapat gerakan janin dalam 20 menit, atau tidak terdapat akselerasi pada gerakan janin.• Frekuensi dasar denyut jantung janin (djj) abnormal (kurang dari 120 dpm, atau lebih dari 160 dpm).• Variabilitas denyut jantung janin (djj) kurang dari 2 dpm.3.  Meragukan:• Gerakan janin kurang dari 2 kali dalam 20 menit, atau terdapat akselerasi yang kurang dari 15 dpm.• Frekuensi dasar denyut jantung janin (djj) abnormal.• Variabilitas denyut jantung janin (djj) antara 2 – 5 dpm.Hasil NST yang reaktif biasanya diikuti dengan keadaan janin yang baik sampai 1 minggu kemudian (spesifisitas 95% - 99%). Pada hasil reaktif dengan penyakit penyerta biasanya hasil tidak dijamin bagus dalam 1 minggu kemudian.  Hasil NST yang non-reaktif disertai dengan keadaan janin yang jelek (kematian perinatal, nilai Apgar rendah, adanya deselerasi lambat intra partum), dengan sensitivitas sebesar 20%. Hasil NST yang meragukan harus diulang dalam waktu 24 jam.  Oleh karena rendahnya nilai sensitivitas NST, maka setiap hasil NST yang non-reaktif sebaiknya dievaluasi lebih lanjut dengan contraction stress test (CST) selama tidak ada kontraindikasi, atau dengan usg doppler. C.  Contraction Stress Test (CST)adalah pemeriksaan  denyut jantung janin yang dihubungkan dengan kontraksi uterus. Interpretasi CST1.      Negatifa.       Frekuensi dasar djj normalb.      Variabilitas djj normalc.       Tidak didapatkan adanya deselerasi lambatd.      Mungkin ditemukan akselerasi atau deselerasi dini2.      Positipa.       Terdapat deselerasi lambat yang berulang pada sedikitnya 50% dari jumlah kontraksib.      Terdapat deselerasi lambat yang berulang, meskipun kontraksi tidak adekuatc.       Variabilitas djj berkurang atau menghilang3.      Mencurigakana.       Terdapat deselerasi lambat yang kurang dari 50% dari jumlah kontraksib.      Terdapat deselerasi variabelc.       Frekuensi dasar djj abnormalBila hasil CST yang mencurigakan maka pemeriksaan harus diulangi dalam 24 jam4.      Tidak memuaskan (unsatisfactory)a.       Hasil rekaman tidak representatif misalnya  oleh karena ibu gemuk, gelisah atau gerakan janin berlebihanb.      Tidak terjadi kontraksi uterus yang adekuatDalam keadaan ini pemeriksaan  harus diulangi dalam 24 jam5.      Hiperstimulasia.       Kontraksi uterus lebih dari 5 kali dalam 10 menitb.      Kontraksi uterus lamanya lebih dari 90 detik (tetania uteri)c.       Seringkali terjadi deselerasi lambat atau bradikardiDalam keadaan ini, harus waspada kemungkinan terjadinya hipoksia janin yang berlanjut sehingga bukan tidak mungkin terjadi aksifia janin. Hal yang perlu dilakukan adalah segera menghentikan pemeriksaan dan berikan obat-obat penghalang kontraksi uterus (tokolitik), diberikan oksigen pada ibu dan tidur  miring untuk memperbaiki sirkulasi utero-plasenta. Hasil CST yang negatif menggambarkan keadaan janin yang masih baik sampai 1 minggu kemudian (spesifitas 99%). Sedangkan hasil CST yang positif biasanya disertai outcome perinatal yang tidak baik dengan nilai prediksi positif 50% Kontra indikasi CST :1.      Absoluta.       Adanya resiko ruptura uteri misalnya pada bekas SC, miomektomi dsb.b.      Perdarahan antepartumc.       Tali  pusat terkemuka 2.      Relatifa.       Ketuban pecah prematureb.      Kehamilan kurang  bulanc.       Kehamilan gandad.      Inkompetensia servike.       Disproporsi sefalo-pelvikSUMBER  :http://diyoyen.blog.friendster.com/2008/11/ketrampilan-klinik-non-stress-test-nst/http://ksuheimi.blogspot.com/2008/07/non-stress-test-nst.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4488035426857833728?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4488035426857833728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/non-stress-test-nst.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4488035426857833728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4488035426857833728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/non-stress-test-nst.html' title='NON  STRESS  TEST ( NST )'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-1333590504667923192</id><published>2012-01-12T18:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:40:52.932-08:00</updated><title type='text'>Anemia Gizi Besi.</title><content type='html'>Anemia gizi besi disebabkan karena kekurangan gizi besi. Hal ini  dapat  terjadi  sebab  zat  gizi  besi  (Fe)  merupakan   inti  molekul hemoglobin  yang  merupakan  unsur  utama  dalam  sel  darah  merah, maka kekurangan pasokan zat gizi besi menyebabkan menurunnya produksi hemoglobin. Akibatnya terjadi pengecilan ukuran (mycrocytic), rencahnya kandungan hemoglobin (hyprocromic) serta berkurangnya jumlah sel darah merah&lt;span class="fullpost"&gt;Metabolisme Besi.Zat besi dalam tubuh terdiri dari dua bagian, yaitu yang fungsional dan  simpanan.  Zat  besi  yang  fungsional  sebagian  besar  adalah  dalam bentuk  hemoglobin  (Hb),  sebagian  kecil  dalam  bentuk  myoglobin,  dan jumlah yang sangat kecil tetapi vital adalah enzim dan hem enzim . Fungsi dari  hemoglobin   di  sel  darah  merah, myoglobin  dan  beberapa  enzim jaringan  adalah transport, penyimpanan  dan penggunaan oksigen. Hemoglobin merupakan bagian yang terbanyak dari besi tubuh yaitu sekitar 65%, myoglobin 10% dan sitokrom 3%. Senyawsa zat besi berfungsi mempertahankan  keseimbangan  homeostatis.  Apabila  konsumsi  zat  besi dari makanan ridak cukup, maka zat besi dari feritin dan hemosiderin dimobilisasi untuk mempertahankan produksi hemoglobin yang normal. Jumlah  zat  besi  dalam  tubuh  dipertahankan  dalam  batas-batasyang  sempit.  Karena  tubuh  tidak  mampu  mengeluarkan  zat  besi  dalam jumlah   berarti,   maka   jumlah   zat  besi   dalam   tubuh   terutama   sangat ditentukan oleh absorbsinya.Kebutuhan  besi  sehari-hari  bergantung  kepada tingkat pertumbuhan  dan  perkembangan  anak.  The  commite  on Nutrition  of the American   academy   of   Pediatrtics   memberi   rekomendasi   1mg/kg/hari, maksimal 15 mg  untuk  bayi  cukup bulan dan 2 mg/kg/hari   maksimal 15 mg untuk  bayi kurang  bulan,  10 mg/kg/hari  untuk anak  sampai  umur  10 tahun dan 18 mg/kg/hari pada umur 11 tahun ke atas.Telah diketahui  bahwa absorbsi  besi dari besi hem cukup tinggi yaitu sekitar  20 – 40% dan ketersediaan  hayati  tidak tergantung  dengan komposisi diet. Sayangnya  besi hem ini hanya merupakan  porsi kecil dari makanan, apalagi di masyarakat  yang kurang mampu. Di masayarakat  ini diet banyak mengandung  besi non hem yang ketersediaan  hayati rendah dan komposisi  yang menghambat  absorbsi besi tinggi, seperti tannin dan fitat, sehingga  absorbsi dari kelompok  ini   hanya sekitar 5%. Absorbsi  ini dapat diperbaiki kalau makanan tersebut dimakan bersama dengan vitamin C dan daging . Kenyataannya ansorbsi besi tergantung pada derajat kekurangan  zat besi. Namun  dilaporkan  bahwa  suplementasi  besi setiap tiga hari pada binatang percobaan tikus sama efektifnya dalam status besi yang diberikan besi setiap hari . Kebutuhan zat besi per kilogram berat badan relative lebih tinggi pada bayi dan anak daripada orang dewasa. Pada anak umur 6 – 16 tahun membutuhkan  jumlah zat besi sama banyaknya  dengan laki-laki dewasa. Tetapi kebutuhan  energi total bayi dan anak lebih rendah daripada orang dewasa,  dan mereka  makan  lebih sedikit,  karena  itu mereka  mempunyai resiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan zat besi terutama bila persediaan zat besi dari dalam makanannya rendah.Etiologi Anemia Gizi BesiPada  dasarnya  etiologi  kekurangan  zat besi  disebabkan  karena keseimbangan  negative  antara masukan  dan pengeluaran  zat besi. Pada keadaan yang berhubungan dengan pertumbuhan yang cepat, seperti pada bayi,   anak,   remaja   dan   ibu   hamil,   masukan   besi   sulit   membuat keseimbangan    positif.   Sebagian  besar  penduduk  yang mengalami kekurangan zat besi, terutama  di Negara yangsedang  berkembang termasuk  Indonesia, disebabkan   karena    sedikitnya makanan  yang mengandung zat  besi, terutama mengandung  zat besi dengan kestersediaan yang rendah, dan rendahnya konsumsi makanan yang dapat mempunyai kontribusi terhadap absorbsi dan metabolisme  zat besi seperti vitamin C, asam folat dan vitamin A, disamping tingginya frekuensi pengeluaran darah kronis, seperti pada infestasi cacing dan malaria .Anemia gizi besi pada anak kebanyakan disebabkan oleh karena proses pertumbuhan yang cepat, masukan besi dalam tubuh yang kurang dan  kehilangan  darah.  Dari  beberapa  faktor  ini  dapat  berdiri  sendiri ataupun interaksi dari beberapa faktor. Anemia gizi besi akibat kehilangan darah pada anak tidak begitu penting dibanding pada orang dewasa. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan anemia gizi besi akibat kehilangan darah antara lain : infestasi parasit, fetal maternal, transfusion, fetalfetal   transfusion,   plasenta   previa   dan   truma   lahir,   hipersensitif terhadap   susu   sapi,   epitaksis   berulang   dan   hematuria   .  Menurut Markum etiologi anemia gizi besi pada anak dapat terjadi karena:a  Masukan zat besi kurang.• Jenis makanan besi non-heme.• muntah berulang pada bayi.• pemberian makanan tambahan yang kurang. b  Malabsorbsi zat besi.• Gastro enteritis.• kurang energi protein.c.Pengeluaran zat besi berlebihan.• Infestasi cacing.• Amoebiasis.• Dipertikulum meckeli.d  Kebutuhan besi meningkat.- Pertumbuhan bayi.- Infeksi.Pada umumnya anemia gizi besi terjadi pada anak yang memang telah  berada  dalam  keadaan  keseimbangan  besi minimal,  sehinga  suatu gangguan  yang ringan  pun dapat langsung  menyebabkan  keseimbangan besi  yang  negatif.   Beberapa   keadaan   yang  mempermudah   terjadinya anemia gizi besi ialah pemberian  makanan  yang kurang, infeksi, infestasi parasit, keadaan sosioekonomi  yang rendah dan fasilitas kesehatan  yang kurang .Gejala Klinis Anemia Gizi Besi.Gejala anemia gizi besi yang timbul bergantung kepada beratnya kekurangan   yang   terjadi.   Gejala-gejala   ini   dapat   terjadi   akibat   dari anemianya maupun akibat aktifitas beberapa enzim yang mengandung besi yang  menurun,   sehinga   efek  yang  timbul   dapat   bersifat   hematologik maupun  nonhematologik.  Pada  umumnya  akan  didapati  kelelahan,  sakit kepala dan  yang lebih  berat  dapat ditemui pucat, glositis, stomatis, kheilitis angularis, palpitasi dan koilokhia dalam .6.   Diagnosis Anemia Gizi Besi.Anemia dapat di diagnosis dengan pasti kalau kadar hemoglobin lebih rendah dari batas normal, berdasarkan kelompok umur/jenis kelamin. Uji laboratorium yang paling baik untuk mendiagnosisi anemia meliputi pengukuran hematorit atau kadar hemoglobin dengan metode sian- methemoglobin.Pemeriksaan hemoglobin merupakan petunjuk yang bagus untuk   respon   pengobatan   besi   dan   dapat   memperkirakan   prevalensi anemia gizi besi pada darah dengan prevalensi tinggi. .   Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Gizi Besi.Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada dasarnya adalah  mengatasi   penyebabnya.   Pada  anemia  berat  (kadar  Hb&lt;8g%) biasanya   terdapat   penyakit   yang   melatar   belakangi   yaitu   antara   lain penyakit TBC, infeksi cacingatau  malaria, sehinga selain penanggulangan pada anemianya  harus  dilakukan  pengobatan  terhadap  penyakit-penyakit tersebut  . Upaya  yang  dilakukan  untuk  mencegah  dan  menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi antara lain dengan :a.   Meningkatkan  konsumsi zat besi dari sumber alami terutama makanan sumber  hewani  (heme-iron)  yang  mudah  diserap  seperti  hati,  ikan, daging  dan lain-lain.  Selain itu perlu ditingkatkan  juga makanan  yang banyak mengandung vitamin C dan vitamin A (buah-buahan dan sayur- sayuran) untuk membantu penyerapan  zat besi dan membantu proses pembentukan Hb.b.   Fortifikasi   bahan  makanan   yaitu  menambah   zat  besi,  asam  folat, vitamin  A  dan  asam  amino  esensial   pada  bahan  makanan   yang dimakan secara luas oleh kelompok sasaran. Penambahan zat besi ini pada umumnya dilakukan pada bahan makanan hasil produksi industri pangan.c.   Seplementasi   besi  folat  secara  rutin  selama  jangka  waktu  tertentu adalah untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara cepat. Dengan demikian suplementasi zat besi hanya merupakan salah satu upaya pencegahan dan penangulangan anemia yang perlu diikuti dengan cara lain.Strategi penanggulangan  anemia gizi secara tuntas hanya mungkin kalau   intervensi   dilakukan   terhadap   sebab   langsung,   tidak   langsung maupun mendasar. Secara pokok strategi itu adalah sebagai berikut:a.   Terhadap penyebab langsung:Penanggulangan anemia gizi perlu diarahkan agar:1)   Keluarga  dan  anggota  keluarga  yang  resiko  menderita  anemia mendapat  makanan  yang cukup bergizi dengan biovallabilita  yang cukup.2)   Pengobatan penyakit infeksi yang memberbesar resiko anemia.3)   Penyediaan  pelayanan  yang mudah dijangkau  oleh keluarga  yang memerlukan,  dan  tersedianya  tablet  tambah  darah  dalam  jumlah yang sesuai.b.   Terhadap penyebab tidak langsung:Perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan perhatian dan kasih sayang didalam   keluarga   terhadap   wanita,   terutama   terhadap   ibu   yang perhatian itu misalnya dapat tercermin dalam:1)   Penyediaan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya,  terutama ibu hamil.2)   Mendahulukan ibu hamil pada waktu makan.3)   Perhatian  agar  pekerjaan  fisik  disesuaikan  dengan  kondisi wanita/ibu hamil.c.   Terhadap penyebab mendasar:Dalam jangka panjang, penanggulangan anemia gizi hanya dapat berlangsung  secara tuntas bila penyebab mendasar terjadinya anemia juga ditanggulangi, misalnya melalui:1)   Usaha untuk meningkatkan pendidikan, terutama pendidikan wanita.2)   Usaha untuk memperbaiki upah, terutama karyawan rendah.3)   Usaha untuk meningkatkan status wanita di masyarakat.4)   Usaha  untuk  memperbaiki  lingkungan  fisik dan biologis,  sehingga mendukung status kesehatan gizi masyarakat.Sumber :PENGARUH INTERAKSI, PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP  PRAKTEK IBUDALAM PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI BALITA DI KOTA PEKALONGANTAHUN 2008OlehSRI SETYANINGSIHPROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG TAHUN 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-1333590504667923192?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/1333590504667923192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/anemia-gizi-besi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/1333590504667923192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/1333590504667923192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/anemia-gizi-besi.html' title='Anemia Gizi Besi.'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-7773354851553428524</id><published>2012-01-08T07:12:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T07:12:18.057-08:00</updated><title type='text'>Efek Samping Mengejutkan dari Antibiotik</title><content type='html'>Oleh Merry WahyuningsihJakarta,Antibiotik telah banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tapi ada beberapa efek samping antibiotik yang mengejutkan dan belum banyak diketahui orang. Apa saja?Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakitmenular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dilansir dari Ehow, Jumat (17/9/2010), berikut beberapa efek samping antibiotik:&lt;span class="fullpost"&gt; 1. Gangguan pencernaanSalah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnyaBeberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.3. InfeksiEfek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.4. AlergiOrang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.5. Resistensi (kebal)Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.6. Gangguan serius dan mengancam nyawaPenggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian.(mer/ ir)Sumber : detikHealth&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-7773354851553428524?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/7773354851553428524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/efek-samping-mengejutkan-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7773354851553428524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7773354851553428524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/efek-samping-mengejutkan-dari.html' title='Efek Samping Mengejutkan dari Antibiotik'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3542080749773780255</id><published>2012-01-08T07:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T07:06:19.036-08:00</updated><title type='text'>TRAUMA MATA</title><content type='html'>A. Menurut sebabnya, trauma mata terbagi atas:1. Trauma tumpul atau kontusio yang dapat di sebabkan oleh benda tumpul, benturan atau ledakan di mana terjadi pemadatan udara.2. Trauma tajam, yang mungkin perforatif mungkin juga non perforatif, dapat juga di sertai dengan adanya korpus alienum atau tidak. Korpus alienum dapat terjadi di intraokuler maupun ekstraokuler.3. Trauma termis oleh jilatan api atau kontak dengan benda membara.4. Trauma khemis karena kontak dengan benda yang bersifat asam atau basa.5. Trauma listrik oleh karena listrik yang bertegangan rendah maupun yang bertegangan tinggi.6. Trauma barometrik, misalnya pada pesawat terbang atau menyelam.7. Trauma radiasi oleh gelombang pendek atau partikel-partikel atom (proton dan neutron).&lt;span class="fullpost"&gt;B. Tauma tumpul yang terjadi dapat mengakibatkan beberapa hal, yaitu:1. Hematoma palpebraAdanya hematoma pada satu mata merupakan keadaan yang ringan, tetapi bila terjadi pada kedua mata , hati-hati kemungkinan adanya fraktur basis kranii.Penanganan:Kompres dingin 3 kali sehari.2. Ruptura korneaKornea pecah, bila daerah yang pecah besar dapat terjadi prolapsus iris, merupakan suatu keadaan yang gawat dan memerlukan operasi segera.3. Ruptura membran descementDi tandai dengan adanya garis kekeruhan yang berkelok-kelok pada kornea, yang sebenarnya adalah lipatan membran descement, visus sangat menurun dan kornea sulit menjadi jernih kembali.Penanganan:Pemberian obat-obatan yang membantu menghentikan perdarahan dan tetes mata kortisol4. HifemaPerdarahan dalam kamera okuli anterior, yang berasal dari pembuluh darah iris atau korpus siliaris, biasanya di sertai odema kornea dan endapan di bawah kornea, hal ini merupakan suatu keadaan yang serius.Pembagian hifema:a. Hifema primer, timbul segera oleh karena adanya trauma.b. Hifema sekunder, timbul pada hari ke 2-5 setelah terjadi trauma.Hifema ringan tidak mengganggu visus, tetapi apabila sangat hebat akan mempengaruhi visus karena adanya peningkatan tekanan intra okuler.Penanganan:Istirahat, dan apabila karena peningkatan tekanan intra okuli yang di sertai dengan glaukoma maka perlu adanya operasi segera dengan di lakukannya parasintesis yaitu membuat insisi pada kornea dekat limbus, kemudian di beri salep mata antibiotik dan di tutup dengan verband.Komplikasi hifema:a. Galukoma sekunder, di sebabkan oleh adanya penyumbatan oleh darah pada sudut kamera okuli anterior.b. Imhibisi kornea, yaitu masuknya darah yang terurai ke dalam lamel-lamel kornea, sehingga kornea menjadi berwarna kuning tengguli dan visus sangat menurun.Penanganan terhadap imhibisi kornea:Tindakan pembedahan yaitu keratoplastik.                            5. Iridoparese-iridoplegiaAdalah adanya kelumpuhan pada otot pupil sehingga terjadi midriasis.Penanganan:Berikan pilokarpin, apabila dengan pemberian yang sampai berbulan-bulan tetap midriasis maka telah terjadi iridoplegia yang iriversibel.6. IridodialisisIalah iris yang pada suatu tempat lepas dari pangkalnya, pupil menjadi tdak bula dan  di sebut dengan pseudopupil.Penanganan:Bila tidak ada keluhan tidak perlu di lakukan apa-apa, tetapi jika ada maka perlu adanya operasi untuk memfixasi iris yang lepas.7. IrideremiaIalah keadaan di mana iris lepas secara keseluruhan.Penanganan secara konservatif adalah dengan memberikan kacamata untuk mengurangi silau.8. Subluksasio lentis- luksasio lentisLuksasio lentis yang terjadi bisa ke depan atau ke belakang. Jika ke depan akan menimbulkan glaukoma dan jika ke belakang akan menimbulkan afakia. Bila terjadi gaukoma maka perlu operasi untuk ekstraksi lensa dan jika terjadi afakia pengobatan di lakukan secara konservatif.9. Hemoragia pada korpus vitreumPerdarahan yang terjadi berasal dari korpus siliare, kare na bnayak terdapat eritrosit pada korpus siliare, visus akan sangat menurun.10. GlaukomaDi sebabkan oleh kare na robekan trabekulum pada sudut kamera okuli anterior, yang di sebut “traumatic angle” yang menyebabkan gangguan aliran akquos humour.Penanganan di lakukan secara operatif.11. Ruptura skleraMenimbulkan penurunan teknan intra okuler. Perlu adanya tindakan operatif segera.12. Ruptura retinaMenyebabkan timbulnya ablasio retina sehingga menyebabkan kebutaan, harus di lakukan operasi. Pengkajian dasar1. Aktivitas dan istirahatPerubahan dalam pola aktivitas sehari-hari/ hobi di karenakan adanya penurunan daya/ kemampuan penglihatan.2. Makan dan minumMungkin juga terjadi mual dan muntah kibat dari peningkatan tekanan intraokuler.3. NeurosensoriAdanya distorsi penglihatan, silau bila terkena cahaya, kesulitan dalam melakukan adaptasi (dari terang ke gelap/ memfokuskan penglihatan).Pandangan kabur, halo, penggunaan kacamata tidak membantu penglihatan.Peningkatan pengeluaran air mata.4. Nyeri dan kenyamananRasa tidak nyaman pada mata, kelelahan mata.Tiba-toba dan nyeri yang menetap di sekitar mata, nyeri kepala.5. KeamananPenyakit mata, trauma, diabetes, tumor, kesulitan/ penglihatan menurun.6. Pemeriksaan penunjangKartu snellen: pemeriksaan penglihatan dan penglihatan sentral mungkin mengalami penurunan akibat dari kerusakan kornea, vitreous atau kerusakan pada sistem suplai untuk retina.Luas lapang pandang: mengalami penurunan akibat dari tumor/ massa, trauma, arteri cerebral yang patologis atau karena adanya kerusakan jaringan pembuluh darah akibat trauma.Pengukuran tekanan IOL dengan tonography: mengkaji nilai normal tekanan bola mata (normal 12-25 mmHg).Pengkajian dengan menggunakan optalmoskop: mengkaji struktur internal dari okuler, papiledema, retina hemoragi. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul:1. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan prosedur invasif (tindakan pembedahan)Tujuan:Tidak terjadi infeksi dengan kriteria: luka sembuh dengan cepat dan baik, tidak ada nanah, tidak ada eritema, tidak panas. Rencana:a. Diskusikan dan ajarkan pada pasien pentingnya cuci tangan ysng bersih sebelum menyentuh mata.b. Gunakan dan demonstrasikan tehnik yang benar tentang cara perawatan dengan kapas yang steril serta dari arah yang dalam memutar kemudian keluar.c. Jelaskan pentingnya untuk tidak menyentuh mata/ menggosok mata.d. Diskusikan dan observasi tanda-tanda dari infeksi (merah, darinase yang purulen).e. Kolaborasi dalam pemberian obat-obat antibiotik sesuai indikasi.2. Penurunan sensori perceptual (penglihatan) berhubungan dengan adanya trauma, penggunaan alat bantu terapi.Tujuan:Dengan penurunan penglihatan tidak mengalami perubahan/ injuri.Rencana:a. Kaji keadaan penglihatan dari kedua mata.b. Observasi tanda-tanda dari adanya disorientasi.c. Gunakan alat yang menggunkan sedikit cahaya (mencegah terjadinya pandangan yang kabur, iritasi mata).d. Anjurkan pada pasien untuk melakukan aktivitas yang bervariasi (mendengarkan radio, berbincang-bincang).e. Bantu pasien dalam melakukan kegiatan sehari-hari.f. Anjurkan pasien untuk mencoba melakukan kegiatan secara mandiri.3. Kurangnya pengetahuan (perawatan) berhubungan dengan keterbatasab informasi.Tujuan:Pasien dan keluarga memiliki pengetahuan yang memadai tentang perawatan. Rencana:a. Jelaskan kembali tentang keadaan pasien, rencana perawatan dan prosedur tindakan yang akan di lakukan.b. Jelaskan pada pasien agar tidak menggunakan obat tets mata secara senbarangan.c. Anjurkan pada pasien gara tidak membaca terlebih dahulu, “mengedan”,  “buang ingus”, bersin atau merokok.d. Anjurkan pada pasien untuk tidur dengan meunggunakan punggung, mengtur cahaya lampu tidur.e. Observasi kemampuan pasien dalam melakukan tindakan sesuai dengan anjuran petugas. DAFTAR PUSTAKADoengoes, Marylin E., 1989, Nursing Care Plans, USA Philadelphia: F.A Davis Company.Junadi, Purnawan,  1982, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Price, Sylvia Anderson, 1985, Pathofisiologi Konsep klinik Proses-Proses Penyakit, Jakarta: EGC.Soeparman, 1990, Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3542080749773780255?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3542080749773780255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/trauma-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3542080749773780255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3542080749773780255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2012/01/trauma-mata.html' title='TRAUMA MATA'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-7975127898702355620</id><published>2011-12-23T06:22:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T06:22:41.013-08:00</updated><title type='text'>FUNGSI REFRAKSI MATA DAN MEKANISME PENGLIHATAN NORMAL</title><content type='html'>Refraksi ialah tindakan atau proses membiaskan. Media refrakta terdiri atas : kornea, lensa, dan badan kaca. Kornea merupakan tonjolan jernih di mata depan dan elemen pemfokus yang terfiksasi. Kornea memfokuskan bayangan dengan membiaskan atau membelokkan berkas cahaya. Apabila kornea terlalu melengkung maka mata akan berpenglihatan dekat, dan apabila kelengkungan kornea kurang yang akan terjadi adalah mata akan berpenglihatan jauh. Lensa memiliki pembungkus yang lentur dan ditopang di bawah tegangan oleh serat – serat penunjang. Saat otot mata berfungsi memfokuskan bayangan berelaksasi, tegangan ini menjaga agar lensa tetap gepeng dan berada pada dayanya yang paling rendah, dan mata berfokus pada benda jauh. Titik ketika benda jauh terfokuskan saat otot- otot yang memfokuskan berelaksasi disebut titik jauh. Lensa berubah menjadi bentuk yang lebih bulat, terutama karena bagian depan menjadi lebih lengkung, daya pemfokusan lensa kemudian menjadi lebih besar, benda yang terletak dekat dengan mata di bawa ke focus di retina. Titik terdekat ketika benda masih dapat difokuskan saat lensa berada dalam keadaan paling tebal.     Aqueous humor mengisi ruang antara lensa dan kornea. Cairan ini terdiri dari air, diproduksi terus-menerus, dan jumlah cairan yang berlebih keluar melalui canalis schlemm. Aqueous humor mengandung banyak komponen darah dan menyalurkan zat gizi ke lensa dan kornea yang tidak berpembuluh darah. Aqueous humor berfungsi untuk mempertahankan tekanan internal mata.&lt;span class="fullpost"&gt;MEKANISME PENGLIHATAN NORMAL      Cahaya masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Pupil merupakan lubang bundar anterior di bagian tengah iris yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Pupil membesar bila intensitas cahaya kecil (bila berada di tempat gelap), dan apabila berada di tempat terang atau intensitas cahayanya besar, maka pupil akan mengecil. Yang mengatur perubahan pupil tersebut adalah iris. Iris merupakan cincin otot yang berpigmen dan tampak di dalam aqueous humor, karena iris merupakan cincin otot yang berpigmen, maka iris juga berperan dalam menentukan warna mata. Setelah melalui pupil dan iris, maka cahaya sampai ke lensa. Lensa ini berada diantara aqueous humor dan vitreous humor, melekat ke otot–otot siliaris melalui ligamentum suspensorium. Fungsi lensa selain menghasilkan kemampuan refraktif yang bervariasi selama berakomodasi, juga berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina. Apabila mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot–otot siliaris akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Dan apabila mata memfokuskan objek yang jauh, maka otot–otot siliaris akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Bila cahaya sampai ke retina, maka sel–sel batang dan sel–sel kerucut yang merupakan sel–sel yang sensitif terhadap cahaya akan meneruskan sinyal–sinyal cahaya tersebut ke otak melalui saraf optik. Bayangan atau cahaya yang tertangkap oleh retina adalah terbalik, nyata, lebih kecil, tetapi persepsi pada otak terhadap benda tetap tegak, karena otak sudah dilatih menangkap bayangan yang terbalik itu sebagai keadaan normal.daftar pustakaDorland. Kamus Kedokteran Dorland. ed.29. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2002Cameron,Jhon R et.al. Fisika Tubuh Manusia. ed.2. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC,2006Anonym. Mekanisme Penglihatan Normal. Available at http://doctorology.net/?p=109&amp;cpage=1. di akses tanggal 28 desember 201&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-7975127898702355620?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/7975127898702355620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/12/fungsi-refraksi-mata-dan-mekanisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7975127898702355620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7975127898702355620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/12/fungsi-refraksi-mata-dan-mekanisme.html' title='FUNGSI REFRAKSI MATA DAN MEKANISME PENGLIHATAN NORMAL'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-7748426153830082575</id><published>2011-12-23T06:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T06:17:12.808-08:00</updated><title type='text'>SELAMAT, CSR  KATARAK PT ADARO INDONESIA MENDAPAT  PLATINUM AWARD</title><content type='html'>Katarak dapat terjadi pada semua usia namun pada umumnya terjadi pada usia tua karena terjadi proses degeneratif. Banyak penderita tidak dapat melakukan operasi katarak karena berbagai permasalahan, selain masalah ekonomi juga belulm adanya dokter spesialis mata disetiap kabupaten sehingga terjadi penumpukan penderita dari tahun ketahun.Hal ini menyadarkan PT Adaro Indonesia dengan didukung beberapa pemerintah daerah  disekitar wilayah kerjaTambang Batubara untuk melakukan hal mulia yaitu membentuksuatu kegiatan sebagai suatu usaha kompensasi yang nyata yaitu kegiatan CD Katarak yang sekarang berubah menjadi kegiatan CSR Katarak  Kegiatan CD/ CSR kataraka PT Adaro Indonesia di mulai pada bulan Mei 2003 pada saat Hari jadi Kabupaten HSU.  Sampai Desember 2011 kegiatan CSR Katarak telah berjalan hampir 7 tahun dengan jumlah  penderita katarak yang berhasil di operasi  ± 4000 penderita . Wajar ketika  ada suatu penilaiandan evaluasi CSR katarakmendapat penghargaan Platinum.Suka duka  yang dialami tim katarak mewarnai perjalanan CSR katarak menjadikan suatu kebanggan tersendiri . Dan dari keberhasilan  mendapatkan platinum tersbut menjadi bukti nyata kerja tim katarak  selama ini. Tim katarak  sangat bangga ketika  mendengar berita tersebut dan mengucapkan selamat kepada CSR Katarak . Tim berharap dan sangat berbahagi jika sekiranya Tim juga dapat  merasakan perasaan  ketika  CSR  Katarak menerima Award tersebut. Paling tidak bukan hanya sekedar berita saja buat tim.Saat ini tim katarak terdiri dari 1 orang dokter (dr. Puspa, Spm), 2 perawat  kunsultan  dari kabupaten Hulu Sungai Utara (H.Mahyulliansyah dan H.Sugiharni), 4 orang perawat operasional (Febri, Aris,  Gusti  dan  Shanti), 1 orang  Administrasi (Rahmadani), 2 orang driver (Jainal dan Firdaus), dan 1 orang OB (Rahmadi)..Selamat  atas PLATINUM Award yang diterima CSR Katarak PT Adaro Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-7748426153830082575?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/7748426153830082575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/12/selamat-csr-katarak-pt-adaro-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7748426153830082575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7748426153830082575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/12/selamat-csr-katarak-pt-adaro-indonesia.html' title='SELAMAT, CSR  KATARAK PT ADARO INDONESIA MENDAPAT  PLATINUM AWARD'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8899999760183791219</id><published>2011-08-28T20:18:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T20:19:51.998-07:00</updated><title type='text'>SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN BERBASIS KOMPUTER SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI MENINGKATKAN PROFESIONALISME KEPERAWATAN</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Oleh: Rr.Tutik Sri Hariyati, SKp., MARS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan globalisasi, perkembangan pengetahuan dan teknologi, pengetahuan masyarakat tentang kesehatan juga mulai berkembang.  Perkembangan pengetahuan masyarakat membuat masyarakat lebih menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.  Dalam upaya peningkatan mutu, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi berikut dengan dokumentasinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendokumentasian Keperawatan  merupakan hal penting yang dapat menunjang pelaksanaan mutu asuhan keperawatan. (Kozier,E. 1990).  Selain itu dokumentasi keperawatan merupakan bukti akontabilitas tentang apa yang telah dilakukan oleh seorang perawat kepada pasiennya. Dengan adanya pendokumentasian yang benar maka bukti secara profesional dan legal dapat dipertanggung jawabkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang sering muncul dan dihadapi di Indonesia dalam pelaksanaan asuhan keperawatan adalah banyak perawat yang belum melakukan pelayanan keperawatan sesuai standar asuhan keperawatan.  Pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai pendokumentasian  yang lengkap.&lt;br /&gt;( Hariyati, RT., th 1999)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masih banyak perawat yang belum menyadari bahwa tindakan yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan. Selain itu banyak pihak menyebutkan kurangnya dokumentasi juga disebabkan karena banyak yang tidak tahu data apa saja yang yang harus dimasukkan, dan bagaimana cara mendokumentasi yang benar.( Hariyati, RT., 2002) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut di atas membuat perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian pada pelayanan kesehatan pada umumnya dan pelayanan keperawatan pada khususnya. Selain itu dengan tidak ada kontrol pendokumentasian yang benar maka pelayanan yang diberikan kepada pasien  akan cenderung kurang baik, dan dapat merugikan pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendokumentasian asuhan keperawatan yang berlaku di beberapa rumah sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis. Pendokumentasian tertulis ini sering membebani perawat karena perawat harus menuliskan dokumentasi pada form yang telah tersedia dan membutuhkan waktu banyak untuk mengisinya. Permasalahan  lain yang sering muncul adalah biaya pencetakan form mahal sehingga sering form pendokumentasian tidak tersedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendokumentasian secara tertulis dan manual juga mempunyai kelemahan yaitu sering hilang. Pendokumentasian yang  berupa lembaran-lembaran kertas maka dokumentasi asuhan keperawatan sering terselip. Selain itu pendokumentasian secara tertulis juga memerlukan tempat penyimpanan dan akan menyulitkan untuk pencarian kembali jika sewaktu-waktu pendokumentasian tersebut diperlukan. Dokumentasi yang hilang atau terselip di ruang penyimpanan akan merugikan perawat. Hal ini karena tidak dapat menjadi bukti legal jika terjadi suatu gugatan hukum, dengan demikian perawat berada pada posisi yang lemah dan rentan terhadap gugatan hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negri kasus hilangnya dokumentasi serta tidak tersedianya  form pengisian tidak lagi menjadi masalah. Hal ini  karena pada rumah sakit yang sudah maju seluruh dokumentasi yang berkaitan dengan pasien termasuk dokumentasi asuhan keperawatan telah dimasukkan dalam komputer. Dengan informasi yang berbasis dengan komputer diharapkan waktu pengisian form tidak terlalu lama, lebih murah, lebih mudah mencari data yang telah tersimpan dan resiko hilangnya data dapat dikurangi serta dapat menghemat tempat karena dapat tersimpan dalam ruang yang kecil yang berukuran 10 cm x 15 cm x 5  cm . Sistem ini sering dikenal dengan Sistem informasi manjemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Sistem Informasi mempunyai komponen- komponen yaitu proses, prosedur, struktur organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier, dan rekanan.  (Eko,I. 2001). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer, ilmu informasi dan ilmu keperawatan yang disusun untuk memudahkan manajemen dan proses pengambilan informasi dan pengetahuan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan (Gravea &amp; Cococran,1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ANA (Vestal, Khaterine, 1995) system informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan  tentang  standar dokumentasi , komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawaratan dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan. Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan menjadi suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan untuk suatu organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Informasi manajemen asuhan keperawatan sudah berkembang di luar negri sekitar tahun 1992, di mana pada bulan September 1992, sistem informasi diterapkan pada sistem pelayanan  kesehatan Australia khususnya pada pencatatan pasien.  (Liaw, T.,1993). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia sudah mempunyai visi tentang sistem informasi kesehatan nasional yaitu Informasi kesehatan andal 2010(Reliable Health Information 2010 ). (Depkes, 2001). Pada Informasi kesehatan andal tersebut telah direncanakan untuk membangun system informasi di pelayanan kesehatan dalam hal ini Rumah sakit dan dilanjutkan di pelayanan di masyarakat, namun pelaksanaannya belum optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi manajemen keperawatan  sampai saat ini juga masih sangat minim di rumah sakit Indonesia.  Padahal sistem Informasi manajemen asuhan keperawatan mempunyai banyak keuntungan jika dilihat dari segi efisien, dan produktifitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem dokumentasi  yang berbasis komputer pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan cepat dan lengkap. Data yang telah disimpan juga dapat lebih efektive dan dapat menjadi sumber dari penelitian, dapat melihat kelanjutan dari  edukasi ke pasien, melihat epidemiologi penyakit serta dapat memperhitungkan biaya dari pelayanan kesehatan.(Liaw,T. 1993).  Selain itu dokumentasi keperawatan juga dapat tersimpan dengan aman. Akses untuk mendapat data yang telah tersimpan dapat dilaksanakan lebih cepat dibandingkan bila harus mencari lembaran kertas yang bertumpuk di ruang penyimpanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herring dan Rochman (1990) diambil dalam Emilia, 2003: beberapa institusi kesehatan yang menerapkan system komputer, setiap perawat dalam tugasnya dapat menghemat sekitar 20-30 menit waktu  yang dipakai untuk dokmuntasi keperawatan dan meningkat keakuratan dalam dokumentasi keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumentasi keperawatan dengan menggunakan komputer seyogyanya mengikuti prinsip-prinsip pendokumentasian, serta sesuai dengan standar pendokumentasian internasional seperti: ANA, NANDA,NIC (Nursing Interventions Classification, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi manajemen berbasis komputer dapat menjadi pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan  di keperawatan/Decision Support System dan Executive Information System.(Eko,I. 2001)  Informasi asuhan keperawatan dalam sistem informasi manajemen yang berbasis komputer dapat digunakan  dalam menghitung pemakaian tempat tidur /BOR pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya. Dengan adanya data yang akurat pada keperawatan maka data ini juga dapat digunakan untuk informasi bagi tim kesehatan yang lain. Sistem Informasi asuhan keperawatan juga dapat menjadi sumber dalam pelaksanaan riset keperawatan secara khususnya dan riset kesehatan pada umumnya.	 (Udin,and Martin, 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Informasi manajemen  (SIM) berbasis komputer banyak kegunaannya, namun pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen di Indonesia masih banyak mengalami kendala. Hal ini mengingat komponen-komponen yang ada dalam sistem informasi yang dibutuhkan dalam keperawatan masih banyak kelemahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala SIM yang lain adalah kekahawatiran hilangnya data dalam satu hard-disk. Pada kondisi tersebut hilangnya data telah diantisipasi sebagai  perlindungan hukum atas dokumen perusahaan yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1997. Undang-undang ini mengatur tentang keamanan terhadap dokumentasi yang berupa lembaran kertas, namun sesuai perkembangan tehnologi,  lembaran yang sangat penting dapat dialihkan dalam   Compact Disk Read Only Memory (CD ROM). CD ROM dapat dibuat kopinya dan disimpan di lain tempat yang aman . Pengalihan ke CD ROM ini bertujuan untuk menghindari hilangnya dokumen karena peristiwa tidak terduga seperti pencurian komputer, dan kebakaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan untuk menerapkan sistem informasi manajemen berbasis komputer ke dalam sistem praktek keperawatan di Indonesia tidak terlalu mudah. Hal ini karena pihak manajemen harus  memperhatikan beberapa aspek yaitu struktur organisasi keperawatan di Indonesia, kemampuan sumber daya keperawatan, sumber dana, proses dan prosedur informasi serta penggunaan dan pemanfaatan bagi perawat dan tim kesehatan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana SIM keperawatan di Indonesia ? Sampai saat ini implementasi sistem informasi manajemen baik di rumah sakit maupun di masyarakat masih sangat minim, bahkan masih banyak perawat yang tidak mengenal apa sistem informasi manajemen keperawatan yang berbasis komputer tersebut.  Namun seiring dengan perkembangan pengetahuan dan ilmu pengetahuan maka beberapa rumah sakit di Jakarta dan kota lain sudah menerapkan system informasi keperawatan yang berbasis komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia juga mempunyai kontribusi dalam pengembangan system informasi keperawatan. Fakultas ilmu keperawatan telah mempunyai soft-ware system informasi asuhan keperawatan dan system informasi dalam manajemen untuk manajer perawat. Media ini sangat berguna dalam menyokong proses pembelajaran  yang menyiapkan peserta didik dalam menyongsong era globalisasi. Dengan mengikuti pembelajaran  tersebut peserta didik  diharapkan mampu bersaing , namun tentunya tak cukup hanya dalam proses proses pembelajaran di kuliah. Peserta didik harus terus  belajar agar dapat mengikuti perkembangan ilmu dan tehnogi keperawatan. Bagaimana dengan anda, siapkah anda memasuki  era tehnologi dan era globalisasi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUSTAKA ACUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carpenito.  1985.  Nursing diagnosis application to clinical practice. J.B. &lt;br /&gt;        Lippincott Co.,. Philadephia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan. 2001. Kebijakan dan strategi Pengembangan Sistem Informasi  &lt;br /&gt;      Kesehatan Nasional.  Depkes. RI. Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko, I.R.2001. Manajemen Sistem Informasi dan Tehnologi Informasi.., Jakarta:   &lt;br /&gt;     Kelompok Gramedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emiliana, 2003. Sistem informasi keperawatan berbasis komputer yang terintegrasi di &lt;br /&gt;      pelayanan kesehatan Sint Carolus, tidak dipublikasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafizurrachman, 2000. Sistem Informasi Manajemen di Rumah sakit dan  &lt;br /&gt;       Pelayanan Kesehatan. Tidak dipublikasikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariyati, S. T. 1999. Hubungan antara pengetahuan aspek hukum dari perawat &lt;br /&gt;       dan karakteristik perawat terhadap kualitas dokuemntasi keperawatan di &lt;br /&gt;      RS.Bhakti Yudha, Tidak dipublikasikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kozier, E.  1990.  Fundamentals of Nursing.  Addison Wesley Co., Redwood City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liaw, T.1993. The Computer Based Patient Record: An Historical Perpective. Diambil &lt;br /&gt;       dari http:// www.hisavic.aus.net/hisa/mag/nov93/the.htm. di akses 8 April 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lindqvist, R. &amp;Sjoden, P. (1998). Coping strategies and quality of life among &lt;br /&gt;       patient on CAPD. Journal of Advanced Nursing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mc. Closkey. J . 1996. Nursing interventions classivication. Mosby-Year book, &lt;br /&gt;       Daverport&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priharjo, R.  1995.  Praktik keperawatan profesional konsep dasar dan hukum.  &lt;br /&gt;       EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swanburg, Rc &amp; Swanburg R.J .2000. Introduction management &amp; leadership for nurse &lt;br /&gt;       manager. Boston: James &amp; Bartleett Publisher. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin and Martin. 1997. Core data set: importance to health service research, outcomes &lt;br /&gt;      research, and policy research. Journal computer in nursing. Vol 15. no 2 p. 38-42, &lt;br /&gt;     Lippincott-Raven Publisher &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vestal, K (1995). Nursing Management Consept and Issues.2nd Philadelphia:J.B Lippinct &lt;br /&gt;       Company&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8899999760183791219?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8899999760183791219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/sistem-informasi-keperawatan-berbasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8899999760183791219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8899999760183791219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/sistem-informasi-keperawatan-berbasis.html' title='SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN BERBASIS KOMPUTER SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI MENINGKATKAN PROFESIONALISME KEPERAWATAN'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-6840398966562754129</id><published>2011-08-28T20:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T20:14:00.798-07:00</updated><title type='text'>Konsep Dasar Kehamilan Resiko Tinggi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;a.	Definisi&lt;br /&gt;Faktor-faktor resiko dalam kehamilan yaitu sesuatu yang meningkatkan bahaya terhadap kesehatan. Ada faktor-faktor resiko tertentu dalam kehamilan. Anda harus mencari factor-faktor resiko tersebut pada wanita hamil dalam masyarakat anda. Beberapa diantaranya dapat membuat kehamilan lebih berbahaya ketimbang biasanya terhadap ibu dan bayi. (Heru,1995:67)&lt;br /&gt;Kehamilan resiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun pada kehamilan yang dihadapi (Manuaba, 1998:33).&lt;br /&gt;Kehamilan resiko tinggi adalah (high risk pregnance) adalah kehamilan dimana jiwa dan kesehatan ibu dan atau bayi dapat terancam. ( Mochtar,1992 ; 217). &lt;br /&gt;Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan atau janinnya mempunyai outcome yang buruk apabila di lakukan tata laksana secara umum seperti yang dilakukan pada kasus normal. (Manuaba,dkk; 2007:43).&lt;br /&gt;Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang di hadapi. (Manuaba,dkk; 2007:43).&lt;br /&gt;Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang disertai dengan faktor-faktor yang menaikkan kemungkinan terjadinya keguguran, kematian janin, persalinan prematuritas, retardasi perumbuhan intrauterin, penyakit janin atau neonatus, malformasi congenital, retardasi mental atau kecacatan (handicaps). (nelson: 2000;543)&lt;br /&gt;Kehamilan resiko tinggi adalah terdapat perkiraan akan terjadi gangguan terhadap out-come pada ibunya atau janinnya sehingga memerlukan pengawwasan lebih intensif dan mungkin tindakan proaktif. Pengawasan dan tindakan proak tif ini sangat penting dengan tujuan memperkecil kesulitan komplikasi yang terjadi sehingga hasil mendekati well born babydan well mother. (Manuaba, 20017:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b.	Faktor yang mempengaruhi kehamilan resiko tinggi &lt;br /&gt;Menurut J.S Lesinski dalam buku manuaba ( 2001 :106) faktor yang mempengaruhi kehamilan risiko tinggi di kelempokkan berdasarkan waktu kapan faktor tersebut dapat mempengaruhi kehamilan.&lt;br /&gt;Mengelompokkkan factor kehamilan dengan resiko tinggi berdasarkan waktu kapan factor tersebut dapat mempengaruhi kehamilan&lt;br /&gt;a).	Factor risiko tinggi yang bekerja selama hamil&lt;br /&gt;(1).	Factor  genetika &lt;br /&gt;•	Penyakit keturunan yang sering terjadi pada keluarga tertentu, sehinggga perlu dilakukan pemeriksaan sebelum hamil&lt;br /&gt;•	Bila terjadi kehmailan, maka perlu dilakukan pemeriksaan kelainan bawaan.&lt;br /&gt;(2).	Factor lingkunagn &lt;br /&gt;		Diperhitungkan factor pendidikan dan social ekonomi, kedua factor ini menimbulakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim mempengaruhi cara pemilihan tempat dan penolong persalinan, sehingga dapat menimbulkan resiko saat persalinan atau saat hamil.&lt;br /&gt;b). Factor risiko tinggi yang bekerja selama hamil&lt;br /&gt;Perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim berhubungan aksis fetoplasental dan sirkulasi retroplasenta merupakan satu kesatuan. Bila terjadi ganguan atau kegagalan salah satu akan menimbulkan risiko terhadap ibu maupun janin.&lt;br /&gt;(1).	Faktor keadaan umum menjelang kehamilan &lt;br /&gt;(2).	Kebiasaan ibu (merokok, alkohol, kecanduan obat)&lt;br /&gt;(3).	Faktor penyakit yang mempengaruhi kehamilan (hipertensi, gestosis-toksemia gravidarum)&lt;br /&gt;c).  Faktor risiko yang bekerja saat persalinan &lt;br /&gt;(1).	Sebagai akibat mekanis dalam hubungan 3P.&lt;br /&gt;•	Kelainan letak: sungsang atau lintang&lt;br /&gt;•	Malpresentasi&lt;br /&gt;•	Ketuban pecah didi&lt;br /&gt;•	Distress janin&lt;br /&gt;•	Perdarahan antepartum&lt;br /&gt;•	Grandemultipara&lt;br /&gt;(2).	Factor nonmekanis&lt;br /&gt;(a).	Pengaruh obat analgesic atau sedative&lt;br /&gt;(b).	Penyakit ibu yang menyertai kehamilan	&lt;br /&gt;d).	Factor yang bekerja langsung pada neonatus&lt;br /&gt;(1).	Sindrom distress pernafasan &lt;br /&gt;(a).	Asfiksia neonatorum&lt;br /&gt;(b).	Aspirasi air ketubab atau mekonium&lt;br /&gt;(2).	Faktor umu hamil yang mengganggu neonatus&lt;br /&gt;(a).	Prematuritas&lt;br /&gt;(b).	Neonatus dengan termoregulator premature&lt;br /&gt;(c).	Bayi kecil cukup bulan (berat bayi lahir rendah,. Gangguan mengisap dan menelan, hipofibrinogemia, gangguan congenital)&lt;br /&gt;(3).	Penyakit ibu&lt;br /&gt;(a).	Hipertensi&lt;br /&gt;(b).	Diabetes melitus &lt;br /&gt;(c).	Jantung&lt;br /&gt;(d).	Paru-paru&lt;br /&gt;(e).	Hepar.&lt;br /&gt;(f).	Pertumbuhan intrauterin&lt;br /&gt;(g).	Perdarahan antepartum&lt;br /&gt;(h).	Infeksi intrauterin&lt;br /&gt;(i).	Gangguan pertumbuhan jiwa atau neurologis&lt;br /&gt;(j).	Toksemia (gestosis)&lt;br /&gt;(k).	Kelainan kongenital (hidrosefalus, anasefalus, kembar siam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.	Penilaian faktor resiko kehamilan &lt;br /&gt;Dalam menentukan adanya faktor resiko ada 2 cara yaitu:&lt;br /&gt;1).	Cara Kriteria &lt;br /&gt;Puji Rochjati (2005) mengemukakan batasan faktor resiko pada ibu hamil ada 3 kelompok yaitu:&lt;br /&gt;a).	Kelompok Faktor resiko I (Ada Potensi Gawat Obstetri / APGO), Seperti Primipara muda terlalu muda umur kurang dari 16 tahun, primi tua, terlalu tua, hamil pertama umur 35 tahun atau lebih,  primi tua sekunder, terlalu lama punya anak lagi, terkecil 10 tahun lebih, anak terkecil &lt; 2 tahun, grande multi, hamil umur 35 tahun atau lebih,Tinggi badan kurang dari 145 cm, Riwayat persalinan yang buruk, Pernah keguguran,Pernah persalinaan premature, Riwayat persalinan dengan tindakan (VE, ekstraksi forcep, opersi S.C) &lt;br /&gt;Deteksi ibu hamil beresiko oleh kader yang bisa di lakukan pada deteksi faktor resiko ibu hamil kelompok I yaitu Ada potensi Gawat Obstetri (APGO) artinya adalah masalah kehamilan yang perlu diwaspadai. Deteksi ibu hamil beresiko kelempok I ini dapat ditemukan dengan mudah oleh petugas kesehatan khususnya kader melalui pemeriksaan sederhana yaitu wawancara dan periksa pandang pada kehamilan muda atau pada saat kontak.&lt;br /&gt;b).	Kelompok Faktor Resiko II ( Ada Gawat Obstetri / AGO), Ibu hamil dengan penyakit, Pre-eklamsia- eklamsia, hamil kembar atau gameli, kembar air atau hidramnion, bayi mati dalam kandungan, , Kehamilan dengan kelainan letak,hamil lewat bulan..&lt;br /&gt;Pada kelempok faktor resiko II, tenaga non kesehatan khususnya kader hanya dapat menduga adanya faktor resiko pada ibu hamil untuk mendapatkan kepastiannya dilakukan rujukan ke bidan atau puskesmas terdekat. Ada kemungkinan masih membutuhkan pemeriksaan dengan alat yang lebih canggih (USG) oleh dokter Spesialis di RS.&lt;br /&gt;c).	Kelompok Faktor Resiko II ( Ada Gawat Obstetri / AGO), Perdarahan sebelum bayi lahir dan pre eklamsia berat atau  eklampsia. Pada kelempok faktor resiko III, ini harus segera di rujuk ke rumah sakit sebelum kondisi ibu dan janin bertambah buruk/jelek yang  membutuhkan penanganan dan tindakan pada waktu itu juga dalam upaya menyelamatkan  nyawa ibu dan bayinya yang terancam, pertolongan yang dapat diberikan tenaga non kesehatan (kader) antara lain : melaporkan ke bidan atau ke puskesmas terdekat, memberikan KIE pad ibu dan keluarga untuk segera dirujuk ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2).	Cara skor &lt;br /&gt;Menurut Rochati (2003), kartu SKOR digunakan sebagai alat skrining antenatal berbasis keluarga yang mempunai 5 fungsi yaitu :&lt;br /&gt;(a).	Melakukan skrining antenatal atau deteksi dini resiko tinggi ibu hamil.&lt;br /&gt;(b).	Memantau kondisi ibu dan janin selama kehamilan.&lt;br /&gt;(c).	Mencatat dan melaporkan keadaan kehamilan, persalinan, nifas.&lt;br /&gt;(d).	Memberi pedoman penyuluhan untuk persalinan aman dan terencana.&lt;br /&gt;(e).	Validasi data mengenai perawatanPuji Rochjati membagi faktor kehamilan risiko tinggi berdasarkan kelompok faktor risiko dengan menggunakan scor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan jumlah skor faktor resiko kehamilan di bagi menjadi 3 kel ( Depkes; 2007)&lt;br /&gt;(a).	Kehamilan resiko rendah (KRR) dengan jumlah skor 2 kehamilan tanpa masalah atau faktor resiko, fisiologis dan kemungkinan besar di ikuti oleh persalinan normal dengan ibu sehat.&lt;br /&gt;(b).	Kehamilan Resiko tinggi (KRT) dengan jumlsh skor 6-10.&lt;br /&gt;(c).	Kehamilan Resiko tinggi (KRT) dengan jumlsh skor 6-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SKRINING/DETEKSI DINI IBU RISIKO TINGGI OLEH&lt;br /&gt;PKK DAN PETUGAS KESEHATAN&lt;br /&gt;Nama	: 			Alamat 	: &lt;br /&gt;Umur ibu	:			Kec/Kab	:&lt;br /&gt;Pendidikan :				Pekerjaan	:&lt;br /&gt;Hamil ke....... Haid Terakhir:........Perkiraan tgl: ................bl&lt;br /&gt;Periksa I &lt;br /&gt;Umur kehamilan : ..... bulan	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I	II	III	IV&lt;br /&gt;KEL F-R	NO	Masalah/faktor Risiko	              Skor	Tanggal Periksa&lt;br /&gt;		Skor Awal Ibu Hamil	                        2 2 2 2 2 2 2 2 2&lt;br /&gt;I	1	Terlalu muda, hamil pertama ≤ 16 tahun	4								&lt;br /&gt;	2	a.Terlalu tua, hamil pertama ≥ 35 th    4&lt;br /&gt;                b.Terlalu lambat hamil pertama ≥ 41 th	4								&lt;br /&gt;	3	Terlalu lama hamil lagi (≥ 10 th)	4	 &lt;br /&gt;	4	Terlalu cepat hamil lagi (≤ 2 th)	4								&lt;br /&gt;	5	Terlalu banyak punya anak, 4/lebih	4								&lt;br /&gt;	6	Terlalu tua, umur ≥ 35 tahun	        4								&lt;br /&gt;	7	Terlalu pendek ≤ 145 cm	                4								&lt;br /&gt;	8	Pernah gagal kehamilan	                4								&lt;br /&gt;	9	Pernah melahirkan dengan :&lt;br /&gt;                 a. Tarikan tang/vakum                  4&lt;br /&gt;                 b. Uri di rogoh                        4&lt;br /&gt;                 c. Diberi infus/tansfusi               4									&lt;br /&gt;	10	Pernah operasi sesar	                4								&lt;br /&gt;II	11	Penyakit pada ibu hamil :&lt;br /&gt;                a. Kurang darah                         4&lt;br /&gt;                b. Malaria                              4&lt;br /&gt;                c. TBC                                  4&lt;br /&gt;                d. Payah Jantung                        4&lt;br /&gt;                e. Kencing manis (Diabetes)             4									&lt;br /&gt;	12	Bengkak pada muka/tungkai (tekanan darah tinggi)- PER	4								&lt;br /&gt;	13	Hamil kembar 2 atau lebih	        4								&lt;br /&gt;	14	Hamil kembar air (Hidramnion)	        4								&lt;br /&gt;	15	Bayi mati dalam kandungan 	        4								&lt;br /&gt;	16	Kehamilan lebih bulan	                4								&lt;br /&gt;	17	Letak sungsang	                        4								&lt;br /&gt;	18	Letak lintang	                        4								&lt;br /&gt;III	19	Perdarahan waktu hamil ini	        4								&lt;br /&gt;	20	Pre-eklampsi berat/kejang-kejang	4								&lt;br /&gt;		Jumlah skor									&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).	Cara pencatatan  &lt;br /&gt;Berisi nilai skor awal 2 untuk semua ibu hamil. Skor untuk masing-masing faktor risiko adalah 4 atau 8. untuk pemberian dan pencatatan skor dari faktor risiko yang ditemukan pada tiap kontak dengan ibu hamil atau petugas kesehatan.&lt;br /&gt;b).	Pengelompokkan Risiko &lt;br /&gt;Pada tiap kontak, jumlah skor di hitung. Jumlah skor 2. 6-10 dan 12 atau lebih. Berdasarkan jumlah skor, ibu hamil dapat ditentukan 3 kelompok risiko&lt;br /&gt;	Kehamilan dengan jumlah skor 2 termasuk kehamilan risiko rendah dengan periksa kehamilan bidan, rujukan kehamilan tidak di rujuk, tempat persalinan rumah ibu hamil atau polindes dan penolong bidan.&lt;br /&gt;	Kehamilan dengan jumlah skor 6-10 termasuk kehamilan risiko tinggi dengan periksa kehamilan bidan atau dokter, rujukan kehamilan bidan atau puskesmas, temapat persalinan rumah, polindes, rumah sakit, penolong bidan.&lt;br /&gt;	Kehamilan dengan jumlah skor &gt; 12 termasuk kehamilan risiko sangat tinggi dengan periksa kehamilan ke dokter, rujukan kehamilan rumah sakit dan penolong persalinan dokter.&lt;br /&gt;Penggunaan sistem scoring cukup cepat, sederhana dan mudah untuk digunakan secara rutin dalam melakukan skrining antenatal. Sistem ini dalam pelayanan kesehatan ibu dapat membantu melakukan identifikasi adanya kasus kehamilan risiko tinggi untuk mendapatkan perhatian lebih khusus. Skor digunakan sebagai sarana KIE yang mudah diterima, di ingat, di mengerti sebagai ukuran kegawatan kondisi ibu hamil dan menunjukkan adanya kebutuhan pertolongan untuk rujukan, sehingga berkembang perilaku untuk kesiapan mental, biaya dan transportasi ke RS untuk mendapatkan penanganan yang intensif. Lebih tinggi jumlah skor di butuhkan kritis penilaian atau pertimbangan klinis pada ibu risiko tinggi dan lebih intensif penanganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYULUHAN KEHAMILAN / PERSALINAN AMAN-RUJUKAN TERENCANA&lt;br /&gt;KEHAMILAN	PERSALINAN DENGAN RISIKO&lt;br /&gt;Jml&lt;br /&gt;Skor	Kel&lt;br /&gt;        Resiko	Perawatan	Rujukan	       Tempat	Penolong	&lt;br /&gt;						                RDB	RDR	RTW&lt;br /&gt;2	KRR	Bidan 	       Tidak di rujuk	Rumah &lt;br /&gt;                                              Polindes 	Bidan 			&lt;br /&gt;6-10	KRT	Bidan/&lt;br /&gt;                Doktrer	       Bidan PKM      Polondes/PKM/RS 	Bidan&lt;br /&gt;                                                                Dokter			&lt;br /&gt;≥ 12	KRST	Dokter 	       RS	      RS	Dokter 			&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.	Penanganan&lt;br /&gt;Untuk menghadapi kehamilan atau janin risiko tinggi harus di ambil sikap proaktif, dan berencana dengan upaya promotif dan preventif sampai pada waktunya harus di amnil sikap tepat dan cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayinya atau hanya di pilih ibunya saja.&lt;br /&gt;1).	Penegakan diagnosis kehamilan dan janin dengan risiko tinggi adalah:&lt;br /&gt;a).	Melakukan anamnesis yang intensif (baik)&lt;br /&gt;b).	Melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:&lt;br /&gt;(1).	Pemeriksaan laboratorium&lt;br /&gt;(2).	Pemeriksaan rontgen.&lt;br /&gt;(3).	Pemeriksaan USG&lt;br /&gt;(4).	Pemeriksaan lab yang di anggap perlu&lt;br /&gt;2).	Berdasarkan waktu, keadaan risiko tinggi ditetapkan pada :&lt;br /&gt;a).	Menjelang kehamilan &lt;br /&gt;b).	Saat hamil muda&lt;br /&gt;c).	Saat hamil pertengahan&lt;br /&gt;d).	Saat trimester III&lt;br /&gt;e).	Saat persalinan/pasca partus.&lt;br /&gt;3).	Pengawasan antenatal bertujuan untuk menegakkan secara dini resiko tinggi.&lt;br /&gt;a).	Apakah kehamilan berjalan dengan baik&lt;br /&gt;b).	Apakah terjadi kelainan bawaan pada janin&lt;br /&gt;c).	Bagaimana fungsi plasenta untuk tumbuh kembang janin&lt;br /&gt;d).	Apakah terjadi penyulit pada kehamilan&lt;br /&gt;e).	Apakah terdapat penyakit ibu yang membahayakan janin&lt;br /&gt;f).	Jika diperlukan terminasi kehamilan&lt;br /&gt;(1).	Apakah terminasi untuk menyelamatkan ibu&lt;br /&gt;(2).	Apakah janin dapat hidup di luar kandungan &lt;br /&gt;(3).	Bagaimana tehnik terminasi kehamilan sehingga tidak menambah penyulit ibu atau janin.&lt;br /&gt;g).	Kesanggupan memberikan pertolongan persalinan dengan memperhitungkan :&lt;br /&gt;(1).	Tempat pertolongan itu dilakukan&lt;br /&gt;(2).	Persiapan alat yang diperlukan untuk tindakan &lt;br /&gt;(3).	Kemampuan diri sendiri untuk melakukan tindakan&lt;br /&gt;h).	Sikap yang akan di ambil menghadapi kehamilan adalah:&lt;br /&gt;(1).	Kehamilan dengan resiko rendah dapat di tolong di tempat&lt;br /&gt;(2).	Kehamilan dengan resiko tinggi meragukan perlu pengawasan intensif &lt;br /&gt;(3).	Kehamilan dengan resiko tinggi perlu di rujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4).	Pengawasan antenatal untuk mengetahui secara dini keadaan risiko tinggi pada ibu dan janin dapat:&lt;br /&gt;(1).	Melakukan pengawasan yang lebih intensif&lt;br /&gt;(2).	Memberikan pengobatan sehingga ririko dapat dikendalikan&lt;br /&gt;(3).	Melakukan rujukan mendapatkan tindakan yang adekuat&lt;br /&gt;(4).	Segera merujuk untuk mendapatkan tindakan yang adekuat&lt;br /&gt;(5).	Segera melakukan terminasi kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5).	Wanita akan mengalami risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan paling kecil jika.&lt;br /&gt;a).	Menunda saat mulai berkeluarga hingga mereka mencapai umur paling sedikit 20 tahun.&lt;br /&gt;b).	Mempunyai anak tidak lebih dari empat.&lt;br /&gt;c).	Jarak kelahiran paling tidak 2 tahun.&lt;br /&gt;d).	Tidak mempunyai anak lagi setelah berumur 35 tahun. (Erica,1994:191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Anonim. 2007. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta. Depertemen Kesehatan RI.&lt;br /&gt;Manuaba, IBG, dkk.2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta. EGC &lt;br /&gt;Manuaba. IBG. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Bidan. Jakarta. ECG&lt;br /&gt;Manuaba, IBG. 2007. Konsep Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;Royston, Erica, 1994. Pencegahan Kematian Ibu Hamil. Jakarta. Binarupa Aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rochjati, Poedji. Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. Surabaya. Airlangga Universitas Press.&lt;br /&gt;Wiknjosastro, H, 2005. Ilmu Kebidanan.. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meuthia. Ino, 2008 kehamilan resiko tinggi http/www.medicaltrol.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-6840398966562754129?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/6840398966562754129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/konsep-dasar-kehamilan-resiko-tinggi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6840398966562754129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6840398966562754129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/konsep-dasar-kehamilan-resiko-tinggi.html' title='Konsep Dasar Kehamilan Resiko Tinggi'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4787610205560540245</id><published>2011-08-28T19:57:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T20:00:15.537-07:00</updated><title type='text'>LAPORAN KEGIATAN STUDY BANDING TIM KATARAK PT.ADARO INDONESIA KE RS MATA UNDAAN SURABAYA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;A.	PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Kegiatan study banding Tim katarak PT.Adaro Indonesia pada RS Mata Undaan Surabaya merupakan suatu bentuk kegiatan penambahan wawasan pengetahuan dengan melihat kesuatu tempat atau lokasi yang mempunyai kegiatan penanganan perawatan serta pelayanan medis mata yang lebih moder guna  diambil manfatnya untuk meningkatkan mutu dan kemampuan petugas dalam melayani klien yang dilakukan pada tempat asal yaitu dalam kegiatan opersional Tim Katarak PT Adaro Indonesia di Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;Pelaksanaan kegiatan study banding dimulai sejak tanggal 3 Pebruari 2010 sampai dengan 6 Pebruari 2010 yang dikuti 4 orang paramedic dan 1 orang tenga administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;							&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B.	TENTANG RS MATA UNDAAN&lt;br /&gt;SEJARAH (PERJALANAN EKSISTENSI) RS MATA UNDAAN&lt;br /&gt;15 Oktober 1915 &lt;br /&gt;Atas prakarsa dr. A. Deutman lahirlah perhimpunan yang mengelola pengobatan mata untuk pribumi yang tidak mampu. Diketuai oleh dr. JF. Terburgh, seluruh kegiatan dilakukan di sebuah rumah yang sekarang menjadi Panti Werda Jl Undaan Kulon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nopember 1932&lt;br /&gt;Dimulai pembangunan gedung Rumah Sakit Mata Undaan tepat bersebelahan dengan gedung Panti Werda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 April 1933&lt;br /&gt;Rumah Sakit Mata Undaan pertama kali dibuka untuk umum di bawah pimpinan dr. A. Deutman sebagai Direktur hingga 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1942-1946&lt;br /&gt;Pada masa pendudukan Jepang semua kegiatan terhenti, karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Januari 1946&lt;br /&gt;Rumah Sakit Mata Undaan kembali dibuka untuk umum, dipimpin oleh dr. IH. Go, keturunan Cina berkewarganegaraan Belanda. Beliau dibantu oleh dr. J. Ten Doesschate, seorang dokter wanita dari Belanda yang datang pada 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1950 &lt;br /&gt;Dengan diberhentikannya bantuan dana pemerintah, maka pengelolaan rumahs akit diambil alih Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata atau P4M yang merupakan nama baru dari perhimpunan yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1968 &lt;br /&gt;dr. J. Ten Doesschatt kembali ke Belanda, sejak itu pengelolaan Rumnah Sakit Mata Undaan seluruhnya dilakukan oleh putra Indonesia di bawah pimpinan dr. Moh. Basuki, SpM. Pada saat itu Fakultas Kedokteran Unair sudah mulai menghasilkan dokter mata dan mulailah dikembangkan kerjasama dengan dimanfaatkannya fasilitas Rumah Sakit Mata Undaan sebagai salah satu Teaching Hospital hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 1994 &lt;br /&gt;dr. Moh. Basuki telah memasuki masa pensiun dan digantikan oleh dr. Moch. Badri, SpM sebagai Direktur RS Mata Undaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998 &lt;br /&gt;Rumah Sakit Mata Undaan mendapat setifikat AKREDITASI PENUH. Dengan demikian standar pelayanan yang dilaksanakan telah memenuhi standar rumah sakit bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun 2008&lt;br /&gt;Menghadapi tantangan era globalisasi, RS Mata Undaan telah mampu melaksanakan pelayanan kesehatan mata tertier atau paripurna dengan membuka klinik subspesialisasi yang didukung oleh sebelas dokter spesialis mata yang berpengalaman dan ahli di bidangnya.&lt;br /&gt;FISI MISI DAN TUJUAN RUMAH SAKIT MATA UNDAAN&lt;br /&gt;a) Visi &lt;br /&gt;Menjadi pilihan utama masyarakat dalam pelayanan kesehatan mata &lt;br /&gt;b) Misi &lt;br /&gt;a. Memberikan pelayanan kesehatan mata melebihi harap pasien dengan harga terjangkau &lt;br /&gt;b. Membentuk SDM Rumah Sakit yang profesional, menguasai teknologi yang memedai, produktif, pembelajar, berintegritas, berkomitmen tinggi dan penuh dengan gagasan baru &lt;br /&gt;c. Senantiasa melakukan penelitian guna meningkatkan dan mengembangkan pelayanan dan sumber daya organisasi &lt;br /&gt;d. Turut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kwalitas pendidikan kesehatan mata &lt;br /&gt;e. Membentuk Rumah Sakit yang ramah lingkungan &lt;br /&gt;f. Peduli pada kesehatan mata masyarakat kurang mampu &lt;br /&gt;c) Tujuan &lt;br /&gt;1. Meraih kepercayaan masyarakat melalui upaya pelayanan kesehatan yang profesional, berintegritas tinggi, efektif, efisien dan melebihi kepuasan pelangan &lt;br /&gt;2. Memiliki SDM yang berkualitas&lt;br /&gt;FASILITAS&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang bermutu dan profesional RS Mata Undaan telah melakukan peremajaan baik fasilitas gedung, peralatan medis dan non medis serta peningkatan mutu SDM.&lt;br /&gt;•	Klinik Subspesialis dan penunjang diagnostik canggih. Berada di lantai 1 gedung baru dengan lobby dan ruang tunggu yang luas dan nyaman, dilengkapi apotik, optik dan mini cafetaria.&lt;br /&gt;•	Di lantai 2 terdapat ruang rawat inap Super VIP, VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III dengan ruang pemeriksaan paska operasi. Lantai 3 dipersiapkan untuk pengembangan ruang rawat sehari (One Day Care).&lt;br /&gt;•	Enam kamar operasi, masing-masing dengan mikroskop operasi, mesin phacoemulsifikasi dan CCTV serta ruang pemulihan, melayani tidak kurang dari 50 operasi besar dan kecil setiap hari.&lt;br /&gt;•	Ruang administrasi, perpustakaan dan manajemen terletak di lantai 2 dan ruang pertemuan di lantai 3 yang dilengkapi dengan CCTV dari kamar operasi untuk demo live surgery dan teaching.&lt;br /&gt;•	Pelayanan Poliklinik dengan 4 Slitlamp biomikroskop dan Automatic Refrakto Keratometri tetap menempati gedung lama. Berdekatan dengan ruang praktek dokter spesialis THT dan dokter spesialis jantung/penyakit dalam sebagai konsultan.&lt;br /&gt;•	Pelayanan 24 Jam dibuka untuk melayani keadaan darurat mata (UGD) tiap hari, sekalipun hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAYANAN MEDIS&lt;br /&gt;Sebagai pusat rujukan di Indonesia Timur, RS Mata Undaan memberikan pelayanan pemeriksaan, penunjang diagnostik dan penanganan, baik medik, bedah, dan bedah laser. Tim dokter spesialis mata yang berpengalaman di bidangnya memberikan pelayanan kesehatan mata tingkat 3 (tertier) di bidang Katarak, Glaukoma, Kornea dan Penyakit Infeksi, Onkologi, Okulaplasti-Rekonstruksi, Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus, Vitreo Retina, Bedah Refraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katarak dan Fakoemulsifikasi&lt;br /&gt;Operasi katarak tanpa jahitan dengan teknik fakoemulsifikasi terkini ("ozyl") sudah menjadi prosedur rutin. Sayatan yang diperlukan hanya 3 mm, dipasang lensa tanam (implant), tidak perlu suntikan anestesi, cukup dengan ditetesi saja. Waktu pemulihan cepat, tidak perlu rawat inap (One Day Care) dan hampir tidak ada pembatasan aktifitas penderita.&lt;br /&gt;Tidak semua katarak bisa dikerjakan dengan fakoemulsifikasi, pada kasus tertentu bedah konvensional dengan sayatan kecil (SICS) dan ECCE masih dikerjakan. Tersedia juga fasilitas YAG Laser untuk mengatasi katarak sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glaukoma&lt;br /&gt;Penting! Deteksi dini glaukoma dapat mencegah kebutaan permanen. Pemeriksaan tekanan bolamata tanpa sentuh (Non Contact Tonometri), Goldmann Aplanasi, pemeriksaan syaraf optik dengan Optical Coherence Tomography (OCT) dan evaluasi lapang pandang dengan Automatic Humphrey Visual Field Analyser (HFA)  dapat dilakukan setiap saat diperlukan. Alat ini juga membantu diagnosa dan analisa progresifitas penyakit pada kasus Neurooptalmologi. Bahkan tidak sedikit adanya tumor atau kelainan lain di otak dapat terdeteksi dengan alat ini.&lt;br /&gt;Fasilitas bedah laser untuk pengobatan glaukoma juga tersedia Laser Trabekuloplasty, Laser Iridotomi, dan Laser Iridoplasty hanya dalam hitungan menit, tanpa pisau tanpa rasa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onkologi, Okuloplasti dan Rekonstruksi&lt;br /&gt;Bidang onkologi, rekonstruksi, dan okuloplasti mata juga menjadi bagian layanan RS Mata Undaan. Kelainan kelopak mata, gangguan saluran air mata untuk tujuan kosmetik maupun rekonstruksi karena kelainan bawaan, paska trauma atau penyakit tumor dan keganasan pada mata, mampu ditangani dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitreo Retina&lt;br /&gt;Pengobatan penyakit retina akibat komplikasi kencing manis, proses penuaan, bayi prematur, robekan atau lepasnya retina akibat myopia atau trauma dengan teknologi laser telah mampu dilakukan. Bedah Vitreo Retina dengan Endo Laser Photocoagulasi, bahkan penggunaan Photo Dynamic Theraphy (PDT) pada ARMD (Age Related Mocular Degeneration), Injeksi Anti VEGF Intravitreal sudah menjadi hal rutin yang banyak dikerjakan oleh tim bedah Vitreo Retina. &lt;br /&gt;Untuk penunjang diagnostik yang lebih akurat Fundus Fluorescent Angiography (FFA) dengan teknologi imaging serta Optical Coherence Tomography (OCT) terbaru yang mampu mendeteksi kerusakan retina lapis demi lapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus&lt;br /&gt;Memberikan pelayanan masalah mata pada anak-anak. Pemeriksaan Diagnostik dan penanganan strabismus (juling) pada anak-anak maupun dewasa dengan pembedahan atau non-bedah diberikan secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah Refraksi&lt;br /&gt;Bekerjasama dengan beberapa dokter spesialis mata Surabaya, pada awal 2004 RS Mata Undaan mendirikan Surabaya Advance LASIK Centre (SALC). Dengan mesin Laser generasi terakhir Star S.4 dengan teknologi Wavefront dari VISX, mampu melakukan Conventional LASIK, Wavefront Guided LASIK (Custom Vue Lasik). Tissue Saving Lasik dan Custom Vue Surface Ablation (PRK).&lt;br /&gt;Bedah refraksi lain; Refractive Lens Exchange (RLE); Phacic IOL juga menjadi bagian layanan bagi mereka penderita myopia, hypermetropia, dan astigmatism yang ingin bebas dari kaca mata atau lensa kontak.          &lt;br /&gt;TARIF RAWAT INAP RS.MATA UNDAAN&lt;br /&gt;KELAS SUPER VIP                                          Rp. 750.000,-&lt;br /&gt;Fasilitas :&lt;br /&gt;•         1 buah tempat tidur pasien (elektrik) dan 1 buah tempat tidur penunggu&lt;br /&gt;•         1 set meja makan&lt;br /&gt;•         1 unit sofa&lt;br /&gt;•         1 unit TV berwarna&lt;br /&gt;•         1 unit intercom&lt;br /&gt;•         1 unit  lemari TV&lt;br /&gt;•         1 unit lemari&lt;br /&gt;•         1 unit AC&lt;br /&gt;•         Kamar mandi / WC didalam&lt;br /&gt;•         Air Panas&lt;br /&gt;•         Kulkas&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;KELAS VIP                                                          Rp. 600.00,-&lt;br /&gt;Fasilitas :&lt;br /&gt;•         1 buah tempat tidur pasien (elektrik) dan 1 buah tempat tidur penunggu&lt;br /&gt;•         1 unit sofa&lt;br /&gt;•         1 unit TV berwarna&lt;br /&gt;•         1 unit intercom&lt;br /&gt;•         1 unit  lemari TV&lt;br /&gt;•         1 unit lemari&lt;br /&gt;•         1 unit AC&lt;br /&gt;•         Kamar mandi / WC didalam&lt;br /&gt;•         Air Panas&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;KELAS   I                                                         Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Fasilitas :&lt;br /&gt;•         1 buah tempat tidur pasien dan 1 buah sofa&lt;br /&gt;•         1 unit TV berwarna&lt;br /&gt;•         1 unit lemari&lt;br /&gt;•         1 unit AC&lt;br /&gt;•         Kamar mandi / WC didalam&lt;br /&gt;•         Air panas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KELAS II                                                          Rp. 250.000,-&lt;br /&gt;Fasilitas :&lt;br /&gt;•         1 buah tempat tidur dan 1 buah kursi&lt;br /&gt;•         1 Unit Lemari&lt;br /&gt;•         1 Unit AC&lt;br /&gt;•         Kamar Mandi / WC didalam&lt;br /&gt;KELAS III A / One Day Care ( ± 2 Jam )         Rp. 150.000,-&lt;br /&gt;Fasilitas :&lt;br /&gt;•         1 Buah Tempat Tidur Pasien&lt;br /&gt;•         1 Unit Lemari&lt;br /&gt;•         1 Unit AC&lt;br /&gt;•         Kamar Mandi / WC didalam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KELAS III                                                           Rp.  80.000,-&lt;br /&gt;Fasilitas :&lt;br /&gt;•         1 Buah Tempat Tidur Pasien&lt;br /&gt;•         1 Lemari Kecil&lt;br /&gt;•         Kamar Mandi / WC diluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAYANAN &amp; TARIF RAWAT JALAN RS.MATA UNDAAN&lt;br /&gt;Jenis Rawat Jalan	Jam Peraktek	Tarif	&lt;br /&gt;Poliklinik	Senin - Kamis : 07.00 - 11.30 WIB	Rp. 30.000,-	&lt;br /&gt;	        Senin - Kamis : 11.30 - 13.00 WIB	Rp.50.000,-	&lt;br /&gt;	 Jum'at               : 07.00 - 11.00 WIB	Rp.30.000,-	&lt;br /&gt;	 Sabtu                : 07.00 - 12.00 WIB	Rp.30.000,-	&lt;br /&gt; 	 	 	&lt;br /&gt;VIP / RJK	Senin - Kamis  : 07.00 - 12.30 WIB	Rp.125.000,-	&lt;br /&gt;	        Jum'at - Sabtu : 07.00 - 11.00 WIB	Rp.125.000,-	&lt;br /&gt; 	 	 	&lt;br /&gt;IGD / Pasien Pribadi	Senin - Kamis  : 12.30 - 16.00 WIB	Rp.115.000,-	&lt;br /&gt;	                Jum'at - Sabtu : 11.00 - 16.00 WIB	Rp.115.000,-	&lt;br /&gt; 	 	 	&lt;br /&gt;Konsultasi	Senin - Kamis  : 07.00 - 12.30 WIB	Rp.125.000,-	&lt;br /&gt;	        Jum'at - Sabtu : 07.00 - 11.00 WIB	Rp.125.000,-	&lt;br /&gt; 	 	 	&lt;br /&gt;Pasien Khusus	Senin - Sabtu  : 16.00 - 20.00 WIB	Rp.125.000,-	 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.	HASIL KEGIATAN STUDY BANDING&lt;br /&gt;1.	Diperoleh Protap bagaimana memutung bulu mata sebelum operasi&lt;br /&gt;2.	Diperoleh Protap perawatan&lt;br /&gt;3.	Diperoleh keterampilan menggunakan alat biometri&lt;br /&gt;4.	Diperoleh keterampilan menggunakan alat refaksi mata.&lt;br /&gt;Protap-protaf terlampir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.	PENUTUP&lt;br /&gt;Demekian laporan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan dapat bermanfaat bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4787610205560540245?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4787610205560540245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/laporan-kegiatan-study-banding-tim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4787610205560540245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4787610205560540245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/laporan-kegiatan-study-banding-tim.html' title='LAPORAN KEGIATAN STUDY BANDING TIM KATARAK PT.ADARO INDONESIA KE RS MATA UNDAAN SURABAYA'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8780721619896048530</id><published>2011-08-28T19:45:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T19:50:31.025-07:00</updated><title type='text'>LAPORAN  KEGIATAN PEMANTAUAN PHBS PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN TAHUN 2010</title><content type='html'>&lt;br /&gt;A.	Pendahuluan&lt;br /&gt;		Sehat adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri, sebab dengan kesehatan segalanya akan tampak indah tanpa kesehatan segalanya akan sia-sia. Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga, tempat kerja, tempat-tempat umum, intitusi kesehatan dan sekolah.&lt;br /&gt;		Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang / keluarga atau suatu institusi dan masyarakat dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.&lt;br /&gt;		Dalam rangka  penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat maka diperlukan suatu kegiatan yang menunjang perubahan perilaku dari yang tidak sehat menjadi sehat. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Amuntai Selatan adalah Survey / Pementauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.	Tujuan&lt;br /&gt;		Secara umum tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah diketahuinya indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang sudah terlaksana di masyarakat / sasaran survey. Selain itu terlaksana upaya promosi kesehatan/penyuluhan tentang PHBS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C.	Sasaran&lt;br /&gt;1.	Tatanan Rumah Tangga Tingkat Desa : Desa Keramat Kec.Amuntai Selatan&lt;br /&gt;2.	Tempat-Tempat Umum : Mesjid Al Mu’awwanah Desa Mamar dan Mesjid Rasyidiyah Desa Telaga Selaba Kec.Amuntai Selatan.&lt;br /&gt;3.	Tatanan Sekolah : SDN Telaga Selaba dan MTsN Amuntai Selatan Kec.Amuntai Selatan&lt;br /&gt;4.	Tempat Kerja :&lt;br /&gt;-	Kantor Pemerintahan Kec.Amuntai Selatan&lt;br /&gt;-	Kantor KUA Kec. Amuntai Selatan&lt;br /&gt;-	Kantor UPT Diknas Kec.Amuntai Selatan&lt;br /&gt;-	Kantor UPT Balai Penyuluhan Kec. Amt. Selatan&lt;br /&gt;-	Kantor BPR Kec.Amuntai Selatan&lt;br /&gt;5.	Institusi Kesehatan : Pustu Panyiuran dan Pustu Jumba Kec. Amuntai Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.	Waktu Pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Survey PHBS Tatanan Sekolah  			:   10 dan 21 Januari 2010&lt;br /&gt;2.	Survey PHBS Tatanan Rumah Tangga tingkat desa :  8 Pebrauari 2010&lt;br /&gt;3.	Survey PHBS Tempat-tempat Umum 		:  15, 16 8ebruari 2010&lt;br /&gt;4.	Survey PHBS Tempat Kerja 		 :   8 - 12  Maret 2010&lt;br /&gt;5.	Survey PHBS Institusi Kesehatan	 :  15, 16 Maret 2010         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.	Petugas&lt;br /&gt;Petugas yang melaksanakan survey adalah petugas yang pernah dilatih pelaksanaan kegiatan Survey PHBS. Untuk Puskesmas Amuntai Selatan adalah :&lt;br /&gt;1.	Dina Mariani&lt;br /&gt;2.	Jamilah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.   Hasil Survey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tatanan Rumah Tangga&lt;br /&gt;Permasalahan yang muncul dari hasil pemantauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di desa Keramat Kecamatan Amuntai Selatan adalah :&lt;br /&gt;a.	ASI Eksklusif 						: 38 %&lt;br /&gt;b.	Tidak Merokok					: 52,38 %&lt;br /&gt;c.	Jamban Sehat						: 67,14 %&lt;br /&gt;d.	Air Bersih						: 73,33 %&lt;br /&gt;e.	Aktivitas fisik/olah raga 				: 79,05 %&lt;br /&gt;f.	Makan Buah dan sayur				: 84,76 %&lt;br /&gt;g.	Cuci tangan pakai sabun				: 93,81 %&lt;br /&gt;h.	Persalinan, Menimbang bayi , memberantas jentik	:100 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi PHBS tingkat rumah tangga terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Klasifikasi I		: 9,05 %&lt;br /&gt;b. Klasifikasi II		: 44,8 %&lt;br /&gt;c. Klasifikasi III		: 39 %&lt;br /&gt;d. Klasifikasi IV		: 7,14 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi PHBS tingkat desa  berada pada klasifikasi desa I yaitu dari pemantauan 210 kk di desa keramat yang  memenuhi ketentuan kriteria PHBS sebagian besar hanya memilih   4 – 6 dari 10 kriteria PHBS yang dilakukan pemantauannya atau , 25 % KK mencapai klasifikasi IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            2. Tempat-tempat Umum &lt;br /&gt;Dari 6 kriteria indikator PHBS yang dipantau  Mesjid Al Mu’awwanah desa Mamar tidak didapati adanya tempat sampah, sedangkan  Mesjid Rasyidiyah Desa Telaga Selaba memenuhi ke 6 kriteria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       3. Tatanan Sekolah&lt;br /&gt;Dari kedua sekolah yang dilakukan Survey PHBS tidak ditemukan adanya kantin sekolah dan tidak melaksanakan kegiatan penimbangan setiap 6 bulan sekali. Untuk 8 indikator yang di survey hanya 6 indikator terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            4. Tempat Kerja&lt;br /&gt;    Permasalahan yang ditemukan :&lt;br /&gt;Kantor Kec. Amuntai Selatan tidak mempunyai kantin sendiri dan merokok ditempat kerja&lt;br /&gt;Kantor KUA Tidak Mempunyai Jamban Sehat dan sarana air bersih dan kantin sendiri&lt;br /&gt;Kantor UPT Diknas Kec.Amuntai Selatan tidak mempunyaikantin sendiri&lt;br /&gt;Kantor UPT Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Amuntai Selatan Tidak mempunyai jamban , tidak mempunyaikantin sendiri&lt;br /&gt;Dari ke lima tempat kerja hanya kantor BPR kecamatan Amuntai Selatan yang memenuhi 8 indikator PHBS yang di pantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5.  Institusi Kesehatan&lt;br /&gt;  Tidak ditemukan permasalahan  pada ke dua institusi kesehatan yang dilakukan      &lt;br /&gt;  pemantauan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       I.   Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian  laporan kegiatan pemantauan dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8780721619896048530?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8780721619896048530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/laporan-kegiatan-pemantauan-phbs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8780721619896048530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8780721619896048530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/laporan-kegiatan-pemantauan-phbs.html' title='LAPORAN  KEGIATAN PEMANTAUAN PHBS PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN TAHUN 2010'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-2157852186839710599</id><published>2011-08-28T19:41:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T19:44:39.002-07:00</updated><title type='text'>Narkoba Menghancurkan Cita-cita Generasi Muda Indonesia</title><content type='html'>M.Yamani,SKM&lt;br /&gt;a.	Latar Belakang&lt;br /&gt;Ditinjau dari sisi dan sudut mana pun penyalahgunaan Narkoba oleh Masyarakat terutama remaja akan berdampak negatif, baik dari segi keperibadian, keluarga, pergaulan dan lingkungan dalam hal ini masyarakat secara umum akan merasakan dampak akibat dari penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja. Di Indonesia sendiri berdasarkan dari data BNN tercatat hingga tahun 2010 sudah lebih dari 30jt masyarakat Indonesia menggunakan narkoba dan parahnya lagi 70% dari pengguna narkoba itu adalah para remaja.&lt;br /&gt;Yang tidak kalah pentingnya tentang penyalahgunaan narkoba ini adalah bermunculannya penyakit-penyakit yang sangat berbahaya baik yang menyerang system saraf maupun organ tubuh kita. Dan salah satu penyakit yang muncul akibat dari penyalahgunaan narkoba yang hingga saat ini belum ada obatnya adalah HIV/AIDS, dimana dari data direktorat kesehatan jiwa masyarakat menyatakan bahwa 10% - 40% penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik bergantian positif mengidap penyakit HIV/AIDS.&lt;br /&gt;Di Amuntai sendiri khususnya di Kecamatan Amuntai Selatan ada indikasi baik dari para orang tua maupun remaja terjadi penyalahgunaan narkoba dengan cara mengoplos atau mencampun minuman energi dengan alkohol maupun obat-obatan yang  dalam bahasa kampong sering disebut molek. Hal ini dapat memabukkan atau membahayakan bagi kesehatan serta dapat menyebabkan kematian bagi yang menggunakannya.&lt;br /&gt;Bertolak dari data yang ada maka kami dari tim promosi kesehatan puskesmas amuntai selatan berinisiatif untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar SLTP/MTs dan SLTA/MA sekecamatan amuntai selatan yang bekerja sama dengan polsek amuntai selatan untuk menyampaikan betapa bahayanya narkoba bagi mereka, baik dari segi kesehatan dan juga dari aspek hukum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b.	Tujuan Kegiatan&lt;br /&gt;Kegiatan penyuluhan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang narkoba baik bahayanya dari segi kesehatan maupun dari segi hukum sehingga pelajar dapat menyampaikan atau memberikan informasi baik kepada keluarganya, teman sebaya maupun lingkungan tempat tinggalnya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.&lt;br /&gt;c.	Hasil Kegiatan&lt;br /&gt;Dari pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan di sekolah SLTP/MTs dan SLTA/MA sekecamatan amuntai selatan banyak pertanyaan-pertanyaan dari pelajar mulai dari asal usul narkoba, penggunaan atau peruntukan dari narkoba, proses narkoba hingga dapat menimbulkan kecanduan dan penyakit, rehabilitasi dari pecandu narkoba, tata cara pencegahan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, masalah hukum bagi pengguna dan pengedar narkoba. Dan dari kesemuanya ini rata-rata dari pelajar berkomitmen untuk memberikan informasi tentang narkoba yang diperoleh dari hasil penyuluhan baik bagi keluarganya, teman sebaya dan lingkungan tempat tinggal mereka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-2157852186839710599?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/2157852186839710599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/narkoba-menghancurkan-cita-cita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/2157852186839710599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/2157852186839710599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/narkoba-menghancurkan-cita-cita.html' title='Narkoba Menghancurkan Cita-cita Generasi Muda Indonesia'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5060419217256739520</id><published>2011-08-28T19:38:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T19:40:38.228-07:00</updated><title type='text'>LAPORAN  KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN REMAJA PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.	Pendahuluan&lt;br /&gt;		&lt;br /&gt;Remaja didefinisikan  sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa.  Batasan usia remaja menurut WHO adalah 10 s/d 19 th Namun jika pada usia remaja sudah menikah maka ia sudah tergolong dalam kelompok dewasa. Sebaliknya jika usia remaja sudah dilewati tapi masih tergantung pada orang tua maka ia masih digolongkan dalam kelompok remaja&lt;br /&gt;Anak sekolah tingkat SLTP/SLTA memasuki usia remaja di mana pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual dengan permasalahan-permasalahan yang begitu komplek.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu masa remaja merupakan tahap penting dalam siklus kehidupan manusia. Dikatakan penting karena merupakan peralihan dari masa anak  yang sangat tergantung kepada orang lain ke masa dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Di samping itu, masa ini juga mengandung resiko akibat suatu masa transisi yang selalu  membawa cirri-ciri tertentu, yaitu kebimbangan, kebingungan dan gejolak remaja seperti masalah seks, kejiwaan dan tingkah laku eksprimental ( selalu ingin mencoba) &lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu diadakan  kegiatan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan tentang remaja dan permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B.	Tujuan&lt;br /&gt;Secara umum tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kesehatan remaja.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;C.	Sasaran&lt;br /&gt;Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah siswa-siswi MAN 3Amuntai Selatan, MTsN Amuntai Selatan, MTsS As-Salam Mamar, SMPN1Kota Raja, SMPN 3 Kayakah, SMPN 4 Simpang 4, MTsS Nurul Hidayah Kota Raja, MTsS Panyiuran, SMPN 2Banyu Hirang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.	Tempat, Waktu Pelaksanaan dan Jumlah Peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	MAN 3 Amuntai Selatan 			:    4 April 2011	: 25 siswa&lt;br /&gt;2.	MTsN Amuntai Selatan			:    5 April 2011	: 40 siswa&lt;br /&gt;3.	MTsS As-Salam Mamar			:    6 April 2011	: 20 siswa&lt;br /&gt;4.	SMPN 1Kota Raja			        :    9 April 2011       : 25 siswa&lt;br /&gt;5.	SMPN 3 Kayakah				:    11 April 2011	: 36 siswa&lt;br /&gt;6.	SMPN 4 Simpang Empat			:    12 April 2011	: 40 siswa&lt;br /&gt;7.	MTsS Nurul Hidayah Kota Raja		:    18 April 2011	: 40 siswa&lt;br /&gt;8.	MTsS Panyiuran				:    25 April 2011	: 25 siswa&lt;br /&gt;9.	SMPN 2 Banyu Hirang			:    26 April 2011  	: 33 siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.	Petugas&lt;br /&gt;1.	H.Mahyuliansyah, S.Kep &lt;br /&gt;2.	Muhammad Yamani, SKM&lt;br /&gt;3.	Noor Afyati Rahmi, SKM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.	Materi Penyuluhan&lt;br /&gt;1.	Remaja dan permasalahannya&lt;br /&gt;2.	Peran siswa dalam menanggulangi masalah kesehatan remaja&lt;br /&gt;3.	Puskesmas Peduli Remaja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.	Hasil &lt;br /&gt;Siswa  mengerti tentang remaja dan permasalahannya dan bersedia melakukan / berperan dalan upaya mengatasi permasalahan kesehatan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       I.   Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian  laporan kegiatan penyuluhan  dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5060419217256739520?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5060419217256739520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/laporan-kegiatan-penyuluhan-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5060419217256739520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5060419217256739520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/laporan-kegiatan-penyuluhan-kesehatan.html' title='LAPORAN  KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN REMAJA PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4336172385845026832</id><published>2011-08-28T19:35:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T19:37:47.808-07:00</updated><title type='text'>Konseling dan Tekniknya</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Konseling ? &lt;br /&gt;Hampir sama dengan curhat &lt;br /&gt;Bisa dilakukan antar orang yang sudah kenal &lt;br /&gt;Bisa juga dengan orang yang baru kenal, tapi klien percaya pada konselor &lt;br /&gt;Jenis masalahnya macam-macam &lt;br /&gt;Ada cara/tekniknya menjadi konselor &lt;br /&gt;Jadi, ada orang curhat / klien, ada masalah,  dan ada yang dicurhati / konselor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Dalam Konseling &lt;br /&gt;Sebuah proses &lt;br /&gt;Hubungan baik / sejajar antara klien dan konselor &lt;br /&gt;Kegiatan yang bertujuan &lt;br /&gt;Penggalian dan pemahaman masalah &lt;br /&gt;Upaya pemberian bantuan dan dukungan pribadi &lt;br /&gt;Bersama menyusun alternatif pemecahan masalah &lt;br /&gt;Konseling seksualitas remaja : proses pemberian bantuan dari konselor kepada klien / pada sekelompok orang yang memiliki masalah seksualitas dan kesehatan reproduksi sesuai dengan umur dan permasalahan, perkembangan fisik dan mental pada masa pubertas. Misal : masalah seputar pacaran, perilaku seks, KTD, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Permasalahan remaja ? &lt;br /&gt;Pacaran, rebutan pacar &lt;br /&gt;Narkoba &lt;br /&gt;Menstruasi &lt;br /&gt;“Body image”&lt;br /&gt;Konflik dengan orang tua &lt;br /&gt;Interaksi sosial &lt;br /&gt;Hubungan seks, MBA&lt;br /&gt;Pernikahan / kawin muda &lt;br /&gt;Kerja &lt;br /&gt;Pendidikan, dll &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang bisa jadi konselor ? &lt;br /&gt;Pelajar, mahasiswa &lt;br /&gt;Tua, muda &lt;br /&gt;Orang kaya, orang miskin &lt;br /&gt;Laki-laki, perempuan &lt;br /&gt;Jadi siapa saja dan dari kalangan manapun, yang terpenting dia punya minat membantu orang lain serta sudah punya pengetahuan tentang teknik konseling &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana konseling dilakukan ?&lt;br /&gt;Di rumah konselor&lt;br /&gt;Di rumah klien&lt;br /&gt;Di taman&lt;br /&gt;Di puskesmas, dll&lt;br /&gt;Intinya : klien merasa tenang, enak, kerahasiaan bisa terjamin, tidak ada gangguan &lt;br /&gt;Setting ruangan seperti apa?&lt;br /&gt;Ruangan bernuansa remaja &lt;br /&gt;Duduknya tidak harus dibatasi dengan meja &lt;br /&gt;Bisa berkelompok (dengan cara melingkar)&lt;br /&gt;Duduk bersebelahan / sejajar dengan klien &lt;br /&gt;Intinya : suasana santai, akrab, bersahabat, dan memberi rasa aman pada klien &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konselor seperti apa yang dibutuhkan remaja ?&lt;br /&gt;	Memiliki pengetahuan, wawasan, dan keterampilan komunikasi yang baik &lt;br /&gt;	Non diskriminatif &lt;br /&gt;	Tidak bias jender &lt;br /&gt;	Berpihak pada remaja &lt;br /&gt;	Empati &lt;br /&gt;	Non judgemental ---- tidak menilai / mengadili klien &lt;br /&gt;	Bersedia membuka diri dan menerima orang lain serta mau mengembangkan diri (belajar dari orang lain)&lt;br /&gt;	Tulus &lt;br /&gt;	Bisa menjaga rahasia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan seorang konselor&lt;br /&gt;Memiliki pengetahuan tentang konseling secara benar&lt;br /&gt;Punya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja&lt;br /&gt;Punya minat untuk membantu orang lain&lt;br /&gt;Sensitif terhadap perubahan dan kesulitan yang dialami remaja / orang lain&lt;br /&gt;Terampil dalam berkomunikasi (verbal dan non verbal)&lt;br /&gt;Mampu menjadi pendengar yang baik&lt;br /&gt;Tidak merasa diri lebih tinggi&lt;br /&gt;Terbuka ---- jujur&lt;br /&gt;Tidak memasukkan nilai konselor --- tidak bias&lt;br /&gt;Hambatan Yang Sering Dialami Konselor : &lt;br /&gt;Pengetahuan dan keterampilan&lt;br /&gt;Pandangan kolot&lt;br /&gt;Usia dan pengalaman&lt;br /&gt;Kebudayaan, bahasa, dan agama&lt;br /&gt;Sifat-sifat pribadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Non Verbal Yang Perlu Diperhatikan &lt;br /&gt;Kontak mata&lt;br /&gt;Sikap tubuh terbuka&lt;br /&gt;Menghadapi klien dengan tulus&lt;br /&gt;Intonasi dan vokalisasi &lt;br /&gt;Gerakan tubuh dan postur tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Komunikasi Yang Perlu dihindari &lt;br /&gt;Menggurui/berkhotbah&lt;br /&gt;Menghakimi/mencela&lt;br /&gt;Memberi cap/penilaian pada orang  pada remaja / klien&lt;br /&gt;Mengalihkan percakapan&lt;br /&gt;Memberi nasehat&lt;br /&gt;Menganalisa dengan cara menggurui&lt;br /&gt;Keterampilan mikro &lt;br /&gt;Menghadapi klien dengan bertatap muka, boleh juga disebelahnya&lt;br /&gt;Postur perlu terbuka, tangan tidak boleh bersedekap, kaki tidak boleh ditumpangkan&lt;br /&gt;Membungkuk ke klien, wajah biasanya mendekat&lt;br /&gt;Menatap mata klien, boleh mengalihkan pandangan kadang-kadang saja tetapi perhatian harus tetap pada klien&lt;br /&gt;Santai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara efektif untuk menggali masalah  lebih dalam :&lt;br /&gt;Jangan membrondong klien dengan pertanyaan&lt;br /&gt;Bertanyalah dengan tujuan tertentu&lt;br /&gt;Bertanya dalam bentuk terbuka bukan memberikan pilihan jawaban&lt;br /&gt;Fokus pada klien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI DALAM KONSELING&lt;br /&gt;Kehangatan  :&lt;br /&gt;	 56% nada suara &lt;br /&gt;	37% bahasa tubuh &lt;br /&gt;	  7% kata-kata (berbicara) &lt;br /&gt;	    Empati &lt;br /&gt;	    Respek &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Materi Pelatihan Konseling RemajaTingkat Kab.Hulu Sungain Utara Tahun 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4336172385845026832?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4336172385845026832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/konseling-dan-tekniknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4336172385845026832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4336172385845026832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/08/konseling-dan-tekniknya.html' title='Konseling dan Tekniknya'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8522271565220464593</id><published>2011-07-18T21:03:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T21:08:01.339-07:00</updated><title type='text'>Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Konsep Alat Pencernaan Makanan Dengan Menggunakan Media Gambar</title><content type='html'>Oleh : Nor Alimah,S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Hakekat Belajar&lt;br /&gt;Belajar dapat diartikan sebagai upaya perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antar individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Sesuatu yang dimaksud adalah objek atau materi atau informasi yang dipelajari.&lt;br /&gt;Salah satu prinsip dalam mengaktifkan siswa dalam belajar adalah “menemukan”. Prinsip yang dimaksud adalah guru sebenarnya tak perlu menjejalkan seluruh informasi kepada siswa. Berilah kesempatan pada mereka untuk mencari dan menemukan informasi tersebut. Informasi yang disampaikan guru hendaknya yang bersifat mendasar dan memancing siswa untuk menggali informasi selanjutnya, sehingga suasana kelas tidak membosankan bahkan sebaliknya akan menjadi bergairah.&lt;br /&gt;Menurut Universitas Malang (2000:43), hakikat belajar atau learning adalah bagaimana mengarahkan para siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya dan cara-cara bagaimana belajar. Dengan demikian fungsi guru disini adalah menanamkan aktivitas siswa agar memiliki keterampilan untuk terbiasa menemukan sumber informasi secara mandiri atau kelompok.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B. Hasil Belajar&lt;br /&gt;Berbagai hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil belajar mempunyai korelasi positif dengan kebiasaan belajar. Kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulangan-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Perbuatan kebiasaan tidak memerlukan konsentrasi perhatian dan pikiran dalam melakukannya. Kebiasaan dapat berjalan terus, sementara individu memikirkan atau memperhatikan  hal-hal lain.&lt;br /&gt;Kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetap pada diri siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Kebiasaan belajar dibagi ke dalam dua bagian, yaitu Delay Avoidance (DA), dan Work Methods (WM). DA menunjuk pada ketetapan waktu penyelesaian tugas-tugas akademis, menghindarkan diri dari hal-hal yang memungkinkan tertundanya penyelesaian tugas, dan menghilangkan rangsangan yang akan mengganggu konsentrasi belajar. Sedangkan WM menunjukkan kepada pengguna cara (prosedur) belajar yang efesien dalam mengerjakan akademik dan keterampilan belajar.&lt;br /&gt;Kebiasaan belajar cenderung menguasai perilaku siswa pada setiap kali mereka melakukan kegiatan belajar, sebabnya ialah karena kebiasaan mengandung motivasi yang kuat. Pada umumnya setiap orang bertindak berdasarkan force of habit sekalipun ia tahu, bahwa ada cara lain yang mungkin lebih menguntungkan. Hal itu disebabkan kebiasaan sebagai cara yang mudah dan tidak memerlukan konsentrasi dan perhatian yang besar.&lt;br /&gt;Rustiyah (2001:21) sesuai dengan Law of effect dalam belajar, perbuatan yang menimbulkan kesenangan cenderung untuk diulang. Oleh karena itu tindakkan kebiasaan bersifat mengukuhkan (reinforching).&lt;br /&gt;Sumadi Suryabrata (1990:35) mengatakan hasil belajar yang efesien dalah dengan usaha yang sekecil-kecil memberikan hasil yang sebesar-besarnya bagi perkembangan individu yang belajar. Mengenai cara belajar yang efesien, belum menjamin keberhasilan dalam belajar. Yang paling penting siswa mempraktikkannya dalam belajar sehari-hari, sehingga lama-kelamaan menjadi kebiasaan, baik di dalam maupun diluar kelas.&lt;br /&gt;Gagne (1985) dan Bandura (1986) (dalam Bambang (2004:117) mengatakan bahwa hasil belajar siswa (the out come of learning) yang berupa perkembangan kemampuan dan keterampilan siswa akan ditentukan oleh hasil interaksi anatara kondisi internal belajar (internal conditions of learning) siswa yang berupa kondisi dan proses kognitif (the larner’s internal states and coqnitive processe) dengan kondisi eksternal belajar (external conditions of learning) yang berupa stimulus lingkungan (stimuli from the environment).&lt;br /&gt;Prestasi belajar rendah akan dapat ditingkatkan apabila proses belajar yang dilakukan guru mampu meningkatkan motivasi, kemauan, daya serap dan tingkat konsentrasi siswa. Ini akan terjadi apabila dalam proses belajar siswa memperoleh pengetahuan secara bertahap sebagaimana halnya model stuktur pengetahuan itu terbentuk, yaitu mulai dari fakta, konsep dan akhirnya ke generalisasi  dan atau teori (Savege and Amstrong, 1996; Numan Sumantri, 2001:132).&lt;br /&gt;Paradigma baru pendidikan lebih menekankan pada peserta didik sebagai manusia yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Siswa harus aktif dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan. Kebenaran ilmu tidak terbatas pada apa yang disampaikan oleh guru. Guru harus mengubah perannya, tidak lagi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan dan indoktriner, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing siswa ke arah pembentukan pengetahuan oleh diri mereka sendiri. Melalui paradigma baru tersebut diharapkan di kelas siswa aktif dalam belajar, aktif berdiskusi, berani menyampaikan gagasan dan menerima gagasan dari orang lain, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi (Zamroni, 2000:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hakekat IPA&lt;br /&gt;Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan denga cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, kosep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan  dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekannkan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.&lt;br /&gt;Czrin dan Sund (1993) dalam (BNSP, 2007), mendefinisikan IPA sebagi “ pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum (universal), dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”.&lt;br /&gt;Merujukpada pengertian IPA itu, maka dapat disimpulkan hakikat IPA meliputi empat unsur utama ,yaitu :&lt;br /&gt;1. Sikap : rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam,makhluk hidup, serta berhubungan dengan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar ; IPA bersifat open ended.&lt;br /&gt;2. Proses : prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah ; metodeilmiah meliputi penyususnn hipotesis, perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan.&lt;br /&gt;3. Produk : berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum.&lt;br /&gt;4. Aplikasi : penerapan metodeilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Media Gambar.&lt;br /&gt;Gambar diam/mati ini adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik atau seperti fotografik, misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan bahan/isi pelajaran yang disampaikan pada siswa. Gambar diam ini ada yang tunggal dan ada juga yang berseri, yaitu sekumpulan gambar diam yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Media gambar yang dumaksudkan bertujuan untuk mengenalkan nama-nama dalam pelajaran IPA. Gambar-gambar tersebut dapat dijadikan alat bantu untuk memahami topik pembelajaran. Disamping itu, gambar-gambar tersebut juga dapat ditujukan untuk menstimulasi kegiatan berbicara dan menulis permulaan.&lt;br /&gt;Wujud media gambar ini berukuran kecil 5 X 5 cm dan besar 20 X 20 cm. Ada yang memiliki warna asli sesuai dengan warna benda nyatanya dan ada yang hanya hitam putih saja.&lt;br /&gt;Gambar-gambar benda tersebut dapat diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya, misalnya  klasifikasi binatang piaraan, klasifikasi alat tulis, klasifikasi mebeler dan lain-lain. Apabila diperlukan penampilan gambar masing-masing klasifikasi maka dapat ditempatkan dalam  kotak. Selanjutnya semuanya akan ditampung dalam satu kotak besar, yang di dalamnya terdapat kotak-kotak kecil.&lt;br /&gt;Adapun kegunaan media gambar benda dapat digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan berikut :&lt;br /&gt;1. Pengenalan nama-nama benda mati dan benda hidup dalam bahasa Inggris, diiringi dengan ucapan guru dan bisa juga bersama tulisannya.&lt;br /&gt;2. Pengulangan pembelajaran nama-nama tersebut lewat permainan.&lt;br /&gt;3. Menciptakan suasana yang menarik dalam kelas.&lt;br /&gt;Keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan media gambar diam ini, yaitu :&lt;br /&gt;1. Dapat menterjemahkan ide/gagasan yang sifatnya abstrak  menjadi realistik.&lt;br /&gt;2. Banyak tersedia  dalam buku-buku, majalah, surat kabar, kalender dansebaginya.&lt;br /&gt;3. Mudah menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain.&lt;br /&gt;4. Tidak mahal, bahkan mungkin tanpa biaya&lt;br /&gt;5. Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua pelajaran/disiplin ilmu.&lt;br /&gt;Sedangkan keterbatasan dari media gambar diam ini terkadang  ukuran gambarnya terlalu kecil jika digunakan dalam satu kelas, hanya berupa dua dimensi dan tidak bisa menimbulkan kesan gerak.&lt;br /&gt;Secara umum dari beberapa fungsi media pembelajaran dapat mempercepat proses belajar. Fungsi ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan dan lebih cepat.  Fungsi lain yaitu untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Pada umumnya hasil belajar atau prestasi belajar  siswa dengan menggunkan media pembelajaran dan salah satunya dengan media gambar akan tahan lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi. Media pembelajaran juga dapat meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir secara lebih realistik.&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Bambang Sahono, Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPA, Studi Eksperimen pada Peserta didik kela V SD di Kota Bengkulu, Jurnal Pendidikan, Triadik, 2004, Bengkulu&lt;br /&gt;Depertemen Pendidikan dan kebudayaan, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Bandung: P2LPTK IKIP Bandung, 1990, Bandung&lt;br /&gt;Gagne Robert M, (Dalam Widya Tama, Jurnal Pendidikan 2005) The Condition of Learning, Scond Edition, New York: Halt Sunders. International Edition, 2004 Semarang&lt;br /&gt;Hopkins, D. (dalam Widya Tama Jurnal, 2005). A Teacher Guide to Classroom Research, Philadelpia. Open University Press. 1992&lt;br /&gt;Universitas Malang, (dalam National Science Education Seminar) State University of Malang (UM), 2000. Malang&lt;br /&gt;Kemmis dan Mc. Taggart (dalam Widya Tama Jurnal,) classroom actoin research, 2005, Semarang.&lt;br /&gt;Pusat Kurikulum, Kurikulum SD 2006, Jakarta.&lt;br /&gt;Roestiyah N.K. Strategi Belajar Mengajar, Rieneka Cipta, 2001, Jakarta.&lt;br /&gt;Savege and amstrong, 1996 (dalam Numan Sumantri), Terjemahan, Efektif Elementry Social Studies, PT. Raja Grafindo Persada, 2003, Jakarta.&lt;br /&gt;Sardiman A.M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengejar, PT. Raja Grafindo Persada, 2001, Jakarta.&lt;br /&gt;Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan. Universitas Gajah Mada, CV. Rajawali, 1990, Jakarta.&lt;br /&gt;Wardah Nurul. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Rangka Melalui Pengguaan Bahan Manipulatif di Kelas IV SDN Keraton 4 Martapura, Universitas Terbuka Program S1 PGSD, 2009,  Banjarmasin&lt;br /&gt;Winarno Surachmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Tarsito, 1998, Bandung.&lt;br /&gt;Winataputra, MA, H. Udin, Drs, dkk.(1997).  Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Departemen .Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan, PT. Bigraf Publishing, 2000, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8522271565220464593?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8522271565220464593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-ipa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8522271565220464593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8522271565220464593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/upaya-meningkatkan-hasil-belajar-ipa.html' title='Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Konsep Alat Pencernaan Makanan Dengan Menggunakan Media Gambar'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4377869699888644029</id><published>2011-07-17T22:54:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T21:27:38.863-07:00</updated><title type='text'>PEMERIKSAAN FUNGSI MATA</title><content type='html'>I. ANATOMI MATA&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qkrSaNcPS9g/TiUHiTgqT3I/AAAAAAAAAGs/4fr-pzHJawQ/s1600/Anatomi%2BMata_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 121px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qkrSaNcPS9g/TiUHiTgqT3I/AAAAAAAAAGs/4fr-pzHJawQ/s320/Anatomi%2BMata_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630915195030884210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. STRUKTUR DAN FUNGSI MATA&lt;br /&gt;A. Struktur mata bagian luar.&lt;br /&gt;1. Sclera&lt;br /&gt;Sclera menutup 4/5 dari bola mata, merupakan lapisan jaringan ikat protektif membentuk bagian putih pada mata, di bagian anterior dan membentuk kornea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kornea&lt;br /&gt;Bagian transparant, tidak ada vaskularisasi, bentuk melengkung, terletak 1/5 bagian depan mata dan berperan dalam kemampuan refraktif mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konjungtiva &lt;br /&gt;Menutup bagian anterior dari sclera dan bagian posterior dari kelopak mata, mengandung sel goblet yang mensekresi cairan untuk meminyaki / pelumas mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Otot – otot luar&lt;br /&gt;Terdapat 6 otot ekstra okuler yang masing – masing diatur oleh nerves ke III        ( Okulomotorius ), nerves ke IV ( Troclearis ) dan nerves ke VI ( Abdusen )  antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Otot rectus superior ( N III )&lt;br /&gt;b. Otot rectus lateralis ( N VI )&lt;br /&gt;c. Otot rectus inferior ( N III )&lt;br /&gt;d. Otot rectus medial ( N III )&lt;br /&gt;e. Otot oblique inferior ( N III )&lt;br /&gt;f. Otot oblique superior ( N IV ) &lt;br /&gt;Otot otot tersebut berfungsi mengatur atau mengontrol, membuka dan menutup mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Alat – alat lainnya seperti : alis mata, palpebra, bulu mata, kelenjar airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;B. Struktur Mata Bagian Tengah&lt;br /&gt;1. Koroid&lt;br /&gt;Mencegah berhamburnya berkas cahaya di mata, mengandung pembuluh darah yang memberi makanan pada retina membentuk badan siliar dan iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Badan Siliar&lt;br /&gt;Membentuk aques humour dan mengandung badan siliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Iris&lt;br /&gt;Bentuk melingkar mengelilingi pupil dan berfungsi mengubah ukuran pupil dengan berkontriksi dan menentukan warna mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lensa Mata&lt;br /&gt;Berbentuk oval, transparan, elastis, dipegang oleh badan siliar dan berfungsi menghasilkan kemampuan refraktil yang bervariasi selama akomodasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;C. Struktur Mata Bagian Dalam&lt;br /&gt;1. Retina&lt;br /&gt;Terdapat sel-sel saraf, sel kerucut, sel batang dan membrane epithelium, berfungsi mentransfer impuls ke otak. Sel batang untuk penglihatan gelap dan sel kerucut untuk penglihatan terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Vitrous Humour&lt;br /&gt;Membantu mempertahankan bentuk mata yang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fovea&lt;br /&gt;Mengandung konsentrasi yang tinggi pada sel kerucut untuk warna dan penglihatan terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. AKOMODASI&lt;br /&gt; Akomodasi adalah kemampuan lensa untuk mencembung dan mencekung yang terjadi akibat kontraksi otot siliar.&lt;br /&gt;Proses Akomodasi&lt;br /&gt;1. Daya bias meningkat dan badan siliar berkontraksi, lensa mencembung sehingga fokus jatuh tepat diretina.&lt;br /&gt;2. Dipengaruhi oleh kekuatan lensa untuk mencembung dan mencekung secara maksimal oleh kontraksi otot siliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PEMERIKSAAN MATA&lt;br /&gt;a.  Pemeriksaan Buta Warna ( Tes Ishihara )&lt;br /&gt;1) Tujuan&lt;br /&gt;Tes ini dilakukan untuk memeriksa buta warna seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Landasan&lt;br /&gt;Pada retina terdapat 3 sel kerucut yang rentan terhadap salah satu warna primer, sehingga bila terdapat gangguan pada sel kerucut tersebut akan terjadi gangguan penglihatan warna, kerusakan retina mulai sel bipolar sampai ganglion genikulatum lateral akan mengakibatkan gangguan warna merah dan hijau, sedangkan kerusakan neurosensoris mengakibatkan gangguan melihat warna terutama warna biru dan kuning. &lt;br /&gt; Tes Ishihara berupa gambar-gambar Pseudoisokromatik yang disusun oleh titik dan kepadatan warna berbeda sehingga orang normal dapat mengenal gambar atau angka yang disusun oleh titik tersebut. Gambar titik terdiri atas warna primer dengan dasar warna yang hampir sama atau abu-abu. Titik disusun akan menghasilkan pola dan bentuk tertentu oleh orang tanpa kelainan persepsi warna. Buta warna lebih banyak laki-laki dari pada perempuan karena gen pembawa sifat terdapat pada laki-laki sehingga disebut carier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Alat dan bahan&lt;br /&gt; Gambar-gambar Pseudoisokromatik&lt;br /&gt; Jam ( jika diperlukan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tehnik&lt;br /&gt; Dengan penerangan tertentu kartu Ishihara disinari.&lt;br /&gt; Klien disuruh melihat kartu tersebut dan menyebutkan gambar atau angka yang terlihat.&lt;br /&gt; Klien diminta melihat dan menyebutkan gambar atau angka tidak lebih dari 10 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Penilaian&lt;br /&gt;Bila lebih dari 10 detik berarti terdapat kelainan penglihatan warna&lt;br /&gt;Buta warna merah hijau terdapat atrofi saraf optik, toksik optikneuropati, dengan pengecualian neuropati iskemi, glaucoma atrofi  optic yang memberikan gangguan penglihatan biru kuning. Buta warna biru kuning terdapat pada Retinopati Hipertensif, Retinopati Diabetik dan degenerasi macula senile dini. Degenerasi macula Stargardts dan fundus lamikulatus memberikan gangguan penglihatan warna merah-hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Pengisian Gambar&lt;br /&gt;No. 1 : Semua orang baik normal atau buta warna dapat membaca dengan benar angka 12. Bagian ini biasanya digunakan pada awal test.&lt;br /&gt;No. 2 :  Pada orang normal terbaca “ 8 “ dengan defesiensi merah-hijau “ 3 “&lt;br /&gt;No. 3 :  Pada orang normal terbaca “ 5 “dengan defesiensi merah-hijau “ 2 “&lt;br /&gt;No. 4 :  Pada orang normal terbaca “ 29 “dengan defesiensi merah-hijau “ 70 “&lt;br /&gt;No. 5 :  Pada orang normal terbaca “ 74 “dengan defesiensi merah-hijau “ 21 “&lt;br /&gt;No. 6 – 7 : Pada orang normal dapat membaca dengan benar tetapi pada orang dengan defesiensi merah hijau, susah atau tidak dapat membacanya.&lt;br /&gt;No. 8  :  Pada orang normal dengan jelas “ 2 “ tetapi bagi defesiensi merah-hijau tidak jelas.&lt;br /&gt;No. 9  : Pada orang normal susah atau tidak terbaca tetapi kebanyakan pada orang dengan defesiensi merah hijau melihat “ 2 “.&lt;br /&gt;No.10  : Pada orang normal angka terbaca “ 16 “ tetapi bagi defesiensi merah hijau tidak dapat membaca.&lt;br /&gt;No.11  :  Gambar garis yang melilit diantara 2 xs. Pada orang normal, dapat mengikuti garis ungu-hijau. Tetapi pada orang buta warna tidak dapat mengikuti atau dapat mengikuti tapi berbeda dengan orang normal.&lt;br /&gt;No.12  :  Pada orang normal dan defesiensi merah hijau melihat angka “ 35 “ tetapi pada protanopia dan protanomali berat hanya dapat membaca angka “ 5 “ dan pada deuteranopia dan deuteranopia berat terbaca angka “ 3 “ &lt;br /&gt;No. 13  :  Pada orang normal dan defesiensi merah hijau  ringan melihat angka  &lt;br /&gt;  “ 96 “ tetapi pada protonopia dan protonopia berat hanya terbaca “ 6 “.&lt;br /&gt;No. 14   :  &lt;br /&gt;• Pada orang normal dapat mengikuti garis yang melilit 2 xs, ungu dan merah.&lt;br /&gt;• Pada protanopia dan protanomali berat hanya mengikuti garis ungu dan pada protanomali ringan kedua garis diikuti tetapi garis ungu kurang terlihat untuk diikuti.&lt;br /&gt;• Pada deuteranopia dan deuteranomalia berat hanya garis merah yang diikuti &lt;br /&gt;• Pada deuteranomalia ringan kedua garis dapat diikuti tetapi garis merah kurang terlihat unyuk diikuti.                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan/Visus&lt;br /&gt;1. Tujuan&lt;br /&gt;Untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang dan memberikan penilaian menurut ukuran baku yang ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Alat dan bahan&lt;br /&gt;a. Kartu Snellen&lt;br /&gt;b. Kursi (bila diperlukan)&lt;br /&gt;c. Kertas untuk menutup mata (bila diperlukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara pemeriksaan&lt;br /&gt;a. Pemeriksaan dilakukan didalam rungan&lt;br /&gt;b. Klien duduk dengan jarak 6 m dari kartu snellen dengan mata ditutup sebelah.&lt;br /&gt;c. Klien diminta membaca/menyebutkan huruf yang ditunjuk oleh pemeriksa mulai dari atas sampai ke bawah dan tentukan pada baris terakhir yang dapat dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penilaian&lt;br /&gt;a. Bila huruf yang terbaca pada baris dengan tanda 6 maka disimpulkan tajam penglihatan klien tersebut 6/6.&lt;br /&gt;b. Ketajaman penglihatan digambarkan sebagai 6/x dimana jarak antara klien dan kartu snellen adalah 6 m, dan hasil pemeriksaan terhadap klien adalah x.&lt;br /&gt;c. Jika x = 6  maka ketajaman penglihatan klien tersebut adalah 6/6. Artinya klien dapat membaca pada jarak 6 m  seperti orang lain yang rata-rata jaraknya 6 m dan dapat dikatan klien tersebut normal.&lt;br /&gt;d. Jika x = 12 maka klien hanya dapat membaca pada jarak 6 m sedangkan rata-rata orang normal pada jarak 12 m.&lt;br /&gt;e. Jika x = 5 maka  klien hanya dapat membaca pada jarak 5 m sedangkan rata-rata orang normal pada jarak 6 m.&lt;br /&gt; JARAK ANTARA PENDERITA DENGAN HURUF OPTOTIPE SNELLEN / JARAK YANG TERTERA PADA KARTU SNELLEN, YANG MENYATAKAN  JARAK SEHARUSNYA UNTUK MELIHAT GAMBAR TERSEBUT.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemeriksaan Refraksi&lt;br /&gt;A.  Pemeriksaan miopi&lt;br /&gt;1.  Tujuan : &lt;br /&gt;Untuk menegetahui derajat lensa negatif yang diperlukan untuk memperbaiki tajam penglihatan atau tajam penglihatan menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Dasar : &lt;br /&gt;Pada miopi sinar yang datang atau jatuh didepan retina maka harus dikoreksi dengan lensa negative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Alat dan bahan  : &lt;br /&gt;Bingkai percobaaaan dan satu set lensa coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tehnik  : &lt;br /&gt; Klien duduk menghadap kartu snellen yang jaraknya 6 meter.&lt;br /&gt; Pasang tangkai kaca mata, dengan satu mata ditutup.&lt;br /&gt; Klien dianjurkan untuk membaca kartu snellen dengan lensa negatif terpasang pada mata yang tdk tertutup.&lt;br /&gt; Klien dianjurkan membaca kartu snellen mulai dari huruf besar ( teratas ) dan diteruskan sampai pada huruf terkecil yang masih bisa dibaca.&lt;br /&gt; Lensa negatif terkecil dipasang pada tempatnya dan bila tajam penglihatan menjadi lebih baik, ditambahkan kekuatannya perlahan – lahan sehingga dapat dibaca huruf pada baris terbawah.&lt;br /&gt; Sebaiknya pada batas 6 / 6.&lt;br /&gt; Begitu juga dengan mata sebelahnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penilaian:&lt;br /&gt; Bila dengan lensa sferis – 1,50 dengan tajam penglihatan  6/6, kemudian dengan lensa sferis - 1,75 penglihatan 6/6 – 2 .&lt;br /&gt; Sedangkan dengan lensa sferis – 2,00 penglihatan 6/7,5. Pada keadaan ini derajat miopi mata yang diperiksa adalah lensa sferis – 1,50 dan kacamata dengan ukuran ini diberikan pada penderita.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemeriksaan Hipermetrop&lt;br /&gt;1.   Tujuan  &lt;br /&gt;Untuk mengetahui derajat lensa positif yang diperlukan untuk memperbaiki tajam penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Dasar   &lt;br /&gt;Cahaya yang datang difokuskan di belakang retina, diperbaiki dengan lensa negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Alat  :     - Kartu snellen &lt;br /&gt;- Satu set lensa percobaan &lt;br /&gt;- Bingkai percobaan&lt;br /&gt; 4.  Tehnik  &lt;br /&gt; Klien duduk menghadap kartu snellen yang jaraknya 6 meter.&lt;br /&gt; Pasang tangkai kaca mata, dengan satu mata ditutup.&lt;br /&gt; Klien dianjurkan untuk membaca kartu snellen dengan lensa negatif terpasang pada mata yang tdk tertutup.&lt;br /&gt; Klien dianjurkan membaca kartu snellen mulai dari huruf besar ( teratas ) dan diteruskan sampai pada huruf terkecil yang masih bisa dibaca.&lt;br /&gt; Lensa negatif terkecil dipasang pada tempatnya dan bila tajam penglihatan menjadi lebih baik, ditambahkan kekuatannya perlahan – lahan sehingga dapat dibaca huruf pada baris terbawah.&lt;br /&gt; Sebaiknya pada batas 6 / 6.&lt;br /&gt; Ditambahkan kekuatan lensa + 0,25 lagi dan ditanyakan apakah masih dapat melihat huruf – huruf diatas.&lt;br /&gt; Begitu juga dengan mata sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Penilaian  : &lt;br /&gt; Bila dengan lensa 5 + 2,00 tajam penglihatan 6 / 7,5. Kemudian dengan  5 + 2,25. Tajam penglihatan 6/6-2. Maka pada keadaan ini derajat hipermetropia yang diperiksa  S + 2,25. Dengan ukuran ini kacamata tersebut diberikan.&lt;br /&gt; Pada penderita hipermetrop selamanya diberikan lensa sferis terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   C.    Pemeriksaan Presbiopia :&lt;br /&gt;1. Tujuan  &lt;br /&gt; Mengukur derajat berkurangnya kemampuan seseorang berakomodasi akibat bertambahnya usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dasar     &lt;br /&gt; Gangguan akomodasi pada usia lanjut terjadi akibat kurang lenturnya lensa disertai melemahnya kontraksi badan siliar. Pada presbiop titik terdekat yang masih dapat dilihat terletak makin jauh di depan mata dibanding dengan keadaan sebelumnya. Diperbaiki dengan lensa bifokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Alat  : - Kartu snellen &lt;br /&gt;   - Satu set lensa percobaan&lt;br /&gt;   - Bingkai percobaan&lt;br /&gt;   - Kartu baca dekat.&lt;br /&gt; 4.   Tehnik  : &lt;br /&gt; Penderita diperiksa mengenai sentral penglihatan jauh dan diberikan kacamata jauh sesuai dengan  yang diperlukan ( lensa positif, negatif, astigmatit.&lt;br /&gt; Ditaruh kartu baca dekat pada jarak 30 – 40 cm ( jarak baca ) kemudian dianjurkan untuk membacanya mulai dari yang terkecil dahulu.&lt;br /&gt; Diberikan lensa positif mulai dari S + 1 yang dinaikkan perlahan – lahan sampai terbaca huruf terkecil pada kartu baca.&lt;br /&gt; Dilakukan pada mata satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.   Penilaian  :&lt;br /&gt; Pengukuran lensa yang memberikan ketajaman sempurna merupakan ukuran lensa yang diperlukan untuk kacamata baca.&lt;br /&gt;Hubungan lensa adisi dan umur biasnya :&lt;br /&gt;40 – 45 Tahun&lt;br /&gt;45 – 50 tahun&lt;br /&gt;50 – 55 Tahun&lt;br /&gt;55 – 60 Tahun &lt;br /&gt;&gt; 60 Tahun  - 1,00 dioptri&lt;br /&gt; - 1,5 dioptri&lt;br /&gt; - 2,0 dioptri&lt;br /&gt; - 2,5 dioptri&lt;br /&gt; - 3,0 dioptri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemeriksaan Astigmatis&lt;br /&gt;1. Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan untuk menegetahui derajat lensa silindris yang diperlukan dan sumbu silindris yang dipasang untuk memperbaiki tajam penglihatan  menjadi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dasar&lt;br /&gt;Padsa astigmaticus didapatkan dua bidang utama dengan kekuatan pambiasan pada satu bidang lebih besar dibanding dengan bidang lain maka diperbaiki dengan lensa silindris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3.  Alat dan bahan : - Kartu snellen&lt;br /&gt; - Bingkai percobaan &lt;br /&gt; - Satu set lensa coba&lt;br /&gt; - Kipas astigmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tehnik.: &lt;br /&gt; Penderita duduk menghadap kartu snellen pada jarak 6 meter.&lt;br /&gt; Pasanglah kaca mata dengan syarat tertentu.&lt;br /&gt; Satu mata ditutup sedangkan mata satunya untuk pemeriksaan dengan jenis ( + ) atau negatif ( - ) sampai tajam tercapai &lt;br /&gt; Pada mata tersebut dipasang lensa berukuran posif  ( - ) yang cukup besar mis ( S  +  3,00 )&lt;br /&gt; Penderita dianjurkan melihat kartu kipas astigmat.&lt;br /&gt; Penderita ditanya tentang garis  pada kipas yang paling atas terlihat.&lt;br /&gt; Bila belum terlihat perbedaan tebal  garis kipas astigmat maka belum lensa 5 + 30. diperlukan sedikit demi sedikit sehingga penderita dapat menentukan garis mana yang terjelas dan mana kabur.&lt;br /&gt; Lensa silindris relatif dipasang dengan sumbu sesuai dengan garis terkabur pada kipas astigmatic.&lt;br /&gt; Lensa negatif diperkuat sedikit demi sedikit dengan sumbu tersebut hingga pada satu saat tampak garis yang mula – mula terkabur sama jelasnya.&lt;br /&gt; Bila sudah tampak sama jelas. Garis pada kipas astigmatic dilakukan tes snellen. Bila penglihatan belum 6/6 sesuai kartun snellen maka mungkin lensa positif. Yang diberikan terlalu berat sehingga perlu secara perlahan – perlahan dikurangi kekeuatan lensa positip atau ditambah lensa negatif.&lt;br /&gt; Penderita disuruh membaca kartu snellan  pada lensa negatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5.   Penilaiaan  &lt;br /&gt;Derajat astigmatic soma dengan ukuran lensa silindris pada lensa ( - ) yang dipakai sehinnga gambar kipas astigma tampak sama jelas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilyas, Sidarta.(2000). Ilmu Penyakit Mata.,Cet kedua. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.&lt;br /&gt;  Masalah Kesehatan Mata, cetakan kedua. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.&lt;br /&gt;  Dasar Teknik Pemeriksaan Dalam Ilmu Penyakit Mata.,cetakan kedua. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. &lt;br /&gt;Sherwood, Lauralee.(1996). Human Physiologi : From Cell To System. ( 2th ed ).&lt;br /&gt;Departement Of Physiologi School Of Medicene West Virginia University. EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;Sim’s, L.K., D’Amico, D.,Stiesmeyer, J. K., dan Webster. J. K. (1995). Healt Assesment In Nursing.,Hal. 246 – 249.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4377869699888644029?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4377869699888644029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/pemeriksaan-fungsi-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4377869699888644029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4377869699888644029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/pemeriksaan-fungsi-mata.html' title='PEMERIKSAAN FUNGSI MATA'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qkrSaNcPS9g/TiUHiTgqT3I/AAAAAAAAAGs/4fr-pzHJawQ/s72-c/Anatomi%2BMata_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3296974724342170348</id><published>2011-07-17T22:45:00.001-07:00</published><updated>2011-07-17T22:54:22.368-07:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN VISUS</title><content type='html'>Visus adalah ketajaman atau kejernihan penglihatan, sebuah bentuk yang khusus di mana tergantung dari ketajaman fokus retina dalam bola mata dan sensitifitas dari interpretasi di otak. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Visus adalah sebuah ukuran kuantitatif suatu kemampuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan jarak yang telah distandardisasi serta ukuran dari simbol yang bervariasi. Ini adalah pengukuran fungsi visual yang tersering digunakan dalam klinik. Istilah “visus 20/20” adalah suatu bilangan yang menyatakan jarak dalam satuan kaki yang mana seseorang dapat membedakan sepasang benda. Satuan lain dalam meter dinyatakan sebagai visus 6/6. Dua puluh kaki dianggap sebagai tak terhingga dalam perspektif optikal (perbedaan dalam kekuatan optis yang dibutuhkan untuk memfokuskan jarak 20 kaki terhadap tak terhingga hanya 0.164 dioptri). Untuk alasan tersebut, visus 20/20 dapat dianggap sebagai performa nominal untuk jarak penglihatan manusia, visus 20/40 dapat dianggap separuh dari tajam penglihatan jauh dan visus 20/10 adalah tajam penglihatan dua kali normal.&lt;br /&gt;    Visus terbagi menjadi dua yaitu visus sentralis dan visus perifer. Visus sentralis dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. Visus sentralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. Visus sentralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca, menulis dan lain lain. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina.&lt;br /&gt;    Visus perifer menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf snellen yang dilihat pada jarak 20 kaki atau sekitar 6 meter. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya 20/20 maka tajam penglihatannya dikatakan normal dan jika visus &lt;20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Guyton. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Dasar Penyakit. ed.3. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2004.&lt;br /&gt;Sutrisna,EM,dkk. Pelatihan Pemeriksaan Tajam Penglihatan Pada Siswa Kelas 5 SD Gedongan I, Colomadu, Karanganyar. Warta. No.1/Vol.10/Maret 2007:19-24.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3296974724342170348?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3296974724342170348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/pengertian-visus-visus-adalah-ketajaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3296974724342170348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3296974724342170348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/pengertian-visus-visus-adalah-ketajaman.html' title='PENGERTIAN VISUS'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3432631423548748009</id><published>2011-07-17T22:41:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T22:42:57.888-07:00</updated><title type='text'>SURVEY PERILAKU  KESEHATAN REMAJA PUSKESMAS AMUNTAISELATAN</title><content type='html'>A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja didefinisikan  sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa.  Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 s/d 24 th Namun jika pada usia remaja sudah menikah maka ia sudah tergolong dalam kelompok dewasa. Sebaliknya jika usia remaja sudah dilewati tapi masih tergantung pada orang tua maka ia masih digolongkan dalam kelompok remaja&lt;br /&gt;Anak sekolah tingkat SLTP/SLTA memasuki usia remaja di mana pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual dengan permasalahan-permasalahan yang begitu komplek.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu masa remaja merupakan tahap penting dalam siklus kehidupan manusia. Dikatakan penting karena merupakan peralihan dari masa anak  yang sangat tergantung kepada orang lain ke masa dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Di samping itu, masa ini juga mengandung reiko akibat suatu masa transisi yang selalu  membawa cirri-ciri tertentu, yaitu kebimbangan, kebingungan dan gejolak remaja seperti masalah seks, kejiwaan dan tingkah laku eksprimental ( selalu ingin mencoba) &lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut untuk mengetahui sejauh mana perilaku remaja maka perlu diadakan survey perilaku kesehatan remaja yang berhubungan dengan perilaku seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahuinya gambaran peilaku kesehatan remaja yang berhubngan dengan perilaku seksual &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. WAKTU DAN LOKASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi   : MAN 3 Amuntai Selatan&lt;br /&gt;Tanggal   : 25 – 26 Nopember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. METODE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode survey yang dipakai adalah wawancara tertutup dengan mengisi kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan tanpa identitas&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;G. PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karakteristik Responden&lt;br /&gt;Dari hasil survey diketahui responden terbanyak adalah perempuan, rentang usia adalah antara 15 – 19 tahun dan yang terbayak adalah berusia 16 dan 17 tahun , semua respnden duduk dikelas XI, semua responden beragama Islam, hampir semua responden tinggal bersama orang tua dan mempunya televisi, sebagian besar /hampir seluruh responden mengetahui tentang masalah  reproduksi, kecuali masalah mansturbasi/onani kurang dari separo rsponden yang megetahui.&lt;br /&gt;2. Sikap&lt;br /&gt;Hampir semua responden mempunyai sikap tidak mendukung (STS, TS, KS) terhadap permaslahan pendidikan sek, Kb, berhubungan sek sebelum nikah dan aborsi. Untuk masalah hubungan sek suami isteri dan hubungan sek bebas dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan  hamper semua responden mempunyai sikap mendukung (S dan SS).&lt;br /&gt;3. Kepatuhan Agama&lt;br /&gt;Dari hasil survey menunjukkan bahwa semua responden mempunyai aktivitas keagamaan sesuai dengan tuntunan agama yang di anut yaitu Islam&lt;br /&gt;4. Media Informasi&lt;br /&gt;Media informasi yang berhubungan dengan masalah sek seperti membaca  buku porno, menggunakan media komunikasi, menonoton VCD porno juga telah dilakukan oleh sebagian kecil responden (buku pormo 14 orang, media komunikasi 19 orang, nonton VCD porno 25 orang).&lt;br /&gt;5. Interaksi dengan peer group&lt;br /&gt;Sebagian besar responden kurang berinteraksi dengan peer gruopnya untuk membicarakan masalah kesehatan remaja khususnya maslah perilaku sek.&lt;br /&gt;6. Komunikasi dengan orang tua&lt;br /&gt;Hampir seluruh responden tidak pernah melakukan komunikasi dengan orang tua tentang masalah kesehatan remaja khususnya tentang perilaku sek.&lt;br /&gt;7. Komunikasi dengan guru dan tokoh masyarakat.&lt;br /&gt;Sebagian besar responden tidak pernah melakukan komunikasi dengan guru dan tokoh masyarakat tentang maslaha kesehatan remaja khususnya tentng perilaku sek.&lt;br /&gt;8. Perilaku Sek&lt;br /&gt;Dari 86 responden ada 47 responden yang pernah punya pacar dan 2 orang responden pernah melakukan hubungan sek dengan pacar masing-masing. Rentang usia pertama kali  berpacaran pada rentang usia10 tahun s/d 17 tahun dan sebagian besar pertama kali pada usia 14 dan 15 tahun.&lt;br /&gt;Dari semua responden (86 oarang)  hampir semuanya mempunyai sikap tidak mendukung (STS, TS, KS) terhadap hubungan sek sebelum nikah dan hampir semuanya mempunyai sikap mendukung (S, SS) terhadap menjaga keperawanan/keperjakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. REKOMENDASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang dapat disampaikan guna upaya tindak lanjut dari kegiatan survey kesehatan remaja ini adalah:&lt;br /&gt;1. Untuk institusi kesehatan (Puskesmas)&lt;br /&gt;a. Membentuk tim konsultasi remaja di Puskesmas dan membuat jadwal konsultasi bagi remaja yang akan melakukan kunjungan konsultasi tentang masalah kesehatan remaja.&lt;br /&gt;b. Melakukan kegiatan pelatihan kader remaja (Peeer group)&lt;br /&gt;c. Lebih mengoptimalkan upaya promosi kesehatan khususnys tentang masalah kesehatan remaja.&lt;br /&gt;d. Melakukan kerjasama lintas program dengan program UKS, Promkes, Pengobatan dan KIA.&lt;br /&gt;e. Melakukan kerjasama lintas sektoral dalam hal ini instansi terkait seperti Diknas dan Depag&lt;br /&gt;2. Untuk Institusi pendidikan (Sekolah)&lt;br /&gt;a. Membina kerjasama dengan institusi kesehatan untuk pelatihan peeer group.&lt;br /&gt;b. Lebih mengoptimalkan komunikasi tentang kesehatan remaja dengan siswa dengan membuat jadwal konsultasi bagi siswa yang bermasalah.&lt;br /&gt;c. Melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung upaya kesehatan remaja  seperti lomba Class meeting, Palang Merah Remaja, Pramuka dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENUTUP.&lt;br /&gt;Demikian laporan kegiatan Survey Kesehatan Renaja ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3432631423548748009?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3432631423548748009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/survey-perilaku-kesehatan-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3432631423548748009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3432631423548748009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/07/survey-perilaku-kesehatan-remaja.html' title='SURVEY PERILAKU  KESEHATAN REMAJA PUSKESMAS AMUNTAISELATAN'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5518565475602339013</id><published>2011-06-03T21:41:00.003-07:00</published><updated>2011-06-03T21:48:34.034-07:00</updated><title type='text'>PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI UNTUK REMAJA PUTRI DAN WANITA USIA SUBUR</title><content type='html'>I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    PENGERTIAN BERBAGAI ISTILAH SEHUBUNGAN DENGAN ANEMIA DAN KEK (KEKURANGAN ENERGI KRONIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anemia Gizi : adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Di Indonesia sebagian besar anemia ini disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) hingga disebut Anemia Kekurangan Zat Besi atau Anemia Gizi Besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja Putri : adalah masa peralihan dari anak menjadi dewasa, ditandai dengan perubahan fisik dan mental. Perubahan fisik ditandai dengan berfungsinya alat reproduksi seperti menstruasi (umur 10-19 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Usia Subur (WUS) : adalah wanita pada masa atau periode dimana dapat mengalami proses reproduksi. Ditandai masih mengalami menstruasi (umur 15-45 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tablet Tambah Darah (Besi-Folat) : adalah tablet untuk suplementasi Penanggulangan Anemia Gizi yang setiap tablet mengandung Fero sulfat 200 mg atau setara 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) : adalah berbagai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang dalam hal ini berkaitan dengan anemia gizi dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LILA : ukuran lingkar lengan kiri atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) : adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK. Seseorang dikatakan menderita risiko KEK bilamana LILA &lt;23,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEK : adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PEDOMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    TUJUAN DAN SASARAN PROGRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Umum    :    Meningkatkan status kesehatan dan gizi remaja putri dan WUS melalui penanggulangan anemia gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Khusus    :    1.    Meningkatkan kinerja petugas kesehatan dalam upaya penanggulangan anemia gizi.&lt;br /&gt;2.    Meningkatkan partisipasi dan kerjasama antara sektor kesehatan dengan sektor pendidikan, keagamaan, organisasi dan LSM untuk penanggulangan masalah anemia gizi.&lt;br /&gt;3.    Meningkatkan kesadaran remaja putri dan WUS serta keluarganya akan pentingnya meningkatkan status kesehatan dan gizi dengan mencegah masalah anemia sedini mungkin.&lt;br /&gt;4.    Melaksanakan suplementasi TTD untuk remaja putri dan WUS secara mandiri.&lt;br /&gt;5.    Menurunkan prevalensi Anemia Gizi pada WUS khususnya remaja putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Langsung : Remaja Putri dan Wanita Usia Subur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Tidak Langsung :&lt;br /&gt;1.    Remaja Putra/peserta didik&lt;br /&gt;2.    Guru/pendidik/Kepala Sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah&lt;br /&gt;3.    Pemuka/Tokoh Agama dan masyarakat&lt;br /&gt;4.    Ketua Organisasi Kepemudaan&lt;br /&gt;5.    Ketua Organisasidan LSM bidang kepemudaan, kesehatan, keagamaan dan wanita&lt;br /&gt;6.    Ketua federasi pekerja sektor non formal&lt;br /&gt;7.    Petugas kesehatan (puskesmas)&lt;br /&gt;8.    Tempat kerja (manajer/pemilik)&lt;br /&gt;9.    Distributor&lt;br /&gt;10.    Masyarakat umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;II. KEGIATAN OPERASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Penanggulangan Anemia Gizi untuk Remaja Putri dan WUS yang dilakukan, utamanya merupakan kegiatan KIE yaitu promosi atau kampanye tentang anemia kepada masyarakat luas, ditunjang dengan kegiatan penyuluhan kelompok serta konseling yang ditujukan secara langsung pada Remaja Putri/Wanita melalui wadah yang sudah ada di masyarakat seperti sekolah, pesantren, tempat kerja (formal/informal), organisasi dan LSM bidang kepemudaan, kesehatan, keagamaan dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan suplementasi TTD dilakukan secara mandiri dengan dosis 1 tablet seminggu sekali minimal selama 16 minggu, dan dianjurkan minum 1 tablet setiap hari selama masa haid/menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran konsumsi makanan kaya besi dilaksanakan dengan mengacu pada “gizi seimbang”, diikuti dengan pembinaan kantin di sekolah atau penjaja makanan di sekitar remaja/wanita berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deteksi dini juga dilakukan untuk mengetahui apakah Remaja Putri/Wanita menderita Risiko KEK (LILA &lt;23,5 cm), sehingga dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan status gizinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    PERSIAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Kesepakatan lintas program dan sektor terkait di tingkat Pusat, Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, tingkat kecamatan dan desa.&lt;br /&gt;2.    Kesepakatan meliputi jajaran kesehatan, pendidikan, keagamaan serta organisasi dan LSM bidang kepemudaan dan wanita.&lt;br /&gt;3.    Penyediaan bahan pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis bagi petugas kesehatan, pendidikan, keagamaan dan petugas lain yang melakukan penyuluhan.&lt;br /&gt;4.    Penyediaan materi KIE oleh Depkes, Depdikbud, Depag, LSM, instansi terkait, swasta dan masyarakat.&lt;br /&gt;5.    Penyusunan kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja di sekolah/ pesantren/madrasah Tsanawiyah/madrasah Aliyah oleh Depkes, Depdikbud, Depag dan instansi terkait lain.&lt;br /&gt;6.    Penyediaan dan distribusi Tablet Tambah Darah.&lt;br /&gt;7.    Penyebarluasan informasi melalui :&lt;br /&gt;a.    Kampanye/promosi&lt;br /&gt;b.    Tayangan/siaran/tulisan melalui media elektronik dan cetak.&lt;br /&gt;c.    Lokakarya, pameran, sarasehan, pencanangan di tingkat Pusat, Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II, tingkat kecamatan dan desa.&lt;br /&gt;d.    Siaran keliling di Daerah Tingkat II, tingkat kecamatan dan desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    PELAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    KIE : penyuluhan kesehatan dan gizi termasuk penyuluhan tentang suplementasi Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri/Wanita dilaksanakan secara berkala dengan mengikut sertakan :&lt;br /&gt;a.    Lintas Sektor Terkait : Depkes, Depnaker, Depdikbud, Depag, Depdagri, Depsos, BKKBN, Menpora, Menperta dan lain-lain.&lt;br /&gt;b.    Organisasi Sosial dan Keagamaan : seperti Karang Taruna, MUI, PGI, KWI, PT dan Walubi sampat ke tingkat wilayah.&lt;br /&gt;c.    Organisasi Kepemudaan dan Wanita : misalnya Pramuka, Saka, Bhakti Husada, PMR, Kowani, Dharma Wanita, Dharma Pertiwi, PKK sampai ke tingkat ranting.&lt;br /&gt;d.    LSM terkait : misalnya PP Nahdlatul Ulama, PP Muhammadiyah, Fatayat NU, PP Aisyiyah, Wanita Katolik dan lain-lain.&lt;br /&gt;e.    Donor agency bidang kesehatan : Unicef, WHO, USAID, PATH, HKI, Mother Care dan lain-lain.&lt;br /&gt;f.    Organisasi Profesi : IDI, POGI, IBI, PDGMI, ISFI, Persagi, IAKMI dan lain-lain.&lt;br /&gt;g.    Media Komunikasi : seperti Televisi, PRSSNI, Biro Iklan, YPS, koran dan majalah.&lt;br /&gt;h.    Pekerja formal : perusahaan, pabrik melalui Gerakan Pekerja Wanita Sehat dan Produktif (GPWSP).&lt;br /&gt;i.    Pekerja non formal : industri rumah tangga, buruh tani, buruh perkebunan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Suplementasi Tablet Tambah Darah&lt;br /&gt;a.    Dilaksanakan secara mandiri.&lt;br /&gt;b.    Tablet Tambah Daerah yang dapat digunakan adalah obat generik yang harganya terjangkau oleh masyarakat. Tablet Tambah Daerah Generik dikemas dalam bungkus warna putih, berisi 30 tablet per bungkus. Harga Tablet Tambah Darah generik tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) obat generik. Disamping itu dapat juga digunakan Tablet Tambah Darah dengan merek dagang yang memenuhi spesifikasi (mengandung 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat).&lt;br /&gt;c.    Tablet Tambah Darah generik merupakan obat bebas terbatas yang dapat dibeli di Apotik, Toko Obat, Warung/Toko, koperasi/kantin sekolah dan pesantren, POD, dokter/bidan praktek swasta dan pondok bersalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Distribusi Tablet Tambah Darah generik untuk Remaja Putri dan WUS mengikuti alur sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik --- Farmasi ---- Apotik/Toko obat ----- warung obat, medis/paremadis dll&lt;br /&gt;-------remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Deteksi dini Kurang Energi Kronis (KEK) :&lt;br /&gt;a.    Dilakukan setiap tahun dengan mengukur Lingkar Lengan Kiri Atas (LILA) dengan memakai pita LILA.&lt;br /&gt;b.    Pada Remaja Putri/Wanita yang LILA-nya &lt;23,5 cm berarti menderita Risiko Kurang Energi Kronis (KEK), yang harus dirujuk ke Puskesmas/ sarana pelayanan kesehatan lain, untuk mendapatkan konseling dan pengobatan.&lt;br /&gt;c.    Pengukuran LILA dapat dilakukan oleh Remaja Putri atau wanita itu sendiri, kader atau pendidik. Selanjutnya konseling dapat dilakukan oleh petugas gizi di Puskesmas (Pojok Gizi), sarana kesehatan lain atau petugas kesehatan/gizi yang datang ke sekolah, pesantren dan tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MASING-MASING SEKTOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Kecamatan :&lt;br /&gt;Sekolah/Puskesmas/tempat kerja/organisasi kesehatan, wanita, pemuda dan keagamaan :&lt;br /&gt;a.    Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada Remaja Putri/Wanita.&lt;br /&gt;b.    Menyediakan paket penyuluhan/kurikulum kesehatan dan gizi untuk Remaja Putri dan Wanita.&lt;br /&gt;c.    Melaksanakan koordinasi dengan camat oleh jajaran kesehatan, pendidikan, agama dan instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan program.&lt;br /&gt;d.    Mengadakan koordinasi dengan tempat tersedianya Tablet Tambah Darah.&lt;br /&gt;e.    Melaksanakan penyuluhan kesehatan dan gizi serta konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Daerah Tingkat II :&lt;br /&gt;Kantor Depdikbud, Kandepkes, Dinkes, dan Kantor Depag Kabupaten/ Kotamadya :&lt;br /&gt;a.    Melaksanakan pengadaan dan pendistribusian paket penyuluhan/ kurikulum untuk tiap kecamatan.&lt;br /&gt;b.    Melaksanakan koordinasi dengan Pemda Tingkat II Kabupaten/ Kotamadya dan instansi terkait serta LSM.&lt;br /&gt;c.    Melakukan koordinasi dengan Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau distributor tentang distribusi Tablet Tambah Darah.&lt;br /&gt;d.    Mengadakan pemantauan ke sekolah/pesantren/tempat kerja/organisasi bidang kesehatan/wanita/kepemudaan/keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Daerah Tingkat I :&lt;br /&gt;a.    Merencanakan kebutuhan paket penyuluhan/kurikulum kesehatan dan gizi, pengadaan dan distribusi untuk tiap kabupaten/kotamadya.&lt;br /&gt;b.    Melakukan koordinasi dengan Pemda Tingkat I Propinsi dan instansi terkait serta LSM.&lt;br /&gt;c.    Melakukan koordinasi dengan Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau distributor tentang distribusi Tablet Tambah Darah.&lt;br /&gt;d.    Melakukan pemantauan ke Daerah Tingkat II Kabupaten/Kotamadya dan Kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Pusat :&lt;br /&gt;Depdikbud, Depkes, dan Depag :&lt;br /&gt;a.    Melakukan koordinasi dalam penyusunan paket penyuluhan/kurikulum kesehatan dan gizi, pengadaan dan distribusi untuk tiap propinsi.&lt;br /&gt;b.    Melakukan koordinasi dengan produsen tentang penyediaan Tablet Tambah Darah.&lt;br /&gt;c.    Melaksanakan koordinasi dengan lintas sektor lain (Depsos, BKKBN) serta LSM tentang pengembangan dan pelaksanaan Program Penanggulangan Anemia Gizi untuk Remaja Putri dan WUS.&lt;br /&gt;d.    Melakukan pemantauan ke Daerah Tingkat I Propinsi, Daerah Tingkat II Kabupaten/Kotamadya dan Kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    PENCATATAN DAN PELAPORAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Pencatatan dan pelaporan kegiatan KIE, penyuluhan, deteksi dini dan konseling dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang sudah ada.&lt;br /&gt;2.    Depdikbud, Depkes, Depag dan instansi terkait lain melaporkan kepada instansinya masing-masing sampat ke Tingkat Pusat.&lt;br /&gt;3.    Pencatatan dan pelaporan cakupan suplementasi Tablet Tambah Darah mandiri, dilaksanakan secara tindak langsung melalui data penjualan dan survei.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IV. EVALUASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan program Penanggulangan Anemia Gizi untuk Remaja Putri/WUS, perlu dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan evaluasi meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Kelancaran logistik dan dana.&lt;br /&gt;B.    Pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pembinaan deteksi dini dan konseling.&lt;br /&gt;C.    Survei Cepat Kelainan Gizi.&lt;br /&gt;D.    Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT).&lt;br /&gt;E.    Penelitian atau studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator keberhasilan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku (PSP) Remaja Putri/Wanita tentang anemia gizi.&lt;br /&gt;B.    Cakupan distribusi dan konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri/Wanita.&lt;br /&gt;C.    Kepatuhan minum Tablet Tambah Darah.&lt;br /&gt;D.    Menurunnya prevalensi anemia pada Wanita Usia Subur khususnya Remaja Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil evaluasi sangat bermanfaat sebagai bahan perencanaan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;V. PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Penanggulangan Anemia Gizi untuk Remaja Putri/WUS perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mencapai sumber daya manusia dan generasi penerus yang berkualitas. Program ini sejalan dengan Penanggulangan Anemia Gizi untuk Calon Pengantin Wanita dan Gerakan Pekerja Wanita Sehat Produktif (GPWSP) yaitu penanggulangan anemia gizi pada pekerja wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun peningkatan status kesehatan dan gizi Remaja Putri/Wanita merupakan tanggung jawab masing-masing orang tua dan keluarganya, pendidik, petugas kesehatan, tokoh pemuda/agama serta masyarakat sangat berperan dalam mendukung upaya diatas agar dapat berjalan dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suplemen :    Informasi Tentang Anemia dan Tablet Tambah Darah&lt;br /&gt;        (Materi Rujukan Bagi Guru/Pendidik dan Tokoh Masyarakat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.    PENGERTIAN DAN PENYEBAB ANEMIA&lt;br /&gt;II.    MENGAPA WANITA DAN REMAJA PUTRI SERING MENDERITA ANEMIA&lt;br /&gt;III.    TANDA-TANDA DAN AKIBAT ANEMIA&lt;br /&gt;IV.    CARA MENCEGAH DAN MENGOBATI ANEMIA&lt;br /&gt;V.    MANFAAT TABLET TAMBAH DARAH&lt;br /&gt;VI.    PERAN GURU DAN TOKOH MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;I.    PENGERTIAN DAN PENYEBAB ANEMIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    APAKAH ANEMIA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Anemia oleh orang awam dikenal sebagai “kurang darah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Anemia adalah suatu penyakit dimana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    “Anemia” berbeda dengan “tekanan darah rendah”.&lt;br /&gt;Tekanan darah rendah adalah kurangnya kemampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan kurangnya aliran darah yang sampai ke otak dan bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    APAKAH PENYEBAB ANEMIA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Sebagian besar anemia di Indonesia disebabkan oleh kekurangan zat besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Zat besi adalah salah satu unsur gizi yang merupakan komponen pembentuk Hb atau sel darah merah. Oleh karena itu disebut “Anemia Gizi Besi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Anemia Gizi Besi dapat terjadi karena :&lt;br /&gt;a.    Kandungan zat besi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan.&lt;br /&gt;-    Makanan yang kaya akan kandungan zat besi adalah : makanan yang berasal dari hewani (seperti ikan, daging, hati, ayam).&lt;br /&gt;-    Makanan nabati (dari tumbuh-tumbuhan) misalnya sayuran hijau tua, yang walaupun kaya akan zat besi, namun hanya sedikit yang bisa diserap dengan baik oleh usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Meningkatnya kebutuhan tubuh akan zat besi.&lt;br /&gt;-    Pada masa pertumbuhan seperti anak-anak dan remaja, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat tajam.&lt;br /&gt;-    Pada masa hamil kebutuhan zat besi meningkat karena zat besi diperlukan untuk pertumbuhan janin serta untuk kebutuhan ibu sendiri.&lt;br /&gt;-    Pada penderita penyakit menahun seperti TBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.    Meningkatnya pengeluaran zat besi dari tubuh.&lt;br /&gt;Perdarahan atau kehilangan darah dapat menyebabkan anemia. Hal ini terjadi pada penderita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Kecacingan (terutama cacing tambang). Infeksi cacing tambang menyebabkan perdarahan pada dinding usus, meskipun sedikit tetapi terjadi terus menerus yang mengakibatkan hilangnya darah atau zat besi.&lt;br /&gt;-    Malaria pada penderita Anemia Gizi Besi, dapat memperberat keadaan anemianya.&lt;br /&gt;-    Kehilangan darah pada waktu haid berarti mengeluarkan zat besi yang ada dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.    MENGAPA WANITA DAN REMAJA PUTRI SERING MENDERITA ANEMIA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Pada umumnya masyarakat Indonesia lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati dibandingkan hewani, sehingga masih banyak yang menderita anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Wanita lebih jarang makan makanan hewani dan sering melakukan diit pengurangan makan karena ingin langsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Mengalami haid setiap bulan, sehingga membutuhkan zat besi dua kali lebih banyak daripada pria, oleh karena itu wanita cenderung menderita anemia dibandingkan dengan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.    TANDA-TANDA DAN AKIBAT ANEMIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Tanda-tanda anemia :&lt;br /&gt;1.    LESU, LEMAH, LETIH, LELAH, LALAI (5L)&lt;br /&gt;2.    Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang&lt;br /&gt;3.    Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kult dan telapak tangan menjadi pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Akibat anemia pada :&lt;br /&gt;1.    Anak-anak :&lt;br /&gt;a.    Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.&lt;br /&gt;b.    Menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak.&lt;br /&gt;c.    Meningkatkan risiko menderita penyakit infeksi karena daya tahan tubuh menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Wanita :&lt;br /&gt;a.    Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit.&lt;br /&gt;b.    Menurunkan produktivitas kerja.&lt;br /&gt;c.    Menurunkan kebugaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Remaja putri :&lt;br /&gt;a.    Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.&lt;br /&gt;b.    Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal.&lt;br /&gt;c.    Menurunkan kemampuan fisik olahragawati.&lt;br /&gt;d.    Mengakibatkan muka pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Ibu hamil :&lt;br /&gt;a.    Menimbulkan perdarahan sebelum atau saat persalinan.&lt;br /&gt;b.    Meningkatkan risiko melahirkan Bayi dengan Berat Lahir Rendah atau BBLR (&lt;2,5 kg).&lt;br /&gt;c.    Pada anemia berat, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan/atau bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.    CARA MENCEGAH DAN MENGOBATI ANEMIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Meningkatkan Konsumsi Makanan Bergizi.&lt;br /&gt;1.    Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan makanan hewani (daging, ikan, ayam, hati, telur) dan bahan makanan nabati (sayuran berwarna hijau tua, kacang-kacangan, tempe).&lt;br /&gt;2.    Makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C (daun katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk dan nanas) sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Menambah pemasukan zat besi kedalam tubuh dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Mengobati penyakit yang menyebabkan atau memperberat anemia seperti: kecacingan, malaria dan penyakit TBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.    MANFAAT TABLET TAMBAH DARAH (TTD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Apakah Tablet Tambah Darah itu ?&lt;br /&gt;Tablet Tambah Darah adalah tablet besi folat yang setiap tablet mengandung 200 mg Ferro Sulfat atau 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Mengapa Wanita dan Remaja Putri perlu minum Tablet Tambah Darah ?&lt;br /&gt;1.    Wanita mengalami haid sehingga memerlukan zat besi untuk mengganti darah yang hilang.&lt;br /&gt;2.    Wanita mengalami hamil, menyusui, sehingga kebutuhan zat besinya sangat tinggi yang perlu dipersiapkan sedini mungkin semenjak remaja.&lt;br /&gt;3.    Mengobati wanita dan remaja putri yang menderita anemia.&lt;br /&gt;4.    Meningkatkan kemampuan belajar, kemampuan kerja dan kualitas sumber daya manusia serta generasi penerus.&lt;br /&gt;5.    Meningkatkan status gizi dan kesehatan Remaja Putri dan Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Bagaimana cara minum Tablet Tambah Darah ?&lt;br /&gt;1.    Minumlah 1 (satu) Tablet Tambah Darah seminggu sekali dan dianjurkan minum 1 tablet setiap hari selama haid.&lt;br /&gt;2.    Untuk ibu hamil, minumlah 1 (satu) Tablet Tambah Darah setiap hari paling sedikit selama 90 hari masa kehamilan dan 40 hari setelah melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Apa yang harus diperhatikan tentang Tablet Tambah Darah ?&lt;br /&gt;1.    Minumlah Tablet Tambah Darah dengan air putih, jangan minum dengan the, susu atau kopi karena dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga manfaatnya menjadi berkurang.&lt;br /&gt;2.    Kadang-kadang dapat terjadi gejala ringan yang tidak membahayakan seperti perut terasa tidak enak, mual-mual, susah buang air besar dan tinja berwarna hitam.&lt;br /&gt;3.    Untuk mengurangi gejala sampingan, minumlah TTD setelah makan malam, menjelang tidur. Akan lebih baik bila setelah minum TTD diserta makan buah-buahan seperti : pisang, pepaya, jeruk, dll.&lt;br /&gt;4.    Simpanlah TTD di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak, dan setelah dibuka harus ditutup kembali dengan rapat. TTD yang telah berubah warna sebaiknya tidak diminum (warna asli : merah darah).&lt;br /&gt;5.    Tablet Tambah Darah tidak menyebabkan tekanan darah tinggi atau kebanyakan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.    Dimana dapat membeli Tablet Tambah Darah ?&lt;br /&gt;1.    Tablet Tambah Darah adalah obat bebas terbatas sehingga dapat dibeli di Apotik, Toko Obat, Warung, Bidan Praktek, Pos Obat Desa.&lt;br /&gt;2.    Dianjurkan menggunakan Tablet Tambah Darah generik yang disediakan pemerintah dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;3.    Disamping itu dapat juga dipergunakan Tablet Tambah Darah dengan merk dagang lain yang memenuhi kandungan seperti Tablet Tambah Darah generik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.    PERAN GURU DAN TOKOH MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Apakah peran guru dalam menanggulangi anemia gizi pada remaja putri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Guru sebagai pendidik, diharapkan pada setiap kesempatan dapat secara langsung memberikan pengetahuan kepada anak didiknya terutama Remaja Putri tentang pentingnya mencegah dan mengobati anemia sedini mungkin.&lt;br /&gt;2.    Pendidikan gizi dan kesehatan di SLTP, SLTA, Madrasah Tsanawiyah, Aliyah dan Pondok Pesantren dapat diintegrasikan pada mata pelajaran : Biologi, IPA, Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan)&lt;br /&gt;3.    Kegiatan UKS, PMR serta Saka Bhakti Husada dapat merupakan saran untuk memberikan penyuluhan tentang anemia.&lt;br /&gt;4.    Guru dapat mengadakan komunikasi dengan orang tua murid agar memperhatikan pula status gizi dan kesehatan putrinu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Apakah peran tokoh masyarakat dalam menanggulangi anemi gizi pada Remaja Putri dan Wanita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Tokoh masyarakat seperti Ketua Organisasi, Pimpinan Kelompok, Kader serta petugas lain di luar kesehatan sangat berperan dalam memberikan penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat, khususnya kelompok Remaja Putri di luar sekolah, pekerja wanita informal, ibu-ibu rumah tangga agar selalu menjaga kesehatannya dengan mencegah dan mengobati anemia.&lt;br /&gt;2.    Penyuluhan gizi dan kesehatan di luar sekolah dapat dilaksanakan melalui kegiatan Karang Taruna, Remaja Masjid, Majelis Ta’lim, PKK dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinasi antara guru dan tokoh masyarakat dengan petugas kesehatan atau Puskesmas agar selalu ditingkatkan untuk menanggulangi masalah anemia gizi pada Remaja Putri dan Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5518565475602339013?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5518565475602339013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/06/penanggulangan-anemia-gizi-untuk-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5518565475602339013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5518565475602339013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/06/penanggulangan-anemia-gizi-untuk-remaja.html' title='PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI UNTUK REMAJA PUTRI DAN WANITA USIA SUBUR'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8057337468687316385</id><published>2011-06-03T21:29:00.001-07:00</published><updated>2011-06-03T21:37:39.202-07:00</updated><title type='text'>Masalah Gizi Makro</title><content type='html'>Apa yang dimaksud dengan masalah gizi makro ?&lt;br /&gt;Masalah gizi makro adalah:    masalah gizi yang utamanya disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein.&lt;br /&gt;Status gizi masyarakat dapat digambarkan terutama pada status anak balita dan wanita hamil. Oleh karena itu sasaran dari program perbaikan gizi makro ini berdasarkan siklus kehidupan yaitu dimulai dari wanita usia subur, dewasa, ibu hamil, bayi baru lahir, balita, dan anak sekolah&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa saja maslah gizi makro ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Berat Bayi lahir Rendah (BBLR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat dari dampak krisis ekonomi terhadap kesehatan adalah ibu dan pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas bayi yang dilahirkan dan anak yang dibesarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi dengan berat lahir rendah adalah salah satu hasil dari ibu hamil yang menderita kurang energi kronis dan akan mempunyai status gizi buruk. BBLR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan balita, juga dapat berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang yaitu akan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan mental anak, serta berpengaruh pada penurunan kecerdasan (IQ). Setiap anak yang berstatus gizi buruk mempunyai resiko kehilangan IQ 10 – 13 poin. Pada tahun 1999 diperkirakan terdapat kurang lebih1,3 juta anak bergizi buruk, maka berarti terjadi potensi kehilangan IQ sebesar 22 juta poin.2 Sementara itu prevalensi BBLR pada saat ini diperkirakan 7 – 14 % (yaitu sekitar 459.200 – 900.000 bayi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Gizi Kurang pada Balita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gizi Kurang merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Berdasarkan hasil susenas data gizi kurang tahun 1999 adalah 26.4 %, sementara itu data gizi buruk tahun 1995 yaitu 11.4 %. Sedangkan untuk tahun 2000 prevalensi gizi kurang 24.9 % dan gizi buruk 7.1%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gizi buruk adalah keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Tanda-tanda klinis dari gizi buruk secara garis besar dapat dibedakan marasmus, kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor. 2 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Gangguan Pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak selanjutnya dari gizi buruk pada anak balita adalah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Gangguan ini akan menjadi serius bila tidak ditangani secara intensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Survei Tinggi Badan Anak Baru masuk Sekolah (TB-ABS) di lima propinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Maluku dan Irian Jaya) pada tahun 1994 dan tahun 1998 menunjukkan prevalensi gangguan pertumbuhan anak  usia   5 – 9 tahun masing-masing 42.4 % dan 37.8 %. Dari angka tersebut terjadi penurunan yang cukup berarti, tetapi secara umum, prevalensi gangguan pertumbuhan ini masih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kurang Energi Kronis (KEK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEK dapat terjadi pada Wanita Usia Subur (WUS) dan pada ibu hamil (bumil). KEK adalah keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu. (Departemen Kesehatan, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.    Pada Wanita Usia Subur (WUS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan kesehatan dan status gizi pada WUS merupakan pendekatan yang potensial dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kondisi WUS yang sehat dan berstatus gizi baik akan menghasilkan bayi dengan kualitas yang baik, dan akan mempunyai risiko yang kecil terhadap timbulnya penyakit selama kehamilan dan melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data Susenas pada tahun 1999 menunjukkan bahwa status gizi pada WUS yang menderita KEK (LILA &lt; 23.5 cm) sebanyak 24.2 %. Hasil analisis IMT pada 27 ibukota  propinsi  menunjukkan  KEK  pada  wanita  dewasa (IMT&lt; 18.5) sebesar 15.1 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.    Pada Ibu Hamil (Bumil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Pada keadaan ini banyak ibu yang meninggal karena perdarahan, sehingga akan meningkatkan angka kematian ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data SDKI tahun 1997 angka kematian bayi adalah 52.2 per 1000 kelahiran hidup dan dari data SDKI tahun 1994 angka kematian ibu adalah 390 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan dari data Susenas pada tahun 1999, ibu hamil yang mengalami risiko KEK adalah 27.6 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebab masalah tersebut ?&lt;br /&gt;UNICEF (1988) telah mengembangkan kerangka konsep makro  sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi masalah kurang gizi.  Dalam kerangka tersebut ditunjukkan bahwa masalah gizi kurang dapat disebabkan oleh:&lt;br /&gt;A. Penyebab langsung&lt;br /&gt;Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.&lt;br /&gt;B. Penyebab tidak langsung&lt;br /&gt;Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu : &lt;br /&gt;- Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai.  Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. &lt;br /&gt;- Pola pengasuhan anak kurang memadai.  Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial.&lt;br /&gt;- Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai.   Sistim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga faktor tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan keluarga. Makin tinggi tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan, makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan maka akan makin banyak keluarga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan. &lt;br /&gt;C. Pokok masalah di masyarakat&lt;br /&gt;Kurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai faktor langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;D. Akar masalah&lt;br /&gt;Kurangnya pemberdayaan wanita dan keluarga serta kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat terkait dengan meningkatnya  pengangguran, inflasi dan kemiskinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi, politik dan keresahan sosial yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Keadaan tersebut teleh memicu munculnya kasus-kasus gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya apa yang bisa dilakukan ?&lt;br /&gt;Pemerintah dapat melaksanakan berbagai upaya untuk menurunkan penderita gizi kurang yaitu antara lain dengan cara menjamin setiap ibu menyusui ASI eksklusif, menjamin setiap ibu memperoleh pendampingan dan dukungan program gizi.  Sesuai dengan skema berikut, upaya perbaikan gizi tidak hanya melibatkan soal teknis kesehatan akan tetapi menyangkut aspek sosial, politik, ekonomi, ideologi dan kebudayaan. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan upaya terintegrasi lintas program maupun lintas sektor terkait baik di tingkat pusat maupun tingkat propinsi dan kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktorat Gizi Masyarakat, Tata Laksana Penanggulangan Gizi Buruk, Jakarta 2000&lt;br /&gt;Tim Kewaspadaan Pangan dan Gizi Pusat, Situasi Pangan dan gizi di Indonesia, Jakarta, 2000&lt;br /&gt;6Departemen Kesehatan, Status Gizi dan Imunisasi Ibu dan Anak di Indonesia, Jakarta, 1999&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan,  Tuntutan Praktis Bagi Tenaga gizi Puskesmas, Bekalku Membina Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), Jakarta, 1999&lt;br /&gt;im Koordinasi Penanggulangan masalah Gizi Pangan dan Gizi, Gerakan nasional penanggulangan masalah Pangan dan Gizi di Indonesia, Jakarta, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8057337468687316385?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8057337468687316385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/06/masalah-gizi-makro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8057337468687316385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8057337468687316385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/06/masalah-gizi-makro.html' title='Masalah Gizi Makro'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-6935499228004541384</id><published>2011-06-03T21:18:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T21:41:05.535-07:00</updated><title type='text'>HERNIA NUKLEUS PULPOSUS</title><content type='html'>Pengertian&lt;br /&gt;Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah bantalan diantara tubuh vertebra. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus pulposus. HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus. (Brunner &amp; Suddarth, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hernia Nukleus Pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau bawahnya, bisa juga langsung ke kanalis vertebralis. (Priguna Sidharta, 1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi&lt;br /&gt;Protrusi atau ruptur nukleus pulposus biasanya didahului dengan perubahan degeneratif yang terjadi pada proses penuaan. Kehilangan protein polisakarida dalam diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Perkembangan pecahan yang menyebar di anulus melemahkan pertahanan pada herniasi nukleus. Setela trauma *jatuh, kecelakaan, dan stress minor berulang seperti mengangkat) kartilago dapat cedera.&lt;br /&gt;Pada kebanyakan pasien, gejala trauma segera bersifat khas dan singkat, dan gejala ini disebabkan oleh cedera pada diskus yang tidak terlihat selama beberapa bulan maupun tahun. Kemudian pada degenerasi pada diskus, kapsulnya mendorong ke arah medula spinalis atau mungkin ruptur dan memungkinkan nukleus pulposus terdorong terhadap sakus dural atau terhadap saraf spinal saat muncul dari kolumna spinal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hernia nukleus pulposus ke kanalis vertebralis berarti bahwa nukleus pulposus menekan pada radiks yang bersama-sama dengan arteria radikularis berada dalam bungkusan dura. Hal ini terjadi kalau tempat herniasi di sisi lateral. Bilamana tempat herniasinya ditengah-tengah tidak ada radiks yang terkena. Lagipula,oleh karena pada tingkat L2 dan terus kebawah sudah tidak terdapat medula spinalis lagi, maka herniasi di garis tengah tidak akan menimbulkan kompresi pada kolumna anterior.&lt;br /&gt;Setelah terjadi hernia nukleus pulposus sisa duktus intervertebralis mengalami lisis sehingga dua korpora vertebra bertumpang tindih tanpa ganjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;Nyeri dapat terjadi pada bagian spinal manapun seperti servikal, torakal (jarang) atau lumbal. Manifestasi klinis  bergantung pada lokasi, kecepatan perkembangan (akut atau kronik) dan pengaruh pada struktur disekitarnya. Nyeri punggung bawah yang berat, kronik dan berulang (kambuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Diagnostik&lt;br /&gt;1.    RO Spinal : Memperlihatkan perubahan degeneratif pada tulang belakang&lt;br /&gt;2.    M R I : untuk melokalisasi protrusi diskus kecil sekalipun terutama untuk penyakit spinal lumbal.&lt;br /&gt;3.    CT Scan dan Mielogram jika gejala klinis dan patologiknya tidak terlihat pada M R I&lt;br /&gt;4.    Elektromiografi (EMG) : untuk melokalisasi radiks saraf spinal khusus yang terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan &lt;br /&gt;1.    Pembedahan&lt;br /&gt;Tujuan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik.&lt;br /&gt;Macam :&lt;br /&gt;a.    Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral&lt;br /&gt;b.    Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis, memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis, mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks&lt;br /&gt;c.    Laminotomi : Pembagian lamina vertebra.&lt;br /&gt;d.    Disektomi dengan peleburan.&lt;br /&gt;2.    Immobilisasi&lt;br /&gt;Immobilisasi dengan mengeluarkan kolor servikal, traksi, atau brace.&lt;br /&gt;3.    Traksi&lt;br /&gt;Traksi servikal yang disertai dengan penyanggah kepala yang dikaitkan pada katrol dan beban.&lt;br /&gt;4.    Meredakan Nyeri&lt;br /&gt;Kompres lembab panas, analgesik, sedatif, relaksan otot, obat anti inflamasi dan jika perlu kortikosteroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian&lt;br /&gt;1.    Anamnesa&lt;br /&gt;Keluhan utama, riwayat perawatan sekarang, Riwayat kesehatan dahulu, Riwayat kesehatan keluarga&lt;br /&gt;2.    Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;Pengkajian terhadap masalah pasien terdiri dari awitan, lokasi dan penyebaran nyeri, parestesia, keterbatasan gerak dan keterbatasan fungsi leher, bahu dan ekstremitas atas. Pengkajian pada daerah spinal servikal meliputi palpasi yang bertujuan untuk mengkaji tonus otot dan kekakuannya.&lt;br /&gt;3.    Pemeriksaan Penunjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa Keperawatan yang Muncul&lt;br /&gt;1.    Nyeri b.d Kompresi saraf, spasme otot&lt;br /&gt;2.    Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, terapi restriktif dan kerusakan neuromuskulus&lt;br /&gt;3.    Ansietas b.d tidak efektifnya koping individual&lt;br /&gt;4.    Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai kondisi, prognosis dan tindakan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi&lt;br /&gt;1.    Nyeri b.d kompresi saraf, spasme otot&lt;br /&gt;a.    Kaji keluhan nyeri, lokasi, lamanya serangan, faktor pencetus / yang memperberat. Tetapkan skala 0 – 10&lt;br /&gt;b.    Pertahankan tirah baring, posisi semi fowler dengan tulang spinal, pinggang dan lutut dalam keadaan fleksi, posisi telentang&lt;br /&gt;c.    Gunakan logroll (papan) selama melakukan perubahan posisi&lt;br /&gt;d.    Bantu pemasangan brace / korset&lt;br /&gt;e.    Batasi aktifitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;f.    Ajarkan teknik relaksasi&lt;br /&gt;g.    Kolaborasi : analgetik, traksi, fisioterapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, terapi restriktif dan kerusakan neuromuskulus&lt;br /&gt;a.    Berikan / bantu pasien untuk melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif&lt;br /&gt;b.    Bantu pasien dalam melakukan aktivitas ambulasi progresif&lt;br /&gt;c.    Berikan perawatan kulit dengan baik, masase titik yang tertekan setelah rehap perubahan posisi. Periksa keadaan kulit dibawah brace dengan periode waktu tertentu.&lt;br /&gt;d.    Catat respon emosi / perilaku pada immobilisasi&lt;br /&gt;e.    Demonstrasikan penggunaan alat penolong seperti tongkat.&lt;br /&gt;f.    Kolaborasi : analgetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Ansietas b.d tidak efektifnya koping individual&lt;br /&gt;a.    Kaji tingkat ansietas pasien&lt;br /&gt;b.    Berikan informasi yang akurat&lt;br /&gt;c.    Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan masalah seperti kemungkinan paralisis, pengaruh terhadap fungsi seksual, perubahan peran dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;d.    Kaji adanya masalah sekunder yang mungkin merintangi keinginan untuk sembuh dan mungkin menghalangi proses penyembuhannya.&lt;br /&gt;e.    Libatkan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai kondisi, prognosis&lt;br /&gt;a.    Jelaskan kembali proses penyakit dan prognosis dan pembatasan kegiatan&lt;br /&gt;b.    Berikan informasi mengenai mekanika tubuh sendiri untuk berdiri, mengangkat dan menggunakan sepatu penyokong&lt;br /&gt;c.    Diskusikan mengenai pengobatan dan efek sampingnya.&lt;br /&gt;d.    Anjurkan untuk menggunakan papan / matras yang kuat, bantal kecil yang agak datar dibawah leher, tidur miring dengan lutut difleksikan, hindari posisi telungkup.&lt;br /&gt;e.    Hindari pemakaian pemanas dalam waktu yang lama&lt;br /&gt;f.    Berikan informasi mengenai tanda-tanda yang perlu diperhatikan seperti nyeri tusuk, kehilangan sensasi / kemampuan untuk berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.    Smeltzer, Suzane C,  Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &amp; Suddarth edisi 8 Vol 3, Jakarta : EGC, 2002&lt;br /&gt;2.    Doengoes, ME, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Edisi 2, Jakarta : EGC, 2000.&lt;br /&gt;3.    Tucker,Susan Martin,Standar Perawatan Pasien edisi 5,  Jakarta : EGC, 1998.&lt;br /&gt;4.    Long, Barbara C, Perawatan Medikal Bedah, Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran, 1996.&lt;br /&gt;5.    Priguna Sidharta,  Sakit Neuromuskuloskeletal dalam Praktek, Jakarta : Dian Rakyat, 1996.&lt;br /&gt;6.    Chusid, IG,  Neuroanatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional, Yogyakarta : Gajahmada University Press, 1993.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-6935499228004541384?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/6935499228004541384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/06/hernia-nukleus-pulposus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6935499228004541384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6935499228004541384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/06/hernia-nukleus-pulposus.html' title='HERNIA NUKLEUS PULPOSUS'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-1571599744796656162</id><published>2011-05-08T23:34:00.001-07:00</published><updated>2011-05-08T23:34:57.299-07:00</updated><title type='text'>LANJUT USIA</title><content type='html'>Pengertian:&lt;br /&gt;Kelompok penduduk yang berusia 65 tahun keatas. jika lebih dari 70 tahun dikatakan lansia resiko tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia:&lt;br /&gt;a.    Kemunduran fisik:&lt;br /&gt;-    Secara umum (jantung, paru, otot, dll).&lt;br /&gt;-    Fleksibilitas menurun.&lt;br /&gt;-    Makna reaksi menurun.&lt;br /&gt;-    Daya tahan status fisik menurun.&lt;br /&gt;-    Sexualitas menurun.&lt;br /&gt;b.    Kemunduran psikologis&lt;br /&gt;-    Daya pikir menurun.&lt;br /&gt;-    Perubahan aspek kepribadian.&lt;br /&gt;-    Emosi, sukar tidur, bicara melantur.&lt;br /&gt;- kreativitas, produktivitas menurun. &lt;br /&gt;c.    Kemampuan Sosial:&lt;br /&gt;-    Kehilangan kedudukan.&lt;br /&gt;-    Kehilangan teman “teman hidup”.&lt;br /&gt;-    Penyesuian diri kurang.&lt;br /&gt;-    Sulit untuk menerima gagasan baru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG PERLU DIWASPADAI  JIKA SUDAH MENJADI LANSIA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Jika ada benjolan di tubuh yang sebelumnya tidak ada.&lt;br /&gt;-    Mata kabur seperti berkabut&lt;br /&gt;-    Sering sakit-sakitan&lt;br /&gt;-    Sering sempoyongan&lt;br /&gt;-    Pikun bertambah&lt;br /&gt;-    Sering kencing. Haus dan cepat lapar&lt;br /&gt;-    Jaga berat badan jangan sampai gendut&lt;br /&gt;-    Susah buang air besar&lt;br /&gt;-    Batuk  lama&lt;br /&gt;-    Sulit kencing&lt;br /&gt;-    Sering anyang-anyangan&lt;br /&gt;-    Sering pusing&lt;br /&gt;-    Dada berdebar&lt;br /&gt;-    Kaki bengkak&lt;br /&gt;-    Ingin menyendiri/cepat marah&lt;br /&gt;-    Badan terasa dingin&lt;br /&gt;-    Badan dan persendian terasa nyeri&lt;br /&gt;Permasalahan kesehatan lanjut usia&lt;br /&gt;1.    Permasalahan umum.&lt;br /&gt;a.    Besarnya jumlah dan tingginya kenaikan presentase lansia.&lt;br /&gt;b.    Jumlah lansia miskin semakin banyak.&lt;br /&gt;c.    Nilai kekerabatan melemah dan tatanan masyarakat makin individual.&lt;br /&gt;d.    Rendahnya kualitas dan kuantitas pelayanan lansia.&lt;br /&gt;e.    Terbatasnya sarana dan prasarana pelayanan lansia&lt;br /&gt;f.    Adanya dampak pembangunan yang merugikan kehidupan dan penghidupan lansia. &lt;br /&gt;2.    Permasalahan khusus&lt;br /&gt;a.    Terjadinya perubahan normal pada fisik lansia, meliputi:&lt;br /&gt;Kulit menjadi kering, rambut beruban dan rontok. Penglihatan menurun, pendengaran menurun, indra perasa menurun, tulang keropos, tinggi badan menyusut. Penurunan fungsi organ reproduksi (terutama wanita).&lt;br /&gt;b.    Terjadinya perubahan abnormal pada fisik lansia, misalnya:&lt;br /&gt;Katarak, kelainan sendi, kelainan prostat (pada laki-laki), tidak bisa kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mengatasi permasalahan kesehatan lansia dikelompokkan:&lt;br /&gt;-    Upaya pembinaan kesehatan (hindari berat badan yang berlebihan, kurangi makan dan pilihlah makanan yang sesuai, olahrag ringan dan teratur, hindari timbulnya kecelakaan, hindari faktor resiko penyakit jantung, pemeriksaan kesehatan secara periodik).&lt;br /&gt;-    Upaya pemeliharaan kesehatan, meliputi: Olahraga secara teratur (3x/ mgg yakni jalan kaki kalau bisa berkecepatan 6 Km/ jam selama 45-60 mnt).&lt;br /&gt;Diet dengan pedoman: susunan makanan yang beraneka ragam, mengurangi konsumsi gula, garam dan membatasi konsumsi lemak, meningkatkan serat dan pati sebagai sumber kalori.  &lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan mental diusaha kan: tetap aktif secara mental, tetap aktif dalam kehidupan sosial, menjauhi polusi mental, meningkatkan kehidupan spiritual, menerima proses menjadi tuan dengan ikhlas dan menyesuaikan dengan realitas.&lt;br /&gt;-    Upaya pelayanan kesehatan meliputi:&lt;br /&gt;Upaya promotif (peningkatan kesehatan), preventif (pencegahan), diagnosa dini dan pengobatan, pencegahan kecacatan, dan upaya rehabilitatif (pemulihan).&lt;br /&gt;-    Upaya perawatan.&lt;br /&gt;-    Upaya pelembagaan lanjut usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;PELATIHAN KADER  LANJUT USIA Oleh Kelompok 3&lt;br /&gt;Praktek Keperawatan Komunitas Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas AirlanggaSurabaya 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-1571599744796656162?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/1571599744796656162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/05/lanjut-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/1571599744796656162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/1571599744796656162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/05/lanjut-usia.html' title='LANJUT USIA'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4115019590701061238</id><published>2011-05-08T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-05-08T21:33:17.940-07:00</updated><title type='text'>Pertumbuhan dan Perkembangan  Remaja</title><content type='html'>1. PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh adalah bertambahnya ukuran anak dari segi jasmaniah&lt;br /&gt;Kembang adalah berkembangnya kemampuan/keahlian anak&lt;br /&gt;Remaja adalah seorang manusia yang sedang mengalami masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa( usia 10-19 tahun, menurut WHO)&lt;br /&gt;Perubahan fisik pada remaja:&lt;br /&gt;Remaja Pria&lt;br /&gt; Bahu melebar&lt;br /&gt; Percepatan pertumbuhan BB dan TB&lt;br /&gt; Otot-otot lebih menonjol&lt;br /&gt; Seks sekunder : kumis, jakun, suara lebih besar, tumbuh rambut pubis, pullutio (mimpi basah)&lt;br /&gt;Remaja Wanita&lt;br /&gt;- Payudara membesar&lt;br /&gt;- Percepatan pertumbuhan BBdan TB&lt;br /&gt;- Sek sekunder : tumbuh rambut pubis&lt;br /&gt;- Pertumbuhan organ reproduksi dengan ditandai adanya menstruasi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL&lt;br /&gt;A. Perkembangan Psikologis&lt;br /&gt; Mencari identitas, mencari diri sendiri dan ingin tahu tentang dirinya, soal apa dan siapa&lt;br /&gt; Dengan cara pengukuran kemampuan dalam bentuk kemauan yang tidak dapat dikompromi&lt;br /&gt; Dengan cara perilaku yang cenderung melepaskan diri sedikit demi sedikit dari ikatan psikis ortu (lebih suka pergi dengan teman-temannya)&lt;br /&gt; Ingin disapih, tapi masih ingin kasih sayang, mendambakan pribadinya dihargai&lt;br /&gt;B. Emosi&lt;br /&gt;Usia remaja emosi meningkat, sehingga rangsangan/stimulus sedikit sudah menimbulkan luapan emosi besar (marah,menangis )&lt;br /&gt;C. Kecerdasan&lt;br /&gt;Perkembangan intelektual masih berlangsung sampai usia 21 tahun dimana remaja lebih suka belajar sesuatu yang mengandung logika yang dapat dihubungkan dengan yang lain&lt;br /&gt;D. Percintaan&lt;br /&gt;Akibat sudah masaknya kelenjar kelamin remaja, maka timbul perhatian pada lawan jenis (ini tanda yang khas pada usia remaja )&lt;br /&gt;Proses percintaan dimulai dari:&lt;br /&gt; CRUSH : Saling membenci antara laki-laki dan perempuan. Penyaluran cinta pada masa ini adalah memuja orang  yang lebih tua sejenis (mis. Tokoh tertentu)&lt;br /&gt; HERO WORHIPING :Memuja orang yang lebih tua , berlawanan jenis, biasanya tdk dikenal.&lt;br /&gt; BOY BRITY &amp; GRESY : Masa kasih sayang remaja ditujukan pada teman-teman sebaya, kadang saling perhatian antara laki-laki dan perempuan&lt;br /&gt; PUPPY LOVE/ CINTA MONYET :Cinta remaja sudah mulai tertuju pada satu orang, tapi belum stabil sehingga masih ganti-ganti pasangan.&lt;br /&gt; ROMANTIK LOVE : Cinta remaja menemukan sasaranya dan percintaanya sudah stabil, tidak jarang berakhir dengan perkawinan. &lt;br /&gt;E.  Problematika Remaja&lt;br /&gt; Memilih pekerjaan dan kesempatan belajar&lt;br /&gt; Kesehatan : pertumbuhan badan perlu makan yang sesuai baik kualitas dan kuantitas, perlu perawatan tubuh yang menarik, larangan merokok dari ortu,timbulnya penyakit dismenorhe, sakit kepala, perubahan pada alat kelamin.&lt;br /&gt; Sekolah : perhatian guru hanya pada anak yang pandai dan banyak waktu yg harus digunakan untuk belajar.&lt;br /&gt; Seks : Remaja putri secara fisik sudah siap  untuk berhubungan seks tapi norma tidak mengijinkan sebelum menikah, sedangkan secara sosial belum boleh. Remaja hanya punya pengetahuan hubungan seks remaja pranikah dari teman, buku yang sebenarnya belum lengkap. Mereka belum tahu/ingin tahu tentang bahaya dan akibat hubungan seks, masturbasi/onani,  dan menstruasi.&lt;br /&gt; Keluarga : sering terjadi pertengkaran antara remaja dan orang tua. Menurutnya orang tua hanya mendikte, menyuruh, melarang, orang tua acuh dengan kegiatan remaja (terutama pada teman-temannya)&lt;br /&gt; Emosi : emosi masih labil&lt;br /&gt; Agama dan akhlak : ragu terhadap agama, karena berfikir secara logika dan menganggap agama menghambat kehidupannya.&lt;br /&gt; Kehidupan sosial : adat istiadat, remaja suka hal-hal yang baru, yang sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI MASA REMAJA :&lt;br /&gt;1. Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri&lt;br /&gt;2. Menerima diri sendirimeningkatkan keimanan&lt;br /&gt;3. Bersikap terbuka&lt;br /&gt;4. Mempunyai kegiatan yang positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengatasi problem remaja&lt;br /&gt;a) Hargailah Dia, remaja butuh penghargaan&lt;br /&gt; Dirinya mau dipandang&lt;br /&gt; Tidak suka dibantah&lt;br /&gt; Jangan buru-buru disalahkan&lt;br /&gt; Diskusi untuk kata sepakat, kesadaran remaja sendiri&lt;br /&gt;b) Jangan memojokkan, remaja yang terpokok biasanya bertambah nekat maka berilah selalu beberapa kemungkinan yang dapat dipilih oleh remaja&lt;br /&gt;c) Hormati rahasianya, bila remaja mempunyai buku harian yang selalu terkunci, jangan diganggu kecuali dalam keadan darurat.&lt;br /&gt;d) Jangan mencela teman-temannya, teman tolak ukur bagi remaja, mencela teman sama dengan mencela diri remaja tersebut.&lt;br /&gt;e) Jangan membandingkan dengan saudara/orangtua, karena dapat menimbulkan rasa iri bila dibandingkan dengan orang lain, antipati bila dibandingkan dengan orang tua.&lt;br /&gt;f) Jangan melarang remja melakukan sesuatu yang dilakukan orang tua, karena orang tua merupakan contoh pertama yang baik.&lt;br /&gt;g) Sertakan mereka dalam pemecahan masalah, sehingga timbul tanggung jawab.&lt;br /&gt;h) Anggap saja pacaran sebagai hal biasa, misal : anak SMP sudah mulai pacaran :&lt;br /&gt; Tanggapi secara biasa&lt;br /&gt; Sikap orang tua yang wajar saja, maka remaja tidak takut untuk berkomunikasi dengan orang tua tentang temannya/pacarnya&lt;br /&gt; Orang tua biasa memonitor perkembangan pacaran anaknya&lt;br /&gt; Remaja jangan selalu dikekang dalam pacaran bisa lepas kendalai dari orang tua &lt;br /&gt;i) Bersabar : jangan terburu marah bila remaja tidak cepat berubah/bereaksi kelakuannya seperti dikehendaki orang tua, bisa melalui proses lama/ sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j) Petunjuk tentang pendidikan seks bagi remaja&lt;br /&gt; Jangan mengira bahwa remaja tidak tahu apa-apa tentang seks&lt;br /&gt; Sebagian dari pengetahuan remaja tentang seks keliru dan berbahaya&lt;br /&gt; Memberi pengetahuan yang benar tentang seks pada remaja&lt;br /&gt; Bersikap netral apabila bicara soal seks&lt;br /&gt; Dapat digunakan nama-nama anatomi dalam menyebutkan alat-alat seksual&lt;br /&gt; Tunjukkan bahwa larangan agama tentang seks, didukung oleh ilmu pengetahuan&lt;br /&gt; Orang tua perlu ilmu pengetahuan yang benar&lt;br /&gt; Memberikan bacaan yang sehat tentang seks yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;- Kesehatan reproduksi remaja(materi dasar penyuluhan) kanwil depkes propinsi  Jawa Tengah, 2000 &lt;br /&gt;- Kumpulan makalah pelatihan askep keluarga, FKUI Jakarta 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4115019590701061238?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4115019590701061238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4115019590701061238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4115019590701061238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-remaja.html' title='Pertumbuhan dan Perkembangan  Remaja'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5152022506107086279</id><published>2011-04-18T20:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T20:46:21.461-07:00</updated><title type='text'>Madu</title><content type='html'>Apa madu itu ?&lt;br /&gt;Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesiadisebutkan bahwa madu adalah cairan atau benda cair yang dihasilkan oleh lebah yang rasanyamanis dan bisa dipergunakan sebagai obat. Hal ini disebutkan juga di dalam kita suci Al-Qur’an &lt;br /&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [QS. An-Nahl: 68-69]&lt;br /&gt;Apa kandungan dari madu ?&lt;br /&gt;Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41%), glukosa ( 35% ), sukrosa ( 1,9% ) dan dekstrin ( 1,5% ) karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.&lt;br /&gt;Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino ensesial maupun non esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita. vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfit. Meski jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan mineral ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat oleh darah manusia.&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa bantuan madu. Madu juga mengandung zat antibiotik, kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter. C. Molan (1992) penelitian dari Departemen of Biologikal Seinces, University of Waikoto, di Hamilton Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit.&lt;br /&gt;Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Manfaat madu bagi manusia ?&lt;br /&gt;Selama ini banyak orang mengenal madu sebatas sebagai jenis makanan. Mungkin kita tahu kalau madu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.&lt;br /&gt;Untuk Kesehatan &lt;br /&gt;1.    Madu dalam konsentrasi 30% hingga 50% fungsinya jauh lebih baik dari obat antibiotik. Madu kental menghentikan pertumbuhan bakteri Candida alba. Madu yang mengencer hingga 40% menjadi bersifat bacteridal (pembunuh bakteri), sehingga mampu berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur.&lt;br /&gt;2.    Madu ampuh melawan Salmonela shigela, E. Coli dan Vibrio cholera penyebab penyakit kolera yang telah merenggut jutaan penduduk dunia. &lt;br /&gt;3.    Madu dapat mengobati luka infeksi setelah operasi, borok, obat untuk terapi pasca operasi pasien kanker vulva, luka jahitan dan pencangkokan kulit. &lt;br /&gt;4.    Madu memperpendek masa hidup bakteri diare pada balita.&lt;br /&gt;5.     Sebagai obat luka, madu mampu menyerap air pada luka, sehingga mencegah infeksi dan memperbaiki jaringan dengan cepat. Madu menembus luka dalam, dan membantu pembentukan butiran jaringan baru. &lt;br /&gt;6.    Madu menghentikan pertumbuhan organisme patogen pada pasien infeksi saluran kencing. &lt;br /&gt;7.     Karena mengandung gula yang cepat diserap oleh sistem pencernaan, madu adalah sumber energi instan. &lt;br /&gt;8.     Madu bersifat antibakteri karena keasaman alami dan hidrogen peroksida yang dihasilkannya. &lt;br /&gt;9.    Konsumsi madu secara teratur memperkuat sel darah putih untuk melawan bakteri dan penyakit yang diakibatkan oleh virus. &lt;br /&gt;10.    Madu baik untuk mata dan penglihatan. &lt;br /&gt;11.    Mengurangi efek yang ditimbulkan oleh racun. &lt;br /&gt;12.    Madu berguna untuk infeksi saluran kencing. Infeksi kandung kemih Campurkan 2 sendok makan bubuk kayumanis dan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air suam-suam kuku. Setelah itu diminum. Ramuan ini membunuh kuman-kuman dalam kandung kemih. &lt;br /&gt;13.    Madu mengatasi rasa pusing. Sakit kepala sinus. Minum campuran madu dan juice jeruk dapat menyembuhkan sakit kepala karena sinus&lt;br /&gt;14.    Madu yang langsung diambil dari sarangnya dapat meningkatkan berat badan., dan merupakan obat pencahar yang ringan. Kelebihan berat badan. Minum segelas air yang direbus bersama madu dan bubuk kayu manis setiap pagi ½ jam sebelum sarapan atau saat perut masih kosong. Bila dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, bahkan bagi orang yang sangat gemuk, minum ramuan ini secara teratur akan mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, meski tetap makan makanan kalori tinggi.&lt;br /&gt;15.     Madu yang disimpan lama membantu metabolisma tubuh. &lt;br /&gt;16.     Madu bisa mengawetkan makanan. Kue-kue dengan menggunakan madu sebagai pengganti gula pasir akan lebih lama segarnya karena mengandung antibiotik alamiah.&lt;br /&gt;17.     Madu mengatasi gangguan pernapasan, terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernapasan. &lt;br /&gt;18.     Madu dipercaya sebagai aprodisiak atau pembangkit gairah seksual. &lt;br /&gt;19.     Madu adalah disinfektan ringan, sehingga mampu menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi tenggorokan yang kering atau teriritasi. &lt;br /&gt;20.    Para penyanyi opera memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi tenggorokan mereka agar bisa menyanyi dengan kualitas suara yang prima. &lt;br /&gt;21.    Satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori. &lt;br /&gt;22.    Semua madu alam bisa mengobati luka karena lecet atau terbakar. &lt;br /&gt;23.     Madu bisa mengobati masuk angin. &lt;br /&gt;24.     Sembelit bisa diatasi dengan madu. &lt;br /&gt;25.    Penderita maag, aman mengonsumsi madu. &lt;br /&gt;26.    Penderita diabetes juga aman mengonsumsi madu, di bawah pengawasan dokter.&lt;br /&gt;27.     Penderita alergi di sebuah lingkungan, bisa disembuhkan dengan mengonsumsi sesendok madu setiap hari dari lingkungan yang sama. &lt;br /&gt;28.    Campuran madu dan jus wortel bermanfaat untuk penglihatan dan baik untuk mereka yang sering berlama-lama bekerja di hadapan komputer. &lt;br /&gt;29.    Madu bisa menghilangkan gejala asma jika dikonsumsi dalam bentuk jus bersama bubuk lada hitam dan jahe. &lt;br /&gt;30.     Untuk menjaga tekanan darah, madu dikonsumsi bersama bawang putih. &lt;br /&gt;31.    Setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging. &lt;br /&gt;32.    Madu bermanfaat untuk kesehatan lambung. Kembung , Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu yang diminum bersama kayu manis dapat mengurangi gas dalam perut. &lt;br /&gt;33.     Madu sangat bermanfaat menormalisasi fungsi organ tubuh, dan menyegarkan kerja urat syaraf. Kebugaran. Agar raga sehat dan bugar, minumlah satu sendok madu lebah setiap&lt;br /&gt;pagi sebelum sarapan. &lt;br /&gt;34.    Gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum yang memberi sumber tenaga bagi jantung. &lt;br /&gt;35.     Kandungan mineral madu dapat mengurangi derajat keasaman dan membantu mencegah pendarahan lambung. &lt;br /&gt;36.    Juice pepaya dicampur madu berkhasiat bagi pertumbuhan anak, ibu hamil dan memperlancar air susu ibu. &lt;br /&gt;37.     Campuran air kelapa dan madu berkhasiat meniadakan akibat buruk dari gairah seks yang berlebihan. &lt;br /&gt;38.    Mengurangi rasa sakit ketika datang bulan. &lt;br /&gt;39.     Menambah tenaga pada saat kehamilan dan persalinan serta menguatkan janin.&lt;br /&gt;40.     Campuran madu, jamu dan telur mempercepatkan proses penyembuhan luka dalam perut atau rahim setelah melahirkan. &lt;br /&gt;41.     Madu dapat mengobati luka terbakar, kulit yang terkena cipratan minyak panas, air panas atau knalpot motor. &lt;br /&gt;42.     Jeruk peras ditambah madu dapat mengatasi gangguan jantung. &lt;br /&gt;43.    Arthritis (radang sendi / Encok). Ambil 1 bagian madu dan 2 bagian air suam-suam kuku. Tambahkan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis. Campur madu, air suam-suam kuku dan bubuk kayu manis. Pijat ke bagian yang sakit secara perlahan. Rasa sakit akan berkurang dalam waktu 1-2 menit. Atau penderita arthritis dapat minum 1 cangkir air panas dengan 2 sendok madu dan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis setiap hari, pagi dan malam. &lt;br /&gt;44.    Bila diminum teratur, ramuan ini dapat mengobati penyakit arthritis kronis. Penelitian terakhir Copenhagen University menggunakan campuran 1 sendok makan madu dan ½ sendok teh bubuk kayu manis yang diberikan kepada pasien sebelum sarapan. Hasilnya dalam seminggu 73 dari 200 pasien yang diobati sembuh total. Kebanyakan pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis dapat berjalan tanpa rasa sakit&lt;br /&gt;45.    Madu menambah kesuburan pria dan wanita. Pengobatan Yunani dan Ayurveda telah menggunakan madu selama bertahun-tahun untuk memperkuat semen (air mani = sperma) para pria. Dua sendok makan madu yang diminum secara teratur sebelum tidur akan berefek menyuburkan. Wanita Jepang, Cina dan Asia Timur yang sulit hamil dan ingin memperkuat rahim, lazim mengkonsumsi bubuk kayu manis sejak berabad-abad lalu. &lt;br /&gt;Wanita yang sulit hamil sebaiknya sesering mungkin mengoleskan madu dan sesendok teh bubuk kayu manis pada gusinya. Kayu manis akan bercampur dengan air ludah dan memasuki tubuh. Ada pasangan suami istri dari Maryland tidak memiliki keturunan selama 14 tahun dan nyaris putus asa. Ketika mengetahui khasiat kayu manis dan madu, mereka mengkonsumsi ramuan tersebut. Sang istri mulai mengandung dan melahirkan bayi kembar&lt;br /&gt;46.    Bagi pecandu alkohol, konsumsi madu dan jus buah-buahan dalam jumlah banyak dapat menghentikan ketergantungan. &lt;br /&gt;47.    Madu bisa digunakan untuk pembersih gigi dan gusi. Sakit gigi Buat campuran 1 sendok teh bubuk kayu manis dan 5 sendok teh madu. &lt;br /&gt;48.    Kanker, Riset terakhir di Jepang dan Australia menunjukan bahwa kanker perut dan tulang stadium lanjut dapat disembuhkan dengan madu dan kayu manis. Pasien cukup minum 1 sendok makan madu dengan 1 sendok teh bubuk kayu manis selama sebulan 3 kali sehari.&lt;br /&gt;49.    Untuk terbakar&lt;br /&gt;Oleskan dengan rata di atas bagian yang terbakar. Madu akan mendinginkan, menghilangkan rasa sakit dan membantu dengan cepat kesembuhan tanpa korengan. Selain berfungsi sebagai salep dan anti biotika, bakteri tidak dapat hidup dalam madu.&lt;br /&gt;50.    Ngompol&lt;br /&gt;Satu sendok teh madu sebelum tidur membantu mengurangi ngompol pada anak.&lt;br /&gt;51.    Kurang Tidur&lt;br /&gt;Satu sendok makan madu dimasukkan dalam satu cangkir susu panas akan membantu tidur dan bekerja baik.&lt;br /&gt;52.    Kerja keras&lt;br /&gt;Madu sarat dengan berbagai vitamin, mineral, asam amino dan sebagainya. Ganti semua penggunaan gula pasir dengan madu. Gula pasir kurang mengandung zat gizi lainnya selain kalori.&lt;br /&gt;53.    Hidung tersumbat&lt;br /&gt;Taruh satu sendok makan madu dalam suatu baskom yang berisi air panas dan hirup uapnya setelah anda menutup kepala anda dengan handuk di atas baskom. Sangat efektif. Pilek ringan dan berat dapat disembuhkan dengan 1 sendok makan madu suam-suam kuku dan ¼ sendok teh bubuk kayu manis setiap hari selama 3 hari. Ramuan ini dapat menyembuhkan hampir semua batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus. Ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi kandungan alami yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu. Maka minumlah madu ketika akan flu.&lt;br /&gt;54.    Luka atau Lecet&lt;br /&gt;Tutup luka dengan madu dan perban. Penyembuhan yang sangat baik.&lt;br /&gt;55.    Untuk Kelelahan (Fatigue)&lt;br /&gt;Larutkan satu sendok makan madu dalam air suam-suam kuku atau seperempat bagian madu berbanding satu bagian air dalam suatu tempat kemudian masukkan dalam kulkas. Madu terutama terdiri dari fruktosa dan glukosa dengan demikian akan diserap dengan cepat oleh sistem pencernaan. (Madu adalah suatu penyetabil alamiah yang unik? Yunani Kuno). Para Atlet Yunani kuno menggunakan madu untuk stamina sebelum bertanding dan sebagai penyegar kembali setelah pertandingan. Studi terakhir menunjukkan bahwa kandungan gula dalam madu lebih bermanfaat daripada merugi-kan bagi tubuh. Warga usia lanjut yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan ukur-an sama, terbukti lebih bugar dan fleksibel. Penelitian Dr. Milton membuktikan ½ sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitali-tas tubuh dalam seminggu. Ramuan tersebut diminum setiap hari setelah menggosok gigi dan jam 3 sore pada saat vitalitas tubuh menurun.&lt;br /&gt;56.    Gangguan Pencernaan&lt;br /&gt;Campur madu dengan cuka jus apple kira-kira 50:50 dan larutkan dengan air. Ini akan membantu pencernaan. (Juga sangat baik untuk tulang-tulang persendian) Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai ke akar-akarnya&lt;br /&gt;57.    Sakit (Radang) Tenggorokan&lt;br /&gt;Tuangkan satu sendok teh madu dan taruh dibagian belakang mulut dan telan melalui tenggorokan. Madu sangat efektif untuk menyembuhkan radang tenggorokan.&lt;br /&gt;58.    Untuk Stress&lt;br /&gt;Madu dalam air adalah suatu stabilisator? Dapat menenangkan pikiran yang tegang dan mendukung pikiran ketika sedang rileks. Gunakan kira-kira duapuluh lima persen madu dalam air.&lt;br /&gt;59.    Anemia (Kurang darah)&lt;br /&gt;Madu adalah penambah darah yang meningkatkan kandungan sel-sel darah. Makin hitam madu makin banyak mengandung mineral. &lt;br /&gt;60.    Pengawet Makanan&lt;br /&gt;Kue-kue dengan menggunakan madu sebagai pengganti gula pasir akan lebih lama segarnya karena mengandung antibiotik alamiah. Kurangi cairan kira-kira seperlima untuk membiarkan kelembaban madu.&lt;br /&gt;61.    Pasien Jantung&lt;br /&gt;Para penderita lebih baik dianjurkan mengganti gula pasir yang mengandung sucrosa, dengan madu yang mengandung fruktosa dan glukosa alamiah. Oleskan madu dan bubuk kayu manis pada roti pada waktu sarapan setiap harinya. Madu dan kayu manis mengurangi kolesterol dalam pembuluh arteri, dan mengurangi resiko serangan jantung. Orang yang sudah terkena serangan jantung bila mengkonsumsi madu dan kayu manis setiap hari dapat terhindar dari serangan jantung kedua. Konsumsi madu dan kayu manis secara teratur dapat memperlancar pernapasan dan memperkuat detak jantung. Panti Wredha (jompo) di Amerika dan Kanada, berhasil mengobati penghuninya yang memiliki gangguan pembuluh darah karena tersumbat, dan berkurang fleksibilitasnya karena usia, dengan ramuan tersebut. (mydoc/tutut) &lt;br /&gt;62.    Kolesterol Kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ounce (16 kali 28 gram kira kira 1 pon = 454 gram) air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10 persen dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari-hari meringankan gangguan kolesterol.&lt;br /&gt;63.    Demam Hay (Demam karena kepekaan terhadap rumput atau jerami)&lt;br /&gt;Mengunyah bagian atas dari madu kental(bentuk padat) akan meningkatkan sistem kekebalan yang disebabkan oleh sejumlah kecil tepung sari yang terkandung dalam madu. Selama sakit kunyahlah satu sendok teh dari bagian atas madu tadi selama 20 menit lima sampai enam kali sehari. Sangat efektif dan berguna juga bagi penderita asma.&lt;br /&gt;64.    Botol Bayi&lt;br /&gt;Empat sendok teh madu masukkan ke dalam botol bayi yang berisi air, Hal ini adalah dot sekaligus penambah multivitamin yang sangat baik bagi bayi. Jika minuman bayi keluarnya terlalu encer kemudian kurangi dengan setengah sendok teh; jika terlalu kental tambah dengan setengah sendok teh.&lt;br /&gt;65.    Pertumbuhan gigi bayi&lt;br /&gt;Madu yang dioleskan pada gusi bayi adalah obat penenang dan anestesia yang aman bagi bayi pada masa pertumbuhan giginya.&lt;br /&gt;66.    Osteoporosis (Tulang kropos)&lt;br /&gt;Penelitian di Inggeris menunjukan bahwa satu sendok teh madu tiap hari akan membantu penggunaan kalsium dan mencegah tulang kropos. Penting untuk usia 50 tahun ke atas&lt;br /&gt;67.    Umur Panjang&lt;br /&gt;Suatu fakta yang sudah umum di seluruh dunia adalah bahwa orang-orang yang paling panjang umurnya selalu mengkonsumsi madu secara teratur. Suatu fakta yang menarik lainnya adalah peternak lebah terhindar dari kanker dan penyempitan pembuluh darah daripada jenis pekerja lainnya di dunia. Mencegah penuaan. Teh yang dicampur madu dan bubuk kayu manis dan diminum tiap hari dapat mencegah penuaan. Ambil 4 sendok madu, 1 sendok bubuk kayu manis dan 3 cangkir air kemudian rebus seperti mem-buat teh. Minumlah sebanyak 4 kali sehari. Ramuan ini membuat kulit segar dan halus serta men-cegah penuaan. Harapan hidup juga bertambah&lt;br /&gt;68.    Migraine (sakit kepala)&lt;br /&gt;Gunakan satu sendok makan madu yang dilarutkan dalam setengah gelas air hangat. Hisaplah sedikit demi sedikit pada saat awal serangan migraine. Jika perlu ulangi tiap 20 menit sekali. Selalu efektif (sesuai dengan tip penyembuhan) untuk migraine yang berhubungan dengan stress.&lt;br /&gt;69.    Sakit Mata (Kotoran/belek putih pada mata)&lt;br /&gt;Madu dilarutkan dalam sejumlah air hangat. Teteskan, bila sudah dingin, sebagai lotion atau tetes mata.&lt;br /&gt;70.     Jerawat. Oleskan 3 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis pada wajah sebelum tidur. Basuh keesokan harinya dengan air hangat. Bila dilakukan rutin setiap hari selama 2 minggu, akan menyembuhkan jerawat sampai ke akar-akarnya&lt;br /&gt;71.    Infeksi kulitAmbil 1 bagian madu dan 1 bagian bubuk kayu manis, oleskan pada bagian kulit yang sakit.&lt;br /&gt;72.    Obat Batuk&lt;br /&gt;6 ons cairan madu&lt;br /&gt;2 ons glycerin&lt;br /&gt;2 buah jeruk lemon yang sudah dijus&lt;br /&gt;Dicampur rata. Masukkan dalam botol dan tutup rapat. Gunakan secukupnya&lt;br /&gt;73.    Bau napas &lt;br /&gt;Satu sendok teh madu dan bubuk kayu manis yang dicampur dalam air panas dapat membuat nafas tetap segar sehari penuh. Orang Amerika Selatan biasa meminum ramuan tersebut di pagi hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kecantikan&lt;br /&gt;Madu adalah antioksidan yang mampu memperbaiki keindahan kulit, melembutkan dan membuat awet muda, gunakan madu sebagai pelembab, karena kelebihan madu adalah mengikat air. Anda buktikan sendiri setelah memakai madu beberapa lama, insya Allah kulit&lt;br /&gt;akan terasa lembab, tidak lagi kusam, dan otomatis gejala penuaan&lt;br /&gt;dini jadi pergi jauh. &lt;br /&gt;Caranya sangat mudah, ambil setetes madu, boleh dicampur dengan beberapa&lt;br /&gt;tetes air untuk memudahkan pelarutan, lalu oleskan pada kulit wajah&lt;br /&gt;yang sudah dibersihkan. Alternatif lain, gunakan madu untuk campuran&lt;br /&gt;masker, khususnya untuk menyiasati kulit dengan kelewat kering. &lt;br /&gt;Campur rata sesendok teh madu dengan bubuk masker, beri air sedikit,&lt;br /&gt;dan oleskan merata pada wajah. Tunggu beberapa lama hingga mengering,&lt;br /&gt;lalu basuh sampai bersih. Lakukan perawatan satu atau dua kali setiap&lt;br /&gt;bulan.&lt;br /&gt;Adapun untuk memberi gizi pada kulit, poleskan madu secara merata&lt;br /&gt;ke wajah hingga leher dan biarkan beberapa lama. Semakin lama madu&lt;br /&gt;berada di kulit, manfaatnya tentu lebih terasa. Sifat madu yang hidroskopis&lt;br /&gt;dan desinfektan selain dapat membuat kulit jadi lembut, halus,&lt;br /&gt;lentur, segar, juga mampu mengangkat kotoran halus di sela jaringan&lt;br /&gt;sel kulit, menyembuhkan luka dan radang.&lt;br /&gt;Selain itu madu melembutkan bibir, melembapkan dan mencegah bibir mengering atau pecah-pecah,  bisa menghilangkan jerawat, madu menghilangkan noda dan flek hitam di wajah.&lt;br /&gt;Penyubur Rambut&lt;br /&gt;Campur madu sejumlah yang sama dengan minyak zaitun lalu olesi pada rambut serta kulit kepala dan tutup kepala dengan handuk hangat untuk setengah jam kemudian cuci bersih. Madu dapat memberi nutrisi bagi rambut dan kulit kepala Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira-kira 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian itu juga membuktikan ramuan yang didiamkan dikepala selama 5 menit pun tetap efektif.&lt;br /&gt;Apa Manfaat khusus bagi janin, bayi, balita, anak, ibu hamil dan bersalin?&lt;br /&gt;1.    Janin (Anak dalam kandungan)&lt;br /&gt;a.    Mencegah dari pelbagai penyakit kerana kandungan antibiotik dalam madu dapat membunuh kuman-kuman cahaya mata.&lt;br /&gt;b.    Kandungan zat galian dalam madu boleh membantu membina dan menguatkan janin.&lt;br /&gt;c.    Kulit yang bersih dan sihat dengan terdapatnya vitamin C yang penuh kuasa dalam madu asli.&lt;br /&gt;d.    Membantu secara khusus pertumbuhan fizikal dan mental janin.&lt;br /&gt;e.    Penyakit Hepatitis B yang biasa menyerang bayi dapat dihindar dengan amalan madu oleh para ibu yang mengandung.&lt;br /&gt;f.    Untuk melindungi Janin dari keracunan&lt;br /&gt;2.    Bayi yang baru lahir&lt;br /&gt;a.    Meneruskan pemberian madu asli pada bayi yang baru lahir dapat mengeluarkan secara positif lendir yang mungkin terminum semasa bayi itu dilahirkan yang merupakan punca lelah jika tidak habis dikeluarkan.&lt;br /&gt;b.    Membersihkan perut bayi dari najis gagak yang menyelaputi dinding perut. Proses penghadaman dapat berjalan dengan sempurna menghindar dari sakit perut.&lt;br /&gt;c.    Bayi membesar dengan sempurna dan sihat.&lt;br /&gt;d.    Mengelak dari kembung perut bayi.&lt;br /&gt;3.    Balita.&lt;br /&gt;Memberi makanan anak- anak usia dibawah 5 tahun ( balita ) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, maka orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang nafsu makannya rendah atau susah makan akan membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan.Namun akhirnya hasil penelitian Y.Wadodo, peneliti pada pusat penelitian dan pengembangan gizi di bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi orang tua yang memiliki anak balita yang susah makan ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek kelompok madu (sebagai sampel ) menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan kelompok sirup (sebagai kontrol)Penelitian tersebut menghasilkan dua kesimpulan : Pertama : madu merupakan makanan yang kaya gizi sedangkan gula hanya mengandung energi/ kalori&lt;br /&gt;Kedua : madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik&lt;br /&gt;4.    Untuk Anak-anak &lt;br /&gt;a.    Madu yang dioleskan pada gusi bayi adalah obat penenang dan anestesia yang aman bagi bayi pada masa pertumbuhan giginya. &lt;br /&gt;b.    Madu baik untuk anak-anak karena berfungsi sebagai desinfektan, memperbaiki susunan darah, meningkatkan kadar haemoglobin dan menambah nafsu makan. &lt;br /&gt;c.    Madu yang bersifat penenang (sedatif) berguna untuk mengatasi ngompol pada anak-anak, disamping membuat tidur lebih nyenyak. &lt;br /&gt;d.    Madu bermanfaat untuk mengobati cacingan. &lt;br /&gt;e.    Madu mengobati batuk, pilek dan demam pada anak-anak &lt;br /&gt;5.    Ibu hamil&lt;br /&gt;Di negeri Cina, madu telah digunakan sebagi bahan untuk membantu mempermudah proses kelahiran. caranya adalah dengan menjadikan madu sebagia cairan pada otot dengan tingkat konsentrasi 80%. Para ahli di Cina mengetahui bahwa ibu hamil yang diberi madu proses kelahiranya menjadi lebih mudah. Proses terjadinya pembukaan liang juga menjadi lebih cepat.&lt;br /&gt;Hal ini dapat terjadi karena madu mengandung zat prostagelandine yang dapat mempercepat kontraksi pada rahim dan membuat leher rahim melebar.&lt;br /&gt;Madu selain membantu proses kelahiran, madu juga dapat membantu ibu pada saat menjalani masa-masa nifas. Pemberian madu pada saat ini sangat penting karena madu mempunyai zat gizi yang tinggi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu saat menyusui. Oleh karena itu banyak dokter di Jepang merekomendasikan untuk mengkonsumsi madu setiap hari selama masa nifas.&lt;br /&gt;Manfaat madu pada saat hamil antara lain:&lt;br /&gt;1.    Mengurangi rasa mual pada masa kehamilan&lt;br /&gt;2.    Menambah nafsu makan bagi ibu hamil&lt;br /&gt;3.    Menambahkan tenaga untuk ketahanan diri semasa mengandung dan semasa menghadapi saat kelahiran cahaya mata.&lt;br /&gt;4.    Mencegah dari berbagai penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, kencing kotor, batuk selsema, lelah dan lain-lain.&lt;br /&gt;6.    Ibu bersalin&lt;br /&gt;a.    Amalkan madu bersama jamu dan telur untuk membina darah serta mempercepatkan proses penyembuhan luka dalam perul atau rahim.&lt;br /&gt;b.    Membantu proses penghadaman dan lawas buang air.&lt;br /&gt;Berapa sebenarnya takaran minummadu ?&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu – cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini, konsumsinya harus secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20gram setiap hari.&lt;br /&gt;Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0-4 bulan, karena makanan pertama dan utama untuk mereka adalah air susu ibu ( ASI ) setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu sering pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.&lt;br /&gt;Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu dua kali sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh, namun untuk pengobatan dan penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan mudah peyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memilih madu dengan benar ?&lt;br /&gt;Khasiat madu akan semakin terasa, kuncinya pada pemilihan madu yang&lt;br /&gt;berkualitas baik. Disarankan, jangan membeli madu karena tertarik&lt;br /&gt;oleh kemasannya yang bagus. Belilah madu dalam kemasan kecil, sebab&lt;br /&gt;anda perlu melakukan tes untuk menguji keaslian madu. Berikut kiat-kiatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Biarkan botol madu terbuka beberapa lama. Jika semut segera datang&lt;br /&gt;berkerumun, berarti anda telah salah pilih. Ketahuilah, semut tidak&lt;br /&gt;menyukai rasa manis glukosa dan fruktosa dalam madu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Teteskan sedikit madu pada kertas, misalnya kertas koran. Jika madu&lt;br /&gt;tersebut cukup cepat mengembang berarti mutu madu itu buruk, karena&lt;br /&gt;kadar air yang terkandung terlalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Ambil sebatang korek api, masukkan ke dalam madu lalu nyalakan. Jika&lt;br /&gt;korek bisa menyala, berarti madu tersebut asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Kocoklah madu beberapa saat. Madu yang baik tidak menghasilkan banyak&lt;br /&gt;busa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;"Kulit Kinclong Berkat Madu" oleh Devi Arianti yang disalin dari majalah Natural Vol. 01&lt;br /&gt;Januari 2005, hal. 27. &lt;br /&gt;www.hifzhonberau.wordpress.com/2009/...../madu_dan_khasiatnya/&lt;br /&gt;www.lanterahati.web.id/khasiat-madu&lt;br /&gt;www.bahterayubalons.tripod.com/id&lt;br /&gt;www.edumuslim.org&lt;br /&gt;www.konsultasi-kesehatan@yahoogroups.com&lt;br /&gt;dan berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5152022506107086279?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5152022506107086279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/madu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5152022506107086279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5152022506107086279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/madu.html' title='Madu'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-6403612764153332630</id><published>2011-04-18T18:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T18:59:12.330-07:00</updated><title type='text'>KELUARGA SAKINAH SAKINAH  MAWADDAH WA RAHMAH</title><content type='html'>Sakinah         : Berasal dari bahasa Arab yang berarti diam, tenang, tetap. &lt;br /&gt;Mawaddah    : Cinta yang terbentuk setelah kawin&lt;br /&gt;Rahmah    : Kasih sayang yang kekal sampai akhir, merupakan titipan tuhan yang muncul karena perasaan yang tulus&lt;br /&gt;Istilah “sakinah” digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan kenyamanan keluarga. Istilah ini memiliki akar kata yang sama dengan “sakanun” yang berarti tempat tinggal. Jadi, mudah dipahami memang jika istilah itu digunakan Al-Qur’an untuk menyebut tempat berlabuhnya setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang, sehingga menjadi lahan subur untuk tumbuhnya cinta kasih (mawaddah wa rahmah) di antara sesama anggotanya&lt;br /&gt;al-sakinah disebut dalam surah Al-Fath ayat 4.&lt;br /&gt;Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;Di ayat itu, kata sakinah diterjemahkan sebagai ketenangan yang sengaja Allah turunkan ke dalam hati orang-orang mukmin. Ketenangan ini merupakan suasana psikologis yang melekat pada setiap individu yang mampu melakukannya. Ketenangan adalah suasana batin yang hanya bisa diciptakan sendiri. Tidak ada jaminan seseorang dapat menciptakan suasana tenang bagi orang lain.&lt;br /&gt;Jadi, kata “sakinah” yang digunakan untuk menyifati kata “keluarga” merupakan tata nilai yang seharusnya menjadi kekuatan penggerak dalam membangun tatanan keluarga yang dapat memberikan kenyamanan dunia sekaligus memberikan jaminan keselamatan akhirat. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang tenang bagi setiap anggota keluarga. Keluarga menjadi tempat kembali ke mana pun anggotanya pergi. Mereka merasa nyaman di dalamnya, dan penuh percaya diri ketika berinteraksi dengan keluarga yang lainnya dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Dengan cara pandang itu, kita bisa pastikan bahwa akar kasus-kasus yang banyak melilit kehidupan keluarga di masyarakat kita adalah karena rumah sudah tidak lagi nyaman untuk dijadikan tempat kembali. Suami tidak lagi menemukan suasana nyaman di dalam rumah, demikian pula istri. Bahkan, anak-anak sekarang lebih mudah menemukan suasana nyaman di luar rumah. Maka, sakinah menjadi hajat kita semua. Sebab, sakinah adalah konsep keluarga yang dapat memberikan kenyamanan psikologis –meski kadang secara fisik tampak jauh di bawah standar nyaman.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara istilah :&lt;br /&gt;1. Keluarga yang terdiri dari muslim danmuslimah&lt;br /&gt;2. Di ikuti dengan pernikahan yang sa menurut agama Islam&lt;br /&gt;3. Melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing&lt;br /&gt;4. Saling pengertian  dan saling menyayangi, dengan syariat Islam&lt;br /&gt;Keluarga sakinah adalah :&lt;br /&gt;-    Keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah&lt;br /&gt;-    Mampu memenuhi hajat hidup spiritual dan material secara layak dan seimbang&lt;br /&gt;-    Diliputi suasanan kasih-sayang antar keluarga dan lingkugannya dengan selaras,serasi&lt;br /&gt;-    Mampu menghyati dan mengamalkan serta memperdalam nilai-nilai keimanan ketaqwaan dan akhlak mulia.&lt;br /&gt;Langkah-Langkah Pembinaan :&lt;br /&gt;Usaha awal mencapai keluarga sakinah mawaddah dan rahmah : PRANIKAH&lt;br /&gt;1.Memilih Jodoh :&lt;br /&gt;Dikawini perempuan itu karena hartanya,, keturunannya, kecantikannya, agamanya&lt;br /&gt;Yang terbaik kawinilah karena agamanya (karen Allah)&lt;br /&gt;2. Kafa’ah : ada kesamaan (sama agama), sama hobby, kekayaan, profesi, rupa.&lt;br /&gt;3. Matang Rohani &lt;br /&gt;a.    Memahami dan menghayati kewajiban dan hak suami/isteri menurut ajar Islam&lt;br /&gt;b.    Tanggung jawab&lt;br /&gt;c.    Mandiri&lt;br /&gt;d.    Menghargai kasih sayang dan toleransi&lt;br /&gt;e.    Sikap sosial dan bermsyarakat&lt;br /&gt;    Matang Jasmani&lt;br /&gt;a.    UU.Perkawinan  NO.1 Thn.1970 Bab II Ps.7 : Pria 19 tahun, wanita 16 tahun&lt;br /&gt;b.    Matangnya alat reproduksi&lt;br /&gt;c.    Sehat jasmani&lt;br /&gt;Kewajiban Bersama (Suami-Isteri)&lt;br /&gt;1.    Saling mengormati orang tua&lt;br /&gt;2.    Saling mencitai/menyayangi&lt;br /&gt;3.    Saling menghormati, sopan santun dan pengertian&lt;br /&gt;4.    Selalu berfikir matang tidak emosional dan  bersifat sabar&lt;br /&gt;5.    Saling mempercayai, tidak saling membuka rahasia pribadi&lt;br /&gt;6.    Saling menerima kelebihan/kekurangan masing-masing&lt;br /&gt;7.    Tunaikan kewajiban dulu baru hak&lt;br /&gt;Yang Menyangkut Hak dan Kewajiban Suami Isteri&lt;br /&gt;1.    Laki-laki sebagai pemimpin dalan rumah tangga karena Allah telah membrikan kelebihan atas laki-laki&lt;br /&gt;2.    Tiga macam yang tidak masuk surga :&lt;br /&gt;o    Durhaka dengan orang tua tidak memperhatikan orang tua karena sayang pada isteri.&lt;br /&gt;o    Perempuan yang seperti laki-laki dan laki-laki seperti kewanitaan. Perempuan yang mengambil alih tugas suaminya dengan menyepelekan suaminya.&lt;br /&gt;o    Tahu isteri berzina (dayyus), laki-laki yang membiarkan isterinya serong.&lt;br /&gt;Sebaik-baik isteri adalah :&lt;br /&gt;a.    Menyenangkan hati bila menetap wajahnya&lt;br /&gt;b.    Taat bila diperintah&lt;br /&gt;c.    Menjaga dirinya dan harta suaminya bila suami tidak di  rumah&lt;br /&gt;Keluarga sakinah adalah idaman setiap keluarga muslim, tetapi tidak semua kelurga muslim memproleh atau mendapatkan keluarga yang sakinah. Keluarga sakinah akan didapatkan manakala seluruh anggota keluarga mendukung untuk mengarahkan kesana, islam mengajarkan hal itu melalui pendidikan kepada seluruh anggota keluarga. Pendidikan ini dimulai sejak prenatal atau sebelum lahir, setelah lahir, masa anak-anak, masa dewasa sampai saat dipanggil Allah atau meninggal dunia.&lt;br /&gt;Bahwa tujuan perkawinan menurut islam adalah guna mewujudkan keluraga sakinah. Keluarga Sakinah adalah bkeluarga yang hidup bertakwa kepada Laah swt, sehinng berkesanggupan menjadi panutan orang-orang muttaqin. Untuk mewujudkan keluarga sakinah, suami istri sangat besar peranannya.&lt;br /&gt;Orang tua dibebani kewajiban untuk membimbing kehidupan keluarganya menuju terwujudnya Keluarga Sakinah. Keteladana orang tua sangat menentukan keberhasilannya. Upaya pendidikan anak menuju bertabi’at shaleh, berarti mengamalkan ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah meliputi aspek-aspek Aqidah Akhlaq, Ibadah, dan Kemasyarakatan. Kebersamaan dalam berusaha mewujudkan Keluarga Sakinah mutlak diperlukan. Umat pengajak kebaikan dan ma’ruf serta mencegah kemungkaran hanya dapat terwujuig jika ruh jama’iyyah dapat ditumbuhkan dan dipupuk dengan baik&lt;br /&gt;Keluarga merupakan salah satu elemen yang akan membangun sebuah masyarakat, dan seperti tadi telah disebutkan, menegakkan Islam dalam keluarga merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan cita-cita Islam. Dengan pemahaman tentang ini tidak terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa sebuah keluarga sakinah (Keluarga yang berhasil menurut standar Islami) adalah cerminan sebuah masyarakat madani. Sedangkan masrakat madani sendiri merupakan standar Islami tentang sebuah masyarakat yang ”makmur, aman, tentram dan damai”.&lt;br /&gt;Ciri/karakteristik keluarga sakinah.&lt;br /&gt;Keluarga Robbani &lt;br /&gt;Bersifat Robbani, Artinya, di dalam keluarga / masyarakat tersebut setiap anggotanya berusaha untuk berlomba di dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai Perekat utama keluarga/ masyarakat. Mereka menyadari betul bahwa hanya Allah sajalah yang pantas di jadikan tempat meminta bagi terwujudnya kebahagiaan bersama. Sebab mereka meyakini firman Allah sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan(peliharalah) hubungan silaturrahim.” (4:1)&lt;br /&gt;Sebuah keluarga sakinah tidak pernah menjadikan variabel keduniaan sebagai faktor utama munculnya soliditas internal keluarga. Mereka juga percaya bahwa hanya dengan taqarrub ila Allah (mendekatkan diri kepada Allah) dan menegakkan aturan Allah sajalah maka kebahagiaan, kasih-sayang dan kecintaan sejati akan dirasakan di dalam keluarga. Suatu bentuk kebahagiaan yang tidak dibatasi selama hidup di dunia semata, melainkan jauh hingga berkumpul kembali di akhirat. &lt;br /&gt;Keluarga Yang Cinta Ilmu &lt;br /&gt;"Iqro" (QS. 96 : 1 )Ayat pertama yang turun kepada Nabi kita Saw adalah ayat tadi: ” Bacalah!”, pelajarilah!&lt;br /&gt;Keluarga sakinah adalah keluarga yang cinta ilmu, seperti juga masyarakat madani. Mereka saling belajar dan saling mengajarkan, antara yang tua kepada yang muda maupun sebaliknya. Keluarga yang menghargai ilmu sehingga menempatkan ahli ilmu di tempat yang dihormati, mencari ilmu dan mengajarkannya, serta kemudian bersyukur kepada Allah atas ilmu dan berkah ilmu, dan menggunakannya di jalan Allah. Keluarga sakinah tidak bersikap jumud maupun liberal dalam mensikapi ilmu. Seorang bapak menganjurkan anaknya untuk menuntut ilmu, membiayainya, kemudian juga menghormati anaknya yang mau membagi ilmu itu kepadanya dan siap menerima nasehat anaknya dengan ilmu yang dia (anak itu) pelajari dari gurunya. Bahkan sebelum itu sang bapak-lah yang mencarikan guru terbaik untuk anaknya itu. Singkatnya keluarga sakinah/ rabbani terdiri dari anggota keluarga yang telah manghayati sabda Rasulullah saw berikut:&lt;br /&gt;“Barangsiapa ingin berhasil di dunia, tuntutlah ilmu.Barangsiapa ingin berhasil di akhirat, tuntutlah ilmu.Dan barangsiapa ingin berhasil di dunia dan di akhirat, tuntutlah ilmu.”&lt;br /&gt;Meskipun demikian anggota keluarga sakinah tetap berpegang pada prinsip : ”pendapat siapapun dapat diterima dan ditolak, kecuali dari Allah dan RasulNya yang kita terima tanpa keraguan”.&lt;br /&gt;Keluarga Yang Cinta Damai&lt;br /&gt;Keluarga sakinah,  selalu berusaha untuk tampil sebagai rahmat bagi sekelilingnya. Dalam lingkungan yang kecil di dalam keluarga, suasana saling cinta mendasari hubungan antara mereka. Kakak dan adik saling cinta, bapak dan ibu menjadi teladan mereka. Bahkan dengan anggota keluarga temporer (misalnya pembantu rumahtangga) juga disayangi seperti keluarga sendiri, tidak direndahkan dan dianggap sebagai orang suruhan belaka.&lt;br /&gt;Di lingkungan yang lebih besar di luar rumah, di antara tetangga, anggota-anggota keluarga sakinah memperlihatkan sikap dan sifat yang sama, bersikap santun kepada tetangga, tukang jualan, tukang sampah, penunggu warung, dan siapa saja yang ada di lingkungannya. Anak-anak keluarga sakinah akan dikenali dari akhlaknya yang santun, menghormati yang tua, menyayangi yang kecil, tidak suka mengganggu atau merugikan orang lain, jujur ketika berjual beli dan bertutur-kata. Siapapun yang melihat mereka akan berharap anak mereka-pun bersikap serupa, karena kesantunan dan kebaikan akhlak mereka. Anak-anak seperti ini akan menjadi cahaya mata bagi orang tua mereka, bahkan juga bagi lingkungannya. Siapapun akan bangga memiliki warga seperti mereka. Singkatnya mereka berusaha meneladani Rasulullah saw dalam hal yang Allah isyaratkan di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (21:107)&lt;br /&gt;Keluarga Yang Egaliter&lt;br /&gt;Keluarga sakinah selalu berusaha mewujudkan suasana “sama tinggi sama rendah” di dalam rumah. Setiap anggota keluarga tidak hanya dikenalkan kewajiban yang harus dipenuhinya, melainkan juga diberitahu akan hak-hak yang dimilikinya. Baik ayah, suami, ibu, isteri maupun anak-anak bahkan pembantu menyadari bahwa ia memiliki hak-hak yang perlu dijaga dan dipenuhi. Dan fihak pertama yang harus memastikan bahwa hak-hak ini terpenuhi adalah kepala keluarga. Bukanlah sebuah miniatur masyarakat Islami atau madani bila yang memperoleh pemenuhan hak hanya sang ayah atau suami sedangkan anak dan isteri hanya punya daftar kewajiban. Misalnya dalam hal saling menasehati. Bukan hanya ayah kepada anak atau ibu kepada anak atau suami kepada isteri terdapat hak menasehati. Melainkan sebaliknya hendaknya dipastikan bahwa anakpun boleh dan dijamin memberikan nasehat kepada orang-tua atau isteri menasehati suami. Inilah miniatur masyarakat Islami dan madani. Ketika Umar bin Khattab berdiri di depan ummat pada hari dilantiknya menjadi khalifah, maka bangunlah seorang lelaki mengangkat pedangnya tinggi-tinggi seraya berujar: “Hai Amirul mu’minin, seandainya perjalanan kepemimpinanmu melenceng dari garis ketentuan Allah dan RasulNya, niscaya pedangku ini akan meluruskanmu.” Maka dengan tawadhu/ rendah hatinya Umar menjawab: “Alhamdulillah ada seorang lelaki ditengah ummat yang Umar pimpin akan meluruskanku tatkala aku menyimpang.” Dan pada saat itu tidak ada seorangpun yang menuduh lelaki tersebut sebagai tidak percaya atau tidak tsiqoh akan kepemimpinan Amirul mu’minin Umar bin Khattab ra. Justeru ke-tsiqoh-annya kepada Umar menyebabkan lelaki tersebut begitu leluasanya menyampaikan aspirasi secara asli dan apa adanya. Hal ini menunjukkan betapa egaliternya suasana masyarakat Islam kala itu. Dan setiap warga menjadi seperti itu karena lahir dari keluarga-keluarga yang memang sejak dini menanamkan nilai-nilai egaliter di rumah masing-masing.&lt;br /&gt;Sumber : Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-6403612764153332630?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/6403612764153332630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/keluarga-sakinah-sakinah-mawaddah-wa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6403612764153332630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6403612764153332630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/keluarga-sakinah-sakinah-mawaddah-wa.html' title='KELUARGA SAKINAH SAKINAH  MAWADDAH WA RAHMAH'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3682054061137615660</id><published>2011-04-18T18:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T18:52:19.238-07:00</updated><title type='text'>Puskesmas Peduli Kesehatan Remaja</title><content type='html'>A.    Pendahuluan&lt;br /&gt;Puskesmas Peduli Kesehatan Remaja adalah Puskesmas yang melakukan pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau remaja serta  berkesan menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka,menghargai, menjaga rahasia, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatan remaja, serta efektif, efisien dan komprehensif dalam memenuhi kebutuhan tersebut.&lt;br /&gt;Kegiatan inimengacu dan mengadopsi dari program WHO yaitu progran Adolescent Friendly Healt Services (AFHS)  yang dikembangkan sejakTahun2003.&lt;br /&gt;Remaja adalah laki-laki maupun perempuan berusia 10 – 18 tahun (merujuk UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 202) atau usia 10-19 tahun (menurut WHO)&lt;br /&gt;Remaja awal (11-13 tahun)&lt;br /&gt;peningkatan cepat pertumbuhan dan pematangan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja menengah (14-16 tahun)&lt;br /&gt;hampir lengkapnya pertumbuhan pubertas, timbulnya&lt;br /&gt;keterampilan-keterampilan berpikir yang baru, peningkatan&lt;br /&gt;pengenalan terhadap datangnya masa dewasa, dan&lt;br /&gt;keinginan untuk memapankan jarak emosional dan&lt;br /&gt;psikologis dengan orangtua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja akhir (17-19 tahun)&lt;br /&gt;Menuju persiapan untuk berperan sebagai orang de&lt;br /&gt;Jumlah remaja + 20% dari populasi, sensus di Indonesia tahun 2005 41 juta orang&lt;br /&gt;Remaja merupakan kelompok masyarakat yang hampir selalu diasumsikan sehat&lt;br /&gt;KURANG DIPERHATIKAN&lt;br /&gt;Kesehatan remaja adalah keadaan sehat baik secra fisik,mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan remaja untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi .&lt;br /&gt;Banyak penyakit serius akibat perilaku yang dimulai sejak masa remaja contohnya kecelakaan, merokok, penyakit menular seksual, penyalahgunaan narkotika, alkohol,&lt;br /&gt;psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), Human Immunodeficiency Virus Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS), kehamilan, kurang gizi atau obesitas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B.    Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan secara umum dengan adanya Puskesmas Peduli Kesehatan Remaja adalah tercapainya derajat kesehatan remaja yang optimal.&lt;br /&gt;Secara khusus adalah dapat teratasi atau tertanggulanginya permasalahan kesehatan remaja baik yang beresiko maupun yang tidak beresiko.&lt;br /&gt;C.    Sasaran&lt;br /&gt;Sasaran dari program ini adalah semua remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas. Secara khusus adalah remaja yangmempunyai masalah kesehatan remaja baik yang beresiko maupun yang tidak beresiko.&lt;br /&gt;D.    Kegiatan&lt;br /&gt;Kegiatan yang dilaksanakan untuk menunjang terlaksanya program ini meliputi :&lt;br /&gt;1.    Pengumpulan data&lt;br /&gt;Data menggambarkan remajadi wilayah kerja puskesmas,masalah yang dihadapi remaja berkaitan dengan perilaku dan kesehatan remaja. Data digunakan untuk sebagai nbahan advokasi dan sosialisasi.&lt;br /&gt;2.    Adviokasi&lt;br /&gt;Advokasi bertujuan untukmemperoleh komitmen dan dukungan penentu kebijakan dan unsur terkait, dalam hal ini adalah Pimpinan daerah (camat),  Ka UPT Diknas Kecamatan,Kepala Sekolah, Pimpinanan Puskesmas ataupun pihak lain yang terkait.&lt;br /&gt;3.    Sosialisasi&lt;br /&gt;Sosialisasi adalah kegiatan pertemuan lintas program dan lintas sektor terkait di tingkat Puskesmas dan tingkatkecamatan.&lt;br /&gt;Sosialisasi tingkat puskesmas bertujuan untuk  mensosialisasikan maksud dan tujuan Puskesmas Peduli Kesehatan Remaja bagi seluruhpetugaspuskesmas yang melayani kunjungan umum remaja yaitu ruang KIA, Ruang Gigi, Ruang Balai pengobatan, Gizi untuk melakukakan konseling sederhan masalah kesehatan remaja .&lt;br /&gt;Sosilisasi tingkat Kecamatan bertujuan mensosialisasikan maksuddan tujuan PKPR untuk lintas sektor di tingkat kecamatan antara lain :Tim Pembina UKS,LSM, tokoh masyarakat dan tokoh agama  yang bertanggung jawab dan berdedikasi terhadap peningkatan kualitas kesehatan remaja.&lt;br /&gt;4.    Promosi PKPR&lt;br /&gt;Kegiatan ini bertujuan untukmemperluas informasi program PKPR di semua lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;5.    Pelatihan Fasilitator Peer Counselor/Konselor Sebaya&lt;br /&gt;Konselor sebaya yaitu anak remaja yang tertarik dengan kegiatan perkembangan remaja dan sanggup mengikuti  pelatihan&lt;br /&gt;6.    Pelayanan Kesehatan&lt;br /&gt;a.    Pemeriksaan kesehatan umum maupun pemeriksaan laboratorium &lt;br /&gt;b.    Pengobatanpada semua penyakit yang ditemukan, pengobatan dilaksnakan di Pusesmsas, apabilan diperlukan rujukan maka dirujuk&lt;br /&gt;c.    Konseling dilakukan sesuai dengan kasus yang memerlukan dialog, pelayanan dilakukan di puskesmas atau pun di sekolah, pelaksana adalah petugas medis atau non medis .&lt;br /&gt;d.    Penyuluhan, dilaksanakan pada setiap kesempatan, misal pada saat peneriman murid baru atau waktu yang telah terjadwal.&lt;br /&gt;7.    Monitoring dan Evaluasi&lt;br /&gt;Monitoring  bertujuan untuk mengetahui apakah ada hambatan/masalah dalam pelaksanaan program ini.&lt;br /&gt;Evaluasi dilaksanakan untukmenetukan kelanjutan dari program kesehatan peduli remaja.&lt;br /&gt;8.    Pencatatan dan Pelaporan &lt;br /&gt;Pencatatan dan pelaporan di Puskesmas dilakukan oleh petugas Puskesmas yang bertanggung jawab terhadapaprogram PKPR ini. Kegiatan ini bermanfaat untuk mendapatkan data kesehatan remaja diwilayah Puskesmas.&lt;br /&gt;E.    Penutup&lt;br /&gt;Kegiatan PKPR ini merupakan program pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas yang Peduli Kesehatan Remaja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Pedoman Perencanaan Pembentukan dan Pengembangan Puskesmas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja DiKabupaten/Kota, Depkes RI, 2008 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3682054061137615660?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3682054061137615660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/puskesmas-peduli-kesehatan-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3682054061137615660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3682054061137615660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/puskesmas-peduli-kesehatan-remaja.html' title='Puskesmas Peduli Kesehatan Remaja'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4782549914579071694</id><published>2011-04-12T20:54:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T20:56:34.339-07:00</updated><title type='text'>Narkoba dan Remaja</title><content type='html'>Malam Senin nonton ngelaba&lt;br /&gt;Bikin hati jadi ceria&lt;br /&gt;Jangan kamu dekati narkoba&lt;br /&gt;Kalau tak ingin mati sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekantan makan buah mangga&lt;br /&gt;Rusa makan daun pepaya&lt;br /&gt;Kalau kamu dekati narkoba&lt;br /&gt;Tuhan murka, diri sengsara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Lina Selvia, Alabio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa sih narkoba itu ?&lt;br /&gt;Narkoba merupakan akronim dari Narkotika, Obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnnya.  Atau dengan pengertian lain sebagai semua zat yang dapat mempengaruhi cara kerja pikiran, perasaandan kehendak manusia. Istilah lain yang dikenalkan oleh Depkes RI adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.&lt;br /&gt;Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,baik sintetis maupun semi sentitis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampaimenghilangkan rasanyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.&lt;br /&gt;Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitasi mental dan perilaku.&lt;br /&gt;Bahan adiktif alinnyaadalah bahan lain bukan narkotika atau psiotropika yang penggunanya dapat menimbulkan ketergantungan.&lt;br /&gt;Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian ataupun secara sintetis yang mengadung karbohidrat dengancara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, maupun yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol.&lt;br /&gt;Narkoba diartikan sebagai kumpulan dari zat-zat dan obat-obatan terlarang. Narkoba juga disebut "narik korban banyak" (menurut Anggi Lestari, Amuntai)&lt;br /&gt;Mungkin benar juga dikatakan begitu, kita tahu tidak sedikit korban yang berjatuhan, yang meninggal, dirawat dan direhabilitasi. Tidak saja pemakai yang jadi korban tetapi orang lain juga kena imbasnya. Orang tua jadi malu, sedih. Masyarakat merasa terganggu. Korban tidak mengenal usia, jenis kelamin, golongan dan pekerjaan. Wajar kalau dikatakan narik korban banyak. Mati sia-sia. Memang matinya korban narkoba adalah sia-sia, tidak bermanfaat didunia dan di akherat sengsara. Mau ? Tentu saja kita semua tidak mau. Artinya janganlah mendeki narkoba apalagi mencobanya. &lt;br /&gt;Sia-sia di dunia, artinya apa yang dikerjakan/jadi pecandu narkoba tidak ada manfaatnya bagi kesehatan bahkan akan merusak daya tahan tubuh. Banyak penyakit yang akan terjadi karena narkoba. Selain itu di masyarakat akan dicemooh karena bisa mengganggu ketentraman. Diakherat sengsara karena narkoba adalah barang atau zat yang diharamkan yang disamakan dengan khamar yang memabukkan. Sudah tentu apabila memakai/menggunakannya mendapat murka Tuhan (dalam agama Islam).&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan NAPZA&lt;br /&gt;NAPZA pada mulanya ditemukan dan dikembangkan untuk&lt;br /&gt;pengobatan dan penelitian. Tujuannya adalah untuk kebaikan&lt;br /&gt;manusia. Namun berbagai jenis obat tersebut kemudian&lt;br /&gt;disalahgunakan untuk mencari kenikmatan sementara atau mengatasi&lt;br /&gt;persoalan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan NAPZA adalah Pemakaian NAPZA yang bukan&lt;br /&gt;untuk tujuan pengobatan atau yang digunakan tanpa mengikuti aturan&lt;br /&gt;atau pengawasan dokter. Digunakan secara berkali-kali atau terus&lt;br /&gt;menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan NAPZA menyebabkan ketagihan/ kecanduan atau&lt;br /&gt;ketergantungan baik secara fisik/jasmani maupun mental emosional,&lt;br /&gt;bahkan menimbulkan gangguan fisik mental emosional dan fungsi&lt;br /&gt;sosial. Biasanya penyalahgunaan menghasilkan akibat yang serius,&lt;br /&gt;dan dalam beberapa kasus, bisa fatal atau mengakibatkan kematian&lt;br /&gt;dan tentunya kerugian sosial dan ekonomi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kapan Narkoba itu ada ?&lt;br /&gt;Berbicara kapan narkoba itu ada maka kita akan menelusuri sejarah awal adanya narkoba tersebut. Pada awalnya  di Semeria kurang lebih tahun 2000 SM dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga itu tumbuh subur di dataran tinggi pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India, Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.&lt;br /&gt;Penggunaan narkoba sebenarnya bertujuan untuk keperluan medis seperti penghilang rasa sakit,penyembuhan penyakit Asma dan TBC dan juga penelitian. Namun karena berbagai alasan maka terjadilah penyalahgunaan  dan kemudian terus menerus sampaiterjadi ketergantungan atau kecanduan.&lt;br /&gt;3.    Apa yang dimaksud dengan remaja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja didefinisikan  sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa.  Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 s/d 24 th Namun jika pada usia remaja sudah menikah maka ia sudah tergolong dalam kelompok dewasa. Sebaliknya jika usia remaja sudah dilewati tapi masih tergantung pada orang tua maka ia masih digolongkan dalam kelompok remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Permasalahan apa yang di temui saat remaja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Jumlah penduduk usia 10 – 24 tahun yang besar ( 60 juta )&lt;br /&gt;•    Masa transisi kehidupan ( youth five life transitions)&lt;br /&gt;1.    Melanjutkan sekolah (Continue learning)&lt;br /&gt;2.    Mencari pekerjaan (Star working)&lt;br /&gt;3.    Memulai berkeluarga  (Form families)&lt;br /&gt;4.    Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)&lt;br /&gt;5.    Mempraktikkan hidup sehat (practise healthy life)&lt;br /&gt;•    Globalisasi      liberalisasi norma sikap dan prilaku remaja&lt;br /&gt;•    Resiko Triad ( Seksulitas, Narkoba, dan HIV / AIDS )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Mengapa sebagian besar pengguna adalah remaja ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil survey yang dilakukan depkes pada tahun 2010 ternyata pengguna narkoba sebagian besar adalah remaja yaitu 80 % dari pengguna narkoba seluruhnya.  Hal ini membuktikan bahwa remaja adalah sasaran yang nyata dan mudah terpengaruh oleh pengedfara narkoba. Mengapa demikian ?&lt;br /&gt;Ketika anak  memasuki usia remaja maka pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual dengan permasalahan-permasalahan yang begitu komplek.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu masa remaja merupakan tahap penting dalam siklus kehidupan manusia. Dikatakan penting karena merupakan peralihan dari masa anak  yang sangat tergantung kepada orang lain ke masa dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Di samping itu, masa ini juga mengandung reiko akibat suatu masa transisi yang selalu  membawa ciri-ciri tertentu, yaitu kebimbangan, kebingungan dan gejolak remaja seperti masal;ah seks, kejiwaan dan tingkah laku eksprimental ( selalu ingin mencoba). Masalah-masalah inilah yang memungkinkan remaja mudah terjerumus sebagai penggunan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab remaja menyalahgunakan Narkoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Faktor individu ;&lt;br /&gt;-    Ingin tahu rasanya atau ingin coba-coba&lt;br /&gt;-    Ingin diterima atau masuk kelompok tertentu&lt;br /&gt;-    Ingin menunjukkan kebebasan atau kedewasaan atau ikut mode &lt;br /&gt;-    Ingin memperoleh kenikmatan dari efek obat.&lt;br /&gt;-    Ingin menghilangkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dirasakan dan percaya bahwa obat dapat mengatasi semua persoalan.&lt;br /&gt;-    Ingin mencapai ketenanganyang maksimal.&lt;br /&gt;-    Inginprotes atau menyatakan tidak puas.&lt;br /&gt;-    Puas terhadap system atau nilai sosial berlaku.&lt;br /&gt;b.    Faktor lingkungan :&lt;br /&gt;-    Tinggal dilingkunag peredaran atau pemakai Napza&lt;br /&gt;-    Bersekolah dilingkungan yang rawan penyalahgunaan obat.&lt;br /&gt;-    Bergaul dengan pengedar atau pemekai.&lt;br /&gt;-    Kurangnya kontrol sosial masyarakat terhadap penyalahgunaan Napza.&lt;br /&gt;-    Meningkatnya mobilitas dan komunikasi.&lt;br /&gt;-    Peranan keluarga yang kurang harmonis&lt;br /&gt;-    Peranan pergaulan atau kelompoksebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan Pengguna&lt;br /&gt;Karena bermula dari rasa ingin tahu, senang-senang/hura- hura,&lt;br /&gt;pemakai seringkali pada awalnya berpikiran bahwa kalau hanya&lt;br /&gt;mencoba-coba saja tidak mungkin kecanduan atau ketagihan.&lt;br /&gt;Kenyataannya, walaupun hanya coba-coba (experimental user)&lt;br /&gt;derajat pemakaian tanpa disadari akan meningkat (intensive user),&lt;br /&gt;dan pada akhirnya akan menjadi sangat tergantung pada obat tersebut&lt;br /&gt;(compulsary user).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pemakai narkoba dapat dibedakan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemakai coba-coba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya untuk memenuhi rasa ingin tahu atau agar diakui oleh&lt;br /&gt;kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemakai sosial/rekreasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya untuk bersenang-senang, pada saat rekreasi atau&lt;br /&gt;santai, umumnya dilakukan dalam kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemakai situasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya untuk menghilangkan rasa ketegangan, kesedihan, atau&lt;br /&gt;kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pemakai ketergantungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sudah tidak dapat melalui hari tanpa mengkonsumsi&lt;br /&gt;NAPZA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Bagaimana peran remaja  agar terhindar dari penyalahgunaan napza ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bisa dilakukan remaja agar terhindar dari narkoba, seprti di bawah ini :&lt;br /&gt;a.    Jangan sekali-sekalimencoba Narkoba walaupun hanya sekali saja. Jangan takut atau malu umtuk menolak terhadap orang yang menawarkan Narkoba.&lt;br /&gt;b.    Membangun komunikasi atar anggota keluarga. Biasakanlah menjalin komunikasi atar keluarga dan luangkan waktu walaupun sedikit untuk berkumpul dengan keluarga.&lt;br /&gt;c.    Usahakan untuk belajar memecahkan masalah  , jangan sekali-sekali memekai Narkoba ketika mempunyai masalah.&lt;br /&gt;d.    Memakai narkoba samasekali tidak memecahkan masalah. Perkuat dan perdalam agama dan iman.&lt;br /&gt;e.    Sering mendengarkan kampanye anti narkoba sehinggamengetahui hal negatif yang ditimbulakan olleh narkoba.&lt;br /&gt;f.    Memperbanyak pengetahuan tentang Narkoba sehingga benar-benar mengerti dampak buruk dan dapat berpikir lebih jernih untuk mempergunakan Narkoba.&lt;br /&gt;g.    Berperan sertadalam menyebarkan informasi tentang dampak negatif dari Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buletin Kabar Sehat Edisi 18 tahun 2010 Dinkes Kab.Hulu Sungai Utara.&lt;br /&gt;www.keperawatankomunitas.blogspot.com&lt;br /&gt;www.mahyuliansyah.blogspot.com’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4782549914579071694?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4782549914579071694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/narkoba-dan-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4782549914579071694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4782549914579071694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/narkoba-dan-remaja.html' title='Narkoba dan Remaja'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-6641210909189534907</id><published>2011-04-12T20:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T20:54:49.294-07:00</updated><title type='text'>Makanan Berserat Untuk Kesehatan</title><content type='html'>Walupun tidak mengandung zat gizi tapi serat sangat diperlukan oleh tubuh untuk melancarkan pencernaan dan berguna juga sebagipengendali kolesterol. Ada dua macamserat, serat makanan dan serat kasar atau crude fiber. Serat kasar merupakan bagian dari pangan yang tidak bisa dihidrolisis. &lt;br /&gt;Serat makanan adalah bagian dari pangan yang bisa dihidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan. Serat makanan terdiri dari : pati, polisakarida,lignin, dan bagian tanaman lain. Beberapa karbohidrat tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan pada manusia. Sisa yang tidak dicerna disebut serat kasar yang akan melewati saluran pencernaan dan dibuang dalam bentuk feses.&lt;br /&gt;Supaya sehat dibutuhkan 20 gr serat per orang per hari. Namun tingkat konsumsi serat orang Indonesia masih sangatlah rendah : 10,5 gr per orang per hari. Angka itu sama dengan konsumsi serat masyarakat Amerika Serikat. Sedangkan masyrakat Afrika mengkonsumsi serat sampai70 gr per orang per hari. &lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia memperoleh kandungan serat tertinggi pada beras. Namun serat pada beras kebanyakan telah terbuang pada saat penggilingan karena seratpada beras kebanyakan terdapat –pada kulit arinya. Oleh sebab itu perlu sayuran dan buah yang mengandung serat. Misalnya buah apel mengandung 2 gr serat, jadi dibutuhkan 10 buah apel sehari untuk memenuhi kebutuhan serat. Hal ini terasa tidak mungkin, untuk itu maka perlu alternatif lain. Agar-agar merupakan salah satu pilihan yang baik karena agar-agar yang terbuat dari rumput laut adalah salah satu sumber serat terbaik. Dalam 100 gr agar-agar terdapat 81,29 % serat makanan.&lt;br /&gt;Komposisi Kimia Serat Makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Komposisi kimia serat makanan bervariasi tergantung dari komposisi dinding sel tanaman penghasilnya. Pada dasarnya komponen komponen penyususn dinding sel tanaman terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pektin, lignin, gum, mucilage yang kesemuanya ini termasuk ke dalam serat makanan. Serat makanan terbagi ke dalam dua kelompok yaitu serat makanan tak larut (unsoluble dietary fiber) dan serta makanan larut (soluble dietary fiber). Serat tidak larut contohnya selulosa, hemiselulosa dan lignin yang ditemukan pada serealia, kacang-kacangan dan sayuran. Serat makanan larut contohnya gum, pektin dan mucilage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Serat &lt;br /&gt;Serat merupakan pegangan bagi usus agar mudah mengeluarkan kotoran. Serat juga bermanfaat sebagai  makanan bagi bakteri baik dalamusus. Konsumsi rendah serat meningkatkan produksi bakteri endotoksin (bakteri jahat) dan sebaliknyamenurunkan persentasi produksi lactobacillus (bakteri baik). Bila jumlah bakteri jahat dalam usus sangat tinggi, timbul berbagai penyakit termasuk kanker.&lt;br /&gt;Serat juga bersifat menyerap. Artinya semua racun termasuk kloesterol yang menempel di dinding usus diserap oleh serat. Bahkan peningkatan kadar gula pada penderita diabetes bisa ditekan oleh serat.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kurangnya serat atau asupan seratditandai dengan susah buang air besar. Jika dalam sehari sisa makanan dalam usus tidak bisa dikeluarkan, maka kondisi usus akan membesar dan panjang. Zat-zat racun yang seharusnya sudah dikeluarkanpun kembali diserap oleh usus dan diedarkan keseluruh tubuh dan hal ini menyebabkan penyakit.&lt;br /&gt;Manfaat serat bagi jantung :&lt;br /&gt;•    Menurunkan kadar kolesterol&lt;br /&gt;•    Mengurangi pengerasan arteri&lt;br /&gt;•    Melancarkan peredaran darah&lt;br /&gt;•    Menurunkan tekanan darah&lt;br /&gt;Manfaat serat bagi usus besar :&lt;br /&gt;•    Mencegah kanker usus&lt;br /&gt;•    Mencegah sembelit&lt;br /&gt;•    Melunakkan feses&lt;br /&gt;•    Menyerapkolesterol dan racun&lt;br /&gt;Manfaat serat bagi pankreas:&lt;br /&gt;•    Menurunkan kadar gula darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayuran dan buah yang kaya serat &lt;br /&gt;1.    Bayam kaya serat, mengandung vitamin,mineral, dan fitokimia bermanfaat seperrti klorofil dan flavonoid yang sangat bermanfaat untuk proses detoksifikasi. Bayam baik juga untuk ginjal dan organ pencernaan karena dapat mengatasi sembelit dan melancarkan buang air besar. Dalam 100 gram bayam terkandung o,80 gram serat.&lt;br /&gt;2.    Pisang belummatang mengandung serat hemiselulosa tinggi. Dalam 100gram pisang belum matang terdapat 0,6 gram serat terdiri dari selulosa, pektin dan hemiselulosa.&lt;br /&gt;3.    Kedelai sumber serat yang sangat tinggi dan rendah kalori sehingga sering dipergunakan sebagai pengatur kadar gula dan penurun berat badan. Serat kadar kedelai kadarnya cukup tinggi 2 g serat/100 g kedelai. Artinya menyantap 100 g kedelai sehari, setara dengan 20 % kebutuhan protein dan 20 % kebutuhan serat per hari.&lt;br /&gt;4.    Artichokes dikenal sebagai sumber penyimpanan inulin terbaik. Inulin adalah sejenis serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Arichokes mengandung 75-85 % inulin.&lt;br /&gt;5.    Apel mengandung flavonoid, fruktosa, dan serat. Serat apel menrunkkan kadar kolesterol darah, mengurangi pengerasan arteri, dan resiko penyakit jantung koroner. Serat tak larut dalam apel berfungsi untuk mengikat kolosterol LDL dalam saluran cerna dan menyingkirkannya dari tubuh. Sementara itu, serat larutnya (pektin) berfungsi mengurangi produksikoesterol LDL di hati.&lt;br /&gt;6.    Rumput laut (agar-agar) mengandung 60 % - 75 % serat tidak larut dan 10% - 20 % serat larut dalam air, rendah kalori. Serat tidak larut memberi rasa kenyang pada perut, mengaktifkan gerakan usus yang melambat dan mencegah sembelit. Sifat serat dalam rumput laut (agar-agar) menyerap air (dalamtubuh) sekaligus melepaskan air sehingga resiko tubuh akan kekurangan air dan perut terasakembung dapat dihindari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1.    Majalah Trubus 457 Desember 20&lt;br /&gt;2.    www.pustaka.unpada.....05/serat_makanan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-6641210909189534907?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/6641210909189534907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/makanan-berserat-untuk-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6641210909189534907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/6641210909189534907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/makanan-berserat-untuk-kesehatan.html' title='Makanan Berserat Untuk Kesehatan'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8336902789172171828</id><published>2011-04-12T20:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T20:53:23.862-07:00</updated><title type='text'>KADARZI DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) adalah suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Suatu keluarga disebut KADARZI apabila telah berperilaku gizi yang baik yang dicirikan minimal dengan:&lt;br /&gt;a. Menimbang berat badan secara teratur.&lt;br /&gt;b. Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur&lt;br /&gt;    enam bulan (ASI eksklusif).&lt;br /&gt;c. Makan beraneka ragam.&lt;br /&gt;d. Menggunakan garam beryodium.&lt;br /&gt;e. Minum suplemen gizi sesuai anjuran.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan perilaku KADARZI, sejumlah aspek perlu dicermati. Aspek ini berada di semua tingkatan yang mencakup 1) tingkat keluarga, 2) tingkat masyarakat, 3) tingkat pelayanan kesehatan, dan 4) tingkat pemerintah. Di tingkat keluarga, aspek tersebut adalah i) pengetahuan dan keterampilan keluarga dan ii) kepercayaan, nilai dan norma yang berlaku. Sementara, di tingkat masyarakat yang perlu diperhatikan sebagai faktor pendukung perubahan perilaku keluarga, adalah i) norma yang berkembang di masyarakat dan ii) dukungan pemangku kepentingan (stakeholders) yang mencakup eksekutif, legislatif, tokoh agama/masyarakat, LSM, ormas, media massa, sektor swasta dan donor. Di tingkat pelayanan kesehatan mencakup pelayanan preventif dan promotif. Di tingkat pemerintahan mencakup adanya kebijakan pemerintah yang mendukung dan pelaksanaan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkat Keluarga&lt;br /&gt;Pada umumnya keluarga telah memiliki pengetahuan dasar mengenai gizi. Namun demikian, sikap dan keterampilan serta kemauan untuk bertindak memperbaiki gizi keluarga masih rendah. Sebagian keluarga menganggap asupan makanannya selama ini cukup memadai karena tidak ada dampak buruk yang mereka rasakan. Sebagian keluarga juga mengetahui bahwa ada jenis makanan yang lebih berkualitas, namun mereka tidak ada kemauan dan tidak mempunyai keterampilan untuk penyiapannya. &lt;br /&gt;Gambaran perilaku gizi yang belum baik juga ditunjukkan dengan masih rendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan oleh masyarakat. Saat ini baru sekitar 50 % anak balita yang dibawa ke Posyandu untuk ditimbang sebagai upaya deteksi dini gangguan pertumbuhan. Bayi dan balita yang telah mendapat Kapsul Vitamin A baru mencapai 74 % dan ibu hamil yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) baru mencapai 60 %.&lt;br /&gt;Sementara itu perilaku gizi lain yang belum baik adalah masih rendahnya ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan secara eksklusif yang baru mencapai 39 %, sekitar 28 % rumah tangga belum menggunakan garam beryodium yang memenuhi syarat dan pola makan yang belum beraneka ragam.&lt;br /&gt;Masalah lain yang menghambat penerapan perilaku KADARZI adalah adanya kepercayaan, adat kebiasaan dan mitos negatif pada keluarga. Sebagai contoh masih banyak keluarga yang mempunyai anggapan negatif dan pantangan terhadap beberapa jenis makanan yang justru sangat bermanfaat bagi asupan gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tingkat Masyarakat&lt;br /&gt;Penanggulangan masalah kesehatan dan gizi di tingkat keluarga perlu keterlibatan masyarakat. Dari berbagai studi di Indonesia, ditemukan bahwa masalah kesehatan dan gizi cenderung dianggap sebagai masalah individu keluarga, sehingga kepedulian masyarakat dalam penanggulangan masalah kesehatan dan gizi masih rendah.&lt;br /&gt;Keterlibatan dan perhatian pihak LSM di pusat dan daerah terhadap masalah kesehatan dan gizi masyarakat belum memadai. Hal serupa terjadi juga pada peranan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang sebetulnya memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat tetapi belum berperan secara optimal. Demikian pula dengan keterlibatan pihak swasta atau dunia usaha yang seharusnya memiliki potensi besar dalam promosi KADARZI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tingkat Pelayanan Kesehatan&lt;br /&gt;Pelayanan kesehatan yang mencakup pelayanan preventif dan promotif sangat diperlukan dala mewujudkan KADARZI. Namun demikian kajian saat ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan masih menitikberatkan pada upaya kuratif dan rehabilitatif. Di lapangan saat ini kegiatan dan ketersediaan media promosi masih sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Perawat Komunitas dalam Kadarzi&lt;br /&gt;Dengan diketahuinya permasalahan yang terdapat pada tingkat keluarga, masyarakat dan pelayanan kesehatan maka peran yang dilakukan oleh seorang perawat komunitas dalam kontes Kadarzi  adalah dalam bentuk kegiatan : &lt;br /&gt;Promosi Kesehatan&lt;br /&gt;Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi KADARZI&lt;br /&gt;Promosi KADARZI adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar dapat mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang mendukung upaya KADARZI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan Promosi KADARZI&lt;br /&gt;Pemantauan promosi KADARZI merupakan upaya supervisi dan mereview kegiatan promosi yang dilaksanakan secara sistimatis oleh pengelola program untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan yang direncanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran lain yang juga sangat penting dan bisa dilakukan oleh seorang perawat komunitas adalah sebagai petugas pendamping dan dalam hal ini maka peran persebut meliputi kegiatan :&lt;br /&gt;1. Membuat jadwal kunjungan rumah keluarga sasaran.&lt;br /&gt;Petugas pendamping membuat jadwal kunjungan berdasarkan kesepakatan dengan keluarga sasaran. Kunjungan direncanakan sesuai dengan berat ringannya masalah gizi yang dihadapi keluarga.&lt;br /&gt;2. Melakukan kunjungan ke keluarga sasaran secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;Petugas pendamping melakukan kunjungan ke keluarga sasaran yang berjumlah 10-20 keluarga. Masing-masing keluarga sasaran akan didampingi secara berkelanjutan sebanyak rata-rata 10 kali kunjungan disesuaikan dengan berat ringannya masalah sampai keluarga tersebut mampu mengatasi masalah gizi yang dihadapi. Oleh karena itu kunjungan hendaknya sesuai dengan rencana yang telah dibuat sehingga pendampingan dapat dilaksanakan secara optimal. Dalam melakukan pendampingan, kader pendamping dibekali buku saku dan formulir pencatatan pendampingan. Kader pendamping hendaknya bersikap ramah, sopan dan menjaga agar terjalin hubungan baik sehingga keluarga sasaran mau menerima dan menceritakan masalah yang dihadapi. &lt;br /&gt;3. Mengidentifikasi dan mencatat masalah gizi yang terjadi pada keluarga sasaran.&lt;br /&gt;Meskipun pada saat pendataan telah diketahui masalah gizi keluarga sasaran, namun petugas pendamping masih perlu melakukan identifikasi secara teliti masalah gizi yang dihadapi pada saat kunjungan. Identifikasi masalah gizi dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan 5 perilaku KADARZI.&lt;br /&gt;Di samping itu dilakukan pengamatan terhadap balita atau anggota keluarga lain yang menderita sakit, kebersihan diri dan lingkungan rumah serta pemanfaatanair bersih. Semua hasil identifikasi tersebut harus dicatat untuk setiap sasaran agar dapat diberikan nasehat sesuai dengan masalahnya. &lt;br /&gt;4. Memberikan nasehat gizi sesuai permasalahannya.&lt;br /&gt;Setelah diketahui masalah gizi yang dihadapi keluarga sasaran, maka petugas pendamping memberikan nasehat yang sesuai dengan masalahnya. Nasehat yang disampaikan berisi anjuran atau cara-cara untuk mengatasi dan mencegah terulangnya masalah yang dihadapi. Nasehat hendaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesediaan/kesanggupan keluarga untuk melakukan anjuran yang disampaikan dan kemajuannya akan dilihat pada kunjungan berikutnya.&lt;br /&gt;Dalam memberikan nasehat hendaknya Kader Pendamping selalu menggunakan alat peraga dan media penyuluhan sesuai dengan masalahnya. Nasehat yang disampaikan dicatat pada kolo nasehat yang diisi sesuai dengan masalah dan tanggal kunjungan.&lt;br /&gt;Nasehat gizi dapat berupa:&lt;br /&gt;a.    Mengajak sasaran setiap bulan datang ke Posyandu.&lt;br /&gt;Dalam setiap kunjungan, kader pendamping hendaknya selalu menghimbau dan mengaja keluarga sasaran agar mau membawa anaknya ditimbang setiap bulan di Posyandu. Untuk meyakinkan keluarga sasaran, perlu disampaikan manfaat menimbang berat badan balita setiap bulan terhadap pertumbuhannya.&lt;br /&gt;b.    Mengusahakan agar seluruh anak balita di wilayah tugasnya memiliki KMS.&lt;br /&gt;Setiap balita harus mempunyai KMS sebagai alat monitoring pertumbuhan. Oleh karena itu kader pendamping harus mengusahakan agar seluruh anak balita dari keluarga sasaran yang didampingi dapat memperoleh KMS, dengan cara mengajukan usulan permintaan KMS kepada Bidan Poskesdes atau TPG Puskesmas.&lt;br /&gt;c.    Menganjurkan keluarga yang mempunyai bayi 0-6 bulan untuk memberikan&lt;br /&gt;ASI saja (ASI eksklusif) dan memberikan makanan pendamping ASI kepada bayinya sejak usia 6 bulan-24 bulan.&lt;br /&gt;d.    Menganjurkan balita atau keluarga untuk mengkonsumsi aneka ragam makanan sesuai anjuran.&lt;br /&gt;e.    Menganjurkan agar keluarga selalu mengkonsumsi garam beryodium.&lt;br /&gt;Pada umumnya, garam beryodium sudah tersedia di pasaran. Petugas pendamping menjelaskan pentingnya zat yodium untuk mencegah dan menanggulangi GAKY, serta menganjurkan agar keluarga menggunakan hanya garam beryodium dalam hidangan sehari-hari. Dijelaskan juga cara&lt;br /&gt;mengenali garam beryodium dari kemasan dan mereknya. Lakukan pemeriksaan garam yang ada di rumah apakah beryodium atau tidak dengan menggunakan tes yodina atau tes amilum.&lt;br /&gt;f.    Menganjurkan ibu hamil untuk datang memeriksakan kehamilannya secara rutin kepada &lt;br /&gt;Bidan  Poskesdes minimal 4 (empat) kali selama hamil.&lt;br /&gt;g.    Membantu sasaran untuk mendapatkan suplemen gizi.&lt;br /&gt;Untuk membantu sasaran mendapatkan suplemen gizi, kader pendamping perlu memberikan informasi tentang gejala kekurangan gizi (Kurang vitamin A,kurang darah/anemia dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) dan cara penanggulangannya serta memberikan anjuran tentang kapan dan dimana dapat memperoleh suplemen gizi. Anjuran yang disampaikan yaitu sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;1.    Ibu hamil perlu mendapatkan dan minum tablet besi minimal 90 tablet selama hamil untuk mencegah dan menanggulangi anemia&lt;br /&gt;2.    Ibu nifas perlu mendapatkan dan minum 2 kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI (kapsul merah), 1 kapsul setelah bayi lahir dan 1 kapsul hari berikutnya atau paling lama 28 hari setelah melahirkan, dapat diperoleh di Posyandu  atau  sarana  kesehatan  lain  untuk  mencegah  dan menanggulangi kekurangan vitamin A pada bayi yang disusui.&lt;br /&gt;3.    Bayi umur 6-11 bulan perlu mendapatkan dan minum 1 kapsul vitamin A dosis tinggi 100.000 SI (kapsul biru) setiap bulan Februari atau Agustus dapat diperoleh di Posyandu atau Puskesmas untuk mencegah dan menanggulangi kekurangan vitamin A.&lt;br /&gt;4.     Balita 12-59 bulan perlu mendapatkan dan minum kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI (kapsul merah) setiap bulan Februari dan Agustus, dapat diperoleh di Posyandu atau Puskesmas untuk mencegah dan menanggulangi kekurangan vitamin A&lt;br /&gt;5.    Mengantarkan  kasus  rujukan  dan menindaklanjuti  masalah  pasca rujukan/perawatan&lt;br /&gt;Peran petugas pendamping sangat penting untuk memfasilitasi supaya keluarga yang mempunyai balita yang berat badannya tidak naik 2 kali berturut-turut, BGM dan balita gizi buruk bersedia dirujuk. Rujukan dilaksanakan oleh Petugas Pendamping ke Poskesdes/Puskesmas. Bagi keluarga miskin biaya perawatan gizi buruk di Puskesmas atau Rumah Sakit ditanggung pemerintah melalui Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin). Di samping itu, petugas pendamping agar menindaklanjuti pelayanan pasca rujukan, misalnya memberikan konseling sesuai dengan masalah.&lt;br /&gt;6.    Menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terarah (DKT) untuk membahas masalah gizi yang ditemukan selama kegiatan pendampingan. DKT dilakukan sesuai masalah yang dihadapi oleh keluarga sasaran yang difasilitasi oleh petugas pendamping dan dihadiri oleh petugas Poskesdes. Untuk lebih memotivasi keluarga sasaran, DKT dapat menghadirkan keluarga yang berhasil menerapkan KADARZI..&lt;br /&gt;7.    Petugas pendamping menjalin kerjasama dengan Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan donatur untuk membantu memecahkan masalah gizi keluarga melalui pertemuan kelompok kerja KADARZI Desa.&lt;br /&gt;8.    Mencatat perubahan perilaku KADARZI&lt;br /&gt;Petugas pendamping mencatat perubahan perilaku keluarga sasaran pada akhir proses pendampingan. Perubahan perilaku yang diukur meliputi lima perilaku KADARZI .&lt;br /&gt;9.    Petugas merekap hasil perubahan perilaku dari seluruh keluarga yang didampingi dengan menggunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Penutup&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia, serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.Oleh karena itu menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat. &lt;br /&gt;Dari gambaran permasalahan yang ada maka peran dan tanggung jawab perawat komunitas tidak lepas dari  fungsi dan perannya sendiri yang diarahkan pada upaya promotif dan preventif dalam hal ini bertindak sebagai petugas promosi dan petugas pendamping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;PEDOMAN PENDAMPINGAN KELUARGA MENUJU KADARZI,  DEPARTEMEN KESEHATAN DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKATDIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN STRATEGI KIE KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI), DEPARTEMEN KESEHATAN DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKATDIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT, 2007&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8336902789172171828?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8336902789172171828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/kadarzi-dalam-keperawatan-komunitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8336902789172171828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8336902789172171828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/04/kadarzi-dalam-keperawatan-komunitas.html' title='KADARZI DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5118364099106036775</id><published>2011-03-09T16:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T16:34:37.863-08:00</updated><title type='text'>SUPERVISI PENGAJARAN</title><content type='html'>1.    PENGERTIAN&lt;br /&gt;Menurut Kimball Wiles (1967) supervisi dirumuskan sebagai berikut : “ supervision is assistence in the development of a better teaching learning situation”. Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar-mengajar (goal, material, techniques, method, teacher, student, and environment.  Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh asfek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran disekolah.&lt;br /&gt;Sementara itu, Hoy dan Forsyth (1986) mengemukakan bahwa “ supervisionis the set of activitas designed to improve the teaching-learning process”. Rumusan ini lebih spesifik bila dibadingkan dengan rumusan supervisi di atas karena lebih berfokus pada pengajaran atau proses belajar-mengajar. Dari kedua rumusan tersebut bahwa sasaran supervisi bersifat umum (menyangkut seluruh asfek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran disekolah), bisa pula hanya pada pelaksanaan pengajaran (KBM).&lt;br /&gt; Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut : “pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuannya untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik”. Untuk itu ada dua hal yang perlu mendapat perhatian (1) pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, dan (2) hal-hal yang menunjang terhadap pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, seperti pengelolaan sekolah, ketata-laksanaan sekolah (administrasi), pelaksanaan bimbingan, kebersihan dan keindahan, ketertiban, pelaksanaan ekstra kurikuler dan sebagainya (Depdiknas, 1994). Aspek pertama lebih tertuju pada guru, sedangkan aspek kedua lebih tertuju kepada kepala sekolah.&lt;br /&gt;Atas dasar uraian diatas, maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut : “ serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor (kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar-mengajar. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    TUJUAN SUPERVISI&lt;br /&gt;Tujuan supervisi berkaitan erat dengan tujuan pendidikan di sekolah sebab supervisi pada dasarnya dilaksanakakn dalam rangka membantu pihak sekolah (guru-guru) agar dapat melaksanakan tugasnya secara lebih baik.&lt;br /&gt;Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran (Neagly &amp; Evans, 1980 ; Oliva, 1984 ; Hoy &amp; Foresyth, 1986; Wiles &amp; Bondi, 1986; Gliekman, 1990). Sedangkan sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut adalah peningkatan kemampuan profesional guru (depdiknas, 1986; 1994; &amp; 1995). Untuk mencapai tujuan dan sasaran supervisi, maka supervisi harus menaruh perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelaksanaan tugas-tugas guru, termasuk masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajaran.&lt;br /&gt;Sementara itu, Nawawi (1983) megemukakan bahwa supervisi bertujuan menolong guru-guru agar dengan kesadarannya sendiri berusaha untuk berkembang dan tumbuh menjadi guru yang lebih cakap dan lebih baik di dalam melaksanakan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt; Senada dengan hal itu, Glickman (1981) menyatakan bahwa tujuan spervisi pengajaran adalah membantu guru bagaimana belajar meningkatkan kemampuanya sendiri guna mencapai tujuan pepbelajaran yang telah ditetapkan bagi siswa-siswanya. Pernyataan tersebut menyiratkan peran dan tanggung jawab guru dan serta peran dan tanggung jawab supervisor dalam setiap program supervisi. Dalam konteks ini, supervisi hanyalah memfasilitasi agar terjadi pertumbuhan kerja yang lebih terarah, sistematis dan optimal di kalangan guru-guru.&lt;br /&gt;Tujuan akhir supervisi sebenarnya adalah agar terjadi pertumbuhan di kalangan siswa, yang tergambar dari hasil atau porestasi belajarnya. Prestasi bewlajar siswa tersebut banyak dipengaruhi dan ditentukan oleh prosespembelajaran yang dilakukan guru. Oleh karena itulah tujuan utama supervisi adalah memperbaiki dan meningkatkan kualiatas pembelajaran tersebut. Dengan kata lain, peningkatan kemapuan profisonal guru merupakan tujuan antara menuju terselenggaranya proses pembelajaran yang berkualitas guna mencapai hasil/prestasi belajar siswa yang maksimal.&lt;br /&gt;3.    FUNGSI SUPERVISI&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaran sekolah terdapat lima fungsi utama, yaitu (1) fungsi administrasi umum, (2) fungsi mengajar, (3) fungsi supervisi, (4) fungsi manajemen, dan (5) pelayanan khusus (Harris, 1985). Masing-masing fungsi tersebut mempunyai tugas sendiri-sendiri pada kegiatan pembelajaran disekolah, untuk membedakannya terletak pada pengajaran dan siswa, karena kedua hal ini yang menjadi sentral dalam penyelenggaraan sekolah.&lt;br /&gt;Wiles dan Bondi (1986) menjelaskan fungsi-fungsi supervisi berdasarkan peranan supervisor. Menurut merekan perana supervisor tersebut mempunyai beberapa dimensi dan sering tumpang tindih dengan fungsi-fungsi administrasi, kurikulum, dan pengajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, supervisi bisa dilihat sebagai peranan kepemimpinan umum dan peranan koordinasi terhadap semua aktivitas sekolah yang berkenaan dengan pembelajaran.&lt;br /&gt;Menurut Burton (dalam Oliva, 1984) tugas-tugas supervisi dimaksud adalah sebagai berikut : (1) Perbaikan tindakan pengajaran, (2) Perbaikan in-sevice guru-guru,  (3) Pemilihan dan pengorganisasian mata pelajaran, (4) Test dan pengukuran, dan (5) Penilaian terhadap guru-guru.&lt;br /&gt;Sementara itu, Harris (1985) mengemukakan tugas-tugas supervisi sebagai berikut : (1) Pengembangan Kurikulum, (2) Pengorganissasian pengajaran, (3). Penyediaan staf, (4) Penyediaan fasiltas, (5) Penyediaan material, (6) Mengadakan pendidikan in-service, (7) Mengorientasikan anggota staf, (8) Yang berhubungan dengan layanan khusus murid, (9) Mengembangkan/meningkatkan hubungan sekolah-masyarakat, dan (10) Penilaian pengajaran.&lt;br /&gt;Depdiknas (1994) merumuskan tugas-tugas supervisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.    Meningkatkan kemampuan guru mengelola kegiatan belajar-mengajar.&lt;br /&gt;b.    Memperbaiki dan meningkatkan sikap profesional guru yang berkaitan dengan kemampuan mengelola  KBM.&lt;br /&gt;c.    Meningkatkan kemampuan guru menyusun  rencana atau persiapn mengajar.&lt;br /&gt;d.    Meningkatkan kemampuan guru mengelola alat-alat kelengkapan kelas.&lt;br /&gt;e.    Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan mengelola laporan hasil kemajuan belajar siswa.&lt;br /&gt;4.    PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip supervisi adalah kaidah-kaidah yan harus dipedomani atau dijadikan landasan di dalam melakukan kegiatan supervisi.&lt;br /&gt;Menurut Brucckner dan Burton (dalam Sergioovanni &amp; Starratt, 1983) prinsip-prinsip supervisi  adalah sebagi berikut :&lt;br /&gt;a.    Supervision will respect personality and individual differences between personalities.&lt;br /&gt;b.    Supervision will be based upon the assumsion that educational workers are capable of growth.&lt;br /&gt;c.    Supervision willprovide full opportunity for the coopertive formulation of policies and plans, will welcome and utilize free expression and contributions from all.&lt;br /&gt;d.    Supervision will stimulate initiative, self-reliance and individual responsibility on the part of all person in the discharge of thei duties.&lt;br /&gt;e.    Supervision will work toward cooperatively determined funsional groupings of the staff, when be flexible regrouping as necessary, will invite specialists when advisable.&lt;br /&gt;f.    Supervision will be creative and not prescriptive.&lt;br /&gt;g.    Supervision proceed by means of an orderly, cooperatively planned and axecuted serien of activeties.&lt;br /&gt;h.    Supervision will be judged by the results it scures.&lt;br /&gt;Menurut Depdiknas (1994) prinsip-prinsip supervisi dimaksud adalah sebagai berikut : (1) Dimulai dari hal yang positif, (2) Didasarkan atas hubungan kerabat kerja (3) Pandangan yang obyektif, (4) Tindakan yang manusiawi, (5) Mendorong pengembangan potensi, inisiatif dan kreativitas guru, (6) Sesuai dengan kebutuhan guru, (7) Berkesinambungan dan tidak mengganggu jam belajar efektif.&lt;br /&gt;Sementara itu, Sahertian &amp; Mataheru (1982) mengemukakan prinsip-prinsip supervisi sebagai berikut : (1) Ilmiah, (2) Demokratis, (3) Kooperatif, dan (4) Konstruktif dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    METODE DAN TEKNIK SUPERVISI.&lt;br /&gt;         Ada dua metode yang dipakai dalam melakukan supervisi, yaitu ; (1) langsung (berhadapan langsung), dan (2) tak langsung ( melalui media seperti TV, radio dan sebagainya. Metode langsung dalam implementasinya bisa dilakukan melalui sejumlah teknik yang bersifat individual maupun kelompok. Yang temasuk teknik individual adalah :&lt;br /&gt;a.    Kunjungan  atau observasi kelas&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan kunjungan kelas adalah kunjungan seorang supervisor ke kelas pada saat guru sedang mengajar. Kunjungan kelas tersebut dapat dibedakan  atas tiga macam, yaitu : (1) kunjungan kelas tanpa pemberitahuan sebelumnya, (2) kunjungan kelas dengan memberitahukan terlebih dahulu, dan (3) kunjungan atas dasar undangan guru.&lt;br /&gt;b.    Percakapan individual.&lt;br /&gt;Percakapan individual adalah percakapan pribadi antara seorang supervisor dengan seorang guru.&lt;br /&gt;    Sedangkan  yang termasuk dalam teknik kelompok adalah :&lt;br /&gt;a.    Rapat Guru. Rapat guru  adalah rapat yang diselenggarakan guna perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan pada umumnya dan pengajaran pada khususnya.&lt;br /&gt;b.    KKG (Kelompok Kerja Guru). KKG adalah wadah kerja sama guru-guru dalam satu gugus, dalam upaya meningkatkan kemapuan profesional mereka .&lt;br /&gt;c.    KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah). KKKS adalah wadah kegiatan  dan pembinaan profesional bagi para kepala sekolah dasar guna membicarakan dan membahas masalah yang berkaitan dengan pekerjaan kepala sekolah.&lt;br /&gt;d.    KKPS (Kelompok Kerja Pengawas Sekolah). KKPS adalah suatu wadah pertemuan dan pembinaan profesional bagi para pengawas sekolah atau sebagai wahana peningkatan kreativitas pembinaan manajerial bagi para pengawas TK/SD &lt;br /&gt;e.    PKG (Pusat Kegiatan Guru). PKG pada dasarnya merupakan pusat kegiatan guru, sekaligus sebagai bengkel kerja, pusat pertemuan, sarana diskusi dan pertukaran pengalaman serta kiat-kiat mengajar dan belajar. &lt;br /&gt;6.    PROGRAM SUPERVISI&lt;br /&gt;Program supervisi adalah rincian kegiatan yang akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola KBM dan hasil belajar (Depdiknas, 1994).&lt;br /&gt;Program supervisi berfungsi : (1) sebagai pedoman kegiatan supervisi, (2) sebagai alat mengukur keberhasilan kegiatan supervisi, (3) menolong pembina untuk melakukan pembinaan secara berkesinambungan, (4) menghindari kesamaan penanganan masalah pada orang yang sama tanpa adanya penajaman masalah dan pemecahannya.&lt;br /&gt;Suatu program dikatakan baik, jika memiliki ciri-ciri berikut : (1) sesuai kebutuhan dari para guru, (2) tujuan sesuai dengan pembinaan pada umumnya, (3) sasaran  yang mau dicapai jelas, (4) realistik, (5) luwes, dapat disesuaikan dan disempurnakan.&lt;br /&gt;Program supervisi disusun melalui langkah-langkah berikut :&lt;br /&gt;a.    Mengidentifikasi masalah, caranya : melakukan observasi kelas, menyelenggarakan rapat sekolah, menghadiri perteuan-pertemuan profesional, manganalisa laporan.&lt;br /&gt;b.    Menganalisa masalah. &lt;br /&gt;Masalah yang berhasil diidentifikasi perlu dikaji lebih lanjut supaya diketahui masalah yang sesungguhnya dan faktor penyebabnya. Selanjutnya dikelompokkan mana yang individual dan kelompok.&lt;br /&gt;c.    Merumuskan  cara-cara pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Rumusan berbagai alternatif, kaji faktor pendukung dan penghambatnya, pilih yang paling banyak faktor pendukungnya dan sedikit faktor penghambatnya, diupayakan melalui lebih banyak dialog.&lt;br /&gt;d.    Implementasi pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Hasil pemecahan masalah dilaksanakan di kelas dimana pembina selaku fasilatator, motivator dan konsultan selalu memonitor apa yang terjadi dalam perbaikan pengajaran di kelas.&lt;br /&gt;e.    Evaluasi dan tindak lanjut.&lt;br /&gt;Hasil evaluasi menjadi masukan untuk menetukan tindakan selanjutnya.&lt;br /&gt;7.    MASALAH SUPERVISI DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA.&lt;br /&gt;Menurut Depdiknas (1994) ada beberapa kendala yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi di sekolah, yaitu : (1) sistem pembinaan yang kurang memadai, (2)  sikap mental yang kurang menunjang, (3) kurang terkoordinasimya kegiatan pembinaan berbagai pihak yang berwenang di lapangan sehingga kadang-kadang membingungkan guru. Adapun sumber masalahnya adalah karena kualitas sumber daya manusia yang relatif masih rendah, dana operasional yang belum memadai, fasiltas yang kurang, perangkat pendukung juga belum memadai, sistem pembinaa itu sendiri.&lt;br /&gt;Ada beberapa masalah yang berkenaan dengan supervisi Pengawas TK/SD, seperti : (1) jumlah pengawas yang kurang, (2) sangat senior, (3) kemampuan terbatas,(4) latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya, (5) kurang aktif/kreatif, (6) Kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan yang diharapkan. &lt;br /&gt;Untuk mengatasi permasalah tersebut, upaya yang ditempuh adalah : (1) menambah jumlah pengawas dengan mengangkat supervisor sejawat, (2) memperbaiki/mengoptimalkan sisten rekruitmen supervisor, (3) meningkatkan kemampuan supervisor, (4) mengoptimalkan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS).&lt;br /&gt;Permasalahan yang berkenaan dengan supervisi kepala sekolah, antara lain : (1) kepala sekolah tidak memiliki cukup waktu, (2) kemampuan yang terbatas, (3) pada umumnya, mereka mengunakan satu pola yang sama meski menghadapi guru yang berbeda, (4) disibukkan dengan tugas-tugas administrasi, (5) supervisi belum dilakukan secara rutin dan terjadwal, (6) supervisi sebagi pelengkap saja bukan untuk peningkatan mutu.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah tersebut  ada beberapa cara yang dapat dilakukan, anatara lain seperti : (1) Menambah/mencukupi kebutuhan akan guru, (2)Meningkatkan kemampuan dan keterampilan kepala sekolah dalam bidang supervisi (pelatihan, workshop, seminar, diskusi ilmiah dan sebagainya), (3) melalui pendidikan lanjutan ke jenjang yang lebih tinggi dan relevan, dan (4) mengoptimalkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) &lt;br /&gt;TUGAS MANDIRI&lt;br /&gt;MATA KULIAH :&lt;br /&gt;SUPERVISI PENGAJARAN&lt;br /&gt;DOSEN PEMBIMBING :&lt;br /&gt;DRS. M. SALEH, M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH :NAMA                 : NOR ALIMAH&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;PROGRAM S1 PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR&lt;br /&gt;FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT&lt;br /&gt;BANJARMASIN&lt;br /&gt;2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5118364099106036775?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5118364099106036775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/03/supervisi-pengajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5118364099106036775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5118364099106036775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/03/supervisi-pengajaran.html' title='SUPERVISI PENGAJARAN'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-402409654199539710</id><published>2011-03-09T16:25:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T16:26:18.080-08:00</updated><title type='text'>SURVEILANS KUALITAS AIR BERSIH</title><content type='html'>Peranan air sangat penting bagi manusia, sehingga pengadaannya harus memenuhi standar kualitas air bersih. Bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu dilaksanankan pengawasan kualitasa air&lt;br /&gt;secara intensif dan terus menerus; bahwa kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar terhindar dari gangguan kesehatan; bahwa syarat-syarat kualitas air yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;kesehatan yang telah ada perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan upaya kesehatan serta kebutuhan masyarakat dewasa ini;&lt;br /&gt;Air tanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Air tanah merupakan sumber daya penting dalam irigasi, industri dan air minum makin meluas. Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari dilingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan, kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Jumlah penduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Unus S,1996:3 &amp;13).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari&lt;br /&gt;dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air&lt;br /&gt;tersebut air tanahlah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil (Jovita, 2002 : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air bersih&lt;br /&gt;Merupakan air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak (Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Air Bersih&lt;br /&gt;Adalah banyaknya air yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam kegiatan sehari-hari misalnya mandi, mencuci, memasak menyiram tanaman, mencuci mobil, dan lain sebagainya (Purwodarminto, 1976 : 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas Air&lt;br /&gt;Adalah standar kualitas yang terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82/2001 yang digunakan sebagai paramater air yang meliputi aspek fisik, kimia, biologi (Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82/2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga&lt;br /&gt;Merupakan usaha untuk mencukupi hal yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga ( Depdiknas, 2001 : 50 ). Yang dimaksud pemenuhan kebutuhan rumah tangga dalam penelitian ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk mandi, masak, minum, dan mencuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan kualitas air bertujuan untuk mencegah penurunan kualitas dan penggunaan air yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan, serta meningkatkan kualitas air. Kegiatan pengawasan kualitas air mencakup :&lt;br /&gt;a.    Pengamatana lapangan dan pengambilan contoh air termasuk pada proses produksi dan distribusi.&lt;br /&gt;b.    Pemeriksaan contoh air.&lt;br /&gt;c.    Analisis hasil pemeriksaan.&lt;br /&gt;d.    Perumusan saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dalam hasil kegiatan a,b, dan c&lt;br /&gt;e.    Kegiatan tindak lanjut berupa pemantauan upaya penanggulangan/perbaikan termasuk kegiatan penyuluhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas air yang baik adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Secara fisik&lt;br /&gt;1)    Rasa&lt;br /&gt;Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat ditimbulkan&lt;br /&gt;karena adanya zat organik atau bakteri / unsur lain yang masuk ke badan&lt;br /&gt;air.&lt;br /&gt;2)    Bau&lt;br /&gt;Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat&lt;br /&gt;ditimbulkan oleh pembusukan zat organik seperti bakteri serta&lt;br /&gt;kemungkinan akibat tidak langsung dari pencemaran lingkungan,  &lt;br /&gt;terutama sistem sanitasi.&lt;br /&gt;3)    Suhu&lt;br /&gt;Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan aktivitas biologi sehingga akan membentuk O2 lebih banyak lagi. Kenaikan suhu perairan secara alamiah biasanya disebabkan oleh aktivitas penebangan vegetasi di sekitar sumber air tersebut, sehingga menyebabkan banyaknya cahaya matahari yang masuk tersebut mempengaruhi akuifer yang ada secara langsung atau tidak langsung (Chay, 1995: 54 ).&lt;br /&gt;4)    Kekeruhan&lt;br /&gt;Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan – bahan organik dan&lt;br /&gt;anorganik, kekeruhan juga dapat mewakili warna. Sedang dari segi estetika kekeruhan air dihubungkan dengan kemungkinan hadirnya pencemaran melalui buangan dan warna air tergantung pada warna buangan yang memasuki badan air.&lt;br /&gt;5)    TDS atau jumlah zat padat terlarut (total dissolved solids)&lt;br /&gt;Bahan pada adalah bahan yang tertinggal sebagai residu pada penguapan dan pengeringan pada suhu 1030 – 105o C, dalam portable water kebanyakan bahan bakar terdapat dalam bentuk terlarut yang terdiri dari garam anorganik selain itu juga gas-gas yang terlarut. Kandungan total solids pada portable water biasanya berkisar antara 20 sampai dengan 1000 mg/l dan sebagai satu pedoman kekerasan dari air akan meningkatnya total solids, disamping itu pada semua bahan cair jumlah koloit yang tidak terlarut dan bahan yang tersuspensi akan meningkat sesuai derajat dari pencemaran (Sutrisno, 1991 : 33). Zat pada selalu terdapat dalam air dan kalau terlalu banyak tidak baik untuk air minum, banyaknya zat padat yang disyaratkan untuk air minum adalah kurang dari 500 mg/l. pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan kualitas air minum dalam hal total solids ini yaitu bahwa air akan meberikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Secara kimia&lt;br /&gt;Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun.&lt;br /&gt;      1) pH (derajat keasaman)&lt;br /&gt;Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya Cdisebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggUkesehatan.&lt;br /&gt;       2) Kesadahan&lt;br /&gt;Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahan&lt;br /&gt;nonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat,&lt;br /&gt;Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.&lt;br /&gt;       3) Besi&lt;br /&gt;Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l&lt;br /&gt;       4) Aluminium&lt;br /&gt;Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi.&lt;br /&gt;      5) Zat organik&lt;br /&gt;Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan (Chay, 1995:541)&lt;br /&gt;       6) Sulfat&lt;br /&gt;Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas.&lt;br /&gt;       7) Nitrat dan nitrit&lt;br /&gt;Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh.&lt;br /&gt;       8) Chlorida&lt;br /&gt;Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air.&lt;br /&gt;       9) Zink atau Zn&lt;br /&gt;Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l.&lt;br /&gt;penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Secara Biologis&lt;br /&gt;       1) Colli&lt;br /&gt;Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri penyakit (patogen) sama sekali tidak boleh mengandung bakteri coli melebihi batas–batas yang telah ditentukan yaitu 1 coli/100 ml air (Sutrisno, 1991 : 23).&lt;br /&gt;       2) COD (Chemical Oxygen Demand)&lt;br /&gt;COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan, maka kualitas air tersebut buruk.&lt;br /&gt;      3) BOD (Biochemical Oxygen Demand)&lt;br /&gt;Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk&lt;br /&gt;memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih, mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan Air Dalam Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air merupakan satu kebutuhan pokok yang tidak kita pisahkan dengan kehidupan sehari-hari makhluk hidup didunia. Air merupakan bagian yang esensial bagi makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, maupun, manusia. Semua makhluk hidup memerlukan air bahkan tanpa air memungkinkan tidak ada kehidupan. Demikian pula manusia mungkin dapat hidup selama beberapa hari tanpa makan tetapi tidak akan bertahan hidup selama beberapa hari tanpa minum.&lt;br /&gt;Air sangat penting untuk kehidupan bukanlah suatu yang baru karena telah lama diketahui bahwa tidak satupun kehidupan yang ada didunia dapat berlangsung terus tanpa tersedianya air yang cukup.&lt;br /&gt;Bagi manusia kebutuhan akan air ini amat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh ( Azwan, 1996 : 31 ). Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya. Akan tetapi banyak hal air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Padahal dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air, karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan, mandi, dan lain sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga, irigasi, alat transportasi, dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 Tahun 1990 Tentang : Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.digilib.unnes.ac.id/../doc.pdf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-402409654199539710?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/402409654199539710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/03/surveilans-kualitas-air-bersih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/402409654199539710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/402409654199539710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/03/surveilans-kualitas-air-bersih.html' title='SURVEILANS KUALITAS AIR BERSIH'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5288917900239854145</id><published>2011-03-04T19:22:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T19:23:19.461-08:00</updated><title type='text'>RENDAHNYA PRESTASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS                                Oleh : Nor Alimah,S.Pd</title><content type='html'>I.    LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar tidak dimaksudkan untuk menjadi beban melainkan untuk menyiapkan peserta didik memenuhi jenjang pendidikan menengah dan seterusnya dengan modal bahasa lisan yang dapat digunakan dalam aktivitas interaktif di dalam kelas.&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat menimbulkan sikap positif terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris sehingga peserta didik tidak takut berbicara. Maka tugas guru adalah merancang berbagai kegiatan yang memudahkan peningkatan prestasi siswa. Untuk itu guru dapat menggunakan berbagai strategi misalnya dengan menggunakan berbagai macam metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.&lt;br /&gt;Rendahnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris dikarenakan mata pelajaran ini hanya dimasukkan dalam mata pelajaran Muatan Lokal bukan mata pelajaran tersendiri. Sekolah-sekolah diberi kebebasan untuk mengajarkan atau tidak, kemudian banyak sekolah yang tidak siap untuk mengajarkan Bahasa Inggris karena tidak ada silabus atau program juga guru yang khusus dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Dalam kaitannya demgan peningkatan prestasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebelumnya telah banyak upaya-upaya yang dilaksanakan. Upaya-upaya dimaksud secara bertahap  dan berkesinambungan tetap dilaksanakan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu dengan cara bagaimanapun atau dengan alasan apapun, peningkatan kualitas pendidikan mutlak untuk diupayakan atau dilaksanakan secara konsekuen dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.    MASALAH RENDAHNYA  PRESTASI SISWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pemantauan sekilas dilapangan rendahnya prestasi siswa khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.    Faktor guru/pendidik&lt;br /&gt;Guru pada prinsipnya memiliki peranan yang sangat penting dan sangat strategis dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan seperti yang telah digariskan. Bahkan ada sebagian anggota masyarakat beranggapan bahwa guru atau tenaga kependidikan merupakan faktor penentu terhadap keberhasilan program pendidikan. Kiranya ini dapat dimaklumi mengingat peran guru selain mengajar, membimbing, melatih juga mendidik.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu jika para guru memiliki keterbatasan baik dibidang ilmu pengetahuan, pengalaman maupun keterampilan, maka apa yang dapat diharapkan dari guru tersebut. Lebih-lebih jika guru yang bersangkutan tidak memiliki komitmen terhadap tugas yang disandangnya, maka akibatnya akan lebih fatal. Karena tanpa adanya komitmen terhadap tugas, sangat mustahil jika mereka memiliki keinginan untuk mengasah diri, baik dalam hal ini penguasaan kurikulum, materi untuk setiap mata pelajaran, penggunaan metode pembelajaran, pemelihan dan penentuan alat peraga yang tepat, juga dalam hal pengunaan alat evaluasi. Sehingga KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang dilaksanakan tidak akan mengalami peningkatan ditinjau dari sisi kualitas, bahkan cenderung akan menurun.&lt;br /&gt;2.    Faktor Anak.&lt;br /&gt; Anak didik selain sebagai obyek, juga merupakan sebagai subyek dalam proses pendidikan Oleh karena itu rendahnya prestasi belajar yang dicapai dapat pula disebabkan oleh faktor anak tersebut.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui bahwa anak masing-masing memiliki perbedaan indvidual, baik dalam bidang kemampuan, kematangan, maupun tempo/irama perkembangannya. Kondisi semacam itu menyebabkan terjadinya perbedaan dalam menerima informasi dari luar, termasuk informasi dari guru dalam pembelajarn di kelas.&lt;br /&gt;3.    Faktor orang tua/keluarga.&lt;br /&gt;Pendidikan pada prinsipnya merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ketentuan semacam ini sesungguhnya secara eksplisit telah termaktub dalam GBHN maupun UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun demikian kenyataan yang sering kita jumpai dilapangan justru sangat berbeda. Dalam kaitan ini para orang tua atau pihak keluarga umumnya mempercayakan pendidikan anak-anaknya secara totalitas pada pihak sekolah. Masing-masing memiliki argumentasi yang cukup logis dan realitas. Misalnya mereka merasa sudah memberikan imbalan yang cukup, karena sibuk, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Apapun alasannya, hal ini jelas tidak dapat dibenarkan, mengingat keberadaan anak itu sendiri justru lebih banyak di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan sosialnya, selain waktunya relatif singkat, seorang guru harus menangani sekitar 20 – 30 orang anak. Dengan demikian jika dikalkulasikan secara matematis, maka masing-masing anak hanya akan mendapat porsi waktu beberapa menit saja dari guru yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.    PEMECAHAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Faktor guru/pendidik&lt;br /&gt;Sebagai seorang guru seyogyanya kita memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas. Mengingat  bahwa tugas guru sesnugguhnya sangat mulia. Hanya porfesi gurulah yang mampu menciptakan segudang profesi lainnya. Selanjutnya setelah modal dasar itu kita miliki, maka kita dapat berusaha untuk mengembangkan  kemapuan profesional secara optimal. Dengan demikian tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal pula.&lt;br /&gt;Seorang guru dikatakan memiliki kemampuan profesional jika guru yang bersangkutan memiliki  lima (5) kemampuan (kompetensi) dasar yang tercermin dalan seluruh asfek kehidupan/perilakunya.&lt;br /&gt;Kemampuan (kompetensi) dasar yang perlu dikembangkan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik, antara lain :&lt;br /&gt;a.    Penguasaan terhadap kurikulum.&lt;br /&gt;b.    Penguasaan terhadap materi setiap pelajaran.&lt;br /&gt;c.    Penguasaan terhadap metode, alat/media belajar dan teknik penilain.&lt;br /&gt;d.    Komitmen atau kecintaan guru terhadap tugasnya.&lt;br /&gt;e.    Disipilin dalam arti luas.&lt;br /&gt;2.    Faktor Anak.&lt;br /&gt;Setiap anak memiliki perbedaan individual, maka para guru dituntut kejelian dan kecermatannya dalam mensiasati program pembelajaran, sehingga potensi yang ada pada masing-masing anak dapat dikembangkan secara optimal. Kesemuanya dapat terlaksana dengan baik apabila guru yang bersangkutan memiliki kemampuan profesional sebagaimana tersebut diatas.&lt;br /&gt;3.    Faktor orang tua/keluarga&lt;br /&gt;Pihak keluarga atau orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian secara khusus terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama ketika anak-anak yang bersangkutan berada dilingkungan keluarga ataupun lingkungan sosialnya. Untuk itu pihak sekolah dapat menjalin hubungan kerjasama dengan pihak orang tua atau keluarga. Salah satu cara yang dapat dikembangkan misalnya dengan menggunakan buku kontrol. Dalam kaitan ini pihak keluarga atau orang tua diharapkan dapat mengadakan kontrol terhadap aktivitas belajar yang dilakukan oleh anak-anaknya, selanjutnya membubuhkan tanda tangan pada buku kontrol/buku penghubung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktorat Pendidikan Dasar Majalah (1997) MUTU Media Komunikasi dan Informasi peningkatan mutu pendidikan dasar ,MUTU Vol VI No.03 Edisi Oktober – Desember 1997, Primary Education Quality Improvement Project (PEQIP). Jakarta  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Pendidikan Kalimantan SelatanlSubdin Bina Diknas(2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi Lulusan. Banjarmasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5288917900239854145?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5288917900239854145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/03/rendahnya-prestasi-siswa-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5288917900239854145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5288917900239854145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/03/rendahnya-prestasi-siswa-dalam.html' title='RENDAHNYA PRESTASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS                                Oleh : Nor Alimah,S.Pd'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5828686013898313884</id><published>2011-02-01T17:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T17:59:37.013-08:00</updated><title type='text'>GENERASI YANG HILANG  (LOSS GENERATION)</title><content type='html'>Masalah gizi di Indonesia masih tergolong memprihatinkan, salah satunya adalah anemia gizi besi yang dikenal sebagai kurang darah yang dapat diderita oleh setiap orang mulai dari bayi sampai lanjut usia.&lt;br /&gt;Beberapa penelitian menyatakan bahwa dari penderita gizi buruk juga menderita kekurangan zat besi yang berdampak buruk pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangg%.a (SkRT) 2001, prevalensi anemia pada balita 0 – 5 tahun sekitar 47 %, anak usia sekolah dan remaja sekitar26,5 % da wanita Usia Subur (WUS) berkisar 40 %. Sedangkan di DKI Jakrta pada tahun 2004menunjukkan angka prevalensi anemia pada balita sebesar 26,5% dan pada ibu hamil 43,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada kelompok ibu hamil dan balita merupakan kelompok yang memiliki masa emas sekaligus kritis. Ibu yang mengandung sangat memerlukan mineral, protein, dan juga asam folat. Balita juga memiliki masa tumbuh yang besar, termasuk tumbuh kembang otak yang sangat memerlukan asupan gizi yang cukup.&lt;br /&gt;Sekiranya pada saat hamil sudah mengalami kekurangan zat gizi tersebut, maka ibu hamil tersebut akan berisiko untuk mengakibatkan anaknya juga kekurangan zat gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak . Akibat yang terburuk adalah adanya kerusakan otak permanen pada anak yang dikandungnya atau proses perkembangan otaknya.&lt;br /&gt;Kerusakan otak permanen dari kerusakan organ lainnya karena sekali sel-selotak mengalami kerusakan maka tidak mungkin dikembalikan seperti semula, atau bahkan dicangkokpun tidak memungkinkan. Tidak seperti organ lain bisa mengalami perbaikan sendiri atau dengan tindakan medis. Balita yang mengalami kerusakanotak permanen sulit sekali diatasi dan ini yang memungkinkan terjadinya loos generation.&lt;br /&gt;Pertumbuhan otak yang cepat adalah mulai janin dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Pada masa itu disebut masa keemasan yakni memiliki masa pertumguhan sel-selotannya mencapai 80 %, sisanya yang 20 % baru setelah usia 2 tahun. Oleh karena itu, ibu-ibu yang melahirkan sangat dianjurkan menyusui anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Koran Banjarmasin Post, Sabtu 27 Agustus 2005 halaman 22 Topik “ Balita, Antara Masa Emas dan Kritis.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5828686013898313884?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5828686013898313884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/02/generasi-yang-hilang-loss-generation.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5828686013898313884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5828686013898313884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/02/generasi-yang-hilang-loss-generation.html' title='GENERASI YANG HILANG  (LOSS GENERATION)'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8467215335859185591</id><published>2011-02-01T17:52:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T17:53:52.945-08:00</updated><title type='text'>Metode Kontrasepsi Implant</title><content type='html'>A.    Pendahuluan&lt;br /&gt;    Indonesia  merupakan salah satu negara berkembang yang tidak lepas dari masalah kependudukan.  Secara garis besar masalah-masalah pokok bidang kependudukan yang dihadapi Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar  dengan laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, penyebaran yang  tidak merata, struktur usia muda dan kualitas penduduk yang masih harus ditingkatkan.  Oleh karena itu berbagai program kependudukan telah dilaksanakan yang bertujuan mengurangi beban kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan akibat tekanan kependudukan dan meningkatnya upaya mensejahterakan penduduknya melalui dukungan program-program pembangunan termasuk Keluarga Berencana (Wiknjosastro, 2002).&lt;br /&gt;    Program Keluarga Berencana adalah bagian yang terpadu (Integral) dalam program Pembangunan Nasional dan bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual  dan sosial budaya penduduk Indonesia,  agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional (Departemen  Kesesehatan  Republik Indonesia [Depkes RI]. 1996).&lt;br /&gt;    Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha yang dikerjakan dengan secara sadar dan bertanggung jawab dalam mengatur kelahiran dan kehamilan serta tidak bertentangan dengan hukum dan norma agama. Keluarga Berencana secara hakiki adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan. Penundaan kehamilan, pengaturan kelahiran,  pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil  bahagia dan sejahtera (Hartanto,  2003).&lt;br /&gt;    Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubah visinya dari mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) menjadi visi utuk mewujudkan  “Keluarga Berkualitas Tahun 2015” dimana misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati  hak-hak reproduksi  sebagai  upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Oleh karena itu diperlukan suatu metode kontrasepsi untuk mengatur kelahiran anak  (Saifuddin, 2006).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kontrasepsi merupakan metode untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel  telur yang matang dengan sel sperma.  Cara kerja Kontrasepsi  pada umumnya sama yaitu mencegah ovulasi,  meningkatkan kekentalan leher rahim dan membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan serta menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.&lt;br /&gt;    Umumnya Metode Kontrasepsi  dibagi menjadi  metode sederhana : kondom,  diafragma, cream, jelly, vaginal tablet,  metode efektif  : Pil  KB,  suntikan KB, Alat  Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), Susuk KB (Implant), dan metode  mantap dengan cara operasi (kontransepsi mantap) : tubektomi dan vesektomi. Cara-cara Kontrasepsi  tersebut,  mempunyai  tingkat efektifitas yang berbeda-beda dalam memberikan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan  (Dep-Kes. RI, 1996).&lt;br /&gt;    Seiring perkembangan zaman banyak pilihan alat kontrasepsi yang ditawarkan. Tetapi masih banyak pasangan dimasyarakat yang belum mengetahui Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) lebih dikarenakan oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan Metode Kontrasepsi. Tidak ada satupun metode kontrasepsi  yang aman dan efektif bagi semua klien karena masing-masing mempunyai kesesuaian dan kecocokan individu bagi setiap klien.  Namun secara umum persyaratan Metode Kontrasepsi Ideal adalah aman,  berdaya guna,  dapat diterima,  terjangkau harganya dimasyarakat dan apabila metode tersebut dihentikan penggunaannya kesuburan klien akan segera kembali kecuali  Kontrasepsi Mantap  (Mochtar,  R,  1998).&lt;br /&gt;    Salah satu Metode Kontrasepsi  Efektif adalah Implant.  Implant atau yang lebih dikenal dengan KB Susuk sejak tahun 1981 telah mulai diteliti dan dikembangkan di Indonesia. Di luar negeri, cara baru Implant telah diuji coba klinik secara baik dan teliti, lalu dipakai sebagai kontrasepsi sejak tahun 1972. di berbagai negara di dunia sejak tahun 1981 Implant telah dipakai lebih dari 10 ribu wanita dan mulai dapat diterima oleh masyarakat (Mochtar, R, 1998). Implant adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit lengan atas sebelah dalam, berbentuk kapsul  silastik  (lentur) panjangnya sedikit lebih pendek dari pada batang korek api dimana dalam setiap kapsul berisi hormon levonorgestril yang dapat mencegah terjadinya kehamilan. Implant mempunyai cara kerja menghambat terjadinya ovulasi,  menyebabkan selaput  lendir endometrium tidak siap untuk nidasi / menerima pembuahan, mempertebal  lendir serviks / rahim dan menipiskan lapisan endometrium/selaput lendir dengan tingkat keberhasilan efektivitas implant  97 – 99 %  (BKKBN, 2006).&lt;br /&gt;B.    Implant&lt;br /&gt;a.    Pengertian Implant&lt;br /&gt;    Alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit lengan atas sebelah dalam berbentuk kapsul silastik (lentur) panjangnya sedikit lebih pendek dan pada batang korek api dan dalam setiap batang mengandung hormon levonorgestrel yang dapat mencegah terjadinya kehamilan (BKKBN, 2006).&lt;br /&gt;b.    Jenis Implant                &lt;br /&gt;    Jenis-jenis implant menurut Saifuddin (2006) adalah sebagai  berikut :&lt;br /&gt;1)    Norplant  terdiri  dari  6  batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm dengan diameter 2,4 mm,  yang berisi dengan 36 mg levonorgestrel  dan lama kerjanya 5 tahun.&lt;br /&gt;2)    Implanon terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm,  dan diameter 2 mm,  yang berisi dengan 68 mg 3 ketodesogestrel  dan lama kerjanya 3 tahun.&lt;br /&gt;3)    Jadena dan Indoplant terdiri dari 2 batang yang berisi dengan 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.&lt;br /&gt;c.    Mekanisme Kerja              &lt;br /&gt;    Cara kerja implant yang setiap kapsul susuk KB mengandung 36 mg  levonorgestrel  yang dikeluarkan setiap harinya sebanyak 80 mg. Konsep mekanisme kerjanya menurut Manuaba (1998) adalah :&lt;br /&gt;1)    Dapat menghalangi pengeluaran LH sehingga tidak terjadi  ovulasi.&lt;br /&gt;2)    Mengentalkan lendir  serviks dan menghalangi migrasi spermatozoa. &lt;br /&gt;3)    Menipiskan endometrium sehingga tidak siap menjadi tempat nidasi.&lt;br /&gt;d.    Efektifitas  Implant            &lt;br /&gt;    Menurut Hartanto,  (2002) efektifitas implant adalah :&lt;br /&gt;1)    Angka kegagalan norplant  kurang 1 per 100 wanita pertahun dalam lima tahun pertama. Ini lebih rendah dibandingkan kontrasepsi oral, IUD dan metode barier.&lt;br /&gt;2)    Efektifitas norplant berkurang sedikit setelah 5 tahun dan pada tahun ke 6 kira-kira 2,5-3 % akseptor menjadi  hamil.&lt;br /&gt;3)    Norplant -2 sama efektifnya seperti norplant juga akan efektif untuk 5 tahun, tetapi ternyata setelah pemakaian 3 tahun terjadi kehamilan dalam jumlah besar yang tidak diduga sebelumnya,  yaitu sebesar    5-6 %.  Penyebabnya belum jelas,  disangka terjadi penurunan dalam pelepasan hormonnya.&lt;br /&gt;e.    Indikasi                     &lt;br /&gt;    Pemasangan implant menurut  Saifuddin (2006) dapat dilakukan pada :&lt;br /&gt;1)    Perempuan yang telah memilih anak ataupun yang belum.&lt;br /&gt;2)    Perempuan pada usia reproduksi (20 – 30 tahun).&lt;br /&gt;3)    Perempuan yang menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi dan menghendaki  pencegahan kehamilan jangka panjang.&lt;br /&gt;4)    Perempuan menyusui  dan membutuhkan kontrasepsi.&lt;br /&gt;5)    Perempuan pasca persalinan.&lt;br /&gt;6)    Perempuan pasca keguguran.&lt;br /&gt;7)    Perempuan yang tidak menginginkan anak lagi, menolak sterilisasi. &lt;br /&gt;8)    Perempuan yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen.&lt;br /&gt;9)    Perempuan yang sering lupa menggunakan pil.&lt;br /&gt;f.    Kontraindikasi              &lt;br /&gt;    Menurut Saifuddin (2006) menjelaskan bahwa kontra indikasi implant adalah sebagai  berikut :&lt;br /&gt;1)    Perempuan hamil  atau diduga hamil.&lt;br /&gt;2)    Perempuan dengan perdarahan pervaginaan yang belum jelas penyababnya.&lt;br /&gt;3)    Perempuan yang tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi.&lt;br /&gt;4)    Perempuan dengan mioma uterus dan kanker payudara.&lt;br /&gt;5)    Perempuan dengan benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara.&lt;br /&gt;g.    Keuntungan                   &lt;br /&gt;    Keuntungan dari  implant  menurut  Saifuddin (2006) adalah :&lt;br /&gt;1)    Keuntungan kontrasepsi  yaitu  :&lt;br /&gt;a)    Daya guna tinggi.&lt;br /&gt;b)    Perlindungan jangka panjang (sampai  5  tahun).&lt;br /&gt;c)    Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan.&lt;br /&gt;d)    Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.&lt;br /&gt;e)    Bebas dari  pengaruh estrogen.&lt;br /&gt;f)    Tidak mengganggu kegiatan senggama.&lt;br /&gt;g)    Tidak mengganggu ASI.&lt;br /&gt;h)    Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.&lt;br /&gt;i)    Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;2)    Keuntungan non kontrasepsi  yaitu  :&lt;br /&gt;a)    Mengurangi  nyeri  haid.&lt;br /&gt;b)    Mengurangi  jumlah darah  haid&lt;br /&gt;c)    Mengurangi/memperbaiki anemia.                          &lt;br /&gt;d)    Melindungi  terjadinya kanker endometrium.&lt;br /&gt;e)    Menurunkan angka kejadian kelainan anak payudara.&lt;br /&gt;f)    Melindungi  diri  dari beberapa penyebab penyakit radang pangul.&lt;br /&gt;g)    Menurunkan angka kejadian endometriosis.&lt;br /&gt;h.    Kerugian                     &lt;br /&gt;    Hartanto, (2002) mengemukakan bahwa kerugian implant adalah:&lt;br /&gt;1)    Insersi dan pengeluaran harus dilakukan oleh tenaga terlatih.&lt;br /&gt;2)    Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi  dan pengangkatan implant.&lt;br /&gt;3)    Lebih mahal.&lt;br /&gt;4)    Sering timbul perubahan pola haid.&lt;br /&gt;5)    Akseptor  tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;6)    Beberapa wanita mungkin segan untuk menggunakannya karena kurang mengenalnya.&lt;br /&gt;7)    Implant kadang-kadang dapat  terlihat orang lain.&lt;br /&gt;i.    Cara pemasangan              &lt;br /&gt;    Menurut  Manuaba (1998) teknik pemasangan implant adalah sebagai  berikut:&lt;br /&gt;1)    Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat (apabila terdiri dari 6 kapsul buah seperti kipas terbuka).&lt;br /&gt;2)    Tempat pemasangan di lengan kiri atas, dipatirasa dengan likokain 2%.&lt;br /&gt;3)    Dibuat insisi  kecil,  sehingga trokar dapat masuk.&lt;br /&gt;4)    Trokar  ditusukkan subkutan sampai  batasnya.&lt;br /&gt;5)    Kapsul  dimasukkan  ke dalam trokar,  dan didorong dengan alat pendorong sampai  terasa ada tahanan.&lt;br /&gt;6)    Untuk menempatkan kapsul,  trokar ditarik ke luar.&lt;br /&gt;7)    Untuk menyakinkan bahwa kapsul telah di tempatnya,  alat pendorong dimasukkan sampai terasa tidak ada tahanan.&lt;br /&gt;8)    Setelah 6 kapsul dipasang,  bekas insisi ditutup dengan tensoplas  (band aid). Teknik ini berlaku untuk semua jenis implant.&lt;br /&gt;j.    Efek samping / Komplikasi  dan cara  Penanggulangannya&lt;br /&gt;    Saifuddin (2006) menjelaskan bahwa  efek samping / komplikasi dan cara penanggulangannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1)    Amenorea&lt;br /&gt;a)    Pastikan hamil atau tidak hamil,  bila tidak hamil tidak memerlukan penanganan khusus,  khusus konseling saja.&lt;br /&gt;b)    Bila klien tetap saja tidak menerima,  angkat implant dan angjurkan menggunakan kontrasepsi lain.&lt;br /&gt;c)    Bila terjadi kehamilan dan klien ingin melanjutkan kehamilannya,  cabut  implant dan jelaskan,  bahwa progestin tidak berbahaya bagi janin. Bila diduga kehamilan ektopik,  klien dirujuk. Tidak ada gunanya memberikan obat hormon untuk memancing timbulnya perdarahan.&lt;br /&gt;2)    Perdarahan, bercak (spotting) ringan&lt;br /&gt;a)    Jelaskan bahwa perdarahan ringan sering ditemukan terutama pada tahun pertama.&lt;br /&gt;b)    Bila tidak ada masalah dan klien tidak hamil,  tidak diperlukan tindakan apapun.&lt;br /&gt;c)    Bila klien tetap saja mengeluh masalah perdarahan dan ingin melanjutkan pemakaian implant dapat diberikan pil kombinasi satu siklus, atau ibuprofen  3 x 800 mg selama 5 hari. Terangkan  kepada klien bahwa akan terjadi perdarahan setelah pil kombinasi  habis.&lt;br /&gt;d)    Bila terjadi perdarahan lebih banyak dari biasa, berikan 2 tablet pil kombinasi untuk  3-7 hari dan kemudian dilanjutkan dengan satu siklus pil kombinasi, atau dapat juga diberikan 50 µg estinilestradiol  atau 1,25 mg estrogen equin  konjugasi untuk  14-21 hari.&lt;br /&gt;3)    Ekspulasi                              &lt;br /&gt;a)    Cabut kapsul yang ekspulsi, periksa apakah kapsul lain masih di tempat, dan apakah terdapat tanda-tanda infeksi daerah insersi.&lt;br /&gt;b)    Bila tidak ada infeksi dan kapsul lain masih berada pada tempatnya, pasang kapsul baru 1 buah pada tempat insersi yang berbeda.&lt;br /&gt;c)    Bila ada infeksi cabut seluruh kapsul yang ada dan pasang kapsul baru pada lengan yang lain, atau anjurkan klien menggunakan metode kontrasepsi lain.&lt;br /&gt;4)    Infeksi  pada daerah insersi           &lt;br /&gt;a)    Bila terjadi infeksi tanpa nanah,  bersihkan dengan sabun dan air, atau antiseptik. Berikan antibiotik yang sesuai untuk 7 hari.&lt;br /&gt;b)    Implant jangan dilepas dan klien diminta kembali satu minggu.&lt;br /&gt;c)    Apabila tidak membaik,  cabut implant  dan pasang yang baru. Pada sisi  lengan yang lain atau cari metode kontrasepsi yang lain.&lt;br /&gt;d)    Apabila ditemukan abses,  bersihkan dengan antiseptik,  insisi dan alirkan pus keluar,  cabut  implant lakukan perawatan luka,  dan berikan antibiotik oral  7  hari.&lt;br /&gt;5)    Berat  badan naik  / turun                 &lt;br /&gt;a)    Informasikan kepada klien bahwa perubahan berat badan 1-2 kg adalah normal.  Kaji  ulang diet  klien apabila terjadi perubahan berat badan 2 kg atau lebih.&lt;br /&gt;b)    Apabila perubahan berat badan ini tidak dapat diterima, bantu klien mencari metode lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;BKKBN, 1996.  Kapita Selekta Peningkatan Pelayanan Kontrasepsi”.&lt;br /&gt;BKKBN, 2006. Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (Implant/Susuk KB).&lt;br /&gt;Departemen Kesehatan RI,  1996.  Buku Pedoman Fasilitas Pelayanan Keluarga Berencana.&lt;br /&gt;Hartanto, Hanafi.  2002. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.&lt;br /&gt;Manuaba,  Gde,  Bagus Ide. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit  Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan,  EGC, Jakarta&lt;br /&gt;Mochtar, Rustam. 1998. ”Sinopsis Obsterti  Jilid  II”,  EGC  Jakarta&lt;br /&gt;Saifuddin, Bari, A. 2006. Buku Pedoman Praktis Pelayanan Kontrasepsi,  Yayasan Bina Pustaka, Jakarta.&lt;br /&gt;Wiknjosastro,  Hanafi. 2002.     ”Ilmu Kandungan”.  Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8467215335859185591?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8467215335859185591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/02/metode-kontrasepsi-implant.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8467215335859185591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8467215335859185591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/02/metode-kontrasepsi-implant.html' title='Metode Kontrasepsi Implant'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-1427420729432790261</id><published>2011-02-01T17:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T17:23:29.262-08:00</updated><title type='text'>Kebutuhan psikososial untuk bayi dan balita</title><content type='html'>Kebutuhan psikososial adalah kebutuhan ASIH dan ASAH. &lt;br /&gt;Kebutuhan ASIH meliputi : perhatian segera, kasih sayang, rasa aman, dilindungi, mandiri,rasa memiliki,kebutuhan akan sukses,mendapatkan kesempatan dan pengalaman,dibantu dan dihargai. &lt;br /&gt;Kebutuhan ASAH meliputi : stimulasi (rangsangan) dini pada semua indera (pendengaran, penglihatan, sentuhan, membau, mengecap), sistem gerak kasar dan halus, komunikasi, emosi-sosial dan rangsangan untuk berpikir.Stimulasi merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.Anak yang banyak mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapatkan stimulasi.Pemberian stimulasi ini sudah dapat dilakukan sejak masa pranatal, dan setelah lahir dengan cara menetekan bayi pada ibunya sedini mungkin.Asah merupakan kebutuhan untuk perkembangan mental psikososial anak yang didapat melalui pendidikan dan latihan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ERIKSON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Erik Erikson (1963) perkembangan psikososial terbagi menjadi beberapa tahap. Masing-masing tahap psikososial memiliki dua komponen, yaitu komponen yang baik (yang diharapkan) dan yang tidak baik (yang tidak diharapkan). Perkembangan pada fase selanjutnya tergantung pada pemecahan masalah pada tahap masa sebelumnya.&lt;br /&gt;Adapun tahap-tahap perkembangan psikososial anak adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Percaya Vs Tidak percaya ( 0-1 tahun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen awal yang sangat penting untuk berkembang adalah rasa percaya. Membangun rasa percaya ini mendasari tahun pertama kehidupan. Begitu bayi lahir dan kontakl dengnan dunia luar maka ia mutlak terganting dengan orang lain. Rasa aman dan rasa percaya pada lingkungan merupakan kebutuhan. Alat yang digunakan bayi untuk berhubungan dengan dunia luar adalah mulut dan panca indera, sedangkan perantara yang tepat antara bayi dengan lingkungan dalah ibu. Hubungan ibu dan anak yang harmonis yaitu melalui pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis dan sosial, merupakan pengalaman dasar rasa percaya bagi anak. Apabila pada umur ini tidak tercapai rasa percaya dengan lingkungan maka dapat timbul berbagai masalah. Rasa tidak percaya ini timbul bila pengalaman untukmeningkatkan rasa percaya kurang atau kebutuhan dasar tidak terpenuhi secara adekwat, yaitu kurangnya pemenuhan kebutuhan fisik., psikologis dan sosial yang kurang misalnya: anak tidak mendapat minuman atau air susu yang edukat ketika ia lapar, tidak mendapat respon ketika ia menggigit dot botol dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Otonomi Vs Rasa Malu dan Ragu ( 1-3 tahun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini alat gerak dan rasa telah matang dan ada rasa percaya terhadap ibu dan lingkungan. Perkembangan Otonomi selama periode balita berfokus pada peningkatan kemampuan anak untuk mengontrol tubuhnya, dirinya dan lingkungannya. Anak menyadari ia dapat menggunakan kekuatannya untuk bergerak dan berbuat sesuai dengan kemauannya misalnya: kepuasan untuk berjalan atau memanjat. Selain itu anak menggunakan kemampuan mentalnya untuk menolak dan mengambil keputusan. Rasa Otonomi diri ini perku dikembangkan karena penting untik terbentuknya rasa percaya diri dan harga diri di kemudian hari. Hubungan dengan orang lain bersifat egosentris atau mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Peran lingkungan pada usia ini adalah memberikan support dan memberi keyakinan yang jelas. Perasaan negatif yaitu rasa malu dan ragu timbul apabila anak merasa tidak mampu mengatasi tindakan yang di pilihnya serta kurangnya support dari orangtua dan lingkungannya, misalnya orangtua terlalu mengontrol anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inisiatif Vs Rasa Bersalah ( 3-6 tahun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Rasa inisiatif mulai menguasai anak. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas tertentu. Anak mulai diikut sertakan sebagai individu misalnya turut serta merapihkan tempat tidur atau membantu orangtua di dapur. Anak mulai memperluas ruang lingkup pergaulannya misalnya menjadi aktif diluar rumah, kemampuan berbahasa semakin meningkat. Hubungan dengan teman sebaya dan saudara sekandung untuk menang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran ayah sudah mulai berjalan pada fase ini dan hubungan segitiga antara Ayah-Ibu-Anak sangat penting untuk membina kemantapan idantitas diri. Orangtua dapat melatih anak untuk menguntegrasikan peran-peran sosial dan tanggungjawab sosial. Pada tahap ini kadang-kadang anak tidak dapat mencapai tujuannya atau kegiatannya karena keterbatasannya, tetapi bila tuntutan lingkungan misalnya dari orangtua atau orang lain terlalu tinggi atau berlebihan maka dapat mengakibatkan anak merasa aktifitasnya atau imajinasinya buruk, akhirnya timbul rasa kecewa dan rasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Industri Vs Inferioritas ( 6-12 tahun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas atau perbuatan yang akhirnya dan dapat menghasilkan sesuatu. Anak siap untuk meninggalkan rumah atau orangtua dalam waktu terbatas yaitu untuk sekolah. Melalui proses pendidikan ini anak belajar untuk bersaing (sifat kompetetif), juga sifat kooperatif dengan orang lain, saling memberi dan menerima, setia kawan dan belajar peraturan-peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci proses sosialisasi pada tahap ini adalah guru dan teman sebaya. Dalam hal ini peranan guru sangat sentral. Identifikasi bukan terjadi pada orangtua atau pada orang lain, misalnya sangat menyukai gurunya dan patuh sekali pada gurunya dibandingkan pada orangtuanya. Apabila anak tidak dapat memenuhi keinginan sesuai standart dan terlalu banyak yang diharapkan dari mereka maka dapat timbul masalah atau gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Identitas Vs Difusi Peran ( 12-18 tahun )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini terjadi perubahan pada fisik dan jiwa di masa biologis seperti orang dewasa. sehingga nampak adanya kontradiksi bahwa dilain pihak ia dianggap dewasa tetapi disisi lain ia dianggap belum dewasa. Tahap ini merupakan masa standarisasi diri yaitu anak mencari identitas dalam bidang seksual, umur dan kegiatan, Peran orangtua sebagai sumber perlindungan dan sumber nilai utama mulai menurun. Sedangkan peran kelompok atau teman sebaya tinggi. Teman sebaya di pandang sebagai teman senasib, patner dan saingan. Melalui kehidupan berkelompok ini remaja bereksperimen dengan peranan dan dapat menyalurkan diri. Remaja memilih orang-orang dewasa yang penting baginya yang dapat mereka percayai dan tempat mereka berpaling saat kritis.&lt;br /&gt;Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain adalah kebutuhan FISIK-BIOLOGIS (terutama untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik dan motorik), EMOSI-KASIH SAYANG (mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal) dan STIMULASI DINI (merangsang kecerdasan-kecerdas an lain).&lt;br /&gt;Kebutuhan FISIK-BIOLOGIS terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan, dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;Kebutuhan EMOSI-KASIH SAYANG : terutama dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang. Kebutuhan STIMULASI meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua system sensorik dan motorik.&lt;br /&gt;Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin didalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, gizinya kurang, sering sakit, maka perkembangan otaknya tidak optimal. Bila kebutuhan emosi dan kasih sayang tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi&lt;br /&gt;dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga kurang bervariasi.&lt;br /&gt;Apa itu STIMULASI DINI ? Apa manfaatnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan multipel) yaitu kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (lingusitik) , kecerdasan musikal, gerak (kinestetik) , visuo-spasial, senirupa dll.&lt;br /&gt;Cara melakukan stimulasi dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih) , benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang , dirangsang untuk meraih dan memegang mainan&lt;br /&gt;Umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain 'cilukba', melihat wajah bayi dan ibu di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.&lt;br /&gt;Umur 6 – 9 bulan ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.&lt;br /&gt;Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.&lt;br /&gt;Umur 12 – 18 bulan ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.&lt;br /&gt;Umur 18 – 24 bulan ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang &amp; benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana - baju, bermain melempar bola, melompat.&lt;br /&gt;Umur 2 – 3 tahun ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.&lt;br /&gt;Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.&lt;br /&gt;Pentingnya suasana ketika stimulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi-balita, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu).&lt;br /&gt;Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara ibu dan bayi/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     A.Aziz Alimul Hidayat. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan, Jakarta.Penerbit Medika Salemba. Halaman 50-51&lt;br /&gt;     A.Aziz Alimul Hidayat. 2008. Pengantar Ilmu Keperwatan Anak I, Jakarta.Penerbit Medika Salemba. Halaman 29-30&lt;br /&gt;     Nursalam,Susilaningrum Rekawati,Utami Sri. 2008. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk Perawat dan Bidan).Cetakan Kedua, Jakarta.Penerbit Medika Salemba.Halaman 42-43&lt;br /&gt;     http://www.seputaribudananak.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-1427420729432790261?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/1427420729432790261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/02/kebutuhan-psikososial-untuk-bayi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/1427420729432790261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/1427420729432790261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/02/kebutuhan-psikososial-untuk-bayi-dan.html' title='Kebutuhan psikososial untuk bayi dan balita'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3322674696225373972</id><published>2011-01-31T22:29:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T22:30:28.188-08:00</updated><title type='text'>Kader Kesehatan</title><content type='html'>A.    Definsi&lt;br /&gt;Kader kesehatan masyarakat adalah laki–kali atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan. (Heru,1995:x)&lt;br /&gt;Kader kesehatan masyarakat bertanggung jawab terhadap masyarakat setempat serta pimpinan yang ditunjuk oleh pusat-pusat pelayanan kesehatan. Diharapkan mereka dapat melaksanakan petunjuk yang diberikan oleh para pembimbing dalam jalinan kerja dari sebuah tim kesehatan. (Heru,1995:x)&lt;br /&gt;Secara umum istilah kader kesehatan yaitu kader-kader yang dipilih oleh masyarakat tadi menjadi penyelenggara Posyandu. Banyak para ahli mengemukakan mengenai pengertian tentang kader kesehatan antara lain:&lt;br /&gt;Menurut gunawan( kader kesehatan: “kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehtan desa (prokes) adalah tenaga yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat”.&lt;br /&gt;Direktorat bina peran serta masyarakat Depkes RI memberikan batasan kader:&lt;br /&gt;“Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Tujuan Pembentukan kader&lt;br /&gt;Dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional, khusus dibidang kesehatan, bentuk pelayanan kesehatan diarahkan pada prinsip bahwa masyarakat bukanlah sebagai objek akan tetapi merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri. Pada hakekatnya kesehatan dipolakan mengikut sertakan masyarakat secara aktif dan bertanggung jawab. Keikut sertaan masyarakat dalam meningkatkan efisiensi pelayanan adalah atas dasar terbatasnya daya dan adaya dalam operasional pelayanan kesehatan masyarakat akan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat seoptimal mungkin. Pola pikir yang semacam ini merupakan penjabaran dari karsa pertama yang berbunyi, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dalam bidang kesehatan.&lt;br /&gt;Menurut Santoso Karo-Karo, kader yang dinamis dengan pendidikan rata-rata tingkat desa teryata mampu melaksanakan beberapa hal yang sederhana, akan tetapi berguna bagi masyarakat sekelompoknya meliputi:&lt;br /&gt;1).    Pengobatan/ringan sederhana, pemberian obat cacing  pengobatan terhadap diare dan pemberian larutan gula garam, obat-obatan sederhan dan lain-lain.&lt;br /&gt;2).    Penimbangan dan penyuluhan gizi.&lt;br /&gt;3).    Pemberantasan penyakit menular, pencarian kasus, pelaporan vaksinasi, pemberian distribusi obat/alat kontrasepsi KB penyuluhan dalam upaya menanamkan NKKBS.&lt;br /&gt;4).    Peyediaan dan distribusi obat/alat kontasepsi KB penyuluhan dalam upaya menamakan NKKBS.&lt;br /&gt;5).    Penyuluhan kesehatan dan bimbingan upaya keberhasilan lingkungan, pembuatan jamban keluarga da sarana air sederhana.&lt;br /&gt;6).    Penyelenggaraan dana sehat dan pos kesehatan desa dan lain-lain.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;C.    Tugas kegiatan kader&lt;br /&gt;Tugas kegiatan kader akan ditentukan, mengingat bahwa pada umumnya kader bukanlah tenaga profesional melainkan hanya membantu dalam pelayanan kesehatan. Dalam hal ini perlu adanya pembatasan tugas yang diemban, baik menyangkut jumlah maupun jenis pelayanan.&lt;br /&gt;a.    Kegiatan pokok yang perlu diketahui oleh dokter kader dan semua pihak dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan baik yang menyangkut didalam maupun diluar Posyandu antara lain:&lt;br /&gt;a)    Kegiatan yang dapat dilakukan kader di Posyandu adalah:&lt;br /&gt;b)    Melaksanan pendaftaran.&lt;br /&gt;c)    Melaksanakan penimbangan bayi dan balita.&lt;br /&gt;d)    Melaksanakan pencatatan hasil penimbangan.&lt;br /&gt;e)    Memberikan penyuluhan.&lt;br /&gt;f)    Memberi dan membantu pelayanan.&lt;br /&gt;g)    Merujuk.&lt;br /&gt;b.    Kegiatan yang dapat dilakukan kader diluar Posyandu KB-kesehatan adalah:&lt;br /&gt;a)    Bersifat yang menunjang pelayanan KB, KIA, Imunisasi, Gizi dan penanggulan&lt;br /&gt;b)    diare.&lt;br /&gt;c)    Mengajak ibu-ibu untuk datang para hari kegiatan Posyandu.&lt;br /&gt;d)    Kegiatan yang menunjang upanya kesehatan lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang ada:&lt;br /&gt;•    Pemberantasan penyakit menular.&lt;br /&gt;•    Penyehatan rumah.&lt;br /&gt;•    Pembersihan sarang nyamuk.&lt;br /&gt;•    Pembuangan sampah.&lt;br /&gt;•    Penyediaan sarana air bersih.&lt;br /&gt;•    Menyediakan sarana jamban keluarga.&lt;br /&gt;•    Pembuatan sarana pembuangan air limbah.&lt;br /&gt;•    Pemberian pertolongan pertama pada penyakit.&lt;br /&gt;•    P3K&lt;br /&gt;•    Dana sehat.&lt;br /&gt;•    Kegiatan pengembangan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan.&lt;br /&gt;c.    Peranan Kader diluar Posyandu KB-kesehatan:&lt;br /&gt;Merencanakan kegiatan, antara lain: menyiapkan dan melaksanakan survey mawas diri, membahas hasil survei, menyajikan dalam MMD, menentukan masalah dan kebutuhan kesehatan masyarakat desa, menentukan kegiatan&lt;br /&gt;1.    Penanggulangan masalah kesehatan bersama masyarakat, membahas Pembagian tugas menurut jadwal kerja.&lt;br /&gt;2.    Melakukan komunikasi, informasi dan motivasi wawan muka (kunjungan), alat peraga dan percontohan.&lt;br /&gt;3.    Menggerakkan masyarakat: mendorong masyarakat untuk gotong ronyong, memberikan informasi dan mengadakan kesepakatan kegiatan apa yang akan dilaksanakan dan lain-lain.&lt;br /&gt;4.    Memberikan pelayanan yaitu, :&lt;br /&gt;•    Membagi obat&lt;br /&gt;•    Membantu mengumpulkan bahan pemeriksaan&lt;br /&gt;•    Mengawasi pendatang didesanya dan melapor&lt;br /&gt;•    Memberikan pertolongan pemantauan penyakit&lt;br /&gt;•    Memberikan pertolongan pada kecelakaan dan lainnya.&lt;br /&gt;5.    Melakukan pencatatan, yaitu:&lt;br /&gt;•    KB atau jumlah Pus, jumlah peserta aktif dsb&lt;br /&gt;•    KIA : jumlah ibu hamil, vitamin A yang dibagikan dan sebagainya&lt;br /&gt;•    Imunisasi : jumlah imunisasi TT bagi ibu hamil dan jumlah bayi dan balita&lt;br /&gt;•    yang diimunisasikan&lt;br /&gt;•    Gizi: jumlah bayi yang ada, mempunyai KMS, balita yang ditimbang dan&lt;br /&gt;•    yang naik timbangan&lt;br /&gt;•    Diare: jumlah oralit yang dibagikan, penderita yang ditemukan dan&lt;br /&gt;•    dirujuk&lt;br /&gt;6.    Melakukan pembinaan mengenai laima program keterpaduan KB-kesehatadan upanya kesehatan lainnya. Keluarga pembinaan yang untuk masing-masing untuk berjumlah 10-20KK atau diserahkan dengan kader setempat hal ini dilakukan dengan memberikan informasi tentang upanya kesehatan dilaksanakan.&lt;br /&gt;7.    Melakukan kunjungan rumah kepada masyarakat terutama keluarga binaan.&lt;br /&gt;8.    Melakukan pertemuan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Persyaratan menjadi kader&lt;br /&gt;Bahwa pembangunan dibidang kesehatan dapat dipengaruhi dari keaktifan masyarakat dan pemuka-pemukanya termasuk kader, maka pemilihan calon kader yang akan dilatih perlu mendapat perhatian.&lt;br /&gt;Secara disadari bahwa memilih kader yang merupakan pilihan masyarakat dan memdapat dukungan dari kepala desa setempat kadang-kadang tidak gampang.&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun proses pemilihan kader ini hendaknya melalui musyawarah dengan masyarakat, sudah barang tentu para pamong desa harus juga mendukung.&lt;br /&gt;Dibawah ini salah satu persaratan umum yang dapat dipertimbangkan untuk pemilihan calon kader. Dapat baca, tulis dengan bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;1.    Secara fisik dapat melaksanakan tugas-tugas sebagai kader&lt;br /&gt;2.    Mempunyai penghasilan sendiri dan tinggal tetap di desa yang bersangkutan.&lt;br /&gt;3.    Aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial maupun pembangunan desanya&lt;br /&gt;4.    Dikenal masyarakat dan dapat bekerjasama dengan masyarakat calon kader lainnya dan berwibawa&lt;br /&gt;5.    Sanggup membina paling sedik 10 KK untuk meningkatkan keadaan kesehatan lingkungan &lt;br /&gt;6.    Diutamakan telah mengikuti KPD atau mempunayai keterampilan&lt;br /&gt;Dr. Ida Bagus, mempunyai pendapat lain mengenai persaratan bagi seorang kader antara lain:&lt;br /&gt;1.    Berasal dari masyarakat setempat.&lt;br /&gt;2.    Tinggal di desa tersebut.&lt;br /&gt;3.    Tidak sering meninggalkan tempat untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;4.    Diterima oleh masyarakat setempat.&lt;br /&gt;5.    Masih cukup waktu bekerja untuk masyarakat disamping mencari nafkah lain. Sebaiknya yang bisa baca tulis.&lt;br /&gt;6.    Dari persyaratan-persyaratan yang diutamakan oleh beberapa ahli diatas dapatlah disimpulkan bahwa kriteria pemilihan kader kesehatan antara lain, sanggup bekerja secara sukarela, mendapat kepercayaan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bacaan :&lt;br /&gt;Heru, Adi. 2007. Kader Kesehatan Masyarakat. Jakarta. EGC&lt;br /&gt;Zulkifli, 2003.Posyandu Dan Kader Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Jurnal Kesehatan, (online), http://www.scribd.com/doc/25886294/thm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3322674696225373972?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3322674696225373972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/01/kader-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3322674696225373972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3322674696225373972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/01/kader-kesehatan.html' title='Kader Kesehatan'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-918574889927547964</id><published>2011-01-31T22:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T22:29:14.173-08:00</updated><title type='text'>MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (USIA 1 – 3 TAHUN)</title><content type='html'>A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya  anak dari segi jasmani. Perkembangan ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang tadinya secara mutlak bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif mandiri dan berguna bagi lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor bawaan dan faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak perlu diasuh dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  DALAM  MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK&lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan diatas, perkembangan anak dipengaruhi oelh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Kedua faktor itu perlu diperhatikan dalam mengasuh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor bawaan&lt;br /&gt;Faktor bawaan adalah sifat yang dibawa anak sejak lahir :&lt;br /&gt;- Ada anak yang penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, cerdas, bodoh, dll&lt;br /&gt;- Keadaan fisik yang berbeda-beda, ada yang tinggi/pendek, ada yang berkulit hitam/putih, hidung mancung/pesek, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat, atau melemahkan pengaruh faktor lingkungan. Setiap anak itu unik, artinya bahwa tidak ada satu anak pun yang persis sama. Dalam mengasuh dan membimbing anak, kita tidak boleh membandingkan perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya, tanpa memperhatikan sifat mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor lingkungan&lt;br /&gt;Adalah pengaruh luar atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor lingkungan meliputi suasana lingkungan dalam keluarga dan hal lain yang berpengaruh dalam perkembangan anak, seperti sarana dan prasarana yang tersedia, misalnya alat bermain, lapangan bermain atau televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak, sehingga mempercepat perkembangan anak. Namun, faktor lingkungan juga dapat mmeperlambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Peran orangtua adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ke arah yang positif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Faktor status nutrisi&lt;br /&gt;Makanan memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Kekurangan makanann yang bergizi akan menyebabkan retardasi pertumbuhan anak. Makan yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan kegemukan. Kedua keadaan ini dapat meningkatkan resiko anak terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI juga memegang peranan dalam mencegah anak terserang penyakit. Itu disebabkan karena ASI disamping mempunyai nilai gizi yang tinggi juga mengandung berbagai macam zat anti yang melindungi anak dari berbagai infeksi. Pemberian makanan empat sehat lima sempurna pada anak toddler sangat dianjurkan karena anak pada usia ini sangat membutuhkan energi untuk aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PRINSIP DALAM MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK&lt;br /&gt;- Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan dasar-dasar pertama perkembangan anak&lt;br /&gt;- Mengasuh dan membimbing anak ialah mendidik anak agar kepribadian anak dapat berkembang dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;- Mengasuh dan mebimbing anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak, baik aspek jasmani, intelektual, emosional dan keterampilan, serta aspek norma dan nilai.&lt;br /&gt;- Hakikat mengasuh dan membimbing anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Oleh karena itu, diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia&lt;br /&gt;- Mengasuh dan membimbing anak selain merupakan tantangan dalam keluarga, juga merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.&lt;br /&gt;- Mengasuh dan membimbing anak membutuhkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kesabaran orangtua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (1 – 3 TAHUN)&lt;br /&gt;Dengan bertambah matangnya perkembangan fisik, anak usia toddler sudah bisa berjalan. Ia mulai menyadari bahwa gerakan badannya dapat diaturnya sendiri, dikuasai, dan digunakannya untuk suatu maksud. Tahap ini merupakan tahap pembentukan rasa otonomi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri, maka anak akan dikuasai rasa malu, ragu-ragu, dan pengekangan diri yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ciri dan tuntutan perkembangan&lt;br /&gt;Anak akan bergerak dan berbuat sesuatu sesuai dengan kemauannya sendiri, sehingga ia seolah-olah ingin mencoba apa yang dapat dilakukannya. Tak henti-hentinya ia berjalan kian kemari dengan perasaan senang dan puas, tangannya pun akan meraih segala sesuatu yang terjangkau olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pun dapat menuntut atau menolak apa yang ia kehendaki atau tidak ia kehendaki. Akan tertanam perasaan otonomi diri, yaitu rasa kemampuan mengatur badannya dan lingkungannya sendiri. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan harga diri di kemudian hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sikap orangtua&lt;br /&gt;- Doronglah agar anak dapat bergerak bebas dan berlatih melakukan hal-hal yang diperkirakan mampu ia kerjakan, sehingga akan menumbuhkan rasa kemampuan diri. Namun harus bersikap tegas untuk melindungi dari bahaya, karena dorongan anak berbuat belum diimbangi oleh kemampuan untuk melaksanakannya secara wajar dan rasional&lt;br /&gt;- Usahakan agar anak mau bermain dengan anak lainnya. Dengan demikian ia akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan. Namun jangan lupa bahwa dalam bermain atau berhubungan dengan orang lain, anak masih bersifat egoistis, yaitu mementingkan diri sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai obyek atau benda sesuai dengan kemauannya sendiri&lt;br /&gt;- Banyaklah berbicara kepada anak dalam kalimat pendek yang mudah dimengerti&lt;br /&gt;- Bacakan buku cerita atau dongeng kepada anak setiap hari, dan doronglah agar ia mau menceritakan kepada anda apa yang ia lihat atau dengar&lt;br /&gt;- Ajak anak ke taman, toko, kebun binatang, lapangan, atau tempat lainnya&lt;br /&gt;- Usahakan agar anak membereskan mainannya setelah bermain, membantu kegiatan rumah tangga yang ringan dan menanggalkan pakaiannya tanpa dibantu. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab.&lt;br /&gt;- Latihlah anak dalam hal kebersihan diri, yaitu buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya, namun jangan terlalu ketat&lt;br /&gt;- Latihlah anak untuk makan sendiri memakai sendok dan garpu, dan ajaklah ia makan bersama keluarga&lt;br /&gt;- Berilah alat permainan yang sederhana, dan doronglah agar anak mau bermain balok-balok atau menggambar&lt;br /&gt;- Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Namun orangtua pun jangan terbiasa menuruti segala permintaan anak. Bujuk dan tenangkanlah anak ketika ia kecewa dengan cara memeluknya dan mengajaknya berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri akan berakibat bahwa anak dikuasai oleh rasa malu dan keragu-raguan serta pengekangan diri yang berlebihan. Sebaliknya, dapat juga terjadi sikap melawan dan memberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gangguan / penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini&lt;br /&gt;- Kesulitan makan, terutama bila ibu memaksa makan&lt;br /&gt;- Suka mengadat (ngambek/tempertantrum)&lt;br /&gt;- Tingkah laku kejam&lt;br /&gt;- Tingkah laku menentang dan keras kepala&lt;br /&gt;- Gangguan dalam berhubungan dengan orang lain yang diwarnai oleh sikap menyerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markum A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 1, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1991&lt;br /&gt;Martono, Lydia Herlina, Mengasuh dan Membimbing Anak Dalam Keluarga, Edisi I, PT Pustaka Antara, Jakarta, 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak, Cetakan I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1995&lt;br /&gt;Whaley &amp; Wong, Nursing Care of Infant’s and Children, Fifth Edition, Mosby Company, Missouri, 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-918574889927547964?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/918574889927547964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/01/mengasuh-dan-membimbing-anak-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/918574889927547964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/918574889927547964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/01/mengasuh-dan-membimbing-anak-usia.html' title='MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (USIA 1 – 3 TAHUN)'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8099861247829332241</id><published>2011-01-31T22:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T22:26:02.995-08:00</updated><title type='text'>PERAWATAN PAYUDARA DAN ASI</title><content type='html'>1. Apa manfaat perawatan payudara ?&lt;br /&gt;a. Menjaga kebersihan payudara, terutama kebersihan puting agar terhindar dari infeksi &lt;br /&gt;b. Mengenyalkan serta memperbaiki bentuk puting susu, sehingga bayi dapat menyusu dengan baik&lt;br /&gt;c. Merangsang kelenjar – kelenjar air susu, sehingga produksi ASI lancar&lt;br /&gt;d. Mengetahui secara dini kelainan puting susu dan melakukan usaha – usaha untuk mengatasinya&lt;br /&gt;e. Persiapan psikis ibu untuk menyusui&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa keuntungan menyusui ?&lt;br /&gt;a. Bayi akan memperoleh makanan utama yang terbaik yaitu ASI&lt;br /&gt;b. Praktis, tidak merepotkan karena ibu tidak perlu menyediakan minuman untuk bayi, seperti : mengencerkan susu, menghangatkan susu, mencuci alat - alat minuman , dll&lt;br /&gt;c. Tidak memerlukan biaya karena ibu tidak perlu membeli susu untuk bayi serta alat - alat yang diperlukan seperti : botol, dot, DLL&lt;br /&gt;d. Menyusui dapat mempererat hubungan psikologis ( kasih sayang ) antara ibu dan anak&lt;br /&gt;3. Mengapa ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi ?&lt;br /&gt;a. Mengandung zat - zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam bentuk yang mudah dicerna dan diserap&lt;br /&gt;b. Mengandung zat - zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit dan alergi&lt;br /&gt;c. Terjamin kebersihannya karena langsung disusukaan kepada bayi dalam keadaan segar, sehingga bayi tidak mudah diserang gangguan pencernaan  makanan seperti ; mencret, muntah, perut kembung, mulas.&lt;br /&gt;d. Mempunyai suhu yang sesuai untuk bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sunber Bacaan :&lt;br /&gt;Hamilton, Persis mary. Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas. Edisi 6.  &lt;br /&gt;                 EGC. Jakarta. 1995&lt;br /&gt;Prawiroharjo, sarwono. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka. &lt;br /&gt;2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8099861247829332241?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8099861247829332241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/01/perawatan-payudara-dan-asi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8099861247829332241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8099861247829332241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2011/01/perawatan-payudara-dan-asi.html' title='PERAWATAN PAYUDARA DAN ASI'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-7676931034318337547</id><published>2010-11-08T04:50:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T04:51:39.770-08:00</updated><title type='text'>Menstruasi dan Dismenore</title><content type='html'>Erna Rusdiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pendahuluan&lt;br /&gt;Masa remaja sering disebut sebagai peralihan periode strum und drang, yaitu periode peralihan antara anak – anak dengan masa dewasa yang penuh gejolak. Gejolak ditimbulkan oleh fungsi sosial remaja dalam mempersiapkan diri menuju kedewasaan (mencari identitas diri dan memantapkan posisi dalam masyarakat), maupun oleh pertumbuhan fisik (perkembangan tanda – tanda seksual sekunder dan pertumbuhan tubuh yang tidak proporsional) dan perubahan emosi (lebih peka, cepat marah dan agresif) serta perkembangan inteligensinya (makin tajam bernalar dan makin kritis). Oleh sebab itu masa remaja seringkali disebut masa yang kritis sehingga jika pada masa ini remaja tidak mendapatkan bimbingan dan informasi yang tepat maka seringkali terjadi masalah yang bisa mempengaruhi masa depan mereka (Sarlito, 2003). &lt;br /&gt;Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata – mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural (Sudrajat, 2003).&lt;br /&gt;Permasalahan kesehatan reproduksi remaja saat ini masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Kesehatan reproduksi remaja tidak hanya masalah seksual saja tetapi juga menyangkut segala aspek tentang reproduksinya, terutama untuk remaja putri yang nantinya menjadi seorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya. Pemahaman tentang menstruasi sangat diperlukan untuk dapat mendorong remaja yang mengalami gangguan menstruasi agar mengetahui dan mengambil sikap yang terbaik mengenai permasalahan reproduksi  yang mereka alami (Widyaningsih, 2007).&lt;br /&gt;Kram, nyeri dan ketidaknyamanan yang dihubungkan dengan menstruasi disebut dismenore. Kebanyakan wanita mengalami tingkat kram yang bervariasi, pada beberapa wanita hal itu muncul dalam bentuk rasa tidak nyaman ringan dan letih, sedangkan beberapa yang lain menderita rasa sakit yang mampu menghentikan aktifitas sehari – hari. Namun waspadai bila nyeri haid terjadi terus – menerus setiap bulannya dalam jangka waktu yang lama karena kondisi itu merupakan salah satu gejala endometriosis (penyakit kandungan yang disebabkan timbulnya jaringan otot non – kanker sejenis tumor fibroid di luar rahim). Dismenore dikelompokkan sebagai dismenore primer saat tidak ada sebab yang dapat dikenali dan dismenore sekunder saat ada kelainan jelas yang menyebabkannya (Sastrowardoyo, 2007).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 50 persen dari wanita yang sedang haid mengalami dismenore dan 10 persennya mempunyai gejala yang hebat sehingga memerlukan istirahat ditempat tidur (Hacker, 2001). Untuk mengatasi dismenore diperlukan pemahaman yang benar tentang haid terutama untuk para remaja yang belum mengetahui dan memahaminya (Nawawi, 2006).&lt;br /&gt;Menurut Alzubaidi dalam Sulastri (2006), setengah dari wanita remaja di Amerika Serikat mengalami dismenore ketika menstruasi, dari 113 remaja yang melakukan konsultasi ke praktek dokter, 29 – 44 persen dari jumlah pasien tersebut mengalami dismenore. Menurut beberapa laporan internasional prevalensi dismenore sangat tinggi dan setidaknya 50 persen remaja putri mengalami dismenore sepanjang tahun – tahun reproduktif. Suatu studi menyatakan akibat dismenore tersebut sekitar 10 persen hingga 18 persen, dismenore adalah penyebab utama absen sekolah dan terganggu aktifitas lain. Hal ini diperkuat oleh penelitian Sulastri (2006) bahwa akibat keluhan dismenore pada remaja putri di Purworejo berdampak pada gangguan aktivitas sehari – hari sehingga menyebabkan absen sekolah ≤ 3 hari.&lt;br /&gt;Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa hampir 10 persen remaja yang dismenore mengalami absence rate 1 – 3 hari perbulan atau ketidakmampuan remaja dalam melakukan tugasnya sehari – hari akibat nyeri hebat (Poureslami, dkk dalam Sulastri, 2006). Hal ini diperkuat oleh Jarret, dkk dalam Sulastri (2006) tingkatan rasa sakit pada saat menstruasi adalah sakit ringan 47,7 persen dan sakit berat sebanyak 47 persen. Selanjutnya untuk menghilangkan rasa sakit, remaja tersebut menggunakan obat sendiri tanpa konsultasi dengan dokter, minum obat analgesik 32,5 persen, melakukan kompres dengan air panas 34 persen dan yang tersering melakukan istirahat sekitar 92 persen.&lt;br /&gt;Biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja yaitu bersamaan atau beberapa waktu setelah menstruasi pertama sedangkan pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore (IMCW, 2007).&lt;br /&gt;2.    Menstruasi&lt;br /&gt;a.    Pengertian&lt;br /&gt;Beberapa pengertian dari menstruasi yaitu :&lt;br /&gt;1)    Menstruasi adalah keluarnya darah dari rahim melalui vagina dan keluar dari tubuh seorang wanita setiap bulan selama masa usia subur (Faizah, 2000).&lt;br /&gt;2)    Menstruasi adalah sekret fisiologik darah dan jaringan mukosa, siklik melalui vagina dari uterus tidak hamil di bawah pengendalian hormon dan pada keadaan normal timbul kembali biasanya dalam interval sekitar empat minggu (Dorland, 1996).&lt;br /&gt;3)    Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan (Anonim, 2007).&lt;br /&gt;b.    Fase – fase menstruasi&lt;br /&gt;Menurut Manuaba (1998) menstruasi terjadi dalam empat fase yaitu:&lt;br /&gt;1)    Stadium menstruasi&lt;br /&gt;    Berlangsung sekitar 3 sampai 5 hari, lapisan stratum kompakta dan spongiosa dilepaskan, tertinggal stratum basalis 0,5 mm, jumlah perdarahan sekitar 50 cc tanpa terjadi bekuan darah karena mengandung banyak fermen dan bila terdapat gumpalan darah, menunjukkan perdarahan menstruasi cukup banyak.&lt;br /&gt;2)    Stadium regenerasi&lt;br /&gt;    Stadium ini dimulai pada hari keempat menstruasi, dimana luka bekas deskuamasi endometrium ditutup kembali oleh epitel selaput lendir endometrium. Sel basalis mulai berkembang, mengalami mitosis dan kelenjar endometrium mulai tumbuh kembali.&lt;br /&gt;3)    Stadium proliferasi&lt;br /&gt;    Pada stadium proliferasi lapisan endometrium pertumbuhan kelenjarnya lebih cepat dari jaringan ikatnya sehingga berkelok – kelok. Lapisan atasnya tempat saluran kelenjar tampaknya lebih kompak disebut “stratum kompakta”, sedangkan lapisan yang mengandung kelenjar berkelok menjadi longgar disebut “stratum spongiosa”. Stadium proliferasi berlangsung hari ke  5 sampai 14, dan tebal endometrium sekitar 3,5 cm.&lt;br /&gt;4)    Stadium premenstruasi&lt;br /&gt;    Pada stadium regenerasi sampai stadium proliferasi endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen dan sejak saat ovulasi korpus luteum mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi endometrium ke dalam stadium sekresi. Dalam stadium sekresi tebal endometrium tetap, hanya kelenjarnya lebih berkelok – kelok dan mengeluarkan sekret. Stadium sekresi berlangsung sejak hari ke 14 sampai 28 dan umur korpus luteum hanya berlangsung 8 hari. &lt;br /&gt;c.    Gangguan Haid dan Siklusnya&lt;br /&gt;Menurut Wiknjosastro (1999), gangguan haid dan siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam: &lt;br /&gt;1)    Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid : hipermenorea atau menoragia dan hipomenorea. &lt;br /&gt;2)    Kelainan siklus : polimenorea, oligomenorea dan amenorea.&lt;br /&gt;3)    Perdarahan diluar haid : metroragia.&lt;br /&gt;4)    Gangguan lain yang ada hubungannya dengan haid : dismenorea, mastodinia, premenstrual tension (ketegangan prahaid) dan mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi).&lt;br /&gt;3.    Dismenore&lt;br /&gt;a.    Pengertian&lt;br /&gt;Beberapa pengertian dismenore yaitu :&lt;br /&gt;1)    Dismenore adalah sakit saat menstruasi sampai dapat mengganggu aktivitas sehari – hari (Manuaba, 2001).&lt;br /&gt;2)    Dismenore adalah nyeri di perut bagian bawah ataupun di pungung bagian bawah akibat dari gerakan rahim yang meremas – remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim yang terlepas (Faizah, 2000).&lt;br /&gt;b.    Pembagian Dismenore&lt;br /&gt;1)    Dismenore primer&lt;br /&gt;    Dismenore primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat – alat genital yang nyata. Dismenore primer terjadi bersamaan atau beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih, oleh karena siklus – siklus haid pada bulan – bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai dengan rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama – sama dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung beberapa hari. Sifat rasa nyeri adalah kejang, biasanya terbatas pada perut bawah tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare dan iritabilitas (Wiknjosastro, 1999).&lt;br /&gt;2)    Dismenore sekunder&lt;br /&gt;    Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disertai kelainan anatomis genitalis (Manuaba, 2001).&lt;br /&gt;    Menurut Hacker (2001) tanda – tanda klinik dari dismenore sekunder adalah endometriosis, radang pelvis, fibroid, adenomiosis, kista ovarium dan kongesti pelvis. Umumnya, dismenore sekunder  tidak terbatas pada haid, kurang berhubungan dengan hari pertama haid, terjadi pada wanita yang lebih tua (tiga puluhan atau empat puluhan tahun) dan dapat disertai dengan gejala yang lain (dispareunia, kemandulan dan perdarahan yang abnormal).&lt;br /&gt;c.    Pembagian klinis dismenore&lt;br /&gt;Menurut Manuaba (2001), dismenore dibagi 3 yaitu :&lt;br /&gt;1)    Ringan    :    Berlangsung beberapa saat dan dapat melanjutkan kerja sehari – hari.&lt;br /&gt;2)    Sedang     :    Diperlukan obat penghilang rasa nyeri, tanpa perlu meninggalkan kerjanya.&lt;br /&gt;3)    Berat    :    Perlu istirahat beberapa hari dan dapat disertai sakit kepala, kemeng pinggang, diare dan rasa tertekan.&lt;br /&gt;d.    Faktor – faktor penyebab dismenore&lt;br /&gt;Menurut Manuaba (2001), faktor – faktor penyebab dismenore :&lt;br /&gt;1)    Menstruasi ovulatoar&lt;br /&gt;2)    Faktor psikologis&lt;br /&gt;3)    Faktor hormon steroid&lt;br /&gt;4)    Faktor vasopressin&lt;br /&gt;5)    Faktor saraf simpatikus dan parasimpatikus&lt;br /&gt;6)    Berdasarkan teori prostaglandin&lt;br /&gt;Menurut Ovedoff (1995),  patologi dan penyebab dismenore adalah : &lt;br /&gt;1)    Etiologi dismenore primer tidak diketahui tetapi hanya terjadi pada siklus yang disertai dengan ovulasi.&lt;br /&gt;2)    Mungkin terkait dengan fleksi uterus akut, ketidakseimbangan hormonal atau faktor psikogenik.&lt;br /&gt;3)    Dismenore sekunder akibat penyakit inflamasi pelvis, endometriosis, tumor pelvis, adenomiosis stenosis serviks vagina atau vagina. &lt;br /&gt;4)    Faktor yang mungkin menyebabkan nyeri antara lain : kontraksi dan spasme otot uterus atau kelainan vaskular.&lt;br /&gt;5)    Pengeluaran prostaglandin meningkat pada saat menstruasi, mungkin dapat menyebabkan spasme otot.&lt;br /&gt;6)    Bekuan menstruasi mungkin menyebabkan nyeri karena obstruksi aliran tekanan intra uterine meningkat.&lt;br /&gt;e.    Faktor risiko dismenore&lt;br /&gt;Menurut IMCW (2007) biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu bersamaan atau beberapa waktu setelah menstruasi pertama, sedangkan dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun. Faktor lain yang bisa memperburuk dismenore adalah :&lt;br /&gt;1)    Rahim yang menghadap kebelakang (retroversi).&lt;br /&gt;2)    Kurang berolahraga.&lt;br /&gt;3)    Stres psikis dan stres sosial.&lt;br /&gt;f.    Mekanisme terjadinya dismenore&lt;br /&gt;Menurut Manuaba (2001) mekanisme terjadinya dismenore yaitu korpus luteum berumur hanya 8 hari “korpus luteum menstruasionis” dan sejak  umur 4 hari telah menurun pengeluaran estrogen dan progesteron disertai perbandingan yang tidak seimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan dan ketidakseimbangan estrogen dan progesteron (E2/P) = 0.01 menjadi pemicu pengeluaran dari :&lt;br /&gt;1)    Enzim lipogenase dan siklosigenase.&lt;br /&gt;2)    Kerusakan membran sel sehingga dapat dikeluarkannya :&lt;br /&gt;a)    Asam fosfolipase.&lt;br /&gt;b)    Asam fosfatase.&lt;br /&gt;c)    Mengeluarkan ion Ca.&lt;br /&gt;3)    Pembentukan prostaglandin dari asam arakidonik.&lt;br /&gt;g.    Penatalaksanaan&lt;br /&gt;1)    Dismenore primer&lt;br /&gt;Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran urat saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan (IMCW, 2007)&lt;br /&gt;Menurut anonim (2004) untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non – steroid (misalnya ibuprofen, naproksen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai 1 – 2 hari menstruasi.&lt;br /&gt;Selain dengan obat – obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan :&lt;br /&gt;a)    Istirahat yang cukup&lt;br /&gt;b)    Olahraga yang teratur (terutama berjalan)&lt;br /&gt;c)    Pemijatan didaerah punggung dan paha&lt;br /&gt;d)    Yoga&lt;br /&gt;e)    Orgasme pada aktivitas seksual&lt;br /&gt;f)    Kompres hangat didaerah perut&lt;br /&gt;Jika dismenore sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas (Anonim, 2004).&lt;br /&gt;2)    Dismenore sekunder &lt;br /&gt;Menurut Ovedoff (1995), pengobatan dismenore sekunder adalah :&lt;br /&gt;a)    Tentukan dan obati kelainan yang mendasarinya&lt;br /&gt;b)    Dilatasi saluran endoserviks mungkin menolong&lt;br /&gt;c)    Endometriosis mungkin memerlukan danazol atau pembedahan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Alzubaidi, 2004, Dysmenorrhea, Clinical Fellow, Developmental Endicrinologycal, National Institute of  Child Health and human Development. Dalam Sulastri, 2006, Perilaku Pencarian Pengobatan Keluhan Dysmenorrhea pada Remaja Di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonim, 2004, Dismenore, Tersedia dalam : (http://www.Medicastore.com) [diakses 4 april 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonim, 2007, Siklus Menstruasi,  Tersedia dalam : (http://www.Gatra.co.id) [diakses 28 maret 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorland, 1996, Kamus Kedokteran Dorland, EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faizah, Jasin (Alih bahasa Burn,A.A, et al), 2000, Pemberdayaan Wanita Dalam Bidang Kesehatan, Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hacker, Neville, 2001, Esensial Obstetri dan Ginekologi, Hipokrates, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMCW, 2007, Dismenore (Nyeri Haid), Tersedia dalam : (http://www.MyDinariraq.com) [diakses 3 April 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarret, dkk., 1995, Symptoms and Self Care Strategis in Women With and Without Dysmenorrhea, Health Care Women International. Dalam Sulastri, 2006, Perilaku Pencarian Pengobatan Keluhan Dysmenorrhea pada Remaja Di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuaba, Ida Bagus Gde, 2001, Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi Dan KB, EGC, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawawi, 2006, Konsultasi Sehat, Tersedia dalam : (http://www.era muslim.co.id) [diakses 28 maret 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ovedoff, David, 1995, Kapita Selekta Kedokteran, Binarupa Aksara, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poureslami, dkk., 2001, Attitude of  Female Adolescents About Dysmenorrhea and Menstrual Hygiene in Tehran Suburs, “Archives of Iranian Medicine, V (4). Dalam Sulastri, 2006, Perilaku Pencarian Pengobatan Keluhan Dysmenorrhea pada Remaja Di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarlito, 2003, Remaja dan Permasalahannya, Tersedia dalam : (http://www.kesehatan remaja.com) [diakses 28 maret 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastrowardoyo, 2007, Sulit Hamil Akibat Nyeri Haid Endometriosis Dapat Diobati, Tersedia dalam : (http://www.Gatra.com) [diakses 28 maret 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudrajad, 2003, Hak Remaja Atas kesehatan reproduksi. Tersedia dalam : (http://www.kesehatan remaja.com) [diakses 27 maret 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulastri, 2006, Perilaku Pencarian Pengobatan Keluhan Dysmenorrhea pada Remaja Di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widyaningsih, 2007, Kesehatan Reproduksi dan Kehidupan Generasi Muda, Tersedia dalam : (http://www. kesehatan reproduksi.com) [diakses 27 maret 2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiknjosastro, Hanifa, 1999, Ilmu Kandungan, Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-7676931034318337547?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/7676931034318337547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/11/menstruasi-dan-dismenore.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7676931034318337547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/7676931034318337547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/11/menstruasi-dan-dismenore.html' title='Menstruasi dan Dismenore'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-4757659163389384408</id><published>2010-11-08T04:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T04:50:18.078-08:00</updated><title type='text'>KONTRASEPSI DALAM KELUARGA BERENCANA</title><content type='html'>Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998). &lt;br /&gt;WHO mendefinisikan keluarga berencana alami sebagai metode untuk merencanakan atau mencegah kehamilan melalui observasi tanda dan gejala alami yang muncul pada masa subur dan tidak subur sepanjang siklus menstruasi. Dalam definisi Keluarga Berencana alami yang digunakan dengan tujuan mencegah konsepsi terkandung pengertian bahwa obat-obatan, alat kontrasepsi dan prosedur pembedahan tidak digunakan, pantang hubungan seksual selama fase subur siklus menstruasi, dan praktik hubungan seksual dilakukan setalah fase ini selesai. Keluarga Berencana alami mengindisikasikan bahwa perencanaan ini menggunakan dua komponen yang terpisah. Komponen pertama adalah kewaspadaan pada semua masa subur, sedangkan pada komponen kedua adalah penerapan pengetahuan ini untuk merencanakan sebuah keluarga, yang disebut sebagai metodologi.      &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan Keluarga Berencana yang merupakan salah satu didalam paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan akan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Dengan telah berubahnya paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas menjadi pendekatan yang berfokus pada kesehatan reproduksi serta hak reproduksi. Maka pelayanan Keluarga Berencana harus menjadi lebih berkualitas serta memperhatikan hak-hak dari klien/ masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang diinginkan (Prof. dr. Abdul Bari Saifuddin, 2003).&lt;br /&gt;Program Keluarga Berencana (KB) sudah lama dicanangkan oleh pemerintah, tujuannya untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia. Istilah Keluarga Berencana alami (Natural Family Planning, NFP) menggambarkan metode perencanaan atau pencegahan kehamilan berdasarkan pantang berkala. NFP menggambarkan semua metode yang digunakan pasangan untuk mencapai, mencegah atau mengatur jarak kehamilan berdasarkan pemahaman mereka tentang fertilitas dan pengaturan waktu senggama.&lt;br /&gt;Keluarga Berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama, karena setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang berikutnya. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana. Misalnya membebaskan wanita dari rasa khawatir terhadap terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, terjadinya gangguan fisik atau psikologik akibat tindakan abortus yang tidak aman, serta tuntunan perkembangan sosial terhadap peningkatan status perempuan dimasyarakat. (Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi,2006)&lt;br /&gt;Tujuan gerakan KB nasional yaitu mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;    Tujuan gerakan KB nasional adalah :&lt;br /&gt;1.    Pasangan subur dan prioritas PUS muda dengan paritas rendah&lt;br /&gt;2.    Generasi muda dan purna PUS&lt;br /&gt;3.    Pelaksanaan dan pengguna KB&lt;br /&gt;4.    Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus seperti sentra industri, pemukiman padat, daerah kumuh, daerah pantai, dan daerah terpencil. (Sarwono Prawirohardjo, 2005)&lt;br /&gt;Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu bagian dari program kesehatan reproduksi yang tujuannya untuk menjarangkan kelahiran. Seiring itu, berkembang pula metode kontrasepsi yang beraneka ragam.&lt;br /&gt;Kontrasepsi adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan, merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak, (Anonymus, 2007)&lt;br /&gt;Ada dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara kontrasepsi modern (metode efektif).&lt;br /&gt;1. Kontrasepsi Sederhana&lt;br /&gt;Kontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat/obat. Kontrasepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontrasepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly atau tablet berbusa (vaginal tablet).&lt;br /&gt;2. Cara Kontrasepsi Moderen/Metode Efektif&lt;br /&gt;Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi tidak permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntikan dan implant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) dan vasektomi (sterilisasi pada pria).&lt;br /&gt;Untuk dapat melaksanakan KB terdapat berbagai macam alat kontrasepsi, seperti alat kontrasepsi hormonal ( Pil KB, suntik dan susuk ). Alat kontrasepsi dalam rahim ( AKDR ) atau IUD dan alat penghambat seperti kondom lelaki dan perempuan.&lt;br /&gt;Maka secara jelas dikatakan diatas, keluarga berencana ( KB ) merupakan salah satu bagian dari program reproduksi yang tujuannya menjarangkan atau mencegah terjadinya kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrasepsi disini berarti cara menghindari atau mencegah terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur yang matang, yang bertujuan untuk mengatur jarak kehamilan yang satu dengan kehamilan berikutnya.&lt;br /&gt;Sumber : KTI Vera dengan judul gambaran pengetahuan Akseptor KB Pil mengenai efek samping kontrasepsi Pil di  Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-4757659163389384408?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/4757659163389384408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/11/kontrasepsi-dalam-keluarga-berencana.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4757659163389384408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/4757659163389384408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/11/kontrasepsi-dalam-keluarga-berencana.html' title='KONTRASEPSI DALAM KELUARGA BERENCANA'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-3044499816225984067</id><published>2010-11-08T04:47:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T04:48:56.080-08:00</updated><title type='text'>IMUNISASI  DAN PERMASLAHANNYA</title><content type='html'>Kesehatan merupakan masalah yang penting dalam sebuah keluarga, terutama yang berhubungan dengan bayi dan anak. Mereka merupakan harta yang paling berharga sebagai titipan Tuhan Yang Maha Esa, juga dikarenakan kondisi tubuhnya yang mudah sekali terkena penyakit. Oleh karena itu, bayi dan anak merupakan prioritas pertama yang harus dijaga kesehatannya. (Iriannie Wijaya, 2005).&lt;br /&gt;Pada saat seorang bayi dilahirkan ke dunia, ia sudah harus menghadapi berbagai ‘musuh’ yang mengancam jiwa. Virus, bakteri, dan berbagai bibit penyakit sudah siap menerjang masuk ke tubuh yang masih tampak lemah itu. Ternyata sang bayi mungil pun sudah siap untuk menghadapi kerasnya dunia. Berbekal antibodi yang diberikan ibunya, ia siap menyambut tantangan. Inilah contoh dari apa yang kita sebut sebagai daya imunitas (kekebalan) tubuh.(www.klinikku.com)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 8 Mei 1980 adalah merupakan hari bersejarah. Pada tanggal tersebut eradikasi atau pembasmian penyakit cacar atau smallpox eradication, secara Menurut Who data setiap tahunnya di dunia ini terdapat 1,5 juta kematian bayi berusia 1 minggu dan 1,4 juta bayi lahir mati. Akibat tidak mendapatkan imunisasi .&lt;br /&gt;Tanpa imunisasi, kira-kira 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit campak, 2 dar 100 kelahiran anak akan meninggal karena batik rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit tetanus. Dan dari setiap 200.000 anak , 1 akan menderita penyakit polio. Imunisasi yang dilakukan  dengan menberikan vaksin tertentu akan melindungi anak terhadap penyaskit-penyakit tertentu.&lt;br /&gt;(Tinker, 1997 Dalam Who-Depkes- Fkmui,1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data who sampai saat ini sekitar 194 negara maju maupun sedang berkembang tetap maelakukan imunisasi pada bayi dan balitanya. Di eropa imunisasi rutin di lakuikan di 43 negara, amerika 37 negara ,australia dan sekitarnya 16 negara, afrika 53 negara asia 48 negara, ( www.devinfo.info/immunizzatiaon). Setiap tahun sekitar 85- 95 % bayi di negara-negara tersebut mendapat imunisasi rutin sedangkan sisanya belum terjangkau imunisasi karena menderita penyakit tertentu, sulitnya akses terhadap layanan imunisasi, hanbatan jarak, geografis, keamanan, sosial ekonomi, dan lain – lain. &lt;br /&gt;Bayi- bayi di indonesia yang di imunisasi setiap tahun sekitar 90% dari sekitar 4,5 juta bayi yang lahir. Hal itu karena masih ada hambatan geografis, jarak, jangkauan layanan, transfortasi, ekonomi dan lain-lain. Artinya  setiap tahun ada 10% bayi (sekitar 450.ribu bayi) yang berlum mendapat imunisasi, sehingga dalam 5 tahun menjadi 2 juta anak yang belum mandapat imunisasi dasar lengkap. &lt;br /&gt; Bila terjadi wabah, maka 2 juta balita yang belummendapat imunisasa dasar lengkap akan mudah tertular penyakit berbahaya tersebut, akan sakit berat, meniggal, atau cacat.&lt;br /&gt;Menurut Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992, “Paradigma Sehat” dilaksanakan melalui beberapa kegiatan antara lain pemberantasan penyakit. Salah satu upaya pemberantasan penyakit menular adalah upaya pengebalan (imunisasi).&lt;br /&gt;Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1059/MENKES/SK/IX/2004, salah satu pembangunan kesehatan nasional untuk mewujudkan “Indonesia Sehat 2010” adalah menerapkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, yang berarti setiap upaya program pembangunan harus mempunyai kontribusi positif terhadap terbentuknya lingkungan yang sehat dan perilaku sehat. Sebagai acuan pembangunan kesehatan mengacu kepada konsep “Paradigma Sehat” yaitu promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Salah satu prioritas utama adalah pencegahan penyakit yaitu dengan mewajibkan setiap anak untuk mendapatkan imunisasi dasar terhadap tujuh macam penyakit yaitu penyakit TBC, Difteria, Tetanus, Batuk Rejan (Pertusis), Polio, Campak (Measles, Morbili) dan Hepatitis B, yang termasuk dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI) meliputi imunisasi BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis B. Imunisasi lain yang tidak diwajibkan oleh pemerintah tetapi tetap dianjurkan antara lain terhadap penyakit gondongan (mumps), rubella, tifus, radang selaput otak (meningitis), HiB, Hepatitits A, cacar air (chicken pox, varicella) dan rabies (Thoephilus, 2000).&lt;br /&gt;Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Upaya ini merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost effective. Dengan upaya imunisasi terbukti bahwa penyakit cacar telah terbasmi dan Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar sejak tahun 1974.&lt;br /&gt;Mulai tahun 1977 upaya imunisasi diperluas menjadi program pengembangan imunisasi dalam rangka pencegahan penularan terhadap penyakit yang dapat dicegahdengan imunisasi (PD3I) yaitu, tuberkulosis, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus, serta hepatitis B.&lt;br /&gt;Dalam catatan internasional, pada akhir tahun 1990-an, Indonesia memiliki reputasi pencapaian program imunisasi yang mengesankan, berkat sistem pelayanan yang efektif seperti posyandu, pencacatan pelaporan, dan sistem distribusi vaksin ke daerah-daerah. Pemerintah secara nasional melakukan kontrol terhadap pelaksanaan imunisasi. Namun sejak dimulainya desentralisasi tampak adanya gambaran penurunan dibeberapa daerah, terutama bagi daerah atau wilayah sulit komunikasi dan transportasi diluar jawa. Daerah ini umumnya kesulitan dana operasional, seperti membawa vaksin dari kabupaten ke desa-desa, membiayai juru imunisasi desa dan penyimpanan vaksin.&lt;br /&gt;Sebenarnya Indonesia hampir saja mencapai taraf pemusnahan polio, karena sejak tahun 1995 sudah tidak ada lagi ditemukan virus polio liar di Indonesia. Namun, ketika menunggu negara lain di wilayah Asia selatan untuk dinyatakan bebas polio, tiba-tiba “kemasukan” virus polio liar yang diduga berasal dari benua Afrika melalui Timur Tengah. Terjadilah wabah polio yang bermula ditemukan di Sukabumi, Jawa Barat, pada bulan April tahun 2005. (Umar Fahmi Achmad, 2006:3).&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan 1,7 juta anak Indonesia meninggal karena tak mendapat imunisasi lengkap. Jumlah 1,7 juta itu merupakan seperlima dari balita di Indonesia. &lt;br /&gt;Pemerintah, kata Siti, menargetkan dalam dua tahun ke depan bisa mengimunisasi 4.725.470 anak. Jumlah ini diambil dari 7 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Imunisasi ini juga meliputi 63 kabupaten dan kota dari provinsi tersebut. "Cakupan imunisasi di daerah itu masih rendah," katanya. (www.tempointeraktif.com)&lt;br /&gt;Kendala utama untuk keberhasilan imunisasi bayi dan anak dalam sistem perawatan kesehatan yaitu rendahnya kesadaran yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan tidak adanya kebutuhan masyarakat pada imunisasi, jalan masuk ke pelayanan imunisasi tidak adekuat, melalaikan peluang untuk pemberian vaksin dan sumber-sumber yang adekuat untuk kesehatan masyarakat dan program pencegahannya (Nelson, 2000)&lt;br /&gt;Banyak anggapan salah tentang imunisasi yang berkembang dalam masyarakat. Banyak pula orang tua dan kalangan praktisi tertentu khawatir terhadap resiko dari beberapa vaksin. Adapula media yang masih mempertanyakan manfaat imunisasi serta membesar-besarkan resiko beberapa vaksin (Muhammad Ali, 2005).&lt;br /&gt;Kepercayaan dan perilaku kesehatan ibu juga hal yang penting, karena penggunaan sarana kesehatan oleh anak berkaitan erat dengan perilaku dan kepercayaan ibu tentang kesehatan dan mempengaruhi status imunisasi. Masalah pengertian dan keikutsertaan orang tua dalam program imunisasi tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan yang memadai tentang hal itu diberikan. Peran seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting. Karenanya suatu pemahaman tentang program ini amat diperlukan untuk kalangan tersebut. (Muhammad Ali, 2005).&lt;br /&gt;Dalam hal ini peran orang tua, khususnya ibu menjadi sangat penting, karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. Demikian juga tentang pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan ibu. Pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku kesehatan seorang ibu akan mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak, sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. Masalah pengertian, pemahaman dan kepatuhan ibu dalam program imunisasi bayinya tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan dan pengetahuan yang memadai tentang hal itu diberikan.&lt;br /&gt;Sumber :  KTI Vera dengan judul gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada Bayi di Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-3044499816225984067?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/3044499816225984067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/11/imunisasi-dan-permaslahannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3044499816225984067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/3044499816225984067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/11/imunisasi-dan-permaslahannya.html' title='IMUNISASI  DAN PERMASLAHANNYA'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-5879062107296268180</id><published>2010-07-24T16:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T16:17:53.658-07:00</updated><title type='text'>waspadai 4 penyebab migrain</title><content type='html'>Waspadai 4 Penyebab Migrain (sumber detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab migrain sangat beragam, mulai dari makanan hingga lingkungan.&lt;br /&gt;Efek dari berbagai penyebab itu berbeda-beda pada setiap individu, sehingga tidak semuanya harus dihindari. Paling tidak, ada beberapa hal yang harus diwaspadai.&lt;br /&gt;"Bahkan pada individu yang sama, tidak&lt;br /&gt;selalu ada penyebab yang sama dan konsisten. Suatu saat cokelat memicu&lt;br /&gt;migrain, pada saat yang lain tidak," kata Larry Newman, MD, direktur Headache Institute di St. Luke's-Roosevelt Hospital Center.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sering mengalami migrain,&lt;br /&gt;Newman menganjurkan untuk membuat diary sakit kepala. Dari catatan&lt;br /&gt;tersebut, bisa diketahui apa saja yang bisa menyebabkan migrain pada&lt;br /&gt;seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beebrapa hal yang sering memicu migrain, dikutip dari Health.com, Jumat (18/6/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makanan dan minuman&lt;br /&gt;Menurut National Headache Foundation, makanan dan minuman yang bisa memicu migrain di antaranya adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Keju matang (seperti cheddar, emmentaler, stilton, brie dan camembret)&lt;br /&gt;2. Cokelat&lt;br /&gt;3. Makanan yang diasinkan, diasamkan atau difermentasikan&lt;br /&gt;4. Krim asam&lt;br /&gt;5. Kacang-kacangan dan selai kacang&lt;br /&gt;6. Roti sourdough&lt;br /&gt;7. Kismis, pepaya, plum merah&lt;br /&gt;8. Buah-buahan beraroma sitrus&lt;br /&gt;9. Kafein yang berlebihan&lt;br /&gt;10. Alkohol2. Menstruasi&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan perempuan, siklus&lt;br /&gt;menstruasi merupakan penyebab utama sakit kepala termasuk migrain.&lt;br /&gt;Biasanya serangan itu terjadi saat haid, atau beberapa hari sebelumnya.&lt;br /&gt;Anjloknya kadar esterogen pada masa-masa tersebut diduga merupakan&lt;br /&gt;pemicu utamanya. Oleh karena itu, hal yang sama juga dialami oleh&lt;br /&gt;perempuan menjelang masa menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lingkungan&lt;br /&gt;Bagi&lt;br /&gt;sebagian orang, bau parfum yang menyengat bisa memicu migrain saat&lt;br /&gt;berada di tempat umum misalnya pusat perbelanjaan. Sebagian yang lain&lt;br /&gt;bisa mengalami migrain karena melihat lampu kerlap-kerlip, atau sorot&lt;br /&gt;sinar matahari dari sela-sela pepohonan saat mengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Stres&lt;br /&gt;penyebab&lt;br /&gt;migrain yang paling umum bagaimanapun adalah stres, dan sebaliknya&lt;br /&gt;penderita migrain bisa menjadi sangat responsif secara emosional.&lt;br /&gt;Gelisah, khawatir, sedih, terkejut dan suasana hati yang tidak menentu&lt;br /&gt;dapat memicu pelepasan hormon tertentu yang menyebabkan migrain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, rasa lega setelah melepas kepenatan yang terlanjur berlarut-larut juga bisa memicu migrain. Gangguan yang disebut weekend headaches ini umumnya dialami para karyawan setelah sibuk bekerja selama sepekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-5879062107296268180?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/5879062107296268180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/07/waspadai-4-penyebab-migrain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5879062107296268180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/5879062107296268180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/07/waspadai-4-penyebab-migrain.html' title='waspadai 4 penyebab migrain'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-8409257565529107733</id><published>2010-07-24T16:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T16:07:41.139-07:00</updated><title type='text'>Malaria</title><content type='html'>Oleh : Hj.Rofikah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a. Pengertian Malaria&lt;br /&gt; Kata “malaria” berasal dari bahasa Itali “ Mal” yang artinya buruk dan “Aria” yang artinya udara. Sehingga malaria berarti udara buruk (bad air). Hal ini disebabkan karena malaria terjadi secara musiman di daerah yang kotor dan banyak tumpukan air (koalisi (a) koalisi org 2001).&lt;br /&gt; Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dan genus plasmodium, yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. (Prabowo, 2004: 2)&lt;br /&gt;Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dan genus plasmodium masa tunas atau inkubasi penyakit dapat beberapa hari atau beberapa bulan. (Dinas kesehatan DKI Jakarta)&lt;br /&gt;Berdasarkan pengertian diatas penyakit malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dan genus plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang masa inkubasi penyakit dapat beberapa hari sampai beberapa bulan. &lt;br /&gt;b. Penyebab Malaria&lt;br /&gt;Penyebab malaria adalah dari genus plasmodium famili plasmodiidae dari orde Coccdiiae penyebab malaria di Indonesia sampai saat ini di golongkan menjadi empat plasmodium, yaitu:&lt;br /&gt;1. Plasmodium Falsiparum, penyebab penyakit malaria tropika.&lt;br /&gt;2. Plasmodium Vivax, penyebab penyakit malaria tertiana.&lt;br /&gt;3. Plasmodium Malariae, penyebab penyakit malaria kuartana.&lt;br /&gt;4. Plasmodium Ovale, jenis ini jarang sekali dijumpai umumnya banyak di Afrika.&lt;br /&gt;c. Masa Inkubasi&lt;br /&gt;Masa inkubasi bervariasi pada setiap spesies antara 9-30 hari, gigitan nyamuk dan munculnya gejala klinis masa inkubasi dapat dibedakan berdasarkan&lt;br /&gt;penyebabnya:&lt;br /&gt;1. Plasmodium Flasiparum antara 12 hari.&lt;br /&gt;2. Plasmodium Vivax antara 13-17 hari.&lt;br /&gt;3. Plasmodium Ovale antara 13-17 hari.&lt;br /&gt;4.   Plasmodium Malariae antara 28-30 hari.&lt;br /&gt;Masa inkubasi malaria juga tergantung dan intensitas infeksi, pengobatan yang sudah pernah didapat sebelumnya dan derajat imunitas penjamu. (Soegijanto, 2004: 6)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;d. Patofisiologis&lt;br /&gt;Ada 4 patologi yang terjadi pada malaria, yaitu demam, anemia, imunopatologi dan anoksia jaringan, yang disebabkan oleh perlengketan eritrosit yang terinfeksi pada endotel kapiler. Demam paroksimal berbeda untuk keempat spesies tergantung dari lama manutaskizonnya. Serangan demam disebabkan pecahnya eritrosit sewaktu fase skizogom eritrositik dan masuknya merozoit kedalam sirkulasi darah. Demam mengakibatkan terjadinya vasoaktif yang diproduksi oleh parasit. Setelah merozoit masuk dan menginfeksi eritrosit yang baru, demam turun dengan cepat sehingga penderita merasa kepanasan dan berkeringat banyak. Anemia disebabkan oleh destruksi eritrosit yang berlebihan, hemolisis autoimun dan gangguan eritropoesis. Diduga terdapat toksin malaria yang disebabkan gangguan fungsi eritrosit dan sebagian eritrosit pecah saat melalui limpa dan keluarlah parasit. Splenomegali disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah eritrosit yang ter infeksi parasit sehingga terjadi aktivitas system RES untuk memfagositosis eritrosit baik yang terifeksi maupun yang tidak. Kelainan patologik pembuluh darah kapilerdisebabkan karena eritrosit yang terinfeksi menjadi kaku dan lengket, perjalanannya dalam kapiler terganggu sehingga mekat pada endotel kapiler, timbul hipoksia atau anoriksia jaringan. Juga terjadi gangguan integritas kapiler sehingga terjadi pembesaran plasma. Monosit atau makrofag merupakan partisipan selalu terpenting dalam fagositosis eritrosit yang terinfeksi (Soegijanto, 2004: 5).&lt;br /&gt;e. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;Secara klinis gejala malaria infeksi tunggal pada penderita nonimun terdiri atas serangan demam secara berulang dengan interval tertentu (paroksisme) yang diselingi oleh suatu periode dimana penderita bebas sama sekali dan demam. Sebelum demam penderita biasanya merasa lemah (malaise), myalgia, sakit kepala, anoreksia, nausea dan muntah. Gejala awal terjadi selama 2-3 hari sebelum paroksisme akut dimulai. Serangan demam dapat terus - menerus (tanpa interval) pada penderita dengan infeksi campuran (lebih dari satu plasmodium) atau satu jenis  plasmodium  tapi   infeksi   berulang  dalam  waktu  yang  berbeda &lt;br /&gt;(Soegijanto, 2004: 5).&lt;br /&gt;Gejala malaria muncul 9 - 14 hari setelah terinfeksi berdasarkan gejalanya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;a. Gejala Umum&lt;br /&gt;1. Menggigil 15 - 60 menit&lt;br /&gt;2. Demam 2 - 6 jam dengan suhu 37,5-40 C&lt;br /&gt;3. Berkeringat 2-4 jam&lt;br /&gt;4. Dapat diikuti sakit kepala, mual dan muntah.&lt;br /&gt;5. Dapat disertai gejala khas masing - masing daerah, seperti diare pada balita (Tim - Tim), nyeri otot dan pegal-pegal pada orang dewasa (Papua), pucat dan pegal pada orang dewasa (Yogya).&lt;br /&gt;b. Gejala Malaria Parah&lt;br /&gt;1. Gangguan kesadaran lebih dan 30 menit.&lt;br /&gt;2. Kejang beberapa kali dan kejang panas tinggi diikuti gangguan kesadaran&lt;br /&gt;3. Mata kuning dan tubuh kuning&lt;br /&gt;4. Pendarahan dihidung, gusi atau saluran pencernaan&lt;br /&gt;5. Jumlah kencing kurang (oliguri).&lt;br /&gt;6. Warna urine seperti teh tua.&lt;br /&gt;7. Kelemahan umum (tidak bisa duduk atau berdiri).&lt;br /&gt;8. Nafas sesak&lt;br /&gt;Setelah melewati masa inkubasi pada anak dan orang dewasa timbul gejala demam (periode peroksimal) yang khas pada malaria yang terlihat dalam 3 stadium, yaitu :&lt;br /&gt;1. Stadium dingin (Cold stage)&lt;br /&gt;Diawali dengan menggigil dan perasaan sangat dingin, gigi gemertak, berpakaian dan berselimut tebal, nadi cepat lemah, bibir dengan jari pucat dan sianosis, kulit kering dan pucat. Stadium ini berlangsung antara 15 menit sampai dengan 1 jam.&lt;br /&gt;2. Stadium demam (Hot stage)&lt;br /&gt;Setelah kedinginan, penderita merasa kepanasan, muka merah, kulit kering dan terasa panas seperti terbakar, disertai nyeri kepala dan mual muntah. Nadi menjadi kuat, suhu badan tinggi sampai 41°C atau lebih, penderita menjadi sangat haus. Stadium ini berlangsung antara 2-12 jam. Demam disebabkan oleh pecahnya entrosit matang yang berisi skizon yang mengandung merozoit memasuki sirkulasi darah. Pada plasmodium falcifarumnterval demam tidak jelas (setiap 24-48 jam). Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale interval demam terjadi setiap 48 jam dan Plasmodium malariae setiap 72 jam. Stadium ini berlangsung 2-4 jam.&lt;br /&gt;3. Stadium berkeringat&lt;br /&gt;Pada stadium ini penderita berkeringat banyak sekali, suhu badan menurun dengan cepat kadang-kadang sampai di bawah normal. Penderita dapat tidur dengan nyenyak, badan terasa lemah setelah bangun, stadium ini berlangsung 2-4 jam.&lt;br /&gt;Gejala klinis yang timbul tidak selalu sama pada setiap penderita tergantung dari spesies parasit, berat infeksi dan umur penderita. Di daerah dengan tingkat endemisitas tinggi (hiper atau holondemis), pada orang dewasa sering kali tidak dijumpai gejala klinis atau gejala klinis yang ringan walaupun dalam darahnya mengandung parasit malaria. Hal ini karena imunitas yang telah timbul pada mereka karena infeksi yang berulang (Soegijanto, 2004: 6)&lt;br /&gt;f. Jenis-Jenis Malaria (Tempo 2003)&lt;br /&gt;1. Malaria Tertiana (paling ringan)&lt;br /&gt;Malaria yang disebabkan Plasmodium Vivax dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi ( dapat terjadi selama dua minggu setelah infeksi).&lt;br /&gt;2. Demam Rimba (Jungle Fever)&lt;br /&gt;Malaria Aestivo-Autumnal atau disebut juga malaria tropika disebabkan plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau dan kematian.&lt;br /&gt;3. Malaria Kuartana&lt;br /&gt;Malaria yang disebabkan plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika, gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 - 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala itu kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari.&lt;br /&gt;4. Malaria yang Jarang dijumpai&lt;br /&gt;Malaria yang disebabkan plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Diagnosis&lt;br /&gt;Penyakit malaria tidak sukar diketahui. Selain dari demamnya kita menduga dan tempat penderita berasal. Jika di daerah malaria seseorang mendadak demam, timbulnya demam mungkin berarti terjangkit malaria. Lebih-lebih harus dicurigai jika demamnya khas malaria. Jika demamnya meragukan dilakukan pemerikasaan darah. Darah diambil dengan tusukan jarum diujung jari, lalu dioleskan pada sepotong kaca. Diberi warna khusus, lalu diperiksa dibawah mikroskop. Jika ada sel darah merah mengandung parasit, tandanya positif malaria.&lt;br /&gt;Pengambilan darah untuk memeriksa malaria tidak sembarang waktu. Darah diambil waktu demam timbul, parasitnya beredar dalam danah, sehingga dari pemeriksaan tidak ditemukan parasit malarianya. Seolah-olah tidak ada parasitnya. Padahal, sebetulnya parasitnya ada tetapi sedang bersembunyi. Pemeriksaan darah dilakukan rutin pada pendatang yang memasuki daerah malaria selama setahun. Dengan pemeriksaan ini dapat lebih dini dapat diketahui jangkitan malarianya. Pemeriksaan perlu diulang-ulang karena masa tunas penyakit malaria panjang. Pada pemeriksaan pertama parasitnya mungkin belum muncul di darah baru pemeriksaan ulang berikutnya parasitnya baru muncul (Handrawanm, 1996).&lt;br /&gt;h. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Malaria, yaitu:&lt;br /&gt;1. Umur&lt;br /&gt;Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun ( Elisabeth,1995).&lt;br /&gt;Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat seseorang yang lebih dewasa akan lebih dipercaya dan orang yang belum cukup tinggi kedewasaannya. Hal ini akibat dan pengalaman dan kematangan jiwanya (Huclok, 1998).&lt;br /&gt;Anak - anak lebih rentan terhadap infeksi parasit malaria (Depkes, 1999: 19).&lt;br /&gt;2. Jenis Kelamin&lt;br /&gt;Karakter biologis atau kualitas yang membedakan laki-laki dan wanita satu sama lain, seperti ditampilkan dalam analisis gonad, morfologis (Internal dan eksternal) kromosom dan karakteristik hormone individu (John H. Direkx,M.D, 2005).&lt;br /&gt;Infeksi malaria tidak membedakan jenis kelamin akan tetapi apabila mengenfeksi ibu yang sedang hamil akan menyebabkan anemia yang lebih berat (Depkes, 1999: 19).&lt;br /&gt;3. Tingkat Pendidikan&lt;br /&gt;Pendidikan adalah upaya untuk mendewasakan seseorang. Dengan demikian setiap usaha pendidikan itu bertujuan, walaupun kadang tujuannya tidak disadari dan dirumuskan secara eksplisit (Slameto, 1991).&lt;br /&gt;Pendidikan berarti hubungan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita-cita tertentu (Suwarno, 1992).&lt;br /&gt;Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan (Kuncoroningrat, 1997).&lt;br /&gt;Faktor pendidikan seseorang sangat menentukan kecemasan, kliends pendidikan tinggi akan lebih mampu mengatasi, menggunakan koping yang efektif dan konnstruktif daripada seseorang dengan pendidikan rendah (Broewer, 1983).&lt;br /&gt;4. Status sosial ekonomi&lt;br /&gt;“Pekerjaan bukanlah sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan (Erich, 1996; Nursalam &amp; Pariani, 2001: 133).&lt;br /&gt;Status sosial ekonomi merupakan jenis kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan responden setiap harinya sebagai penghasilan ekonomi.&lt;br /&gt;Terbagi atas 2 kategori yaitu bekerja ( buruh, swasta, PNS/ ABRI) dan tidak bekerja ( Nursalam &amp; Pariani, 2001: 138) ( skripsi Rohana Agustina).&lt;br /&gt;Keadaan sosial ekonomi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah endemis malaria erat hubunganya dengan infeksi malaria (Depkes: 1999).&lt;br /&gt;5. Cara hidup&lt;br /&gt;Perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merekfesikan status sosialnya (The Jakarta Consuting Group, 2006)&lt;br /&gt;Cara hidup sangat berpengaruh terhadap penularan penyakit malaria. Misalnya: Tidur tidak memakai kelambu dan senang berada diluar rumah pada malam hari (Depkes, 1999: 19)&lt;br /&gt;6. Riwayat Malaria Sebelumnya&lt;br /&gt;Orang yang pernah terinfeksi penyakit malaria sebelumnya biasanya akan terbentuk imunitas  sehingga  akan lebih tahan  terhadap  infeksi  malaria &lt;br /&gt;     (Depkes, 1999: 19).&lt;br /&gt;i. Pengobatan&lt;br /&gt;1. Pengobatan malaria yang ringan&lt;br /&gt;Malaria Vivax, Ovale dan Malariae&lt;br /&gt;Serangan akut ketiga jenis malaria ini diobati dengan klorokuin, yang diberikan per oral dosis total per oral untuk orang dewasa adalah 1500 mg basa klorokuin ( 25mg per kg BB), yang diberikan selama tiga hari. Hari ke l diberikan dengan dosis awal 600 mg, ditambah 300 mg 6 jam kemudian. Pada hari ke 2 sesudah 24 jam 300 mg, dan hari ke 3 (sesudah 48 jam) diberikan 300 mg lagi. Dosis per oral untuk anak - anak adalah: dosis awal 10 mg/ kg BB ( tidak melemihi 600 mg), dan dosis sesudah 24 dan 48 jam masing - masing 5 mg/ kg BB.&lt;br /&gt;Untuk penderita malaria vivax dan ovale yang tinggal dikota atau didaerah nonendemis, sesudah pemberian klorokuian diberikan pengobat radikal dengan primakoin untuk membunuh fase eksoerittrositik (EE) sekunder dalam hati (mencegah relaps). Pengobatan radikal seperti diatas tidak diberikan kepada penderita yang tinggal di daerah endemis karena kemungkinan ini terinfeksi sangat besar primakuin tidak boleh diberikan kepada wanita hamil, anak-anak dibawah 4 tahun, penderita rheumatoid arthritis, dan penderita lufus yang aktif (Sutisna, 2004: 76).&lt;br /&gt;2. Pengobatan malaria falciparum yang berat &lt;br /&gt;Penanganan secara umum&lt;br /&gt;Sebagai pegangan secara umum, perawatan dini yang diberikan untuk kasus malaria falciparum yang berat terdiri dari:&lt;br /&gt;a. Menimbang berat badan penderita&lt;br /&gt;b. Membebaskan saluran nafas untuk menghindari asfiksia dan menempatkan perawat disamping penderita&lt;br /&gt;c. Membuat penilaian secara cepat terhadap keadaan klinis penderita.&lt;br /&gt;d. Membuat sediaan darah penderita untuk memastikan diagnosis, dan mengambil specimen untuk pemeriksaan laboratorium yang dianggap perlu.&lt;br /&gt;e. Segera memberikan infus dengan kina atau klorokuin.&lt;br /&gt;f. Membuat penilaian tentang status hindrasi penderita, dan menghitung kebutuhan cairannya.&lt;br /&gt;g. Mencatat produksi urine penderita dalam sehari; jika perlu dengan memasang kateter uritra.&lt;br /&gt;h. Jika pendenita mengalami hiperpireksia, segera menurunkan panas badan dengan cara mengipasi, kompres dengan air dingin atau alcohol, dan memberikan suntikan anti peritika.&lt;br /&gt;i. Mengerjakan fungsi lumbal jika ada gejala kaku kuduk atau kecurigaan adanya meningitis.&lt;br /&gt;j. Mempertimbangkan keperluan memberikan obat-obat tambahan, misalnya anti konvolsan dan anti mekroba.&lt;br /&gt;k. Menilai adanya kebutuhan untuk memberikan tranfusi darah&lt;br /&gt;l. Jika diduga adanya edema paru, letakkan penderita dalam posisi tegak ditempat tidur, berikan oksigen dan buat foto roentgen dada (Sutisna, 2004: 78)&lt;br /&gt;3. Pengobatan spesifik dan pemberian&lt;br /&gt;1. Jika obat bisa diberikan secara intra vena infuse&lt;br /&gt;Untuk malaria falciparum yang berat, obat pilihan utama adalah kina, yang diberikan secara infuse dengan tetesan lambat. Jika kemasan kina untuk suntikan intra venal infuse tidak tersedia, dan jika P. falciparum didaerah itu diketahui masih sensitive terhadap klorokuin, kina bisa digantikan oleh klorokuin (bidroklorida) yang diberikan secara infuse. Pemberian kiorokuin melalui infuse sesungguhnya tidak dianjurkan karena klorokuin yang diberikan secara parentral mempunyai potensi menyebabkan keaksi toksik terhadap otot jantung, terutama pada anak- anak. Jika terpaksa, pemberian klorokuin secara paretral (intra vena) harus dilaksanakan di bawah pengawasan ketat seorang dokter.&lt;br /&gt;2. Jika obat tidak mungkin diberikan secara intra vena&lt;br /&gt;Dalam kondisi tersebut, demi menolong penderita, kina (di Indonesia dikenal sebagai kina anti pirin) diberikan secara intra muskuler (TM). Jika kina tidak tersedia, bisa diberikan fansidar dengan suntikan IM yang dalam (dosis untuk orang dewasa). Jika sediaan fansidar IM tidak ada, bisa diberikan kiorokuin ( difusfat) secara IM. Pemberian klorokuin secara IM sesungguhnya tidak dianjurkan. Sebisa - bisanya penderita akan dikirim kepusat pelayanan medis yang memiliki sarana pengobatan melalui infuse. Jika kondisi penderita bertambah baik (sudah bisa menelan), pengobatan diteruskan dengan pansidan per oral 3 tablet sekaligus, diteruskan dengan kina per oral dalam dosis yang efektif. Perlu&lt;br /&gt; diingatakan sekali lagi bahwa: Dosis obat - obat yang tergolong kuinolin, misalnya klorokuin, amodiakuin, dan kina harus dihitung berdasarkan jumlah basanya.(Sutisna, 2004: 79-81).&lt;br /&gt;j. Pencegahan&lt;br /&gt;Mukono, (2000: 6) Pencegahan adalah mengadakan inhibisi terhadap perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit itu terjadi.orang orang yang tidak mempunyai imunitas terhadap malaria yang akan terpajan dengai nyamuk di daerah endemis harus melakukan upaya pencegahan terhadap gigitan nyamuk dan lebih baik sebelumnya minum obat profilaksis untuk mencegah malaria.&lt;br /&gt;Ada tiga cara untuk mencegah malaria, yaitu:&lt;br /&gt;1.  Mencegah dan gigitan nyamuk, dengan cara:&lt;br /&gt;a. Tidur dengan menggunakan kelambu.&lt;br /&gt;b. Tutup jendela ketika tidur&lt;br /&gt;c. Oleskan cairan pencegahan gigitan nyamuk.&lt;br /&gt;2.   Kontrol perkembangan nyamuk&lt;br /&gt;a. 3M ( menguras, menutup dan mengubur)&lt;br /&gt;b.   Memelihara binatang ( ikan) untuk membunuh larva nyamuk&lt;br /&gt;c. Taburkan insektisida khusus untuk membunuh larva nyamuk.&lt;br /&gt;3.   Bunuh nyamuk dewasa&lt;br /&gt;a.   Semprot ruangan dengan insektisida sebeium tidur.&lt;br /&gt;b. Berpartisipasi dalam kegiatan penyemprotan yang diberikan oleh tenaga   kesehatan.&lt;br /&gt;Pencegahan penyakit malaria menurut Prabowo ada 5, yaitu:&lt;br /&gt;1. Menghindari gigitan nyamuk malaria&lt;br /&gt;2. Membunuh jentik dan nyamuk malaria dewasa&lt;br /&gt;a. Menyemprot rumah&lt;br /&gt;b. Larvaciding, yaitu merupakan kegiatan penyemprotan rawa- rawa yang potensial sebagai tempat perindukan nyamuk malaria.&lt;br /&gt;c. Biological control, yaitu kegiatan penebaran ikan kepala timah (Panchax-Panchax) dan ikan guppy/wader cetul (Lebistus Retikulatus) genangan-genangan air yang mengalir dan persawahan. Ikan-ikan ini berfungsi sebagai pemangsa jentik-jentik nyamuk malaria.&lt;br /&gt;3. Mengurangi tempat perindukan nyamuk malaria.&lt;br /&gt;4. Pemberian obat pencegahan malaria.&lt;br /&gt;5. Pemberian vaksin malaria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dep Kes. RI, 1999. Modul Epidemiologi. Jakarta: Dirjen Depkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dep Kes. RI, 2006. Pusat Pengendalaian Operasional Dukungan Kesehatan. Jakarta : Dirjen DepKes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2006. Info Penyakit: www. DepKes, diakses 19 Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukono, 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Pres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mursito, Bambang. 2002. Ramuan Tradisional untuk Penyakit Malaria. Jakarta:&lt;br /&gt;Penebar Swadaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadesul, Handrawan. 1996. Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan Malaria. Jakarta: FKUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabowo, Arlan, 2004. Malaria Mencegah dan Mengatasinya. Jakarta: Puspa Swara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seputar Indonesia. 2006. Kualisi Untuk Indonesia Sehat: www.(http/seputar Indonesia/1l40306.html, diakses 19 Agustus 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soegijanto, Soegeng. 2004. Kumpulan Makalah Penyakit Tropis di Indonesia. Jilid 1 Surabaya: Air Langga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutisna, Putu. 2004. Malaria Secara Ringkas. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulkamain, Iskandar. 1996. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8634741376331535794-8409257565529107733?l=keperawatankomunitas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/feeds/8409257565529107733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/07/malaria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8409257565529107733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8634741376331535794/posts/default/8409257565529107733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/07/malaria.html' title='Malaria'/><author><name>mahyuliansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17433642617703263438</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_nrl1KT6YZcs/SajQC4z_x6I/AAAAAAAAADE/3MPVtlBCtEg/S220/img1-005.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8634741376331535794.post-6520582137935786703</id><published>2010-07-24T15:59:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T16:00:25.069-07:00</updated><title type='text'>Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam Mengubah Perilaku Masyarakat Menuju Hidup Bersih Dan Sehat</title><content type='html'>Pdpersi, Jakarta – Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masayarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah san hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, derajat kesehatan yang masih tertinggal dibandingkan dengan engara-negara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;Reformasi dibidang kesehatan perlu dilakukan mengingat lima fenomena yang berpengauh terhadapa pembangunan kesehatan. Pertama, perubahan pada dinamika kependudukan. Kedua, Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran. Ketiga, Tantangan global sebagai akibatdari kebijakan perdagangan bebas, revolusi informasi, telekomunikasi dan transportasi. Keempat, Perubahan lingkungan.Kelima, Demokratisasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pemahaman konsep akan sehat dan sakit serta semakin maju IPTEK dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu Paradigma Sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan masyarakat yang bersifat proaktif. Paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.&lt;br /&gt;Dalam Indonesia Sehat 2010, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memlihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Pembangunan Kesehatan&lt;br /&gt;Untuk mencapai taraf kesehatan bagi semua, maka paling sedikit yang harus tercakup dalam pelayanan kesehatan dasar adalah :&lt;br /&gt;1. Pendidikan tentang masalah kesehatan umum, cara pencegahan dan pemberantasannya&lt;br /&gt;2. Peningkatan persediaan pangan dan kecukupan gizi&lt;br /&gt;3. Penyediaan air minum dan sanitasi dasar&lt;br /&gt;4. Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana&lt;br /&gt;5. Imunisasi&lt;br /&gt;6. Pengobatan dan pengadaan obat&lt;br /&gt;Oleh karena pelayanan kesehatan dasar merupakan kunci untuk mencapai derajat kesehtaan yang layak bagi semua, maka perencanaan, pengorganisasian dan penyelenggaraan yang efisien mutlak diperukan disamping harus berdasarkan :&lt;br /&gt;* Perikemanusiaan&lt;br /&gt;* Kesehatan sebagai hak asasi&lt;br /&gt;* Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat&lt;br /&gt;* Pengutamaan upaya kesehatan promotif dan upaya kesehatan preventif&lt;br /&gt;* Pelayanan kesehatan perorangan yang sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;* Dukungan sumber daya kesehatan&lt;br /&gt;Misi Pembangunan Kesehatan&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010, telah ditetapkan misi pembangunan kesehatan (DepKes RI, 1999)&lt;br /&gt;* Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan&lt;br /&gt;Untuk dapat terwujudnya Indonesia Sehat 2010, para penanggung jawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya. Oleh karena itu seluruh elemen dari Sistem Kesehatan Nasional harus berperan sebagai penggerak utama pembangunan nasional berwawasan kesehatan.&lt;br /&gt;* Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat&lt;br /&gt;Perilaku sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;* Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau&lt;br /&gt;Salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak hanya berada ditangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan masyarakat dan potensi swasta.&lt;br /&gt;* Memlihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya&lt;br /&gt;Untuk terselenggaranya tugas penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif.&lt;br /&gt;Strategi Pembangunan Kesehatan&lt;br /&gt;Strategi pembangunan nasional harus berdasarkan pada kebijakan nasional, mencakup garis besar kegiatan dimana semua sektor yang terlibat untuk mewujudkan kebijaksanaan tersebut. Beberapa hal penting yang 
